Direktorat Ketahanan Industri Internasional

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KOORDINASI BAWAS - BPKP : PENINGKATAN KUALITAS LK TA.2011
Advertisements

SUBBIDANG DATA DAN INFORMASI
START.
STAF PENGAJAR FISIKA DEPT. FISIKA, FMIPA, IPB
Memahami Etimologi Multimedia
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
A. Pengantar Inggris dan Amerika Joint Property
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
Green Recovery And Reconstruction: Training Toolkit For Humanitarian Aid Air dan Sanitasi Sesi 1: Pengantar Air dan Sanitasi Berkelanjutan Pemulihan dan.
Tugas Praktikum 1 Dani Firdaus  1,12,23,34 Amanda  2,13,24,35 Dede  3,14,25,36 Gregorius  4,15,26,37 Mirza  5,16,27,38 M. Ari  6,17,28,39 Mughni.
PERANGKAT AKREDITASI SD/MI
SOAL ESSAY KELAS XI IPS.
Prof Ir. Moses L. Singgih, MSc, PhD
1suhardjono waktu 1Keterkatian PKB dengan Karya Inovatif, Macam dan Angka Kredit Karya Inovatif (buku 4 halaman ) 3 Jp 3Menilai Karya Inovatif.
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
LATIHAN SOAL HIMPUNAN.
KETENTUAN SOAL - Untuk soal no. 1 s/d 15, pilihlah salah satu
Dasar Hukum dan Persyaratan Penerbitan Rekomendasi/Pertimbangan Teknis di Lingkungan Direktorat Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan Jakarta, 28.
Green Recovery And Reconstruction: Training Toolkit For Humanitarian Aid ORGANISASI PELAKSANA SesI 2: Analisis Awal dan Penentuan Standar Pembanding Pemulihan.
Mari Kita Lihat Video Berikut ini.
ANALISA NILAI KELAS A,B,C DIBUAT OLEH: NAMA: SALBIYAH UMININGSIH NIM:
Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
DRS PARIHADI,M.Pd SMA NEGERI 1 SRAGEN
MESIN HS OTH CENTRIFUGAL PUMPS;SINGLE SUCTION HORIZONTAL SHAFT WATER PUMPS.
LKPP MODUL 9 PENGADAAN BARANG / JASA DENGAN PENDAYAGUNAAN PRODUKSI
Usaha Pemasaran Jaringan
SEPULUH PRINSIP EKONOMI dan ALIRAN MELINGKAR EKONOMI
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Green Recovery And Reconstruction: Training Toolkit For Humanitarian Aid LEMBAGA PELAKSANA Sesi 5: Tindakan dan Hubungan Masyarakat HIJAU UNTUK PANDUAN.
Pendanaan Aktiva Lancar

: : Sisa Waktu.
Luas Daerah ( Integral ).
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
Aspek Teknis.
Fungsi Invers, Eksponensial, Logaritma, dan Trigonometri
PADA RAPAT EVALUASI PENYERAPAN ANGGARAN APBD
BIDANG INDUSTRI LOGAM MESIN ELEKTRONIKA & ANEKA
Pertemuan 11 Strategi Produk dan Penentuan Harga
SAPTANINGSIH SUMARMI, S.E, M.M
B. Kombaitan dan Ridwan Sutriadi
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
KINERJA SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2013
LANGKAH-LANGKAH PENGAMANAN PELAKSANAAN FTA-FTA
ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO
Suwirno Mawlan, S.Kom., M.T.I
LAPORAN KEUANGAN Catur Iswahyudi Manajemen Informatika (D3)
PERMENDAG 35/M-DAG/PER/11/2011 KETENTUAN EKSPOR ROTAN DAN PRODUK ROTAN
G RAF 1. P ENDAHULUAN 2 3 D EFINISI G RAF 4 5.
Algoritma Branch and Bound
KOTA SEHAT BERAWAL DARI LINGKUNGAN YANG SEHAT
Pengangguran di Indonesia
HIDROKARBON Kelas : X OLEH : DIAH PURWANINGTYAS SMA NEGERI 3 MALANG.
USAHA DAN ENERGI ENTER Klik ENTER untuk mulai...
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
• Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah•
STATISTIK PERTAMBANGAN NON MIGAS
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
PENDAFTARAN TANAH Pendaftaran Tanah (Pasal 1 angka 1 PP No.24 Th 1997)
Pengantar sistem informasi Rahma dhania salamah msp.
KEBIJAKAN TARIF BEA MASUK
KINERJA SEKTOR INDUSTRI TRIWULAN I TAHUN 2014
DATA INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN
KINERJA SEKTOR INDUSTRI TRIWULAN II TAHUN 2015
PERTUMBUHAN INDUSTRI AGRO SAMPAI DENGAN PERIODE TW III 2016
Untuk mendapatkan skema tarif preferensial, Importir wajib melampirkan
STRATEGI PRODUK 5.
HUBUNGAN KERJASAMA ANTARA INDONESIA DENGAN Indonesia dengan jepang dalam “Economic Partnership Agreement (EPA)”
Transcript presentasi:

Direktorat Ketahanan Industri Internasional TIM PEMBERDAYAAN PRODUK DAN JASA INDUSTRI 6 Oktober 2014 Direktorat Ketahanan Industri Internasional

Latar Belakang Dewasa ini, liberalisasi perdagangan sudah mencapai titik perkembangan yang signifikan. Sebagai negara berkembang, Indonesia juga berperan serta melakukan perjanjian perdagangan dengan negara mitra, yaitu: ASEAN Free Trade Area (AFTA); ASEAN China Free Trade Area (ACFTA); ASEAN Korea Free Trade Area (AKFTA); ASEAN, Australia and New Zealand Free Trade Area (AANZFTA); ASEAN Japan Comprehensive Economic Partnership Agreement; ASEAN India Free Trade Area; Indonesia Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA); Indonesia Pakistan Preferential Trade Arrangements; dan Indonesia Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement, dll.

Perbandingan Jumlah Perusahaan Industri sebelum dan setelah FTA Produk Sebelum FTA AFTA ACFTA AANZ & IJEPA AIFTA Subsektor 2000 2003 2005 2008 2010 1 Makanan dan minuman 4 661 4 414 4 722 6 063 5 579 2 Tembakau 821 788 858 1 131 978 3 Tekstil 2 027 1 847 1 934 2 355 2 585 4 Pakaian jadi 2 258 1 883 1 922 2 655 1 968 5 Kulit dan barang dari kulit 587 512 491 685 662 6 Kayu, barang dari kayu, dan anyaman 1 766 1 450 1 325 1 435 1 237 7 Kertas dan barang dari kertas 431 375 413 477 505 8 Penerbitan, percetakan, dan reproduksi 540 545 748 463 9 Batu bara, minyak dan gas bumi, dan bahan bakar nuklir 57 54 52 84 75 10 Kimia dan barang-barang dari bahan kimia 1 087 1 003 1 011 1 082 1 084 11 Karet dan barang-barang dari plastik 1 392 1 422 1 477 1 715 1 660 12 Barang galian bukan logam 1 907 1 518 1 523 1 783 1 616 13 Logam dasar 221 209 211 237 256 14 Barang-barang dari logam dan peralatannya 892 896 859 902 898 15 Mesin dan perlengkapannya 347 390 410 435 402 16 Peralatan kantor, akuntansi, dan pengolahan data 17 Mesin listrik lainnya dan perlengkapannya 259 247 252 271 245 18 Radio, televisi, dan perlatan komunikasi 227 206 191 205 220 19 Peralatan kedokteran, alat ukur, navigasi, optik, dan jam 61 49 47 70 68 20 Kendaraan bermotor 246 262 305 278 21 Alat angkutan lainnya 312 334 297 333 326 22 Furniture dan industri pengolahan lainnya 1 989 1 855 1 865 2 569 2 191 23 Daur ulang   63 55 145 39 Jumlah 22 096 20 324 20 729 25 694 23 345

Latar Belakang (lanjutan) Dampak Peningkatan Produk Impor akan menunjang daya saing industri, yang dipengaruhi High Cost (seperti infrasturktur, iklim usaha yang tidak kondusif, dan sebagainya) Untuk melindungi industri dalam negeri dari serangan impor diperlukan SMART SMART (Standardized, Measureable, Actionable, Reliable, Transparent) yang merupakan regulasi turunan kebijakan. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi lintas sektoral dengan seluruh unit kerja pembina industri terkait dengan membentuk Tim Teknis. Tim Teknis ini dibentuk berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 474/M-IND/Kep/7/2013 tentang Tim Kebijakan Pemberdayaan Produk Dan Jasa Industri. Tim ini dibentuk untuk mengkaji peraturan-peraturan yang dapat meningkatkan daya saing.

Kelompok Kerja Kajian/Analisis Pemberdayaan Produk dan Jasa Industri Susunan Keanggotaan Tim Kebijakan Pemberdayaan Produk Dan Jasa Industri Pengarah Sekretariat Pelaksana Kelompok Kerja Identifikasi Kebutuhan Pemberdayaan Produk dan Jasa Industri Tim Kecil Kelompok Kerja Kajian/Analisis Pemberdayaan Produk dan Jasa Industri

Monitoring Lonjakan Impor (IRIS) Karakteristik Monitoring Produk Impor Nilai impor ≥ 100 juta US$ Lonjakan Impor 35% Trend Lonjakan Impor : Merah Nilai ≥ 30 % Penyiapan melakukan Safeguard Mengajukan tindakan Safeguard Kuning 15% ≤ x ≤ 30% Industry harus memonitor pertumbuhan impor Persiapan untuk melakukan Safeguard Hijau 0 ≤ X ≤ 15% Industri dalam taraf aman Industri tetap memonitor dampak impor

12 Produk yang menjadi fokus analisa Tim 12 Produk yang menjadi fokus analisa Tim pemberdayaan barang dan jasa Industri IUBTT Kode HS Deskripsi   Lonjakan Impor (%) BEC Kelompok 8528729200 LCD,LED,and oth flat panel display type 39.36  5. Barang Konsumsi tahan lama I. Barang Konsumsi 9405104000 Fluorescent lamps and lighting fittings 35.05  4. Bahan Baku (Olahan) unt. Industri II. Bahan Baku 8413811900 Water pump with flow rate >= 13000 m/h 37.60  1. Barang Modal Kecuali Alat Angkutan III. Barang Modal 8413701900 Oth centrifugal pumps;single suction horizontal shaft water pumps 36.80 

AGRO No Kode HS Deskripsi Lonjakan Impor (%) BEC Kelompok 1.   Lonjakan Impor (%) BEC Kelompok 1. 1704909900 Oth sugar confectionery,not cont.cocoa, oth soft,cont gelatin 38.69  Makanan dan Minuman (Olahan) unt. Rumah Tangga Barang Konsumsi 2. 1901909990 Oth than kerupuk of shrimps 37.85  3. 4813909000 Cigarette paper,oth in the of booklets, tubes & in rolls 39.91  Bahan Baku (Olahan) unt. Industri Bahan Baku 4. 1516202150 Hydrogenated fats in flakes of palm kernel olein 37.11  Makanan dan Minuman (Olahan) unt. Industri

BIM No Kode HS Deskripsi Lonjakan Impor (%) BEC Kelompok 1. 6402999000   Lonjakan Impor (%) BEC Kelompok 1. 6402999000 Oth footwear not cover the ankle & not incorp protct mtal toe-cap, rubber/plstc 43.13  Barang Konsumsi setengah tahan lama I. Barang Konsumsi 2. 7306309090 Oth.boilr tube weld,of single/double walled,coppr plate,intrnl diamtr>=12.5mm 43.17  4. Bahan Baku (Olahan) unt. Industri II. Bahan Baku 3. 6811829000 Floor or wall tile of cellulose fibre- cement, not containing asbestos/plastics 42.42  4. 5407610090 Oth woven fabrics,cont>=85% of by weight ofnontextured polyst filamnt: other 41.07 

TERIMA KASIH