COLOR SPACE Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Color Image Processing
Advertisements

Session 1 GUI (grafik user interface dan Pengenalan warna)
Mahmud Yunus, S.Kom., M.Pd., M.T.
Pengolahan Citra 4 – Peningkatan Kualitas Citra Disusun oleh: Teady Matius – Dari berbagai sumber.
Image color feature Achmad Basuki
Citra Berwarna.
PENGANTAR DESKTOP PUBLISHING
S1 Tekinik Informatika Disusun Oleh Dr. Lily Wulandari
Pengolahan Citra 2-Akuisisi Citra Dari berbagai sumber
Aplikasi Pengolahan Citra DETEKSI WARNA
Representasi RGB pada Citra Digital
Operasi-operasi dasar Pengolahan Citra Digital~3
DIGITAL LIGHT PROCESSING(DLP)
COLOR MANAGEMENT.
Pengolahan Citra Digital
COLOR TV Warsun Najib.
Teori Warna Grafik Komputer 2.
Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Indonusa Esa Unggul Topik 10 Teori Warna.
Grafika Warna Dewi Octaviani S.T, M.C.s.
W A R N A 4/14/2017.
Citra Abu-abu, Biner, Berwarna,
Pengolahan Citra Berwarna
RENDERING (Warna & Pencahayaan)
Konsep dan Terminologi
IMAGE ENHANCEMENT (PERBAIKAN CITRA)
Pengolahan Citra Berwarna
1. Pendahuluan Image Processing 1. Content: 1.Aplikasi Citra 2.Pengertian Citra Digital 3.Pengertian Piksel 4.Sampling 5.Kuantisasi 6.Jenis Citra 7.RGB.
Warna Tanah.
PRINTING PROSES VCD 0018.
Nurul Hanifah R KDG-15.1.A Menu Pengertian Warna Spektrum Warna
WARNA.
PENGOLAHAN WARNA CITRA
MODUL 12 Aplikasi Pengenalan Kematangan Tomat (Fitur Warna)
Basic Design Principles
DASAR DESAIN GRAFIS.
6th Meeting Color (Warna).
Hieronimus Edhi Nugroho, M.Kom
Image Processing 1. Pendahuluan.
MODUL 9 Ekstraksi Fitur Warna
Pertemuan 3 : Persepsi Citra & Warna
EDY WINARNO fti-unisbank-smg 31 maret 2009
BAB II. PEMBENTUKAN CITRA
Pengolahan Citra Digital
Color Image Processing
Transformasi dan Model Warna Citra Digital
3.1 Operasi Dasar Citra : Global
Informatics Engineering Dept
COLOR MANAGEMENT.
Teori Warna Grafik Komputer 2.
SIFAT FISIK PRODUK PERTANIAN "WARNA"
Operasi Aritmatika dan Geometri pada citra
Informatics Engineering Dept
Nilai & Warna, Ruang, Gerakan
Digital Image Processing
PERTEMUAN KE-1 Sumber :Prof. Sinisa Todorovic
TINGKAT KEABUAN DAN WARNA CITRA
DESAIN GRAFIS IMK 2015 Laseri, S.Kom.
Pengolahan Citra Digital
Warna, Symbol, Safety dan Typography OSKAR JUDIANTO SSn. MM. MDs.
Pengolahan Citra Digital
KELOMPOK 9 perpaduan warna
Dosen Pengampu Mata Kuliah : Muhammad Fauzi. M.Ds
Pengolahan Citra Digital Digital Image Processing RTI127006
Pengertian Pixel Pixel :
Operasi Pixel dan Histogram
Pengolahan Citra Digital. Pembentukan Citra Citra dibagi menjadi 2 macam : 1.Citra kontinyu : adalah citra yang dihasilkan dari sistem optik yang menerima.
KONSEP DASAR CITRA DIGITAL (2) dan SISTEM PEREKAMAN CITRA
Bekerja dengan Warna.
PERSENTASE Dasar Desain Grafis Sekolah: SMK Telkom Makassar Program Keahlian : Teknologi Komunikasi Dan Informatika Kompetensi Keahlian : Teknik Komputer.
Mengenal Warna. Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subyektif/psikologis merupakan bagian.
Transcript presentasi:

COLOR SPACE Achmad Basuki Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Materi: Konsep Warna Standard Color Space RGB dan CMYK HSV CIE Lab, Luv, Yuv dan YCrCb Color Gamut Konversi Color Spaces

Konsep Warna Secara teknik, warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380-780 nanometer. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer.

Spektrum untuk warna Spektrum warna berada di antara infra-merah dan ultra-violet. Warna merah mempunyai range yang sangat lebar dan panjang gelombang yang paling tinggi (frekwensi paling rendah)

Konsep Warna Cahaya yang kita lihat adalah bukan cahaya dengan satu panjang gelombang melainkan kumpulan panjang gelombang tertentu. Warna terbentuk dari kumpulan gelombang dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Ini bisa diartikan bahwa warna yang kita lihat adalah kombinasi dari beberapa elemen dasar warna. Cara penyajian campuran elemen dasar untuk menghasilkan warna dinamakan dengan Color Space atau Ruang Warna.

KOMBINASI ELEMEN DASAR WARNA Sebuah warna bisa dihasilkan dengan kombinasi elemen dasar warna. Kombinasi elemen dasar warna bukan hitungan matematis, tetapi lebih pada pengalaman manusai dalam mengenali warna. Kadang-kadang untuk bisa menyajikan secara matematis, harus menggunakan lebih dari 3 komponen warna.

Setiap warna sekurang-kurangnya mempunyai 3 elemen dasar warna. RGB mempunyai komponen Red, Green dan Blue, yang sering disebut sebagai additive color. CMY(K) mempunyai komponen Cyan, Magenta dan Yellow, yang sering disebut dengan subtractive color.

Macam-macam Color Space: RGB CMY(K) HSV CIE XYZ Lab Luv YCrCb

RGB RGB menggunakan elemen dasar Red, Green, Blue untuk menghasilkan warna-warna. RGB disebut juga additive color. RGB digunakan untuk menghasilkan warna pada CRT, monitor dan display.

RGB CUBE Sebuah cara untuk menjelaskan kombinasi r, g dan b untuk menghasilkan sebuah warna. Banyak digunakan untuk menghasilkan fitur warna pada citra untuk aplikasi pencarian citra berdasarkan warna. Dalam RGB Cube masih ada warna-warna yang sulit untuk dinyatakan seperti warna “merah darah”.

CMY(K) CMY(K) menggunakan elemen dasar Cyan, Magenta dan Yellow. Untuk lebih lengkapnya ditambahkan elemen K (Chroma). CMY(K) adalah kombinasi warna yang digunakan dalam pencetakan (printing). Dikenal sebagai subtractive color.

CMY(K) COLOR WHEEL Kombinasi setiap elemen menggunakan skala persentase. Warna Biru dan Merah mempunyai area yang lebih luas. Banyak digunakan dalam pencetakan.

HSV HSV mempunyai elemen dasar Hue, Saturation dan Value: Hue menyatakan keluarga warna (dalam satuan derajat) Saturation menyatakan sensasi/intensitas warna Value menyatakan derajat keabuan atau terang/gelap gambar. HSV dikembangkan menggunakan sistem koordinat polar. HSV banyak digunakan untuk fitur warna pada gambar.

HSV Nilai H  0 s/d 360 Nilai S  0 2/d 1 Nilai V  0 s/d 255

CIE CIE: International Commission on Illumination (Comission Internationale de l’Eclairage). Standar disusun berdasarkan persepsi manusia dan baik untuk percobaan perbandingan warna (1931). Standard observer: gabungan dari grup dengan anggota 15-20 orang.

CIE CIE: International Commission on Illumination (Comission Internationale de l’Eclairage). Standar disusun berdasarkan persepsi manusia dan baik untuk percobaan perbandingan warna (1931). Standard observer: gabungan dari grup dengan anggota 15-20 orang.

CIE Observation

CIE XYZ Ruang volume 3D yang tidak beraturan tidak mudah dimengerti, sehingga diperlukan model yang lebih mudah dimengerti. Diagram chromatic bisa dimanfaatkan. 𝑥= 𝑋 𝑋+𝑌+𝑍 𝑦= 𝑌 𝑋+𝑌+𝑍

Color gamut Sebuah range yang menyatakan batasan-batasan warna yang bisa dihasilkan oleh setiap color space.

Lab - Photoshop Lab atau CIE Lab merupakan color space yang dikenalkan oleh Photoshop Merupakan perbaikan dari model CIE Lab mempunyai elemen L (Luminance), a (range dari hijau ke merah) dan b (range dari biru ke kuning).

Yuv & YCrCb Awalnya untuk video analog PAL, sekarang dipakai juga untuk standard CCIR 601 pada video digital. Y (luminance) adalah Y = 0.299R + 0.587G + 0.114B Chrominance adalah perbedaan warna dan putih. Ini dapat dinyatakan dalam nilai U dan V. U = B – Y; V = R - Y YCrCb adalah versi skala dari YUV dan digunakan dalam JPEG dan MPEG (semua komponen bernilai positif). Cb = (B - Y) / 1.772 + 0.5; Cr = (R - Y) / 1.402 + 0.5

Perbedaan Color Space RGB HSV Luv

Color Gamut Ada beberapa warna yang ada pada RGB namun tidak ada pada CMYK, demikian juga sebaliknya. Untuk melihat interseksi dan warna-warna spesifik dalam ruang warna diperlukan Color Gamut. Adobe RGB merupakan color space baru yang dikembangkan dari RGB dengan lebih banyak warna yang mampu disajikan.

Color space conversion Konversi RGB ke CMYK Konversi RGB ke HSV Konversi RGB ke YCrCb

Konversi RGB ke CMYK R’ = R/255 G’ = G/255 B’ = B/255 K = 1 – max(R’,G’,B’) C = (1-R’-K)/(1-K) M = (1-G’-K)/(1-K) Y = (1-B’-K)/(1-K)

Konversi RGB ke HSV R’ = R/255 G’ = G/255 B’ = B/255 Cmax = max(R’, G’, B’) Cmin = min(R’, G’, B’) D = Cmax - Cmin 𝐻= 60. 𝐺 ′ −𝐵′ 𝐷 𝑚𝑜𝑑 6 60. 𝐵 ′ −𝑅′ 𝐷 +2 60. 𝑅 ′ −𝐺′ 𝐷 +4 𝑆= 0, 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝐷=0 𝐷 𝐶𝑚𝑎𝑥 , 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝐷≠0 𝑉=𝐶𝑚𝑎𝑥

Konversi RGB ke YCrCb Y = 0.299R + 0.587G + 0.114B U = B – Y; V = R - Y Cb = (B - Y) / 1.772 + 0.5 Cr = (R - Y) / 1.402 + 0.5

Picture Quick Styles give you great looking “frames” in a single click.