Sistem Pengkodean Wilayah Administrasi BPS

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
Advertisements

PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK DINAS PENDIDIKAN Jl. Letjen. Sutoyo Pontianak, Telp. (0561) , Website:
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Laporan kepada Bapak Mendikbud RI
PETUNJUK PENGISIAN RAPOR
ANALISIS PROSES BISNIS 8
Mata Kuliah Teknik Digital TKE 113
Bahan Kuliah Matematika Diskrit
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
Baseline Sektor Energi
BAB 4 DERET Kuliah ke 2.
TEKNIK PENYUSUNAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Umum Pengenalan Tempat Kol (1) dan (2) Kol (3) dan (4) Kol (5) Kol (6)-(9) Kol (10) dan (11) Kol (12) dan (13) Kol (14) dan (15) Baris Penjumlahan 100%
ELEKTRONIKA Bab 7. Pembiasan Transistor
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
Suku ke- n barisan aritmatika
PENILAIAN KINERJA PENGAWAS SEKOLAH
Menentukan komposisi dua fungsi dan invers suatu fungsi
ULANGAN KENAIKAN KELAS TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Matematika Diskrit Dr.-Ing. Erwin Sitompul
Bab 11A Nonparametrik: Data Frekuensi Bab 11A.
MODEL PENGEMBANGAN KTSP SMA
BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL DIREKTORAT PELAPORAN DAN STATISTIK DISAJIKAN PADA RADALGRAM JAKARTA, 4 AGUSTUS 2009.
NOKAB / KOTANOMENKLATURDASAR HUKUM NO / TANGGAL 1KAB JAYAPURABADAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PERLINDUNGAN ANAK DAN KB PERDA NO: 18 THN TGL
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
Sepuluh Botol Hijau Di Atas Tembok
ANGGOTA DPD HASIL PEMILU 2009 Jumlah Anggota DPD132 orang Jumlah Anggota DPD Laki-Laki97 orang Jumlah Anggota DPD Perempuan35 orang Presentase Jumlah Anggota.
Basis Data Bab I Konsep Dasar Basis Data Presented by Henny
STANDARD PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR (SPM)
Mari Kita Lihat Video Berikut ini.
10 Uji Hipotesis untuk Dua Sampel.
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
Induksi Matematik TIN2204 Struktur Diskrit.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
Aprilia uswatun chasanah I/
Luas Daerah ( Integral ).
TATA TERTIB WORKSHOP TATA CARA PENANGANAN HASIL SAMPLING DAN PELAPORAN KTD MELALUI E-WATCH ALKES BANDUNG, 28 NOVEMBER 2014.
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
Is Fatimah. 28/03/ Sudahkan memahami SKEMA PENDANAAN (RD, RT, KP, DF) Insentif SINas ?
PELATIHAN IMPLEMENTASI
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
ELEMEN RANGKAIAN LISTRIK
KINERJA SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2013
KOMPARISI YAYASAN: BERTINDAK MENGHADAP MEWAKILI YAYASAN KELOMPOK 7
ITK-121 KALKULUS I 3 SKS Dicky Dermawan
Aritmatika Bilangan Biner
Graf.
Algoritma Branch and Bound
KOTA SEHAT BERAWAL DARI LINGKUNGAN YANG SEHAT
DALAM RANGKA PERINGATAN 50 TAHUN GERAKAN PRAMUKA
LANGKAH-LANGKAH PENATAUSAHAAN ASET
Kompleksitas Waktu Asimptotik
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
BAHTERA NUH Ibrani 11:7.
Bahan Kuliah Matematika Diskrit
• Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah•
PERJANJIAN KERJA BERSAMA DAN PERATURAN PERUSAHAAN
Korelasi dan Regresi Ganda
JUMLAH DATA PENGHULU DAN KUA
STATISTIK PERTAMBANGAN NON MIGAS
Matriks.
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
Disampaikan pada acara :
PENDAFTARAN TANAH Pendaftaran Tanah (Pasal 1 angka 1 PP No.24 Th 1997)
Transcript presentasi:

Sistem Pengkodean Wilayah Administrasi BPS Direktorat Pengembangan Metodologi Sensus dan Survei

Tujuan Pengkodean Wilayah Administrasi di BPS Pengolahan data mudah mengelompokkan data menurut kecamatan/kabupaten/provinsi Penyusunan dokumen  memudahkan pencarian dokumen jika dokumen dikelompokkan dan disusun menurut kode kecamatan/kabupaten/provinsi Pengambilan sampel  agar sampel terpilih menyebar di seluruh wilayah

Tatacara Pengkodean Wilayah Administrasi Tatacara penomoran wilayah administrasi mengacu pada letak suatu wilayah pada wilayah administrasi satu tingkat di atasnya. Penomoran dilakukan secara zigzag dan berkesinambungan dimulai dari wilayah yang berada di barat daya.

Sistem Pengkodean Wilayah Administrasi Yang Berlaku Saat Ini 17 Maret 2008 Sistem Pengkodean Wilayah Administrasi Yang Berlaku Saat Ini

Kode Wilayah Administrasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Desa Kecamatan Kab/Kota Provinsi

Kode Wilayah Administrasi (1) Digit pertama menunjukkan nomor urut pulau/ kepulauan Digit kedua menunjukkan nomor urut Daerah Tingkat I (Provinsi, Daerah Istimewa dan Daerah Khusus) dalam suatu pulau atau kepulauan Digit ketiga dan empat menunjukkan nomor urut kabupaten/kota pada suatu Daerah Tingkat I. Nomor urut untuk kabupaten adalah 01, 02, 03,…,69, sedangkan nomor urut untuk kota adalah 71, 72, 73,…

Nomor Urut wilayah Pulau/Kepulauan Kode Catatan Sumatera 1 2 Jawa 3 4 Cadangan Nusa Tenggara 5 Kalimantan 6 Sulawesi 7 Maluku 8 Papua 9

Peta Indeks Indonesia

Peta Indeks Provinsi Jawa Barat Per Kabupaten/Kota

Kode Wilayah Administrasi (2) Digit kelima, enam, dan tujuh menunjukkan nomor urut dan kode wilayah kecamatan. Dalam hal ini, digit kelima dan enam menunjukkan nomor urut kecamatan pada suatu kabupaten/kota dan digit ketujuh menunjukkan apakah kecamatan yang bersangkutan merupakan kecamatan pecahan atau bukan. Nomor urut untuk kecamatan yang membentuk kabupaten/ kota adalah 01, 02, 03,…,69, sedangkan nomor urut untuk kecamatan yang membentuk kotif adalah 71, 72, 73,… Digit ketujuh pada awalnya adalah 0 (nol), berubah menjadi 1, 2, 3, ... jika kecamatan bersangkutan mengalami pemecahan/penggabungan.

Peta Indeks Kabupaten Purwakarta Per Kecamatan

Kode Wilayah Administrasi (3) Digit kedelapan, sembilan, dan sepuluh menunjukkan nomor urut desa/kelurahan atau UPT/PMT yang berada pada suatu kecamatan tertentu. Nomor urut untuk desa/kelurahan adalah 001, 002, 003,…

Peta Indeks Kecamatan Bojong Per Desa

Kode Wilayah Administrasi yang Mengalami Pemecahan/Penggabungan Setelah SP2000 Nama wilayah sama dengan yang lama  kode wilayah menggunakan kode lama Nama wilayah tidak sama dengan yang lama  kode wilayah merupakan kelanjutan kode terakhir. Khusus kecamatan, digit pertama sampai dengan keenam sama, sedangkan digit ketujuh berubah dari 0 menjadi 1, 2, 3, ...

Kondisi Kode-Kode Wilayah Administrasi Saat Ini 17 Maret 2008 Kondisi Kode-Kode Wilayah Administrasi Saat Ini

Pemekaran wilayah membuat urutan desa menjadi tidak beraturan, sampel yang terpilih bisa tidak menyebar Pada kecamatan yang baru terbentuk seringkali pemberian kode desa tanpa melihat peta, urutan desa tidak berkesinambungan

Pemekaran Kecamatan Belitang II

Pemilihan Sampel Tanpa Renumbering

Pengambilan Sampel Jika Renumbering

Desa yang tidak mengalami pemekaran tetapi berubah namanya seringkali diberi kode baru padahal kode baru hanya diberikan untuk desa-desa yang mengalami pemecahan dan atau penggabungan desa. Aturan pemberian kode berdasarkan berubah-tidak berubahnya nama wilayah perlu ditinjau ulang Banyak desa baru yang tidak disertai informasi desa induknya, sulit menyusun series MFD Pada beberapa kasus pemekaran kecamatan, kode-kode desa di kecamatan lama diurutkan kembali (banyak ditemukan pada MFD PPLS).

Untuk kecamatan yang sudah terbentuk pada tahun 2000 disediakan 9 kode cadangan untuk kecamatan baru pecahan dari kecamatan bersangkutan. Saat ini 2 kecamatan di Kabupaten Yahukimo dan 2 kecamatan di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua mekar menjadi lebih dari 10 kecamatan. Belum ada aturan baku cara pengkodean kecamatan baru ke-10 dst sehingga kode kecamatan di 2 kabupaten tersebut tidak beraturan.

Di Provinsi Jambi, Bengkulu, Lampung, NTT, dan Sulawesi Selatan ada kecamatan yang digit ke-7 kodenya adalah 7 dan masih berpotensi mekar lagi, perlu segera ditentukan aturan baku cara pengkodean kecamatan baru ke-10 dst.

Sistem Pengkodean Wilayah Administrasi Depdagri 17 Maret 2008 Sistem Pengkodean Wilayah Administrasi Depdagri

Kode Wilayah Administrasi 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Desa Kecamatan Kab/Kota Provinsi

Kode Wilayah Administrasi (1) Digit pertama menunjukkan nomor urut pulau/ kepulauan Digit kedua menunjukkan nomor urut Daerah Tingkat I (Provinsi, Daerah Istimewa dan Daerah Khusus) dalam suatu pulau atau kepulauan Note: Depdagri: Papua = 91; Papua Barat = 92 BPS : Papua = 94; Papua Barat = 91 Digit ketiga dan empat menunjukkan nomor urut kabupaten/kota pada suatu Daerah Tingkat I. Nomor urut untuk kabupaten adalah 01, 02, 03,…,69, sedangkan nomor urut untuk kota adalah 71, 72, 73,…

Nomor Urut wilayah Pulau/Kepulauan Kode Catatan Sumatera 1 2 Jawa 3 4 Cadangan Nusa Tenggara 5 Kalimantan 6 Sulawesi 7 Maluku 8 Papua 9

Kode Wilayah Administrasi (2) Digit kelima dan enam menunjukkan nomor urut kecamatan pada suatu kabupaten/kota. Nomor urut untuk kecamatan yang membentuk kabupaten/ kota adalah 01, 02, 03,…,99.

Kode Wilayah Administrasi (3) Digit ke tujuh, delapan, sembilan, dan sepuluh menunjukkan nomor urut dan kode wilayah desa. Digit ke tujuh = 1 untuk kelurahan dan 2 untuk desa, sedangkan digit ke delapan, sembilan, dan sepuluh menunjukkan nomor urut desa/kelurahan atau UPT/PMT yang berada pada suatu kecamatan tertentu. Nomor urut untuk desa/kelurahan adalah 001, 002, 003,…

Kode Wilayah Administrasi yang Mengalami Pemecahan/Penggabungan Nama wilayah sama dengan yang lama  kode wilayah menggunakan kode lama Nama wilayah tidak sama dengan yang lama  kode wilayah merupakan kelanjutan kode terakhir. Khusus kecamatan, digit pertama sampai dengan keenam sama, sedangkan digit ketujuh berubah dari 0 menjadi 1, 2, 3, ...