Oleh : Yanti Riyantini, MKep.Sp.Kep.An.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MAKNA BERMAIN DENGAN PENGGUNAAN BAHAN ALAM SEBAGAI ALAT PERMAINAN ANAK DR. Anggani Sudono MA.
Advertisements

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
MEMAHAMI TYPE-TYPE KECERDASAN ANAK by. MOH. YANI,S.Ag, MM,M.Pd.I
Terapi Aktivitas kelompok ( TAK )
KONSEP BERMAIN.
Anggota : 1. Ratri Wahyuning Rahayu. ( ) 2. Riska Nurdianah
HOSPITALISASI PADA ANAK
TIPE BERMAIN FUNCTIONAL PLAY Bentuk paling sederhana
Pada Masa ini anak sangat aktif
PENDAHULUAN 1. Cara setiap siswa untuk berkonsentrasi, memproses dan menyimpan informasi yang baru dan sulit 2.
BERMAIN Ns. Nurma Afiani, S.Kep.
BERMAIN PADA ANAK Kustati PSIk UIEU.
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK PRA SEKOLAH, SD DAN SMP
Oleh : Valentin Quanti s
MAHASISWA PGSD SEMESTER 1 FIK UNY
MUSIK UNTUK ANAK BEGERAK DALAM MUSIK.
MASA ANAK SEKOLAH Materi Pertemuan 2. Masa anak sekolah (6 – 12 tahun) Keterampilan yang diperlukan pada masa anak sekolah (Hurlock dalam Munandar, 1999):
MASALAH PADA ANAK-ANAK DAN PENYELESAIANNYA
KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN ANAK
PERKEMBANGAN ASPEK EMOSI
KETERAMPILAN MOTORIK PPM-Aprilia Tina Lidyasari PPM TK ABA KSATRIAN KP-by. aprilia.
OLeh : Yuliati,SKp,MM. Komunikasi Dengan Keluarga  Proses segitiga antara perawat, orang tua dan anak  Langkah-langkah-nya; 1.Mendorong orang tua untuk.
PERKEMBANGAN EMOSI-SOSIAL
Masa Kanak-Kanak Akhir/ Masa Sekolah
MASA ANAK-ANAK AWAL 2-6 TAHUN.
KONSEP BERMAIN PADA ANAK
MEDIA INTERAKSI ORANG TUA, BALITA DAN ANAK
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
KIP/K (Komunikasi Interpersonal atau Konseling)
Mengenal TIPE BELAJAR ANAK (AUDITORY, VISUAL, & KINESTETIK)
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
BERMAIN DAN JENIS PERMAINAN
Perkembangan psikososial anak-anak awal
KESEHATAN MENTAL DI SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN
BERMAIN DAN PERMAINAN ANAK
Observasi Mengamati Tingkah laku individu.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
DISTORSI PESAN dalam KOMUNIKASI ORGANISASI Pertemuan 12
Program Studi D III Keperawatan Stikes Bali
Perkembangan psikososial masa kanak-kanak awal (3-6 tahun)
TUMBANG USIA BALITA DAN PRA SEKOLAH
MASA ANAK SEKOLAH Materi Pertemuan 2.
Keluarga dengan Anak yang Baru lahir dan Anak Usia 0-3 tahun
Pengasuhan Bayi Hingga Usia 2 Tahun PERTEMUAN 6
KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN KESEHATAN
NURSE-CLIENT RELATIONSHIP
KOMUNIKASI PADA KLIEN ANAK
Pengertian Strategi Pembelajaran pkn Dick dan carey mengatakan “strategi pembelajaran adalah komponen umum dari suatu materi pembelajaran yang akan digunakan.
Bermain Bayi Usia 0-2 thn.
3 Keterampilan Dasar Bertanya
OLEH : NS.ERMA KASUMAYANTI,M.Kep
HOSPITALISASI.
OLEH : NS.ERMA KASUMAYANTI,M.Kep
Peranan Guru Untuk Membantu Pengembangan Kemampuan Fisik Motorik Anak
Pengasuhan Anak Usia Sekolah Dasar PERTEMUAN 8
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN ANAK USIA SEKOLAH DAN REMAJA
PERKEMBANGAN MASA ANAK-ANAK DAN REMAJA
PERKEMBANGAN ANAK USIA 4 -6 TAHUN
STANDAR ISI KURIKULUM SAINS UNTUK ANAK USIA DINI
Perkembangan anak Usia SD
Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun.
Tumbuh Kembang 1 Iis Sri Patmawati, S.Kep. TUMBUH KEMBANG USIA BAYI.
GANGGUAN BELAJAR Kemampuan membaca, berhitung atau menulis jauh (2 SD) di bawah: Kemampuan rata-rata anak seusianya Kelayakan berdasarkan tingkat pendidikan.
Gangguan rentang Perkembangan
Fitri Febriani Vina Vatrikatresna Riva Fakhia F Cita Adi Rachman Dewi Triani Ai Ulvi Zulfiah Hani Annisa R
“P ERKEMBANGAN S OSIAL -E MOSIONAL MASA KANAK - KANAK AKHIR ” ( USIA 6-12 TAHUN ) N AMA : M AWAR S IMANJUNTAK NIM :
POLA ASUH ANAK. PERKEMBANGAN ANAK Faktor bawaan Anak Dewasa Pengaruh lingkungan (pola asuh keluarga)
By. Faradilla Safitri, S.ST., M.Kes
Oleh Abdul Karim NIM. P KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KALIMANTAN TIMUR PROGRAM STUDI PROFESI NERS TAHUN 2019.
Transcript presentasi:

Oleh : Yanti Riyantini, MKep.Sp.Kep.An. KONSEP BERMAIN Oleh : Yanti Riyantini, MKep.Sp.Kep.An.

PENDAHULUAN Bermain : Kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak baik sehat maupun sakit/dirawat. Anak belajar berkata-kata & menyesuaikan diri dgn lingkungan, obyek, waktu ruang & orang.

Bermain bagi anak juga merupakan kerja : - Melaksanakan praktek yang kompleks. - Proses kehidupan yg penuh stress. - Komunikasi & pencapaian hubungan interpersonal. Dalam keadaan sakit & dirawat bermain tetap diperlukan dlm melanjutkan pertumbuhan & perkembangan. - Anak dpt mengembangkan kreativitasnya & dpt beradaptasi lebih efektif terhadap stress karena sakit & dirawat.

A. Pengertian Bermain : Miller B.F & Keane CB ( 1983 ). Bermain adalah cara alamiah bagi anak utk mengungkapkan konflik dlm dirinya yang tdk disadarinya. Boster ( 1989 ). Bermain adalah kegiatan yg dilakukan sesuai dgn keinginan sendiri utk memperoleh kesenangan.

Kesimpulan : Bermain : Merupakan keinginan dalam mengatasi konflik diri anak yang tidak disadarinya serta dialami untuk memperoleh suatu kepuasan.

B. Klasifikasi bermain : a. menurut isinya Social affective play. Anak belajar memberi respon terhadap respon yang diberikan oleh lingkungan terhadapnya dalam bentuk permainan. Contoh : orangtua berbicara / memanjakan dan anak tertawa senang.

Sense of pleasure play. Anak memperoleh kesenangan dari satu obyek yg ada disekitarnya. Contoh : bermain air atau pasir.

3. Skill play. Permainan yang memberikan kesempatan pada anak untuk memperoleh keterampilan tertentu & anak melakukan secara berulang-ulang. Contoh : mengendarai sepeda. 4. Dramatic play atau Role play Anak berfantasi menjalankan peran tertentu. Cohtoh : menjadi ayah, ibu, perawat, dokter atau guru.

b. Karakteristik sosial. Solitary play. Dilakukan oleh anak balita (Todler), merupakan jenis permainan dimana anak bermain sendiri walaupun ada beberapa orang disekitarnya. Paralel play. Dilakukan oleh anak balita atau pre school yg masing-masing mempunyai permainan yg sama tetapi satu dgn yg lainnya tdk ada interaksi & tdk saling tergantung.

Assosiative play. Anak bermain dalam kelompok dengan aktifitas yang sama tetapi belum terorganisir dengan baik. Belum ada pembagian tugas diantara anak & mereka bermain sesuai dengan keinginannya. Cooperative play Anak bermain bersama dgn jenis permainan yg terorganisir, terencana & ada aturan tertentu. Permainan ini dilakukan oleh anak usia sekolah atau adolescent

C. Fungsi bermain Mengatur fungsi perkembangan : Sensori-motorik dan kognitif. Aktifitas sensori-motorik adalah komponen terbesar dalam permainan bagi semua tingkat usia. Permainan yg aktif menggunakan suatu obyek adalah penting untuk perkembangan otot-otot gerak.

Perkembangan kognitif diperoleh dengan melakukan eksplorasi & manipulasi benda-benda disekitarnya baik dalam hal warna, bentuk, ukuran & pentingnya benda tersebut. Perkembangan bahasa diperoleh dengan pengalaman yang lalu & menggabungkannya dengan persepsi baru.

2. Kreatifitas Anak dapat melakukan percobaan tentang ide mereka dalam permainan melalui semua media. Kreatifitas terutama diperoleh sebagai hasil dari permainan solitary dan group. Jika anak puas maka anak akan membawa minatnya terhadap lingkungannya.

3. Perkembangan sosial diperoleh karena anak belajar berinteraksi dengan orang lain & mempelajari peran dalam kelompok. 4. Kesadaran diri dpt diperoleh dari permainan dgn adanya interaksi dengan teman selama melakukan permainan walaupun pemahaman yang mendasar dari orangtua, guru / oranglain disekitarnya. - Anak akan berperilaku sesuai dgn yg diharapkannya, menyesuaikan dgn aturan- aturan kelompok & bersikap jujur thd kelompok.

5. Terapi. Bermain berfungsi sbg terapi krn dpt memberi kesempatan pada anak utk mengekspresikan perasaan yg tdk enak, misalnya marah, benci atau takut. 6. Komunikasi. Bermain merupakan alat komunikasi terutama anak yg blm dpt menyatakan perasaannya secara verbal, misalnya melukis, menggambar atau bermain peran.

D. Faktor-faktor yang mempengaruhi bermain. Tahap perkembangan. mempunyai potensi utk melakukan permainan tertentu tetapi juga mempunyai keterbatasan dimana belum dapat mencapai seperti anak diatas usianya. Status kesehatan. kemampuan psikomotor maupun kognitif anak terganggu.

Jenis kelamin. Pada usia sekolah anak laki-laki tidak mau main dengan anak perempuan sehingga jenis permainan yang dipilih adalah yang sesuai dengan minat kelompok kelamin tersebut. Lingkungan. Sesuai dengan lokasi tempat tinggal atau suku bangsa Alat permainan. Pilih yang sesuai dengan tahap perkembangan anak shg anak dpt menggunakannya dan memperoleh kepuasan.

E. Karakteristik bermain sesuai tahap perkembangan 1. Bayi (1 bulan). - Secara visual permainan dpt dilihat dlm jarak dekat. Contoh : memberi benda dgn warna terang / menyolok. - Berbicara, menyanyi atau bercanda adalah permainan yg dpt merangsang pendengaran. - Secara taktil : memeluk & menggendong (memberi kehangatan).

Secara kinetik : mengajak bayi berjalan dgn kereta bayi. 2. Bayi ( 2-3 bulan ). - Secara visual permainan dpt dilakukan dgn membuat ruangan terang atau memasang gambar di dinding. - Untuk merangsang pendengaran permainan dpt dilakukan dgn berbicara dgn bayi, mainan dgn bunyi-bunyian atau mengikutsertakan bayi dlm pertemuan keluarga. Secara kinetik : mengajak bayi berjalan dgn kereta bayi.

- Secara kinetik : mengajak bayi berjalan-jalan dgn kereta bayi atau gerakan berenang pada saat mandi. 3. Bayi (6-9 bulan) - Visual : bermain dgn warna yg bergerak atau bunyi yang lebih khas atau berbicara sendiri didepan kaca, ciluk – ba, atau merobek-robek kertas. Secara taktil : permainan dpt dilakukan dgn membelai bayi saat memandikan, mengganti pakaian atau menyisir rambut.

- Secara taktil : permainan dilakukan dgn cara meraba bermacam-macam tekstur & ukuran, bermain dgn air yg mengalir atau berenang. - Kinetik : bermain dgn kereta bayi, berjalan & meletakkan mainan agak jauh lalu anak dianjurkan untuk mengambilnya. Untuk pendengaran : lakukan memanggil nama, mama, papa, menyebutkan bagian tubuh, belajar bertepuk tangan atau memberi perintah yang sederhana.

4. Bayi ( 9-12 bulan ). - Visual : memperlihatkan gambar-gambar dalam buku atau mengajak jalan di rumput, menunjukan bangunan yg agak jauh - Pendengaran : menunjukan bagian tubuh & menyebutkannya, memperkenalkan suara binatang. - Taktil : memberi makanan yg dpt dipegang, mengenalkan benda dingin atau panas. - Kinetik : beri mainan yg dpt ditarik atau di dorong.

5. Todler ( 2 –3 tahun ) - Anak sdh dpt : berjalan, memanjat, berlari & dpt memainkan sesuatu dgn tangannya, senang melempar, mendorong atau mengambil sesuatu. - Anak mulai mengerti arti memiliki. - Karakteristik bermain : paralel play, anak todler sering bertengkar memperebutkan mainan. - Anak mulai menyenangi musik atau irama.

6. Pre school ( 3 – 5 tahun ) - Perkembangan anak pada motorik kasar & motorik halus, anak dpt melompat, berlari atau main sepeda. - Anak sangat energik & juga imaginatif, anak sdh dpt bermain dgn kelompok. - Karakteristik bermain : assosiatif play, dramatic play & skiil play.

7. Usia sekolah ( 6 – 12 tahun ). - Anak bermain kelompok dgn jenis kelamin sama & dpt belajar independent, cooperative, bersaing atau menerima orang lain & tingkah laku yang diterima. - Karakteristik bermain : Cooperatif play. - Untuk anak laki-laki sifat permainannya mekanikal sedangkan anak perempuan mother role.

8. Adolescent ( 13 – 18 tahun ) - Anak dapat bermain dalam kelompok. - Jenis permainan : sepak bola, basket, badminton, mendengar musik atau TV serta membaca buku-buku.

PROGRAM BERMAIN PENDAHULUAN - Latar Belakang TUJUAN SASARAN JENIS PERMAINAN SARANA & ALAT WAKTU BIAYA EVALUASI

y_riyantini@yahoo.com TERIMAKASIH