BAGIAN III MODULE 29 ICD-10 BAB XIX

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
P3K OFF. OLIVIA CHRISTINE M. OFF. RAYMOND SIAGIAN STAGE 2.
Advertisements

Praktek Profesi Keperawatan KMB 1
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN CEDERA OLAHRAGA
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
EXTERNAL CAUSES (SEBAB LUAR) (V01 – W – X – Y98) 2010
ULANGAN HARIAN PERTAMA SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Oleh : Nina Erliana, AMd.Keb.SPd. Pertemuan -5
PERDARAHAN DAN SYOK Perdarahan : Perdarahan Nadi ( Arteri )
BAB 4 SISTEM GERAK.
PETA KONSEP RANGKA Tulang Rawan Tulang Keras Jaringan Ikat.
Luas Daerah ( Integral ).
Oleh : Tika Indah Primasari DIV Kebidanan STIKES NWU 2013
PM GOES TO KALTIM BEM Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman 2011/2012 SMPN 2 MALINAU.
DALAM PERTOLONGAN PERTAMA
Dr. Wahyu Eko Widiharso, SpOT, (K) Spine
1. PENGUATAN ABDOMINAL DASAR
BAB XIX Cedera, Keracunan & Berbagai Konsekuensi Sebab Luar
Sistem Gerak Pada Manusia
RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT/ PERJALANAN ALAMIAH PENYAKIT
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
LUKA BAKAR.
SISTEM GERAK.
STRAIN, SPRAIN & DISLOCATION
FISIOTERAPI DALAM PASCA BEDAH ORTHOPEDI
BAB XIX Cedera, Keracunan & Berbagai Konsekuensi Sebab Luar
KODING CEDERA, KERACUNAN & SEBAB LUAR
ORGANISASI TUBUH MANUSIA oleh Nurhalina
Dasar anatomi dan fisiologi
PENGENALAN UMUM CEDERA OLAHRAGA
Oleh: Nur Sita Utami, M.Or.
ANATOMI MANUSIA ( STRUKTUR & KOMPONEN TUBUH MANUSIA )
dr. Mayang Anggraini Naga
1. PENGUATAN ABDOMINAL DASAR
PERTEMUAN MINGGU 14 STRUKTUR ISI BUKU ICD-10 VOLUME 1, 2, DAN 3
Momentum Linear dan Tumbukan (Linear Momentum and Collisions)
Tutorial Media Pembelajaran Tekhnik Balutan Materi Tekhnik Balutan
Dr. Erkadius, M.Sc. FK Unand / APIKES Iris, Padang
OLEH : AULIANTI IRIANA, S.T
Keperawatan Dasar I Memandikan Pasien
BAB 4 SISTEM GERAK.
dr. Djoko Santoso , M.Kes, DAHK
KONSEP PEMBALUTAN & PEMBIDAIAN Rudiyanto PSMK FK UB.
Vulnus Laceratum & Vulnus Exoriasi
TRAUMA 2.
Berlinda Nurcahya Dea Maudi Parahita Rifdah XI – IPA 2
ANESTESI pada trauma medulla spinalis
Latihan Review Kasus Cedera/ Injury Pertemuan 7
Dr.Mayang Anggraini - Lily Widjaya , SKM.,MM
Latihan Kasus KLL dan Non KLL Pertemuan 6 Deasy Rosmala Dewi, MKes
Latihan Kasus Cedera/ Injuri Pertemuan 3 Deasy Rosmala Dewi, MKes
BAB XIX Cedera, Keracunan & Berbagai Konsekuensi Sebab Luar
Deasy Rosmala Dewi, MKes Prodi RMIK, Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan
PENANGANAN CEDERA PADA ATLET DENGAN HYDROTHERAPY
ICD 10 Bab 19 ( Cedera / Injury) Pertemuan 1 Deasy Rosmala Dewi, MKes
PERDARAHAN DAN SYOK Perdarahan : Perdarahan Nadi ( Arteri )
BAB 8 PATAH (FRAKTUR).
KESAN LEBAM PADA OTOT REST (Rehat) Rehat dari bersukan atau rehatkan bahagian yang tercedera ICE (Ais) Perlu letakkan ais di bahagian tercedera . Ais.
KODING CEDERA, KERACUNAN & SEBAB LUAR
CEDERA JARINGAN LUNAK Yang termasuk dalam kelompok jaringan lunak antara lain kulit, jaringan lemak, pembuluh darah, jaringan ikat, membran, kelenjar,
CEDERA SISTEM OTOT RANGKA
KONSEP LUKA Esti Widiani.
Duty slot Bulan Sabit Merah Malaysia Cabang UKM
Puskesmas Binangun Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
LUKA BAKAR ( COMBUSTIO )
KEGAWAT DARURATAN PASIEN DENGAN LUKA BAKAR EVA YUSTILAWATI,S.Kep.,Ns.,M.KEP. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR.
Transcript presentasi:

BAGIAN III MODULE 29 ICD-10 BAB XIX INJURY, POISOING and CERTAIN OTHER CONSEQUENCES OF EXTERNAL CAUSES (CEDERA, KERACUNAN dan KONSEKUENSI TERTENTU AKIBAT SEBAB LUAR) (S00 – T99) 2010

DESKRIPSI Bab XIX ini mengandung kode spesifik tentang bentuk alamiah cedera (nature of injury) akibat suatu sebab luar yang diklasifikasi oleh kode Bab XX, yang merupakan klasifikasi evens lingkungan, kondisi sekelilingnya yang mengakibatkan timbulnya kejadian terkait.

DESKRIPSI (lanjutan-1) Rentang kategori seluas S00 – T99 Klasifikasi kategori berkode 3 digit sesuai regio spesifik tubuh yang terkena. Contoh: kepala, dada, perut dst. Karakter ke 4 menunjukkan tipe cedera yang terjadi. Contoh: fraktur, luka terbuka atau tertutup.

DESKRIPSI (lanjutan-2) Blok T00 – T99 digunakan untuk mengkode semua trauma cedera multiple. Contoh: luka bakar, complikasi tindakan operasi atau keracunan. Semua cedera harus dikode, hindari sebisa mungkin penggunaan ‘multiple injury’, di antara kode T29.-

TUJUAN Mengenal kode istilah bentuk alamiah cedera tunggal atau multiple, unilateral atau bilateral. Mampu menentukan kode kondisi akibat cedera dengan presisi, akurat dan tepat. Mengenal perbedaan kode kondisi patah tulang akibat cedera dan akibat suatu penyakit, luka terbuka atau tertutup, arti “and” dan “with” yang menyertai sebutan kondisi cedera. Mampu menentukan kode laju luka bakar dengan rinci.

Rincian Kode Regio Anatomis Cedera S00 – S09 Cedera Kepala (head) S10 – S19 Cedera Leher (neck) S20 – S29 Cedera Dada (thorax) S30 – S39 Cedera Perut (abdomen), bagian Punggung Bawah, bagian Lumbar Spine dan bagian Pelvis. S40 – S49 Cedera Bahu dan Lengan atas S50 – S59 Cedera Siku dan Lengan Bawah

Rincian Kode Regio Anatomis Cedera (Lanjutan) S60 – S69 Cedera Pergelangan Tangan dan Tangan S70 – S79 Cedera Pinggul dan Paha S80 – S89 Cedera Lutut dan Betis S90 – S99 Cedera Tumit dan Kaki Untuk cedera yang mengena side multiple: T00 – T07 Cedera multiple regio Tubuh T08 – T14 Cedera Bagian tubuh, Tungkai dan Regio tubuh yang tak dirinci.

Poisoning and Adverse Effects Keracunan atau efek samping dari obat dalam terapi atau efek racun substansi non-obat. Kode sebab luar dan kode keracunan dapat dicari melalui Tabel Obat dan Zat Kimiawi yang ada di Seksi III ICD-10 Volume 3.

Poisoning (Lanjutan) Ada Note yang menjelaskan kode sebab luar dibagi dalam lajur kolom-lokom yang menunjukkan maksud tujuan cederanya: kecelakaan, usaha bunuh diri, tidak dapat dipastikan, penggunaan dalam terapi. Efek samping obat dalam terapi digunakan untuk di kode apabila pasien mengalami reaksi abnormal, setelah diberikan secara profilaktif atau terapi resmi oleh dokternya.

FRAKTUR Tersedia krakter ke 5 untuk menjelaskan rinci apakah fraktur tertutup atau terbuka. Apabila tidak dijelaskan oleh dokter yang merawat maka harus dianggap sebagai tertutup. Apabila pasien menderita dislokasi bersamaan fraktur pada site tubuh yang sama, maka hanya frakturnya yang diberi kode.

BURNS (LUKA BAKAR) Burn diklasifikasi sesuai site tubuh yang terkena disertai derajat tingkat bentuk luka bakarnya, apakah serajat 1, 2 atau 3, lihat Note penjelasan di Volume 3 di bawah Burns berikut cara penggunaan kode T20 – T25. Apabila derajat luka bakarnya lebih dari satu tingkat, beri kode derajat yang terberat.

Burn (lanjutan) Apabila site tubuh yang terkena tidak dirinci maka kode yang menandakan persentasi luas permukaan yang terkena, kode T31-T32. Umumnya luka bakar menjadi kode utama, namun apabila > dari 1 luka bakar dengan derajat yang sama, beri kode pada luka yang terbesar luasnya di permukaan tubuh.

Superficial Injury (Cedera Permukaan) Termasuk kondisi: - abrasi (abrasion) - pelepuh (blister) non-thermal - cedera (injury) akibat benda asing di luar tubuh, tanpa luka terbuka mayor. - gigitan insekta (nonvenomous) (tidak beracun)

Open Wound (Luka Terbuka) Termasuk kondisi akibat: - gigitan hewan (animal bite) - luka potong (cut) - laserasi (laceration) - luka tusuk (punctur wound) - NOS - dengan benda asing yang menusuk (penetrating foreign body))

Fracture (Fraktur = Patah Tulang) Kondisi fraktur tulang meliputi: - tertutup (closed): - comminuted - depressed - elevated - fissured - greenstick - impacted - linear - march - simple - slipped epiphysis - spiral dengan atau tanpa delayed healing - dislocated - displaced

Fraktur Terbuka (open) Fracture: - terbuka (Open) - compound - infected - missile - puncture - disertai benda asing dengan atau tanpa delayed healing. Excludes: fraktur: - pathological (M84.4) - with osteoporosis (M80.-) - stress (M84.3) malunion of fracture (M84.0) nonunion of fracture [pseudoarthrosis] (M84.1)

Dislocation, Sprain and Strain Termasuk: - avulsion - laceration - sprain, strain - traumatic: - haemarrthrosis - rupture - subluxation - tear dari cartilago, persendian (capsul) dan ligament.

Cedera Saraf dan Spinal Cord Termasuk: - lesi corda spinalis komplit/tidak komplit - lesi traumatik kontinuitas serabut saraf dan corda spinalis - devisi saraf - haematomylia - paralysis (transient) - paraplegia - quadriplegia

Injury to Blood Vessels (Cedera Pembuluh Darah) Meliputi: - avulsion - cut - laceration - traumatic - aneurysm or fistula (arterovenous) - arterial haematoma - rupture pembuluh darah.

Injuy to Muscle, Fascia, and Tendon (Cedera otot, Fasia dan Tendon) Meliputi: - avulsion - cut - laceration - traumatic rupture otot, fasia dan tendon Crushing Injury Traumatic amputation

Injury to Internal Organs (Cedera Organ Dalam) Meliputi: - blast injury - bruise - concussion injuries - crushing - laceration - traumatic: hematoma, puncture, rupture dan tear dari organ dalam. Other & Unspecified Injuries

Soal Praktik Bab XIX 1. Contusio cerebri 2. Patah tulang humerus bagian distal 3. Luka bakar derajat 2 pada tangan kanan 4. Luka tusuk pada hati 5. Luka gores kulit muka 6. Hematoma pada paha 7. Sendi lutut tibiofibular terkilir (keseleo) yang kumat berulang-ulang

Soal Praktik Bab XIX (Lanjutan) 8. Luka tembus akibat tertembak peluru nyasar 9. Patah berarah miring (obligue) 2 tulang iga akibat ditinju 10. Luka lecet multiple pada tubuh 11. Asphyxia akibat tergantung dengan leher terjerat 12. Shock tersamber petir