MENYUSUN ARGUMENTASI Dr. Donny Gahral Adian.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Disampaikan Zainal Arifin Emka 19/06/2014BERITA OLAHRAGA2.
Advertisements

Membaca Referensi Dalam kegiatan membaca dibutuhkan bahan bacaan yang tentunya berupa tulisan. Menurut Tarigan (1984:22) bahan bacaan (tulisan) pada dasarnya.
Dr. Abd. Qadim HS, M.Si 5 IDENTIFIKASI DAN PANDUAN MEMILIH TOPIK PENELITIAN.
Karya Ilmiah Sederhana
PENULISAN LAPORAN PENELITIAN Oleh MUH. YUNANTO, SE., MM.
Membuat Proposal SKRIPSI
BAHASA MAIN BODY KARANGAN ILMIAH
Menyampaikan persetujuan, sanggahan, penolakan pendapat dalam diskusi
Pertemuan 8 Surat, Memo, dan .
PENULISAN KARYA ILMIAH I.
OUTLINE DAN STRATEGI PENULISAN PKM Saichudin
MEMBUAT TEMA, JUDUL, ABSTRAK DAN PENDAHULUAN
KLAUSA.
Pergantian pembimbing diajukan kepada Ketua Program.
MENULIS GAGASAN UNTUK MENDUKUNG SUATU PENDAPAT DALAM BENTUK
Bab 6 PROPOSAL PENELITIAN
KD: 12.1 Menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif Tujuan: Siswa dapat menulis gagasan berupa penyampaian pendapat.
Paparan Presentasi Akademis Iwan Awaludin Marzuki Syafirin A r a d e a Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung 2015.
OBSERVASI GANGGUAN PERKEMBANGAN PADA ANAK
METODE ILMIAH Iqbal Al Khazim S. Ikom.
Tahap-tahap Membaca Analitis
Langkah-Langkah Dalam Proses Penelitian
HIPOTESIS Dr. Chairul Anam, SE, MS.
PELATIHAN PATROLI KEAMANAN SEKOLAH SMP SE-KEC
KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG
YUNIASIH Pengampu Bahasa Indonesia
PENGUMPULAN BAHAN BERITA
PEMAKAIAN KALIMAT.
PROPOSAL PENELITIAN Pertemuan 12 Matakuliah: H0812-Metodologi Penelitian Tahun: 2009.
DARI PARAGRAF KE ESAI Pertemuan 10
STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN IPA DI SD
Kerangka Isi Sajian Laporan PTS
Mencari Ide Menulis Dr. Hardiwinoto, SE. M.Si..
METODOLOGI PENELITIAN
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
TEMA KARANGAN Disampaikan pada Mata Kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah.
EVALUASI DAN PENGUKURAN TEORI DAN IMPLEMENTASI
MEMBUAT PROPOSAL PENELITIAN DAN TUGAS AKHIR
PARAGRAF.
EDITORIAL / TAJUK RENCANA
LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH :
Ilmu Penalaran atau Logika
Modul 2 Kegiatan Belajar 1
METODE ILMIAH Rini Astuti S. Ikom.
BERPIKIR ILMIAH BY Triono Soendoro.
METODE ILMIAH.
Tes Wawasan Kebahasaan
Keamanan , Keselamatan dan Ketertiban berlalu lintas
Feedback Roleplay Novia Sinta R..
Tes Wawasan Kebahasaan
METODE ILMIAH Yanti Trianita S. I.Kom.
Ilmu Penalaran atau Logika
JENIS TULISAN EKSPOSISI
LAPORAN PENELITIAN Pertemuan 13
Mengembangkan Pendapat dalam Teks Eksposisi
ESSAY UNTUK PLH PERTEMUAN 13
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
HAKIKAT MAKALAH Kelompok 3: DEVRIE ADITYA PURNAMA GINA ARTHA
PERENCANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH
TEKNIK MENGUMPULKAN BERITA
Menilai PUBLIKASI ILMIAH
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
BERPIKIR ILMIAH BY Triono Soendoro.
TEMA DAN JUDUL KARANGAN
PILIHAN KATA (DIKSI).
METODE ILMIAH Siti Zulzilah.
Penulisan Karangan Ilmiah
TEKS EKSPOSISI BAHASA INDONESIA Sri Wahyuni, M.Pd
MEMAHAMI TEKS DEBAT BAHASA INDONESIA Dra. MURNIATI
LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH 1 LANGKAH-LANGKAH METODE ILMIAH :  M M M Menyusun Rumusan Masalah  M M M Menyusun Kerangka Teori  M M M Merumuskan.
Transcript presentasi:

MENYUSUN ARGUMENTASI Dr. Donny Gahral Adian

topik 1. Topik harus sesuai dengan bidang yang diminati 2. Topik sebisa mungkin tidak abstrak melainkan rinci dan tajam 3. Penajaman topik dilakukan dengan mempertanyakan waktu, tempat, persoalan, jumlah, tujuan

Topik :jumlah sepeda motor dan Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di JAKARTA Kapan dan di mana? Peningkatan jumlah sepeda motor di Jakarta Apa persoalannya? Peningkatan jumlah sepeda motor menyebabkan naiknya angka kecelakaan Apa sudut pandangnya? Peningkatan jumlah sepeda motor tidak disertai dengan sosialisasi tentang tata tertib bersepeda motor Apa tujuannya? Membuktikan bahwa minimnya sosialisasi tata tertib bersepeda motor menyebabkan tingginya angka kecelakaan di Jakarta yang mana jumlah sepeda motor terus meningkat dari tahun ke tahun

Kalimat tesis Kalimat tesis adalah penjabaran topik ke dalam bentuk kalimat berita dengan subjek dan predikat Kalimat tesis harus terbatas liputannya Kalimat tesis tidak boleh terlalu abstrak

Kalimat tesis Bandingkan tiga kalimat tesis di bawah ini dan tentukan mana yang paling terbatas liputannya : Peningkatan jumlah sepeda motor Peningkatan jumlah sepeda motor di jakarta menyebabkan naiknya angka kecelakaan Peningkatan jumlah sepeda motor di jakarta tanpa sosialisasi tata tertib menyebabkan naiknya angka kecelakaan

Kalimat tesis PERHATIKAN PREDIKAT KALIMAT TESIS DI BAWAH INI DAN TENTUKAN MANA YANG PALING SPESIFIK: Minimnya sosialisasi tata tertib berkendara menyebabkan kecelakaan Minimnya sosialisasi tata tertib berkendara menyebabkan naiknya angka kecelakaan Minimnya sosialisasi tata tertib berkendara menyebabkan naiknya angka kecelakaan lalu lintas di Ibu Kota

CARI Sesudah menentukan topik, cari tahu semua fakta dan pendapat yang mungkin. Saudara dapat mengajukan pertanyaan sebagai berikut: Apakah saya sudah memiliki semua fakta yang relevan? (berapa persen kenaikan jumlah sepeda motor di Jakarta dari tahun 2009-2010?) Apa saja pendapat ahli tentang topik tersebut? (cari tahu pendapat pakar transportasi atau pejabat dinas lalu lintas di polda metro jaya) Apakah pendapat seseorang disebabkan oleh keyakinan lain yang dimilikinya? (Apakah pendapat seseorang tentang tingginya angka kecelakaan akibat jumlah sepeda motor disebabkan anaknya pernah tertabrak sepeda motor?) Apa pendapat saudara tentang topik tersebut? Apa yang saudara yakini dan mengapa anda meyakininya

KESIMPULAN Tentukan kesimpulan yang saudara ingin sampaikan. Apa posisi saudara terhadap topik yang diajukan?

Urutan logis dan alasan Dalam urutan logis seperti apa alasan-alasan saudara akan diatur supaya mampu mempersuasi pembaca. Sekali saudara sudah menentukan alasan-alasan, tentukan bagaimana mengatur alasan-alasan tersebut secara logis sehingga kesimpulan sungguh-sungguh ditarik secara sahih dari alasan yang ada

(SEARCH) CARI PENDAPAT ATAU DATA YANG MENDUKUNG (CONCLUSION) BUAT KESIMPULAN (SETUJU ATAU TIDAK) (ORDER) URUTAN LOGIS (mis. Pendidikkan seksual tidak atau sedikit sekali di berikan,

bukti apa saja bukti dan contoh yang dapat saudara sampaikan untuk mendukung alasan-alasan yang ada? Apakah ada penelitian, fakta, sumber-sumber otoritatif yang dapat dikutip?

TINGGINYA ANGKA Kejahatan di kalangan remaja PUTUS SEKOLAH Cari statistik tentang jenis kejahatan beserta angka atau persentase di kalangan remaja putus sekolah. Saudara juga dapat mengumpulkan laporan dari polisi, guru pembimbing di sekolah atau remaja itu sendiri

TINGGINYA ANGKA Kejahatan di kalangan remaja PUTUS SEKOLAH Buat kesimpulan yang menunjukan hubungan sebab akibat antara putus sekolah dan kejahatan di kalangan remaja

TINGGINYA ANGKA Kejahatan di kalangan remaja PUTUS SEKOLAH Jika angka putus sekolah di kalangan remaja naik maka kejahatan remaja meningkat Angka putus sekolah naik Jadi, kejahatan remaja meningkat

TINGGINYA ANGKA Kejahatan di kalangan remaja PUTUS SEKOLAH Cari bukti-bukti statistik atau pendapat ahli yang dapat mendukung: “naiknya angka putus sekolah di kalangan remaja”, “tingginya angka kejahatan yang dilakukan remaja” dan “hubungan antara naiknya angka putus sekolah dan tingginya kejahatan di kalangan remaja”

SUSUN ARGUMENTASI DENGAN TAHAPAN CARI, KESIMPULAN, URUTAN LOGIS DAN BUKTI TOPIK: “MINIMNYA PENDIDIKAN SEKSUAL DI SEKOLAH MENYEBABKAN TINGGINYA PERILAKU SEKS BEBAS OLEH REMAJA DI JAKARTA”

TOPIK:“MINIMNYA PENDIDIKAN SEKSUAL DI SEKOLAH MENYEBABKAN TINGGINYA PERILAKU SEKS BEBAS OLEH REMAJA DI JAKARTA” CARI (SEARCH) SEMUA PENDAPAT, DATA, KETERANGAN AHLI TENTANG TOPIK YANG DIAJUKAN (PERSENTASE REMAJA YANG BERHUBUNGAN SEKS DI LUAR NIKAH, KONDISI PENDIDIKAN SEKS DI SEKOLAH-SEKOLAH, HUBUNGAN ANTARA KURANGNYA INFORMASI TENTANG SEKSUALITAS DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS) KESIMPULAN (CONCLUSION) SAUDARA SETUJU ATAU TIDAK TERHADAP TOPIK URUTAN LOGIS (ORDER) MISALNYA: MINIMNYA PENDIDIKAN SEKS MENYEBABKAN PERILAKU SEKS BEBAS, PENDIDIKAN SEKS MINIM DIBERIKAN, MAKA: PERILAKU SEKS BEBAS MENINGKAT DI KALANGAN REMAJA BUKTI (EVIDENCE) SEBUTKAN BUKTI-BUKTI YANG MENDUKUNG POSISI SAUDARA TERHADAP TOPIK (SETUJU ATAU TIDAK)