UNSUR – UNSUR PENDIDIKAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ANALISIS PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Advertisements

Kehidupan sosial manusia
BUDAYA PERUSAHAAN DAN ETIKA
BAHAN STRATEGI PEMBELAJARAN AUD
PERANAN GURU DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
MEMPERBAIKI PRESTASI KERJA DENGAN UMPAN BALIK & PENGHARGAAN
TUGAS PERKEMBANGAN KEHIDUPAN PRIBADI, PENDIDIKAN DAN KARIER, DAN KEHIDUPAN BERKELUARGA PTIK.
TUGAS PERKEMBANGAN KEHIDUPAN PRIBADI, PENDIDIKAN DAN KARIER, DAN KEHIDUPAN BERKELUARGA PTIK.
Kuliah ke 4 Kwn Identitas Nasional.
SISTEM MANAJEMEN K3 PENDAHULUAN DAN PENGERTIAN K.3 MATERI 1
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Departemen Dalam Negeri
ARTI PENTING SOCIAL LIFE SKILL DITANAMKAN SEJA K USIA DINI
PENGERTIAN, FUNGSI, DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN
Pendelegasian Wewenang
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang
Oleh : Ns. Lili Fajria.S.Kep, M.Biomed
Konsep Profesi Kependidikan
Sosiologi Pedesaan Pertemuan I
PERANAN PENDIDIKAN MORAL PANCASILA DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI BUDAYA DI MASYARAKAT INDONESIA.
PERINGATAN HKN KE 48 TAHUN 2012 Jakarta, 13 September 2012.
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
PEMBELAJARAN TUNTAS (Mastery Learning).
PENYULUHAN PERTANIAN.
PENGANTAR BIMBINGAN DAN KONSELING
• Aktivitas apa saja yg bisa disebut sebagai aktivitas pendidikan?
Komponen-Komponen Pendidikan
Komponen-Komponen Pendidikan
Yulizar Kasih/MSDM/STMIK-MDP
Referensi Strategi nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif.
HAKEKAT MANUSIA Pandangan tentang hakikat manusia adalah bagian dari filsafat antropologi manusia yang merupakan karya Tuhan yang paling sempurna/istimewa.
PENDIDIKAN NON FORMAL DAN PENDIDIKAN INFORMAL.
TUGAS PERKEMBANGAN LANSIA
DISIPLIN, EFISIENSI, DAN PRODUKTIVITAS KERJA (Pertemuan ke-6)
Sosialisasi KTSP PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 NOMOR 23 TAHUN 2006Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL) DEPARTEMEN PENDIDIKAN.
PENDIDIKAN KARAKTER Universitas Negeri Yogyakarta Oleh:
Asas Kewarganegaraan Setiap negara mempunyai kebebasan dan kewenangan untuk menentukan asas kewarganegaraan. Dalam asas kewarganegaraan dikenal dua pedoman.
ARSITEKTUR DALAM KONTEKS BUDAYA
LOGO Beberapa Kata Kunci Karakter - Dibangun dengan keteladanan Bukan diajarkan Temperamen - Genetis (sulit diubah) Hati Nurani -
PERTEMUAN 2 Manajemen, Manajer, dan Kegiatannya
KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN MASA DEWASA AWAL
KOMUNIKASI DALAM KERAGAMAN SOSIAL, BUDAYA DAN KEYAKINAN
PENDIDIKAN HOMESCHOOLING SEBAGAI CARA ORANGTUA MENINGKATKAN
VIENA RUSMIATI HASANAH
SISTEM PENIDIKAN DALAM MASYARAKAT
4 PILAR PENDIDIKAN MENURUT UNESCO
FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN
BIMBINGAN KONSELING Sy LULU ASSAGAF, S.Psi.
Tania Clara Dewanti BK/B
APA YG DIMAKSUD DENGAN DASAR PELAKSANAAN PENDIDIKAN?
BIMBINGAN KONSELING.
PERTEMUAN KE-3 DAN 4 karakter siswa
KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN ATAU KEPENDIDIKAN
Dasar – Dasar Ilmu Pendidikan
KURIKULUM Pengertian Kurikulum 1. Kurikulum sebagai rencana belajar.
KONSEP DASAR PROFESI KEGURUAN ATAU KEPENDIDIKAN
Materi HAKIKAT POLA PENGASUHAN ANAK
TUJUAN DAN KARAKTERISTIK BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH
DASAR-DASAR PELAKSANAAN PENDIDIKAN
LANDAS AN PSIKOLOGIS DALAM PENGEM BANGAN KURIKULUM
DRA FATMAWATY HARAHAP, MAP
PERTEMUAN KE-3 DAN 4 karakter siswa
JURUSAN MAGISTER PENDIDIKAN IPS FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
1. NURLELI 2. KARTINI BAHRUM 3. RISWAN 4. HELMI 5. BASRIADI KELOMPOK 3.
Pengertian dan Unsur-Unsur Pendidikan Oleh: Kelompok 3 Heri Setiawan(11) Iin Alviana(13) Evan Putro A.W.(02)
• Aktivitas apa saja yg bisa disebut sebagai aktivitas pendidikan?
PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS LINGKUNGAN PENDIDIKAN
SEORANG FIGUR PEMIMPIN MEMBENTUK JIWA DIDAN WATAK ANAK DIDIK BERPERAN DALAM MEMBENTUK DAN MEMBANGUN KEPRIBADIAN ANAK MENJADI SEORANG YANG BERUNA BAGI.
Konsep Dasar Pendidikan Mata Kuliah: Oleh: Pengantar Ilmu PendidikanMawan Eko Defriatno, S.Pd., M.T. Mata Kuliah: Oleh: Pengantar Ilmu PendidikanMawan.
Transcript presentasi:

UNSUR – UNSUR PENDIDIKAN

Pendahuluan Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih sangat memprihatinkan, peserta didik yang seharusnya mendapat pendidikan yang layak masih belum bisa mendapatkan haknya sebagai peserta didik. Ini menandakan peran serta masyarakat, pemerintah maupun rasa kepedulian dari masing- masing individu belum mampu menyadari akan pentingnya pendidikan terutama dalam tahap perkembangan peserta didik.

Jika dilihat dari segi ekonomi, pendidikan masih dibilang cukup mahal, jerih payah untuk mencapai pendidikan tinggi harus di tingkatkan, maka dari itu, masyarakat sering mengatakan bahwa pendidikan tinggi hanya untuk orang- orang yang mampu dan memiliki kemampuan ekonomi yang cukup bahkan lebih.

Pendidikan itu sangat diperlukan, oleh karena itu pendidikan tidak dapat terlepas begitu saja dari kehidupan manusia. Setiap proses pendidikan, tidak mungkin berjalan begitu saja tanpa ada unsur-unsur yang mendukung di dalamnya. Proses pendidikan ini pasti melibatkan banyak hal yang disebut unsur-unsur pendidikan. Agar proses pendidikan dapat berjalan dengan baik dan terarah sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan, perlu kita ketahui apa saja yang termasuk unsur-unsur pendidikan.

Sebagian dari masyarakat Indonesia belum memahami bagaimana dan apa sebenarnya unsur-unsur yang mendukung pendidikan tersebut, mengingatkan bagaimana unsur-unsur pendidikan sangatlah penting bagi peserta didik, konsep-konsep dasar yang melandasinya, dan mengerti bahwa wujud pendidikan sebagi sistem dalam pengembangan peserta didik.

Unsur-unsur pendidikan melibatkan banyak hal yaitu: Subjek yang dibimbing (peserta didik) Orang yang membimbing (pendidik) Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode pendidikan)

4. Tempat di mana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan) 5. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) 6. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi eduktif)

1. Subjek yang dibimbing (Peserta didik / Anak didik) Peserta didik berstatus sebagai subjek didik karena peserta didik adalah subjek arau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya

2. Orang yang membimbing (pendidik) Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik

3. Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode pendidikan) Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.

4. Tempat di mana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan) Pengertian lingkungan pendidikan pada hakikatnya merupakan sesuatu yang ada di luar diri individu.

Para ahli membedakan jenis lingkungan pendidikan menjadi dua, yaitu sebagi berikut: 1. Lingkungan Alam Adalah segala sesuatu yang ada di dunia ini yang berada di luar diri anak yang selain manusia, seperti binatang, tumbuh-tumbuhan, iklim, air, gedung, rumah, dan sebagainya. 2. Lingkungan Sosial Adalah semua manusia yang berada di luar diri seseorang yang dapat mempengaruhi diri orang tersebut, baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Contohnya adalah teman sekelas, tetangga, dan sebagainya.

Menurut tempat pelaksanaan pendidikan, lingkungan dibedakan atas: Keluarga Sekolah Masyarakat

5. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) Dalam sistem pendidikan nasional, tujuan utama pendidikan adalah membentuk manusia Indonesia yang bisa mandiri dalam kehidupan pribadinya,bermasyarakat,berbangsa dan bernegara. Serta kehidupan yang beragama. Manusia Indonesia yang di cita-citakan harus di upayakan melalui pendidikan adalah manusia yang bermoral dan berilmu.

6. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi eduktif) Interaksi eduktif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi, isi, metode, serta alat-alat pendidikan.

Terima kasih…