Fungsi (Bagian 1) Abdul Haris, S.Kom.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ARRAY.
Advertisements

FUNGSI Erizal, S.Si, M.Kom Universitas Respati Yogyakarta
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
Introduction to Algorithm evaluation Soal Matrikulasi Buka Buku
ANALISA STRUKTUR PROGRAM LANJUTAN
OPERATOR DAN UNGKAPAN.
PEMROGRAMAN SISTEM ARRAY Pertemuan VII. ARRAY Array adalah suatu struktur yang terdiri dari sejumlah elemen yang memiliki tipe data yang sama. Array adalah.
PEMROGRAMAN SISTEM PERNYATAAN DASAR PERULANGAN Pertemuan V
Sekilas C++.
Disusun Oleh : Abdul Haris Nabu Jonathan tompodung Kevin Mantiri.
SMK TI BALI GLOBAL DENPASAR
STRUKTUR KONTROL PERCABANGAN DAN STRUKTUR KONTROL LOMPATAN
Teknik Pemrograman Terstruktur 2
Menggunakan Fungsi String
ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA
Pemrograman Terstruktur
Modular Programming Slamet Kurniawan, S.Kom.
Struktur Sugeng Supriyadi, M.Kom.
Pertemuan 7 Struktur Kendali Percabangan SWITCH Dasar Pemrograman Renni Angreni, S.Kom.
Fungsi (lanjutan) Pertemuan ke-9 Bahasa C.
Algoritma & Pemograman 2 (C++)
ARRAY (Lanjutan).
3 Variabel, Konstanta Tipe Data dan dalam Bahasa C/C++ Java dan Bab
Pembahasan soal-soal pemrograman terstruktur
By; NILA FEBY PUSPITASARI
PENGENALAN c++ DAN STRUKTUR DASAR C++
Uji Coba materi Struktur Data
Person 10Person Variabel Lokal dan Global Suatu variabel lokal dideklarasikan di dalam fungsi ‘a’, dan tidak dapat diakses di luar fungsi (a)
PEMROGRAMAN SISTEM PERNYATAAN DASAR PILIHAN Pertemuan V
Pemrograman Dasar Fungsi.
ARRAY OF STRUCT Apabila hendak menggunakan 1 struct untuk beberapa kali, ada 2 cara : Deklarasi manual #include typedef struct Mahasiswa { char.
Class.
Pertemuan 3 Pemrograman Terstruktur
FUNGSI (Method) Bag.3 Pertemuan 20 Dasar Pemrograman
Fungsi.
POINTER (VAR.PENUNJUK)
Pertemuan 22 POINTER Bag.2 Dasar Pemrograman Renni Angreni, S.Kom.
#include //bagian modul int hitung(x,y) { return(x+y); } //bagian utama main() { int jumlah,a,b; a=8; b=2; jumlah=hitung(a,b); cout
Pertemuan 1 Dasar Pemrograman Triana Elizabeth S. Kom Dibuat o/ : Renni Angreni, S.Kom.
Jawaban ujian MID. #include int pil; char tny; main(){ menu: cout
Pertemuan 19 FUNGSI (Method) Bag.2 Dasar Pemrograman Renni Angreni, S.Kom.
Function User Function.
STRUCT OF ARRAY Apabila hendak menggunakan 1 struct untuk beberapa kali, ada 2 cara : Deklarasi manual #include typedef struct Mahasiswa { char.
WHILE & DO-WHILE Struktur Kendali Percabangan Pertemuan 8
Tenia Wahyuningrum, S.Kom., MT
Bab 05 Tipe Data dan Mengisi Variabel
Dibuat oleh : Renni Angreni, S.Kom.
Contoh penggunaan goto Yuli Astuti,S.Kom. Contoh penggunaan goto #include main() { float p,l,luas,j; ulang: cout
PERTEMUAN KE-9 IFII SAINTEC UIN SGD. FUNCTION (FUNGSI) Function (fungsi) adalah kumpulan pernyataan/statement yang diberi nama, dimana nama tersebut dapat.
PEMROGRAMAN SISTEM PERNYATAAN DASAR FUNGSI Pertemuan VI
Teknik Pemrog. Terstuktur 2
FUNGSI Nyimas Artina Arfansyah, S.Kom, M.Si.
Pertemuan 19 FUNGSI (Method) Bag.2 Dibuat oleh : Renni Angreni, S.Kom. Triana Elizabeth, S.Kom.
STRUKTUR PERULANGAN 2 (LOOPING-2)
STRUKTUR KONTROL PENYELEKSIAN KONDISI LANJUTAN…….
POINTER Bag.2 Pertemuan 22 Dibuat oleh : Renni Angreni, S.Kom. Triana Elizabeth, S.Kom.
OPERASI FILE Bag.2 Pertemuan 27 Dasar Pemrograman
DASAR STRING PEMROGRAMAN SISTEM.
Pemrograman Berorientasi Objek Rachmansyah, S.Kom Fungsi.
DASAR BAHASA PEMROGRAMAN BORLAND C++
FUNGSI.
Pengertian FUNGSI.
I Gusti Agung Made Wirautama, S.Kom
5. Fungsi S. Indriani L, M.T 5. Fungsi.
S T R U K T U R.
FUNGSI (Method) Bag.1 Pertemuan 18 Dasar Pemrograman
FUNGSI, ARRAY, STRING, POINTER, DAN STRUCTURE
Pemograman Berorientasi Object Sistem Informasi Semster III
By…… DWI SUTRISNO MAJANG TI / IV
PERTEMUAN V F U N G S I Tujuan membuat suatu fungsi
Transcript presentasi:

Fungsi (Bagian 1) Abdul Haris, S.Kom

Fungsi Sebuah fungsi berisi sejumlah pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama. Selanjutnya nama ini dapat dipanggil beberapa kali di beberapa tempat dalam program.

Tujuan Pembuatan Fungsi Memudahkan dalam mengembangkan program. Menghemat ukuran program, terutama bila ada beberapa deretan instruksi yang sama digunakan pada beberapa tempat dalam program.

Contoh #include <iostream.h> #include <conio.h> void garis(); //prototipe fungsi void main() { clrscr(); garis(); cout<<"Program Percobaan Fungsi"<<endl; cout<<"Fungsi digunakan untuk menghemat program."<<endl; cout<<"Fungsi dapat dipanggil berkali-kali dalam program"<<endl; getch(); } void garis() for(int i=1;i<=50;i++) cout<<"-"; cout<<endl;

Parameter dan Nilai Balik Umumnya fungsi menerima masukan yang disebut argumen atau parameter. Masukan / parameter diolah oleh fungsi dan menghasilkan sebuah nilai balik (return value).

Prototipe Fungsi Deklarasi fungsi dikenal dengan sebutan prototipe fungsi. Prototipe ini berupa : Nama fungsi Tipe nilai balik fungsi Jumlah dan tipe argumen Dan diakhiri dengan tanda titik koma (;) sebagaimana pada pendeklarasian variabel.

Contoh Prototipe Fungsi long kuadrat(long l); int maksimal(int a, int b, int c); double terbesar(double x, double y); void garis();

Prototipe Fungsi Manfaat prototipe fungsi adalah untuk menjamin tipe argumen yang dilewatkan pada pemanggilan fungsi benar-benar sesuai . Pada prototipe fungsi, nama argumen boleh ditiadakan. Misalnya : Menjadi : long kuadrat (long l); long kuadrat (long);

Definisi Fungsi Setiap fungsi yang dipanggil di dalam program harus didefinisikan. Berikut merupakan contoh definisi fungsi kuadrat sesuai contoh prototipe sebelumnya. long kuadrat(long l) { long hasil; hasil = l * l; return(hasil); }

Definisi Fungsi Apabila fungsi tidak memiliki nilai balik, maka tipe nilai baliknya adalah void. Fungsi tanpa nilai balik tidak memerlukan pernyataan return pada definisinya.

Contoh #include <conio.h> #include <iostream.h> int maks(int a, int b, int c); void main() { int a, b, c, minim; cout<<"Masukkan A : "; cin>>a; cout<<"Masukkan B : "; cin>>b; cout<<"Masukkan C : "; cin>>c; minim = maks(a, b, c); cout<<"Bilangan terkecil = "<<minim; getch(); } int maks(int a, int b, int c) int kecil; if (a<b) kecil = a; else kecil = b; if (c<kecil) kecil = c; return(kecil);

Fungsi Tanpa Nilai Balik #include <conio.h> #include <iostream.h> void maks(int a, int b, int c); void main() { int a, b, c, minim; cout<<"Masukkan A : "; cin>>a; cout<<"Masukkan B : "; cin>>b; cout<<"Masukkan C : "; cin>>c; maks(a, b, c); getch(); } void maks(int a, int b, int c) int kecil; if (a<b) kecil = a; else kecil = b; if (c<kecil) kecil = c; cout<<"Bilangan terkecil = "<<kecil;

Ruang Lingkup Variabel Berdasarkan penyimpanan terkait dengan ruang lingkup variabel, terdapat 3 jenis variabel yaitu : Variabel otomatis Variabel eksternal Variabel statis

Variabel Otomatis Variabel yang didefinisikan didalam suatu fungsi berlaku sebagai variabel lokal pada fungsi. Artinya variabel tersebut hanya dikenal pada fungsi dimana variabel tersebut di definisikan. Begitu juga variabel pada fungsi main() Variabel ini disebut variabel otomatis.

Variabel Otomatis #include <iostream.h> #include <conio.h> void alpha(); void main() { int x = 10; int y = 20; cout<<"Fungsi main()"<<endl; cout<<"x = "<<x<<endl; cout<<"y = "<<y<<endl; alpha(); getch(); } void alpha() int x = 50; int y = 100; cout<<"Fungsi alpha()"<<endl;

Variabel Eksternal Variabel eksternal merupakan kebalikan variabel otomatis. Variabel ini didefinisikan di luar fungsi manapun. Variabel ini juga dikenal dengan variabel global.

Variabel Eksternal #include <iostream.h> #include <conio.h> int bilangan = 100; //variabel eksternal void tambah(); //prototipe fungsi void main() { clrscr(); cout<<bilangan<<endl; tambah(); getch(); } //definisi fungsi void tambah() bilangan++;

Variabel Eksternal Guna memperjelas bahwa suatu variabel di dalam fungsi merupakan variabel eksternal, di dalam fungsi yang menggunakannya dapat dideklarasikan dengan menambahkan kata kunci extern. //definisi fungsi void tambah() { extern bilangan; bilangan++; }

Variabel Eksternal Penggunaan extern biasa dipakai pada pemrograman multifile yaitu program yang ditulis pada beberapa file.

Variabel Statis Baik variabel eksternal maupun otomatis dapat berkedudukan sebagai variabel statis.

Jika Variabel Lokal Berdiri Sebagai Variabel Statis, Maka : Variabel tetap hanya dapat diakses pada fungsi yang mendefinisikannnya. Variabel tidak hilang saat eksekusi fungsi berakhir. Nilainya akan tetap dipertahankan, sehingga akan dikenali pada pemanggilan fungsi untuk tahap berikutnya. Inisialisasi oleh pemrogram akan dilakukan sekali saja selama program dijalankan. Jika tidak ada inisialisasi eksplisit, variabel diisi dengan nol.

Jika Variabel Eksternal Berdiri Sebagai Variabel Statis, Maka : Variabel ini dapat diakses oleh semua file yang didefinisikan pada file yang sama dengan variabel eksternal tersebut. Hal ini bermanfaat pada pemrogram file berganda atau kode program ditaruh pada beberapa file.

Variabel Statis #include <iostream.h> #include <conio.h> void saya_ingat(); void main() { int tes = 50; saya_ingat(); cout<<"main(), tes ya = "<<tes<<endl; getch(); } void saya_ingat() static int tes = 77; tes++; cout<<"saya_ingat(), tes = "<<tes<<endl;