Pemanfatan dan Pengembangan Alat Peraga Disusun oleh: Dra.Sukayati, M.Pd Drs. Agus Suharjana, M.Pd.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III
Advertisements

MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III
PEMANFAATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DI SD
Keterampilan Dasar Mengajar
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Media Pembelajaran Matematika
Nama : Anne Listianti NIM : Tugas : Konsep Alat Peraga
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
dasar apreasiasi seni rupa anak
HAKIKAT MENULIS.
WORKSHOP DAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
HAND OUT METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
C Pengembangan dan Pelaksanaan Kurikulum di Sekolah Dasar
MEDIA BELAJAR MATEMATIKA
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Keterampilan Menjelaskan
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
BERORIENTASI AKTIVITAS SISWA
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III
MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY
STRATEGI PEMBELAJARAN
HAND OUT METODE PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
KARAKTERISTIK MATEMATIKA
Potret Bahan Ajar Pengembangan Bahan Ajar di SD
Keterampilan Dasar Mengajar
Kurikulum pendidikan Matematika dan Sains
Persiapan & Pelaksanaan PKM
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR
Pembelajaran Membaca-Menulis
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MEDIA PEMBELAJARAN By: Durinda Puspasari.
KARAKTERISTIK MATEMATIKA
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Pengertian Strategi Pembelajaran pkn Dick dan carey mengatakan “strategi pembelajaran adalah komponen umum dari suatu materi pembelajaran yang akan digunakan.
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
Materi pokok bimbingan konseling belajar
Pengenalan Alat Peraga
Ika Oktavianti, S.Pd., M.Pd UNIVERSITA MURIA KUDUS
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
Keterampilan Mengadakan Variasi
JUDUL PTK UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN MELALUI MEDIA ALAT PANCING SISWA KELAS III ANAK TUNA GRAHITA SEDANG DI SDLB NEGERI KOTA PEKALONGAN.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERORIENTASI PADA AKTIVITAS SISWA (PBAS)
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK
Natanael Dwi Nugroho Metode demonstrasi.
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (SKL) KOMPETENSI INTI (KI) KOMPETENSI DASAR (KD) PPT
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK SD KELAS I-III
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN (DISCOVERY LEARNING)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN MODEL PEMBELAJARAN.
MEDIA DISPLAY DAN REALIA DALAM PEMBELAJARAN KIMIA BY : LENNI KHOTIMAH HARAHAP MAGISTER PENDIDIKAN KIMIA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN 2017.
KETRAMPILAN DASAR MENGAJAR Oleh : Marsianus Pendidikan Bahasa dan Sastra STKIP PK.
Transcript presentasi:

Pemanfatan dan Pengembangan Alat Peraga Disusun oleh: Dra.Sukayati, M.Pd Drs. Agus Suharjana, M.Pd

Latar Belakang Matematika merupakan disiplin ilmu yang berkenaan dengan ide-ide/konsep-konsep abstrak yang tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif. Menurut Dienes (dalam Hudoyo, 1988) dikatakan bahwa setiap konsep atau prinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna hanya jika pertama-tama disajikan kepada peserta didik dalam bentuk-bentuk kongkret. Anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang berumur antara 7 sampai dengan 12 tahun pada dasarnya perkembangan intelektualnya termasuk dalam tahap operasional kongkret, sebab berfikir logiknya didasarkan atas manipulasi fisik dari obyek-obyek. Dengan kata lain penggunaan media (termasuk alat peraga) dalam pembelajaran matematika di SD memang diperlukan, karena sesuai dengan tahap berpikir anak. Dengan menggunakan media/alat peraga tersebut anak akan lebih menghayati matematika secara nyata berdasarkan fakta yang jelas dan dapat dilihatnya. Sehingga anak lebih mudah memahami topik yang disajikan.

Tujuan Menambahan wawasan tentang pemanfaatan dan pengembangan media/alat peraga. Untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas profesionalnya sebagai pembimbing peserta didik di sekolah.

Pemanfaatan Modul Dapat dimanfaatkan pada forum KKG yang dibimbing oleh seorang guru pemandu matematika sebagai fasilitator kegiatan. Hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 kali pertemuan dengan setiap pertemuan 4 x 50 menit.

Kajian Kemanfaatan Alat Peraga Matematika Pembelajaran matematika di SD sebaiknya menggunakan alat peraga karena: Taraf berpikir anak seusia SD masih konkret operasional, artinya untuk memahami suatu konsep anak masih harus diberikan kegiatan yang berhubungan dengan benda nyata atau kejadian nyata yang dapat diterima akal mereka. Konsep atau prinsip matematika dapat dimengerti secara sempurna hanya jika pertama-tama disajikan kepada peserta didik dalam bentuk konkret.

Tujuan penggunaan alat peraga Memberikan kemampuan berpikir matematika secara kreatif. Mengembangkan sikap yang menguntungkan ke arah berpikir matematis Menunjang matematika di luar kelas, yang menunjukkan penerapan matematika dalam keadaan sebenarnya. Memberikan motivasi dan memudahkan abstraksi.

Fungsi utama alat peraga dalam pembelajaran Untuk menurunkan keabstrakan dari konsep. Agar anak mampu menangkap arti sebenarnya dari konsep yang dipelajari. Anak mempunyai pengalaman nyata dalam kehidupan tentang arti konsep.

Syarat alat Peraga yang baik Sesuai dengan konsep matematika Memperjelas konsep matematika, baik dalam bentuk real, gambar atau diagram dan bukan sebaliknya (mempersulit pemahaman konsep matematika) tahan lama (dibuat dari bahan-bahan yang cukup kuat) bentuk dan warnanya menarik bahan yang aman dll

Alat Peraga Matematika yang Sesuai dengan Standar kompetensi Sebaiknya: Mempermudah abstraksi dari materi yang dipelajari Memudahkan, memperbaiki, atau meningkatkan penguasaan konsep atau fakta Memberikan motivasi belajar bagi peserta didik Memberikan variasi pembelajaran Dapat meningkatkan efisiensi waktu

Prinsip-prinsip umum dalam penggunaan alat peraga Penggunaan alat peraga hendaknya sesuai dengan tujuan pembelajaran. Alat peraga yang digunakan hendaknya sesuai dengan metode/strategi pembelajaran. Tidak ada satu alat peragapun yang dapat atau sesuai untuk segala macam kegiatan belajar. Guru harus terampil menggunakan alat peraga dalam pembelajaran. Peraga yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan siswa dan gaya belajarnya. Pemilihan alat peraga harus obyektif, tidak didasarkan kepada kesenangan pribadi. Keberhasilan penggunaan alat peraga juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan.

Proses pembuatan alat peraga matematika yang sederhana Mengidentifikasi kebutuhan alat peraga. Mendesain alat peraga yang akan dibuat Merencanakan dan memilih bahan Membuat alat peraga Menyusun petunjuk penggunaan alat peraga atau lembar kerja Penilaian alat peraga dan petunjuk yang telah dibuat dari catatan-catatan guru saat digunakan

Contoh Penggunaan Alat Peraga Loncat katak Manfaat: untuk menentukan suatu pola bilangan Cara Bermain: Banyaknya pasang pasak Banyak loncatan Banyak geseran Total perpindahan

Rumus untuk Menentukan n Pasang Pasak Banyaknya pasang pasak1234…n Banyak loncatan 14916n2n2 Banyak geseran n Total perpindahan yang n n Jadi untuk menentukan banyaknya perpindahan n pasang pasak adalah: n^2 + 2 n

Pencerminan Aturan Permainan Ambil keping gambar asli & sebuah keping gambar hasil. Letakkan cermin pada keping gambar asli dengan posisi tegak lurus atau hampir tegak lurus sehingga terlihat seperti gambar hasil.

Perhatikan gambar berikut ini Gambar Hasil 1 Gambar Hasil 2 Gambar Hasil 3 Gambar Asli

Perhatikan Gambar Berikut ini

Kesimpulan Cermin selalu terletak pada sumbu simetri

Terima Kasih