Kelompok: Flat Belt 1. Moh Faizun Iwan Kurniawan 23751

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Jurusan Teknik Mesin Universitas Riau 2009
Advertisements

Menjelaskan Hukum Newton sebagai konsep dasar dinamika, dan mengaplikasikannya dalam persoalan-persoalan dinamika sederhana.
Prinsip Newton Partikel
Rancang Bangun Mesin Pencampur Bumbu Keripik
BAB 5 ROTASI KINEMATIKA ROTASI
V - BELT Oleh : Kusuma Darmono Oktavianus Yudi F.W
KELAS VIII SEMESTER GENAP
Konsep-konsep Dasar Analisa Struktur
TKS 4008 Analisis Struktur I
Bangunan Pengambilan dan Pembilas
KULIAH PERENCANAAN ELEMEN MESIN 2014/2015
HUBUNGAN RODA – RODA DALAM GERAK MELINGKAR
Pertemuan Ke-2 Perencanaan Batang Tarik
KLIK , KOMPETENSI BELAJAR, UNTUK KE SLIDE SEBELUMNYA
Mata Pelajaran Kelas XI Semester 2
MEDAN LISTRIK.
SiMULASI PEMBANGKIT LISTRIK DENGAN PENGGERAK MOTOR MAGNET PERMANEN
Kuliah Mekanika Fluida
BAB III. STATIKA BENDA TEGAR DALAM DUA DIMENSI
PERENCANAAN DAN TRANSMISI DAYA MESIN PENCETAK MIE
Tugas Perancangan Elemen Mesin III* KK G2: Pulley, Belt
1. Azaz Mekanika.
DINAMIKA PARTIKEL.
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Mesin Mixer Pasir Cetak Pengecoran Logam dengan Volume Maksimal 84,78 Liter Pasir dengan Daya 5 Hp / 3,73 kW Nama Bp Jurusan Konsentrasi : Hary Wiranata.
  Nama : Ahmad Bahtiar NPM : Jurusan : Teknik Mesin
KULIAH I ELEMEN MESIN III PENDAHULUAN
HUKUM-HUKUM NEWTON tentang GERAK
TRANSMISI SABUK (BELT). Roda Gigi Sabuk dan Pulley Rantai dan Sproket Tali Kabel.
Gerak Melingkar by Fandi Susanto.
Pertemuan Ke-8 Perencanaan Sambungan Baut
4. DINAMIKA (lanjutan 1).
Disusun oleh : Wartiwan
MOMEN DITERUSKAN DARI POROS KE NAF ATAU DARI NAF KE POROS
Gerak Melingkar.
4. DINAMIKA.
4. DINAMIKA.
ROTASI Pertemuan 9-10 Mata kuliah : K0014 – FISIKA INDUSTRI
Memahami Dasar-dasar Mesin
POROS Definisi. Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang bulat dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear),
PRESENTASI ELEMEN MESIN II
Pertemuan 10 KOPEL, BANTALAN, SABUK DAN PULI
Pertemuan 19 PERANCANGAN SABUK DAN PULI
MEMAHAMI DASAR-DASAR KEJURUAN
JENIS PENGGERAK DAN TRANSMISI DAYA
KONSTRUKSI BAJA I NIRWANA PUSPASARI,MT..
DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
ELEMEN TRANSMISI ELEMEN TRANSMISI adalah bagian bagian dari mesin atau peralatan system mekanik yang berfungsi sebagai pembawa, pemindah, penghubung.
BENDA TEGAR Suatu benda yang tidak mengalami perubahan bentuk jika diberi gaya luar F Jika pada sebuah benda tegar dengan sumbu putar di O diberi gaya.
Beban Puntiran.
TRANSMISI RANTAI ROL.
Alat Ukur dan Instrumentasi
GERAK TRANSLASI, ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Soal dan Pembahasan EBAS Gasal Tahun Pelajaran 2010/2011
Tugas Perancangan Elemen Mesin III
Materi 5.
R.E.M.
Pertemuan 20 PERANCANGAN SABUK DAN PULI
Pertemuan 20 Perancangan Sabuk
HUKUM NEWTON Pendahuluan Hukum Newton
BIOMEKANIKA.
Teknik Kendaraan Ringan
Lanjutan.
X PROPOSAL Home PROPOSAL MESIN PEMARUT KELAPA DENGAN 2 ROLL PARUT
KONSEP DASAR TUMPUAN, SFD, BMD, NFD PERTEMUAN II.
Elemen Mesin ( TRANSMISI )
PESAWAT SEDERHANA Made Nuryadi.
PASAK Pasak adalah suatu elemen mesin yang dipakai untuk menetapkan bagian-bagian mesin seperti roda gigi, sproket,puli, kopling dll. Pasak dipakai dengan.
SISTEM CVT ( Transmisi Otomatis )
Nama: Ahmad Rifai Nim : Jurusan: Teknik Mesin.
Transcript presentasi:

Kelompok: Flat Belt 1. Moh Faizun 28275 2. Iwan Kurniawan 23751 3. Dedy Farhan Fuadie 29035 4. Hifni Mukhtar Ariyadi 28367 5. Khunaifi Prastowo 28049 6. Tri Agung Arief W 29017 7. Tri Prasetyo Nugroho 25415 8. Arif Gunawan 25361 9. Nurul Hakim P 26711

FLAT BELT Belt (sabuk) dan tali digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang lainnya melalui roda (pulley) yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda. Flat belt umumnya dipakai pada crowned pulleys, sabuk ini lebih tenang dan efisien pada kecepatan tinggi, dan juga mampu mentransmisikan sejumlah daya yang besar pada jarak pusat pulley yang panjang. Flat belt ini dapat dibeli dalam bentuk rol dan potongan yang nanti ujungnya disambung dengan special kits furnished oleh pabriknya.

Daya yang ditransmisikan ditentukan oleh: Kecepatan sabuk Tarikan oleh sabuk pada pulley Sudut kontak antara sabuk dengan pulley yang kecil Kondisi pemakaian

Agar transmisi daya berlangsung sempurna, maka perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Poros harus lurus agar tarikan pada belt uniform Jarak poros tidak terlalu dekat agar sudut kontak pada roda yang kecil sebesar mungkin Jarak poros jangan terlalu jauh agar belt tidak terlalu berat Belt yang terlalu panjang akan bergoyang, dan bagian pinggir sabuk cepat rusak Tarikan yang kuat supaya bagian bawah, dan sabuk yang kendor di atas agar sudut kontak bertambah besar\ Jarak antar poros maksimum 10m, dan jarak minimum adalah 3,5 kali diameter roda yang besar

Bahan sabuk: Kulit Anyaman benang Karet Cara penyambungan sabuk menggunakan: Lem Dijahit Straples Kait

Tegangan pada belt kulit: 210 – 350 kg/cm2, dan dengan angka keamanan 8 – 10. Dengan tegangan yang diijinkan 17,5 kg/cm2, maka umur belt dapat mencapai 15 tahun. Kecepatan belt dibatasi 20 – 22,5 m/s. Jika kecepatan meningkat, maka gaya sentrifugal akan bertambah besar, dan akan mengurangi daya yang diteruskan. Koefisien gesek sabuk ditentukan oleh: Bahan sabuk Bahan pulley Kecepatan sabuk Faktor slip Untuk sabuk kulit dan roda besi cor, koefisien gesek dapat diprediksi dengan persamaan: ν = kecepatan sabuk (m/menit)

Macam-macam konfigurasi transmisi flat belt: Open Belt drive, untuk poros sejajar dan berputar dalam arah yang sama

Crossed or twist belt drive, untuk poros sejajar dan berputar berlawanan arah. Karena belt saling bergesekan maka belt menjadi cepat aus dan sobek. Jarak poros dibatasi maksimum 20 kali lebar belt dan kecepatan maksimim 20 meter/s.

Quarter turn belt drive, untuk poros yang bersilangan tegak lurus dan berputar dalam arah tertentu. Lebar pulley harus lebih dari 1,4 kali lebar sabuk.

Belt drive with idler pulleys, untuk memperbesar sudut kontak jika jarak poros cukup panjang. Dengan cara ini dapat digunakan untuk perbandingan kecepatan tinggi, dan untuk menambah tarikan belt.

Dapat juga digunakan jika beberapa poros perlu mengambil daya dari sebuah poros penggerak.

Compound belt drive, digunakan untuk transmisi daya dari dari sebuah poros ke beberapa roda

Stepped or cone pulley drive, digunakan untuk mengubah putaran poros yang digerakkan sementara putaran poros penggerak tetap.

Fast and loose pulley drive, digunakan jika poros yang digerakkan dapat dihentikan atau diputar.

Perbandingan Kecepatan Karena kecepatan linier pada kedua puli sama, maka: Dan perbandingan putaran antara kedua puli menjadi: Dengan: N2 = putaran poros yang digerakkan N1 = putaran poros penggerak D2 = diameter pulley yang digerakan D1 = diameter pulley penggerak Jika tebal belt (t) perlu dipertimbangkan, maka:

Jika faktor slip (s) dimasukkan, maka: Dengan : s = faktor slip total utuk kedua roda

Panjang sabuk Transmisi terbuka

Untuk sistem bersilangan

Daya yang ditransmisikan oleh sabuk: Jika puli A menggerakkan puli B, maka dengan arah putaran searah jarum jam, maka tarikan belt F1 lebih besar dari pada F2. Hubungan F1 dan F2 dapat dinyatakan dengan: Dengan: μ = koefisien gesek = sudut kontak antara belt dan pulley yang kecil

Jika efek sentrifugal diperhitungkan maka tegangan belt menjadi: Dengan Fc = tarikan sentrifugal, dan w adalah berat sabuk per satuan panjang

Daya yang ditransmisikan oleh belt adalah: P = (F1-F2) V Dengan: F1 = Tarikan belt pada sisi tegang F2 = Tarikan belt pada sisi yang kendor V = Kecepatan keliling belt Daya juga dapat dihitung dengan persamaan:

Torsi pada puli penggerak = (F1 - F2) r1, dan pada puli yang digerakkan = (F1–F2) r2 Lebar sabuk ditentukan berdasarkan tarikan maksimum, dan tegangan yang diijinkan, karena: F1 = Sw.b.t Dengan: Sw = tegangan yang diijinkan b = lebar sabuk t = tebal sabuk

Pemilihan Flat Belt Pemilihan flat belt ditentukan berdasarkan kapasitas daya yang dapat diteruskan per satuan lebar belt untuk jenis belt dari bahan tertentu. Kapasitas daya masih dikoreksi dengan faktor pemakaian, faktor koreksi untuk dimensi pulley, dan faktor koreksi sudut kontak. Daya desain belt menjadi:

Dengan: sf = faktor pemakaian fd = faktor diameter f = faktor sudut kontak

Tabel kapasitas daya untuk belt dari kulit (HP/cm lebar)

Tabel kapasitas daya untuk belt dari kanvas berlapis karet (HP/cm lebar)

Kapasitas daya untuk belt dari bahan terpal (kecepatan 10 m/s) Untuk beban ringan: 0,23 kw (0,34 HP) per cm lebar puli Untuk beban berat: 0,289 kw (0,392 HP) per cm lebar puli

Tabel faktor pemakaian flat belt

Tabel faktor koreksi untuk dimensi puli yang kecil

Tabel faktor sudut kontak

Daftar Pustaka: Prajitno. Elemen Mesin Pokok Bahasan Transmisi sabuk dan Rantai. Jurusan Teknik Mesin UGM. 2001 Deutschman d. Aaron.,J. Michels. Walter.,E. Wilson. Charles. Machine Design. Macmillan Publising.Co. Inc. 1975