PERTEMUAN XII MARRIAGE. Perkawinan merupakan................. Salah satu alternatif gaya hidup Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MODEL KELUARGA MUSLIM MASA KINI. 1. Ketika akan Menikah •Janganlah mencari Isteri, tetapi carilah Ibu bagi anak-anak kita, •Janganlah mencari Suami, tetapi.
Advertisements

Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
PUJIAN UNTUK ANAK KITA oleh Munif Chatib
Turn ON your speakers / earphones
“Prasangka” Dari Buku ESQ : Ari Ginanjar Agustian
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA SIKAP DAN TANGGAPAN GEREJA
Keluarga dan Rumah Tangga
“Membangun Gaya Hidup Iman Anak dan Remaja yang Missioner”
Bacalah dengan teliti, ini sangat penting!
KISAH CINTA Pelajaran 12 untuk 24 Maret 2012.
Upaya menanggulangi konflik suami istri
Telaah Kritis Menuju Kehidupan
sukses dengan Berpikir Positif Penulis Buku Rakesh K. Mittal
MY DAD MY BEST EVER BY: MF to CQ.
My Mother And Me Cinta, perjuangan, kasih karunia,
HUKUM PERSEORANGAN ADAT
KURIKULUM 2013 Kelas I Winda Lestari ( /11).
Universitas EsaUnggul Nama: Indrayadi Cahya Kumala Nim: Fakultas: Ekonomi Jurusan: Manajemen.
LIMA KEBUTUHAN DASAR PSIKHIS MANUSIA.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK SMA
Penikahan: Antara Janji dan Kenyataan? (When we said “I do”)
Enny Zuliatie Die-J YPI (Drop in Center Cijantung Yayasan Pelita Ilmu)
KINI AKU SUDAH REMAJA.
MODEL KELUARGA MUSLIM MASA KINI
KEWENANGAN BERHAK MANUSIA PRIBADI MEMPUNYAI KEWENANGAN BERHAK SEJAK IA DILAHIRKAN, BAHKAN SEJAK DALAM KANDUNGAN IBUNYA, ASAL IA LAHIR HIDUP APABILA KEPENTINGANNYA.
SARANA PENDIDIKAN AHLAK MULIA
Upaya Meningkatkan Keluarga Yang Berkualitas
PERAN ALLAH DALAM KELUARGA
DEPRESI PADA PRIA DEWASA MADYA PENGANGGURAN YANG BARU MENIKAH
Komunikasi Efektif.
HUKUM KELUARGA By Ricky Maulana
Bersyukur.
PILAR KEPEMIMPINAN #7 MENGEMBANGKAN PERSAHABATAN
Hukum Perdata : hukum keluarga by : Vini Dwiki Windari Universitas Muhamadiyah Yogyakarta.
DEWI NURUL MUSJTARI, S.H., M.HUM FAKULTAS HUKUM UMY
HUKUM PERKAWINAN Ialah peraturan hukum yang mengatur perbuatan hukum serta akibat-akibatnya antara dua pihak, yaitu seorang laki-laki dan seorang wanita.
Sepucuk Surat untuk Anakku
PACARAN SEHAT.
TAAT DAN PATUH KEPADA ORANG TUA
4/23/2015Sarlito W. Sarwono1 Aneka Ria Perkawinan.
Latihan Kasus.
By Hukum 2012 A Kelompok Perkawinan
Anda Berharga di Mata Tuhan
DOSEN PEMBIMBING DESI SARLI M.KEB
MEMBANGUN PERNIKAHAN ANTI PERSELINGKUHAN
Pertemuan 12 Psikologi Pendidikan Keluarga
ASSALAMU’ALAIKUm WR WB
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
Cara Belajar Yang Efektif
Aneka Ria Perkawinan 6/18/2018 Sarlito W. Sarwono.
KEBUTUHAN PSIKOLOGI IBU HAMIL T I, TII, TIII
Gambaran Kasus Sheyna, 13 tahun, memiliki orangtua yang overprotective dan sangat menuntut supaya Sheyna mengikuti apa saja perintah yang diberikan kepadanya.
WELCOME TO OUR BELOVED CAMPUS
Keluarga dan Pernikahan
HUKUM PERKAWINAN Moh. Saleh Ismail.
Yang benar vs yang salah
 IBU : Memperkenalkan Kita kepada Dunia.  BAPAK : Memperkenalkan Dunia kepada Kita.
Aneka Ria Perkawinan 9/21/2018 Sarlito W. Sarwono.
ANAK – REMAJA
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
PERNIKAHAN & KELUARGA.
ANAK – REMAJA
Suatu ketika seorang bayi siap untuk dilahirkan ke  dunia.
POLA ASUH ANAK. PERKEMBANGAN ANAK Faktor bawaan Anak Dewasa Pengaruh lingkungan (pola asuh keluarga)
KATA-KATA BIJAK UNTUK KELUARGA
PERKAWINAN USIA DINI Karya Tulis Ilmiah Firman, S.Ag.
Lesson 10 for June 8, 2019 MASA KESUSAHAN.
Komunikasi dalam Keluarga
Transcript presentasi:

PERTEMUAN XII MARRIAGE

Perkawinan merupakan Salah satu alternatif gaya hidup Ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami- istri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan keTuhanan Yang Maha Esa.

Tujuan Perkawinan Hidup Bahagia Growth Mempunyai keturunan

Bentuk-bentuk perkawinan The traditional model The shared-roles model The reversed-roles model The time limited model The living together model The group model

Kiat agar mencapai perkawinan bahagia 1.Cinta 2.Seiman 3.Saling percaya 4.Seks 5.Ekonomi 6.Anak 7.Hindari pihak ketiga

8.Romatisme 9.Komunikasi 10.Saling memuji dan memperhatikan 11.Bertengkar secara fair : - hindari berteriak, memukul, melempar sesuatu -tetap fokus pada satu pembicaraan -Beri kesempatan pasangan untuk berfikir -Jangan hanya mendengar perkataan, tapi cobalah untuk mengerti alasan dan berempatilah

12.Lihatlah diri sendiri 13. Belajar bersabar 14. Sadari betapa berharganya pasangan 15. Beri hadiah yang dapat diingat (kartu pos, puisi, waktu) 16. Beri perhatian seperti yang diinginkan pasangan

Mengatasi bahaya dalam perkawinan Tahap I : Timbulnya Gangguan Tanda-tanda : Mulai berkata pada diri sendiri, ‘persoalan kecil seperti itu kok dibesarkan’. Mulai merasa terganggu pada sikap atau kata-kata pasangan. Mulai enggan mengungkapkan kekesalan Anda pada pasangan.

Mengatasi bahaya dalam perkawinan Tahap II : Timbulnya Rasa Marah Tanda-tanda : Kehilangan gairah untuk berhubungan intim. Merasa tidak dicintai, dihargai, dipahami. Mulai ada jarak dengan pasangan

Mengatasi bahaya dalam perkawinan Tahap III : Bersikap Menolak, Tanda- tanda : Tak lagi bergantung pada pasangan Kehadiran pasangan dianggap mengganggu. Hubungan emosi dengan pasangan memudar

Mengatasi bahaya dalam perkawinan Tahap IV : Tak lagi peduli Tanda-tanda : Mulai malas berbeda pendapat atau bertengkar Di depan umum, sering terlihat sebaliknya

Penyebab hancurnya perkawinan Melakukan perselingkuhan Melakukan kekerasan Tidak jujur

Bahan Renungan Ibu saya adalah seorang yang sangat baik, sejak kecil, saya melihatnya dengan begitu gigih menjaga keutuhan keluarga. Ia selalu bangun dini hari, memasak bubur yang panas untuk ayah, karena lambung ayah tidak baik, pagi hari hanya bisa makan bubur. Setelah itu, masih harus memasak sepanci nasi untuk anak-anak, karena anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan, perlu makan nasi, dengan begitu baru tidak akan lapar seharian di sekolah. Setiap sore, ibu selalu membungkukkan badan menyikat panci, setiap panci di rumah kami bisa dijadikan cermin, tidak ada noda sedikitpun. Menjelang malam, dengan giat ibu membersihkan lantai, mengepel seinci demi seinci, lantai di rumah tampak lebih bersih dibanding sisi tempat tidur orang lain, tiada debu sedikit pun meski berjalan dengan kaki telanjang. Ibu saya adalah seorang wanita yang sangat rajin. Namun, di mata ayahku, ia (ibu) bukan pasangan yang baik. Dalam proses pertumbuhan saya, tidak hanya sekali saja ayah selalu menyatakan kesepiannya dalam perkawinan, tidak memahaminya.

Ayah saya adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab. Ia tidak merokok, tidak minum-minuman keras, serius dalam pekerjaan, setiap hari berangkat kerja tepat waktu, bahkan saat libur juga masih mengatur jadwal sekolah anak-anak, mengatur waktu istrirahat anak-anak, ia adalah seorang ayah yang penuh tanggung jawab, mendorong anak-anak untuk berpretasi dalam pelajaran. Ia suka main catur, membuat kaligrafi, suka larut dalam dunia buku-buku kuno. Ayah saya adalah seoang laki-laki yang baik, di mata anak-anak, ia maha besar seperti langit, menjaga kami, melindungi kami dan mendidik kami. Hanya saja, di mata ibuku, ia juga bukan seorang pasangan yang baik, dalam proses pertumbuhan saya, kerap kali saya melihat ibu menangis terisak secara diam diam di sudut halaman. Ayah menyatakannya dengan kata-kata, sedang ibu dengan aksi, menyatakan kepedihan yang dijalani dalam perkawinan.

Dalam proses pertumbuhan, aku melihat juga mendengar ketidakberdayaan dalam perkawinan ayah dan ibu, sekaligus merasakan betapa baiknya mereka, dan mereka layak mendapatkan sebuah perkawinan yang baik. Sayangnya, dalam masa-masa keberadaan ayah di dunia, kehidupan perkawinan mereka lalui dalam kegagalan, sedangkan aku, juga tumbuh dalam kebingungan, dan aku bertanya pada diriku sendiri : Dua orang yang baik mengapa tidak diiringi dengan perkawinan yang bahagia? Sumber :

TUGAS Tulis opini Anda mengenai perkawinan yang bahagia.