Bab 9 Masalah Bedah yang sering dijumpai

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Bab 4 Batuk dan atau Kesulitan Bernapas Kasus II
Advertisements

Bab 7 Gizi Buruk.
KEDARURATAN SUHU DAN KERACUNAN.
FIRST AID “Pertolongan Pertama Selamatkan Jiwa” Anchi PP KSR Dasar
Bab 3 Bayi muda.
Bab 3 Masalah Neonatus – Bayi berat lahir rendah
Bab 5 Diare.
Bab 6 Demam.
MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN ANAK DI RUMAH SAKIT Sekilas tentang Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit dan Metode Pelatihan.
Bab 8 Anak yang menderita HIV/AIDS
Bab 9 Masalah bedah umum.
Paskalis Lukimon (Ners)
PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR DAN TERSIRAM AIR PANAS
KESEHATAN TENTANG DIARE.
Eksim: Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan
LUKA BAKAR.
PENGKAJIAN FISIK PADA ANAK DIARE
Mengenal Berbagai Rupa dan Warna Feses Bayi ASI
KEBUTUHAN DASAR PADA BAYI
KEBUTUHAN DASAR BAYI OLEH:RENA DWI WAHYUNI (151380)
Kebutuhan Dasar Pada Bayi Baru Lahir
DETEKSI DINI KOMPLIKASI DAN PENYAKIT PADA MASA NIFAS
ANAMNESA,PEMERIKSAN FISIK,ANAMNESA DAN ASUHAN PADA BAYI BARU LAHIR
NAMA : LILI LESTARI NIM :
ASUHAN NEONATUS BAYI,BALITA DAN PRA SEKOLAH
GIZI IBU HAMIL DENGAN KOMPLIKASI KEHAMILAN
MELAKSANAKAN KEBUTUHAN DASAR PADA BAYI
DIFTERIa.
MARASMUS MATERI KULIAH.
DETEKSI DINI KOMPLIKASI DAN PENYAKIT PADA MASA NIFAS
MERILIZA WATI S NIM: TINGKAT III B.
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) LANJUTAN Riana Aini, Amd.Keb.
Pelaksanaan Asuhan Kebidanan
BUKU KIA Kesehatan Ibu dan Anak.
MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) LANJUTAN.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA BBLR
INFEKSI AKUT KASUS OBSTETRI
ASUHAN PERSALINAN KALA I By. Sulistiyah, s.siT.,m.kES
ANTENATAL CARE (WHO - DEPKES)
Disusun oleh: NOPIA NUR HAYATI
PENILAIAN PENDERITA.
Asuhan Keperawatan Pada Ibu dengan Hipertensi dalam Kehamilan di RSUD Tarakan Kelompok 25 & 26.
Penatalaksanaan Diare Berdasarkan MTBS
PERAWATAN NEONATAL ESENSIAL SAAT BAYI LAHIR Oleh dr Retno Purwati Rahayu.
- FIRST AID - PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN
PERTOLONGAN PERTAMA PADA LUKA BAKAR
DOKUMENTASI ASUHAN KEBIDANAN PADA NEONATUS, BAYI DAN BALITA
GIZI BURUK.
Tindak Lanjut Asuhan Nifas di Rumah
KEDARURATAN SUHU DAN KERACUNAN.
CEDERA JARINGAN LUNAK Yang termasuk dalam kelompok jaringan lunak antara lain kulit, jaringan lemak, pembuluh darah, jaringan ikat, membran, kelenjar,
TEAM PROMKES RSUD DR. ADJIDARMO
PERDARAHAN DAN SYOK Perdarahan : Perdarahan Nadi ( Arteri )
LUKA BAKAR. Penyebab : -Termal ( suhu > 60 C ) -Kimia ( asam / basa kuat ) -Listrik -Radiasi.
Puskesmas Binangun Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar.
LUKA BAKAR ( COMBUSTIO )
-FIRST AID- PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN dr. Margaretha.
 Menyelamatkan jiwa  Mencegah terjadinya hal yang lebih buruk pada korban.  Mempertahankan daya tahan korban sampai mendapatkan pertolongan lebih baik.
KEGAWAT DARURATAN PASIEN DENGAN LUKA BAKAR EVA YUSTILAWATI,S.Kep.,Ns.,M.KEP. UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR.
PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN KERJA
Luka Bakar (Combutio) dr. Ketut Aditya Rahardja Puskesmas Lindi.
KEMITRAAN BIDAN DAN DUKUN paraji
GIZI BURUK PADA BALITA Ruang Flamboyan 3 Rumah Sakit Umum Daerah Dr Drajat Prawiranegara Kabupaten Serang 2017.
InfeksiSaluranPernafasanAkut (ISPA). Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) Akut 1. PENGERTIAN 2. FAKTOR PENYEBAB 3. KLASIFIKASI ISPA 4. FAKTOR AGEN, HOST,
Transcript presentasi:

Bab 9 Masalah Bedah yang sering dijumpai

Studi kasus: alisha Alisha, seorang anak perempuan berusia 10 bulan dibawa ke rumah sakit daerah oleh ibunya. Pada pengamatan, alisha tampak sangat gelisah, menangis karena nyeri, dan tidak dapat menyusu. Pada bagian tengah atas dada terdapat luka bakar yang luas.

Riwayat Riwayat dari ibu pasien: jam 6 pagi sehari sebelumnya Alisha tersiram air panas dan mengalami luka bakar. Ibunya dan keluarga yang lain melepaskan bajunya dan kemudian mengoleskan pasta gigi dan margarin pada kulit yang terbakar. Pada malam harinya, anak tampak sangat gelisah dan rewel, pada pagi harinya kondisinya memburuk dan tidak mau makan. Karenanya, anak dibawa ke rumah sakit.

Apakah langkah-langkah tata laksana anak dengan kondisi ini?

Langkah-langkah tata laksana anak sakit (Rujuk hal. xxi, Bagan 1) Triase Pengobatan/penanganan kedaruratan Riwayat dan pemeriksaan Pemeriksaan laboratorium, jika diperlukan Diagnosis (utama dan sekunder) Pengobatan Pemantauan dan perawatan supportif/pendukung Pengkajian ulang Rencana pemulangan pasien

Sudahkan Anda perhatikan tanda-tanda kedaruratan (bahaya) atau prioritas (penting)?

Triase Tanda-tanda kedaruratan (Rujuk: hal. 2) Sumbatan jalan napas Distres pernapasan berat Tanda-tanda syok Koma Kejang Dehidrasi berat Tanda-tanda prioritas (Rujuk: hal. 3) Gizi buruk Edema kedua punggung kaki Telapak tangan pucat Bayi kecil < 2 bulan Letargi Mudah marah dan gelisah Luka bakar luas Adanya distres pernapasan Rujukan segera

Triase Tanda-tanda kedaruratan (Rujuk: hal. 2) Sumbatan jalan napas Distres pernapasan berat Tanda-tanda syok Koma Kejang Dehidrasi berat Tanda-tanda prioritas (Rujuk: hal. 3) Gizi buruk Edema kedua punggung kaki Telapak tangan pucat Bayi kecil < 2 bulan Letargi Mudah marah dan gelisah Luka bakar luas Adanya distres pernapasan Rujukan segera

Triase - Alisha Temp: 37.2C, nadi: 160/mnt, RR: 45/mnt, TD 100/60 mmHg, BB: 9 kg, tinggi dan lingkar lengan atas (LLA) diperiksa Mulut: membran mukus kering ringan Kulit: Turgor kulit berkurang ringan Dada: terbakar di dada dan abdomen bagian atas (seperti tampak pada gambar). Masukan udara baik pada kedua sisi (bilateral) dan tidak ada suara-suara tambahan.

Bagaimana Anda mengklasifikasikan keparahan luka bakar ini? Ketebalan penuh: hitam atau putih, tidak ada sensasi taktil, tidak memucat terhadap penekanan Ketebalan sebagian: merah muda atau merah, melepuh atau berair, nyeri

Berapa banyak bagian tubuh yang terbakar? Pengkajian: Perkiraan ukuran luka bakar (Rujuk hal. 263)

Penanganan kedaruratan apa yang akan Alisha butuhkan?

Penanganan kedaruratan Hospitalisasi semua anak dengan luka bakar pada kulit dengan luas lebih dari 10 % Pertimbangkan apakan saluran pernafasannya terganggu: Inhalasi asap atau terbakarnya jalan nafas (tanpa luka terbakar) Berikan oksigen apabila terdapat distres respiratorik Luka bakar berat pada wajah bisa jadi membutuhkan intubasi segera atau trakheostomi untuk menangani sumbatan jalan nafas Resusitasi cairan untuk >20% luas permukaan tubuh terbakar Kontrol nyeri Parasetamol setiap 6 jam dan / atau Morfin sulfat i.v. every 2-4 jam (Rujuk hal. 262-266)

Penanganan kedaruratan Perawatan luka bakar Apabila kulit intak: bersihkan dengan lembut menggunakan larutan antiseptik Jika kulit tidak intak, lakukan debridemen pada luka (dengan pengontrol nyeri yang adekuat) Berikan cairan Syntomycin 5% ke kulit yang terbakar Bersihkan dan dressing luka setiap hari, kecuali luka kecil dan sulit untuk ditutup, dan kemudian dapat dibiarkan terbuka Cek status vaksinasi tetanus dan berikan imunoglobulin tetanus atau booster toxoid secara tepat (Rujuk hal. 262-266)

Perawatan suportif seperti apa yang dibutuhkan?

Perawatan suportif Luka bakar yang luas dan dalam mungkin membutuhkan transfusi darah apabila anak anemik Cek hemoglobin Nutrisi Mulai pemberian makanan secepatnya dalam 24 jam pertama Diet tinggi kalori dengan protein, vitamin dan suplemen zat besi yang cukup Pencegahan terhadap infeksi sekunder Cuci tangan Cegah penggunaan antibiotik kecuali terdapat bukti/tanda-tanda infeksi kulit yang jelas (bau yang menyengat atau selulitis) atau tanda-tanda infeksi sistemik (Rujuk hal. 262-266)

Perawatan Suportif Lanjutan Pencegahan kontraktur oleh luka bakar Mobilisasi pasif pada area yang terkena/terpapar Pisahkan untuk memfleksikan permukaan Fisioterapi Mainan dan bermain (Rujuk hal. 262-266)

Pemantauan apa yang dibutuhkan?

Pemantauan Observasi setiap 2-3 jam Pantau tingkat respirasi dan lihat dan dengarkan tanda-tanda sumbatan jalan nafas dan distres pernafasan Monitor keadekuatan sirkulasi dan hidrasi Nadi Tingkat pernafasan Tekanan darah Keluaran Urin Yakinkan bahwa anak tenang, dan bebas dari rasa nyeri dan dapat makan dengan adekuat (Rujuk hal. 262-266)

Komplikasi apa yang dapat muncul pada luka bakar? Jalan nafas / luka bakar inhalasi Terbakar oleh api Ledakan Perhatikan luka bakar di seputar mulut, dengarkan adanya stridor, parau, sputum hitam, bengkak pada wajah Aspirasi asap aspiration of smoke / bahan-bahan kimia dalam api Perhatikan takipnoea, resesi dada, tanda-tanda hipoksia Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit Infeksi sekunder Kehilangan nutrisi Tetanus

Rencana Pulang dan Tindak lanjut Rencanakan pulang apabila terdapat tanda-tanda penyembuhan kulit yang terbakar dan orang tua dapat merawat anaknya di rumah. Beritahukan orang tua pada waktu melakukan kunjungan tindak lanjut. Lakukan fisioterapi untuk meminimalkan kontraktur Bimbingan konseling mengenai keamanan di rumah Konseling tentang pertolongan pertama pada luka bakar (irigasikan dengan air dingin)

Kesimpulan Kasus merupakan luka bakar karena air panas Proses perawatan: Triase, Penanganan kedaruratan, Pemantauan dan perawatan suportif, sepenting pada kasus medis penting Penting untuk mencegah infeksi sekunder Antiseptik Bersihkan balutan Jaga kebersihan tangan Cegah pemberian antibiotik yang tidak perlu Analgesik yang efektif juga sangat penting Inisial, dan untuk semua prosedur yang menyakitkan