RAGAM BAHASA KARYA TULIS BUKAN FIKSI DAN FIKSI Pertemuan 2

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TEKNIK PENULISAN UNTUK PUSTAKAWAN
Advertisements

MENGGALI WAWASAN DALAM PENULISAN ILMIAH
MENULIS ARTIKEL POPULER Neneng Sri Wulan.
RAGAM BAHASA KARYA TULIS BUKAN FIKSI DAN FIKSI Pertemuan 2
KARANGAN ILMIAH.
KARANGAN ILMIAH Marlina, M.Pd..
KARYA TULIS POPULER.
METODE PENULISAN ILMIAH PERTEMUAN 2: PENDAHULUAN
Oleh; Ary Kristiyani, M. Hum.
BAB I PENULISAN KARANGAN
Pengertian Mengarang Mengarang adalah pekerjaan merangkai kata, kalimat, dan alinea untuk menjabarkan dan atau mengulas topik dan tema tertentu guna memperoleh.
KARYA ILMIAH Karangan ilmiah
Macam-macam Tulisan/Karangan Ilmiah
Oleh: Ary Kristiyani, M. Hum.
RESENSI BUKU KELOMPOK 4.
KARYA TULIS ILMIAH Oleh: Sapja Anantanyu.
METODE PENULISAN ILMIAH PERTEMUAN 2: PENDAHULUAN
MENULIS AKADEMIK.
YUNIASIH Pengampu Bahasa Indonesia
KARANGAN Narasi Deskripsi Eksposisi Persuasi Argumentasi.
MEMBACA KRITIS A. SYUKUR GHAZALI.
KARANGAN ILMIAH, ILMIAH POPULER, DAN NONILMIAH
Penulisan feature dalam Humas
Oleh: IDA ROSIDA,A.Ma DCT KELOMPOK TEMATIK
PENULISAN ILMIAH Anita Apriliawati.
..: Tim TA :.. Fakultas Informatika IT Telkom Februari 2010
Menulis Karya Ilmiah Rian Rahmanda Putra
Rini Astuti S.I.Kom Menulis Karya Ilmiah Rini Astuti S.I.Kom
KEDUDUKAN BAHASA INDONESIA DAN MENULIS AKADEMIK
TATA TULIS KARYA ILMIAH TAHUN AKADEMIK 2016/
Penulisan Ilmiah.
Konsep Karya Ilmiah By Ishmah Zakiyah.
Tata Tulis Karya Ilmiah
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
PENULISAN KARANGAN Mengarang adalah :
Upaya Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru
ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN PEDAGOGIK: Jurnal Kependidikan
Karangan Ilmiah, Ilmiah Populer, dan Nonilmiah
KARANGAN RINI ASTUTI S.I.KOM.,MM.
KARANGAN ILMIAH, ILMIAH POPULER, DAN NONILMIAH
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
Oleh: Ary Kristiyani, M. Hum.
Penggolongan Karangan
BAHASA UNTUK PENELITIAN
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH Karina Jayanti
PENULISAN KARYA ILMIAH
Pendahuluan Pada dasarnya kerangka tulisan ilmiah agak mudah disusun karena hanya terdiri atas tiga bagian besar. Setiap bagian itu adalah pendahuluan,
Pertemuan I MG Catur Yuantari
KARYA TULIS (Karangan)
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
KARYA TULIS ILMIAH (SCIENTIFIC PAPER)
KARYA TULIS ILMIAH.
Karya Ilmiah.
Pengertian ciri/karakter Jenis Contoh Karya TULIS ilmiah
KARANGAN ILMIAH.
TOPIK, TEMA DAN JUDUL Kelompok 7 Annisaush Sholihatul Qoriah
KONSEPSI ILMU BUDAYA DASAR DASAR KESUSASTRAAN
Genre penulisan ilmiah - 7 -
Reza Praditya Yudha, M.Ikom
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
LITERASI DAN KARYA KREATIF INOVATIF
KONSEP DASAR PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
PENGERTIAN KONVENSI NASKAH
APA ITU MENULIS¹) Oleh: Juniper Silitonga ²)
KARYA TULIS ILMIAH.
KARYA ILMIAH SONEZZA LADYANNA, M.A..
HAKIKAT KARYA ILMIAH Setyawan Pujiono, M.Pd PBSI FBS UNY
Elis Agustini Comala Sekah Oman Sahroni RAGAM & LARAS BAHASA INDONESIA Lia Gatra Hanafiani.
Menulis Karya Ilmiah Rini Astuti S.I.Kom
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH MEMAHAMI KONSEP MENULIS Hukum Ekonomi Syariah / Smt -1 Rabu, 18 September 2019 (SALAM, S.Sy., M.Pd)
Transcript presentasi:

RAGAM BAHASA KARYA TULIS BUKAN FIKSI DAN FIKSI Pertemuan 2

Kenapa Belajar Bahasa Tulis? Bahasa tulis merupakan sarana yang memadai untuk menyampaikan gagasan dalam konteks ilmu pengetahuan. Bahasa tulis mensyaratkan gramatika yang lengkap sehingga karya tulis tidak dibatasi ruang dan waktu. Bahasa tulis sebagai dokumentasi otentik atas peristiwa, gagasan, dan karya tulis seseorang.

Bukan Fiksi (non fiction) Bukan Fiksi: tulisan berdasarkan data dan fakta (kenyataan di luar tulisan), terlepas cara menyampaikannya tergolong ilmiah atau tidak ilmiah. Contoh: Biografi Laporan tulis di media cetak dan media internet. Sejarah.

Fiksi (fiction) Fiksi: tulisan yang berdasarkan imajinasi dan khayalan pengarang, namun tetap berpijak pada gagasan nyata. Kata “fiksi” berasal dari bahasa Latin, “fictum” yang artinya mencipta. Tulisan fiksi disampaikan dalam rangkaian kata dan kalimat yang penuh ‘bunga’ gaya bahasa (hiperbola, metafora, personifikasi, dsb) yang dikategorikan bahasa sastra. Contoh: Puisi (sajak, lirik, nyanyian), Prosa (cerita pendek, novel, roman)

Karya Tulis Ilmiah Karya Tulis Ilmiah: tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian, dan perenungan dalam bidang ilmu tertentu; disusun menurut metode tertentu dengan penulisan yang santun, baik, dan benar; atau berdasarkan kaidah baku ragam bahasa tulis. Laporan Penelitian: makalah seminar, jurnal Karya Tulis Akademik: skripsi, tesis, disertasi Buku Teks: buku diktat penunjang bahan ajar

Ciri-ciri Karya Tulis Ilmiah Koheren (terintegrasi): satu pikiran utama; ada kejelasan hubungan antara unsur2 pembentuk kalimat. Konsisten (ajeg): tulisan didukung fakta/data terpercaya, ide tidak meloncat. Sistematis: berdasar prosedur urutan (pendahuluan-isi-simpulan). Konseptual: perencanaan yang terarah dan terfokus. Komprehensif: tuntas dan menyeluruh. Logis: argumentasi bisa diterima nalar sehat. Bebas: leluasa, mempertimbangkan kebebasan pihak lain. Bertanggung jawab: tulisan yang etis dan berwawasan, penulis dapat menjawab apapun tentang tulisannya.

Karya Tulis Ilmiah Populer Karya tulisan ilmiah populer adalah karangan yang ditulis berdasarkan metoda ilmiah dengan bahasa komunikatif hingga mudah dipahami oleh rata-rata pembaca. Karya tulisan ilmiah populer biasa dimuat atau tersaji di media massa (cetak dan internet). Contoh: - Reportase (berita) - Esai - Artikel (opini) - Kolom

Karya Tulis Tidak Ilmiah Karya Tulis non-ilmiah adalah tulisan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar, topik dan cara penyajiannya juga bervariasi, tapi isinya tidak didukung dengan fakta umum. Data dihasilkan bukan dari riset langsung, melainkan hasil dari kesimpulan wawancara, atau bentuk lain. Ciri-ciri: Emotif: sedikit informasi, situasional dan tidak sistematis. Subjektif: lebih mengedepankan pendapat pribadi penulis yang bersifat retorik, dan kebenaran yang ada adalah secara nalar. Kritik (tanpa dukungan bukti): tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadang-kadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi.