6 EVALUASI HASIL.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Advertisements

PENJADWALAN PROYEK DAN ANALISIS JARINGAN KERJA
TAHAP ANALISIS SISTEM ALASAN MELAKUKAN ANALISIS SISTEM
Handout Analisis & Pengukuran Kerja
ANALISIS PROSES BISNIS 8
ANALISIS PROSES BISNIS 6
Waktu Respons dan Kecepatan Tampil
Angka indeks Angka indeks adalah suatu ukuran statistik yang menunjukkan perubahan-perubahan atau perkembangan-perkembangan keadaan/kegiatan/peristiwa.
Rika Kharlina Ekawati, S.E., M.T.I
KELOMPOK I-STAT.NONPAR 2G
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
Metode Simpleks Diperbaiki (Revised Simplex Method)
Peta Kendali Variabel.
Peta Kendali Variabel.
Laporan Hasil Kegiatan Audit
LUAS DAERAH LINGKARAN LANGKAH-LANGKAH :
Sumber : Eduardus Tandelilin
SIKLUS HIDUP PROYEK Manajemen Proyek_Gasal 2012/2013.

Luas Daerah ( Integral ).
DIAGRAM SEBAB AKIBAT (DIAGRAM TULANG IKAN)
Pengendalian Kualitas
Nama: Edgar S. Prakoso NPM : RESUME JURNAL
Directorate General of Higher Education Ministry of National Education
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
KONSEP & PEMANFAATAN SEVEN BASIC QUALITY TOOLS Sukma | P2CC10 Woro Yuliyastiningrum | P2CC10028 Dianita P | P2CC10 Diana | P2CC10.
BAB 2 TINJAUAN UMUM PENGEMBANGAN SISTEM
LANGKAH-LANGKAH melaksanakan SURVEI CONTOH
Dikerjakan Oleh : Nama : Roma Mulyana Npm :
Bab 8 Pendapatan 4/9/2017.
Lecture Note: Retno Budi Lestari Model Bisnis v [STMIK MDP] Retno Budi Lestari 1 9. Analisis Kasus Bisnis.
Andrian Noviardy,SE.,M.Si.
KULIAH JELAJAH JUDUL BUKU KARYA: DR. Dr. H
Manajemen Produksi dan Operasi
6. INTEGRAL.
Disusun oleh: SRI ENDAH (060602)
SELAMAT SIANG.
PENJADWALAN PROYEK DAN ANALISIS JARINGAN KERJA
6. INTEGRAL.
1 Pendahuluan Ir. Waniwatining Astuti, M.T.I Muhammad Rachmadi, S.T., M.T.I.
PENYELESAIAN PERSAMAAN KUADRAT
(10) Pelaksanaan Audit Retno Indrati.
Pelaksanaan Audit Retno Indrati.
Jurusan Teknik Gas dan Petrokimia FTUI
Directorate General of Higher Education Ministry of National Education
BAB 20 PENGENDALIAN MUTU STATISTIK
Kuliah ke- 4 Peta Kontrol untuk Data Variabel
DIAGRAM SEBAB AKIBAT (DIAGRAM TULANG IKAN/FISHBONE CHART)
Aspek kuantitatif mutu
7 Tools (Tujuh Alat Pengendalian Kualitas)
Penjadwalan Proyek Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan, yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan.
TEKNIK DESKRIPTIF I MENAMPILKAN DATA DALAM GRAFIK
PERENCANAAN / PENJADWALAN
PENGENDALIAN KUALITAS - pertemuan 05 -
Tugas Jurnal Disusun Oleh : Irfan Muhammad
QC Seven Tools Oleh Hazairin Darmis.
PENGENDALIAN KUALITAS
BAB 20 PENGENDALIAN MUTU STATISTIK
PENGENDALIAN MUTU PROSES PADA PRODUK-PRODUK OLAHAN
Aspek kuantitatif mutu
Resume Jurnal Pengendalian Kualitas
PENGENDALIAN KUALITAS
Peta X dan R Peta kendal X :
AKTIVITAS QUALITY CONTROL CIRCLE By: Zarius Rusli.
PERTEMUAN 7 PENGENDALIAN KUALITAS TQM Pada Industri Jasa
Penjadwalan Proyek Penjadwalan proyek merupakan salah satu elemen hasil perencanaan, yang dapat memberikan informasi tentang jadwal rencana dan kemajuan.
Nama Anggota : Fahmil Ramdhan Nurhadi Budiharto
Studi Kasus Produksi Galon
Cara menyusun SOP.
DIAGRAM SEBAB AKIBAT (DIAGRAM TULANG IKAN) BERGUNA UNTUK MENENTUKAN FAKTOR-FAKTOR YANG BERAKIBAT PADA SUATU KARAKTERISTIK KUALITAS. DIAGRAM INI MENUNJUKKAN.
Transcript presentasi:

6 EVALUASI HASIL

6 Evaluasi Hasil OBYEKTIF STEP 6: HASIL/DELIVERABLE TOOL 8 1 7 2 6 3 5 Memeriksa hasil perbaikan (membandingkan sebelum dan sesudah perbaikan) Diskripsi SEBELUM dan SESUDAH perbaikan TOOL DELAPAN LANGKAH PERBAIKAN/ 8 Steps Improvement 8 PENETAPAN PERBAIKAN CHECK-SHEET HISTOGRAM PARETO CONTROL CHART BERIKUTNYA 1 MENENTUKAN TEMA STANDARISASI DAN DAN ANALISA SITUASI 7 RENCANA PENCEGAHANNYA 2 MENETAPKAN TARGET 6 EVALUASI HASIL 3 ANALISA FAKTOR PENYEBAB DAN HASILNYA MENEMUKAN SUMBER 6 MEMUASKAN PENYEBAB Evaluasi Hasil 5 IMPLEMENTASI RENCANA PERBAIKAN 4 MENCARI IDE - IDE PERBAIKAN

Evaluasi Hasil Hore berhasil Periksa hasil dengan menggunakan tolok ukur atu “control point” dan cara yang dilakukan adalah sama dengan langkah analisis. Dengan demikian hasil sebelum dan sesudah bisa dibandingkan seperti pada Langkah 5. Pengukuran ini bisa dilakukan berdasarkan tolok ukur, Q = Quality (Kualitas), C = Cost (Biaya), D= Delivery (Pengiriman), S = Safety (Keselamatan), M = Morale (Moralitas/Semangat), P= Productivity (Produktivitas) INGAT ! Setiap penjelasan sedapat mungkin bisa diukur/measurable Berdasarkan Data (bukan kira-kira)

LINE DIAGRAM CONTROL CHART CONTROL CHART DAN LINE/RUN CHART Cara memvisualisasikan data hasil salah satunya adalah grafik GRAPH (LINE GRAPH) Grafik Garis (LINE GRAPH) Untuk menyatakan kecenderungan (trend), pertumbuhan atau pergerakan data dari waktu ke waktu. Salah satu grafik garis adalah bagan kendali (CONTROL CHART). Ciri utama bagan kendali adalah ada batas bawah (Lower Control Limit:LCL) dan batas atas (Upper Control Limit). LINE DIAGRAM CONTROL CHART

CONTROL CHART Komponen Bagan Kendali/Control Chart X Bar Chart R Chart Upper Control Limit (UCL)/Batas Kendali Atas (BKA) Out of Control Condition Diluar batas kendali Central Line (CL)/Garis Tengah X Bar Chart Lower Control Limit (LCL)/Batas Kendali Bawah (BKB) R Chart Upper Control Limit (UCLR)/Batas Kendali Bawah (BKBR) Lower Control Limit (LCLR)/Batas Kendali Bawah (BKBR) Average Range Central Line/ Rata -rata rentang Garis Tengah Sampel /sub-grup (berdasarkan urutan waktu)

CONTROL CHART Jenis-Jenis Bagan Kendali Pada dasarnya ada dua macam bagan kendali yaitu: (1) Bagan Kendali data variabel (Variable Chart), (2) Bagan Kendali data atribut (Attribute Chart) Paling sering dipakai Dalam rangka memilih bagan kendali yang cocok untuk memantau/monitor proses, pertama tentukan dulu yang dikendalikan (X) adalah kontinyu atau diskrit.

CONTROL CHART Rumus Bagan Kendali Data tetapan/konstanta

CONTROL CHART Langkah-langkah membuat bagan kendali Tentukan yang mau dikendalikan, apa keluarannya CTQ (Y), dan faktor kritisnya (X) Tentukan bagan kendali yang sesuai (Ingat jenis data yang mau dikendalikan) Tentukan rencana sampling, Ukuran Subgrup (n) dan banyaknya subgrup/sampel (m) Kumpulkan data Tentukan garis tengah (central line = CL), lihat rumus bagan kendali Tentukan batas kendali atas (BKA)/upper control limit (UCL) dan batas kendali bawah (BKB)/ lower control limiit (LSL), lihat rumus bagan kendali Siap membuat bagan kendali

CONTROL CHART Contoh Bagan Kendali : Xbar R Chart (Manual) Catatan :

CONTROL CHART

CONTROL CHART

CONTROL CHART

Evaluasi Hasil, apakah antara target dan hasil sudah terpenuhi Target saya belum tercapai, tetapi sudah mengalami kemajuan

Rayakan keberhasilan Komunikasikan Hasil Rayakan Keberhasilan

PERHITUNGAN BENEFIT Hard Benefit Soft Benefit Perhitungan benefit yang diperoleh dilakukan untuk mengetahui dampak implementasi solusi yang dilakukan. Benefit yang diperoleh bisa berupa penurunan biaya (cost reduction), kenaikan pendapatan (incremental revenue) Penurunan biaya bisa terjadi karena produktivitas meningkat, pengurangan tenaga kerja, penghematan penggunaan material, dsb Kenaikan pendapatan bisa diperoleh dari peningkatan volume penjualan, peningkatan harga, dsb Hard Benefit Soft Benefit Benefit satu kali Benefit yang didapat saat proyek sedang dijalankan Benefit yang diperoleh setelah proyek selesai Tambahan benefit yang lain Margin perbaikan Peningkatan penjualan Perbaikan aliran kas Fleksibilitas skeduling

PERHITUNGAN BENEFIT

7 STANDARISASI DAN RENCANA PENCEGAHAN

7 Standarisasi & Rencana Penanggulangan OBYEKTIF STEP 7: HASIL/DELIVERABLE Membuat standarisasi dan rencana pencegahan BARU : Standard Operating Procedure (SOP), Working Instruction (WI) TOOL DELAPAN LANGKAH PERBAIKAN/ 8 Steps Improvement 8 PENETAPAN PERBAIKAN BERIKUTNYA BRAINSTORMING CHECK-SHEET STRATIFICATION PARETO SCATTER HISTOGRAM 1 MENENTUKAN TEMA 7 STANDARISASI DAN DAN ANALISA SITUASI RENCANA PENCEGAHANNYA 2 MENETAPKAN TARGET 6 EVALUASI HASIL - 3 ANALISA FAKTOR PENYEBAB DAN HASILNYA MENEMUKAN SUMBER Standarisasi & Rencana Penanggulangan MEMUASKAN PENYEBAB 7 5 IMPLEMENTASI RENCANA PERBAIKAN 4 MENCARI IDE - IDE PERBAIKAN

Pelatihan/Sosialisasi Penanggulangan yang baik harus ditetapkan sebagai standar untuk mencegah masalah yang sama berulang. Ada dua alasan utama mengapa standarisasi perlu dilakukan, yaitu: 1. Tanpa adanya standar, tindakan penanggulangan yang sudah dilakukan, dengan berjalannya waktu, sedikit demi sedikit akan dilupakan dan cara lama akan dipakai lagi, sehingga masalah yang sudah diatasi muncul lagi. 2. Tanpa adanya standar yang jelas, kemungkinan besar masalah akan muncul apabila ada penggantian personel. D P A C S PEMELIHARAAN PERBAIKAN KEMAJUAN STANDAR INGAT ! Tujuan distandarisasi adalah agar hasil improvement yang telah dilakukan tetap terjaga Perubahan Kebijakan Prosedur Tertulis Uraian Pekerjaan Pelatihan/Sosialisasi

ALAT PENGENDALIAN YANG LAIN

8 RENCANA BERIKUTNYA

8 Penetapan Rencana Berikut OBYEKTIF STEP 8: HASIL/DELIVERABLE TOOL 8 Menentukan rencana perbaikan berikutnya Tema perbaikan berikutnya TOOL DELAPAN LANGKAH PERBAIKAN/ 8 Steps Improvement 8 PENETAPAN PERBAIKAN BERIKUTNYA BRAINSTORMING CHECK-SHEET STRATIFICATION PARETO SCATTER HISTOGRAM 1 MENENTUKAN TEMA 7 STANDARISASI DAN DAN ANALISA SITUASI RENCANA PENCEGAHANNYA 2 MENETAPKAN TARGET 6 EVALUASI HASIL - 3 ANALISA FAKTOR PENYEBAB DAN HASILNYA MENEMUKAN SUMBER MEMUASKAN PENYEBAB 8 Penetapan Rencana Berikut 5 IMPLEMENTASI RENCANA PERBAIKAN 4 MENCARI IDE - IDE PERBAIKAN

1. Kemukakan masalah-masalah/program-program perbaikan yang masih ada. Masalah/program perbaikan umumnya tidak dapat ditanggulangi dengan sempurna dan kondisi ideal sulit untuk dicapai. Maka sebaiknya kita tidak hanya menekuni satu masalah/program perbaikan saja untuk jangka waktu yang tak terbatas agar bisa dicapai hasil yang sangat optimal. Meskipun target tak tercapai, sebaiknya dibuat daftar apa yang sudah dilakukan dan apa yang belum dilakukan. 2. Buat rencana tentang apa yang akan dilakukan dengan masalah-masalah yang masih ada. Masalah-masalah yang penting dipilih sebagai tema untuk kegiatan yang akan datang. Demikian pula kalau hal tersebut berupa program-program perbaikan. 3 Pikirkan dan ulas apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang belum berjalan baik. Mengulas kembali apa yang telah dilakukan akan membantu perbaikan/peningkatan kualitas dan kegiatan perbaikan di waktu mendatang. Di samping itu juga berguna untuk memahami perbedaan yang ada antara teoti dan praktek pada saat pelaksanaan. Juga bisa untuk membandingkan antara rencana dan pelaksanaannya.

RINGKASAN: Obyektif Step-6 Dengan mengacu pada Deming Cycle ada 8 langkah perbaikan. Masing-masing langkah memerlukan alat yang biasa disebut 7 Quality Control Tools atau juga sering disebut Seven Tools. Dengan pemakaian 8 langkah perbaikan ini diharapkan : 1. Penyelesaian masalah dan kegiatan perbaiakan dilakukan secara sistematis 2. Dapat diketahui adanya peningkatan secara pasti 3. Hasil baik yang telah dicapai dapat dipertahankan Tools tersebut sangat berguna untuk pemecahan masalah yang berhubungan dengan kualitas, di Astra Group untuk kegiatan Quality Control Circle (QCC) juga menggunakan tool ini. RINGKASAN: Obyektif Step-6 Memeriksa hasil perbaikan (membandingkan sebelum dan sesudah perbaikan) Deliverable Step-6 Diskripsi SEBELUM dan SESUDAH perbaikan Obyektif Step-7 Membuat standarisasi dan rencana pencegahan Deliverable Step-7 BARU : Standard Operating Procedure (SOP), Working Instruction (WI) Obyektif Step-8 Menentukan rencana berikutnya Deliverable Step-8 Rencana Berikut