Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Dosen: Fitri Catur Lestari, S. Si., M. Si. Metode Statistik Nonparametrik Semester Genap Tahun Akademik 2012/2013 GAMBARAN UMUM PERKULIAHAN Maret 2013.
Advertisements

Panitia AKS BEM FKIP Universitas Wiraraja
Teknologi Mobile TEORI (3 sks): Selasa (TI-1) Pukul 15.00
Kontrak Perkuliahan Kuliah Bahasa Inggris dimulai pada minggu ke-1 tanggal 23 Februari 2009 Responsi Bahasa Inggris dimulai pada minggu kedua tanggal 2.
MEWUJUDKAN Perkuliahan PAKEM
TEL1209 Lifelong Learning Topik 03: Managemen Waktu (2010)
Arsitektur Komputer TKC215
Operations Management
 Pembukaan WIB (Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa)  Babak Penyisihan WIB (Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa)  Pengumuman Hasil.
TIPS & TRIK SUKSES KULIAH DI FE UNAND Oleh Fuadi Candra * 1 * Koordinator Puskaji
PENDAHULUAN ETIKA ADMINISTRASI Ika Ruhana
PERHITUNGAN KEBUTUHAN DOSEN
Ketua PGRI Cabang Rambipuji Kab.Jember
STANDARD PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR (SPM)
Jurusan Manajemen Universitas Kristen Maranatha
Penguatan Perilaku Positif
Topik 09 Exam Skill 1 Prepared by Kunaifi © 2010 The Department of Electrical Engineering UIN Suska Riau. All rights reserved.
MATA KULIAH CIRI UMUM UNIVERSITAS MERCU BUANA 2009
SISTEM INFORMASI KEUANGAN
Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun.
Ns. ENI NUR’AINI, S.Kep, MSc
Contoh penanganan kasus : Arlene (kecemasan) &
PSIKOLOGI INDUSTRI & ORGANISASI Kuliah ke-10:
Technical Meeting LCGK
Paket 5 Matakuliah Pembelajaran BI MI
1 PSIKOLOGI LINGKUNGAN KULIAH KE-9 Kepadatan dan Kesesakan Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
KONTRAK BELAJAR & PENDAHULUAN
Paket 14 Mata Kuliah Pembelajaran Tematik
MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 11
CARA MEMBANGKITKAN DORONGAN UNTUK BERPRESTASI
MENGATASI HAMBATAN DALAM SUATU ORGANISASI
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-5 TEORI KEENGGANAN UNTUK BERUBAH
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dasar pikiran & Analisis fungsi
Faktor keberuntungan dalam
DISIPLIN PEGAWAI BIDANG II.
MASALAH & PENDAYAGUNAAN SAMPAH
PERILAKU ORGANISASI (ORGANIZATIONAL BEHAVIOR)
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Tata Tertib Perkuliahan
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
1 PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-8 PEKERJAAN: PASSION VS KEHARUSAN TUK BEKERJA Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
Persepsi Terhadap Lingkungan
MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 12 Penghilangan Perilaku
Jenis-jenis belajar dalam modifikasi perilaku (operant conditioning)
PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-7 DISONANSI KOGNITIF
PENGUKURAN PRODUKTIVITAS
Kepedulian & penyelamatan pada lingkungan Arundati Shinta
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
1 PSIKOLOGI INOVASI KULIAH KE-2 OUT PUT PSIKOLOGI INOVASI Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta.
PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI
Mata kuliah Matematika 3
SURVEY TENTANG PENULISAN DAN UJIAN SKRIPSI/KOMPREHENSIF
power point, memperkuat komunikasi lisan anda! Bukan sebaliknya..
Sebagai Metode Dasar Psikoterapi
Program kreatifitas mahasiswa
WAWANCARA KERJA.
Dr (cand) Suparmono, SE, M.Si STIMIK AMIKOM YOGYAKARTA.
Belajar Behaviouristik
SILABUS MANAJEMEN PEMASARAN
PSIKOLOGI EKSPERIMEN Pertemuan I.
TATA LAKSANA AKADEMIK FAKULTAS PSIKOLOGI – UNIVERSITAS ESA UNGGUL
- S. Indriani Lestariningati, M.T-
Classical Conditioning - Skinner
INTERMINTTEN REINFORCEMENT
Penerapan Barisan dan Deret Dalam Ekonomi
LATIHAN MENILAI KOMPETENSI Dra. Sri Hastuti Handayani, M.Si.Psi
PERILAKU ORGANISASI (ORGANIZATIONAL BEHAVIOR)
MANAJEMEN PEMBERDAYAAN SDM LEMBAGA PAUD
Transcript presentasi:

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 MODIFIKASI PERILAKU KULIAH KE – 9 Pembentukan Perilaku dalam Organisasi Arundati Shinta Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Consequence (pembentukan perilaku) Berikut adalah pembentukan perilaku untuk lingkungan organisasi (penerapan prinsip Consequence dalam kehidupan sehari-hari) Mengapa shaping behavior harus dilakukan di organisasi? = krn perilaku indv sering tidka sesuai dg organisasi, shg perlkunya harus dibentuk agar sesuai dg harapan organisasi. Apa contohnya? = karyawan harus masuk kerja jam 07.00, dan selesai jam 15.00. Kenyataannya karyawan masuk jam 07.30 dan pulang jam 14.00. Hal ini sangat tidak disukai orgns sehingga hrs diubah. = Contoh lain?

Metode pada shaping behavior (1) 1). Reinforcement (penguatan / peneguhan perilaku) – dg reward (sstu yg menenyengkn). Akibat: adanya pengulangan perilaku. * uang, bonus, kenaikan gaji * pujian, pengakuan, penghargaan * makan malam dg si bos 2). Punishment (hukuman) – sstu yg tak menyengkn. Akibat = jera * dirumahkan selama 2 hr krn tertangkp minum miras di kantor

Metode pd shaping behavior (2) 3). Extinction meniadakan reward yg selama ini memperkuat trejadinya perilaku. Akibat = perilaku itu akan menghilang. Contoh= Seorang dosen sangat tidak senang bila di kelasnya banyak mahasiswa yang bertanya. Untuk capai tujuannya, maka dosen itu tidak beri perhatian pd mhw yg jelas2 sdh menunjukkan jari ingin tanya. Akibatnya ketika dosen itu memberikan kuliah maka tidak ada satu pun mahasiswa yang mau bertanya, sebab pasti tidak akan ditanggapinya.

Reinforcement vs extinction, punishment Untuk keperluan pembentukan perilaku karyawan di organisasi  reinforcement > manjur drpd punishment atau extinction. Hasil penelitian: 1). Bbrp jenis reward lebih manjur untuk ubah perilaku drpd reward jenis lain. 2). Kecepatan terjadinya perubahan perilaku & permanennya perubahan perilaku shgga jadi suatu kebiasaan bergantung pd waktu datangnya penguatan perilaku itu.

Jadwal pemberian reward 1). Continuous (terus menerus) 2). Intermittent (kadang-kadang saja). Continuous: reward diberikan ketika karyawan setiap kali memperlihatkan perilaku yang diinginkan perusahaan. Contoh: ada seorang karyawan yang hobinya terlambat masuk kantor. Untuk ubah perilakunya, pimpinan akan segera memberikan pujian ketika karyawan itu masuk tepat waktu. Jadi dalam hal ini karyawan bisa menebak kapan datangnya reward itu, yaitu pada saat munculnya perilaku yang diinginkan organisasi. Mhs punya ide tuk ubah perilaku dosen yg suka telat?

Reward dg jadwal intermittent Reward secara intermittent = reward cukup sering diberikan pada karyawan, tetapi tidak semua kemunculan perilaku yang diinginkan organisasi akan mendapatkan reward. Karyawan tidak bisa menebak kapan reward itu akan diperolehnya. Contoh: karyawan sering telat 30 menit. Ketika datang tepat waktu, ia kadang mendapatkan reward kadang tidak mendapatkan sama sekali. Namun ketika ia hanya terlambat 5 menit saja, ia juga mendapatkan reward karena dipandang sudah berusaha memperbaiki diri. Metode intermittent > kuat drpd metode continuous krn karyawan tidak menggerutu ketika ia tidak mendapatkan reward apa pun meski ia sudah datang tepat waktunya.

Penentu reward intermittent 1). Interval = pemberian reward berdasarkan cepatnya waktu karyawan itu berubah semenjak pemberian reward yang terakhir. 2). Ratio = pemberian reward berdasarkan jumlah perubahan perilaku yang berhasil dilakukannya. 3). Variable 4). Fixed.

Jadwal pemberian reward secara intermittent Ratio Interval A C Fixed Variable D B

Jadwal pemberian reward secara intermittent Jadwal A (fixed-interval) = *reward diberikan berdasarkan waktu yang telah disepakati bersama. Misalnya karyawan mendapatkan gaji mingguan, dua mingguan, bulanan, atau waktu lainnya. * Ingatlah, pada saat ia mendapatkan gaji itu, belum tentu karyawan yang hobi terlambat itu datang tepat waktunya.

Jadwal pemberian reward secara intermittent Jadwal B (variable-interval) = reward diberikan secara mendadak waktunya dan tidak bisa diramalkan datangnya. = Contoh: seorang dosen mengatakan bahwa akan ada quiz sepanjang semester ini, namun mahasiswa tidak tahu jumlah dan kapan quiz itu akan diberikan. = Contoh: kunjungan petugas audit keuangan secara mendadak pada sebuah organisasi.

Jadwal pemberian reward secara intermittent Jadwal C (fixed-ratio) = reward diberikan berdasarkan jumlah perubahan perilaku yang konstan terjadi. = Misal: karyawan yg mampu jahit kancing dengan rapi minimal 5 lusin/hari dapat uang Rp. 10.000,-. Setelah jumlah itu tercapai & ia masih mampu jahit lagi minimal 1 lusin/hari, maka ia dapat tambahan uang Rp.2.500,-/lusin. = Jumlah uang itu sudah fixed (pasti) untuk suatu jumlah perilaku tertentu. Proses belajarnya yaitu pada masa lampau karyawan tidak bisa menjahit dalam jumlah yang banyak dan hasilnya tidak rapi. Agar terjadi perubahan perilaku, maka dirancang suatu reward (dalam hal ini uang). = Penerapannya prinsip intermittent yaitu pada tidak adanya reward meskipun karyawan sudah menjahit dengan rapi, karena jumlah quota tidak terpenuhi.

Jadwal pemberian reward secara intermittent Jadwal D (variable-ratio) = reward diberikan berdasarkan variasi perilaku yang ditampilkan karyawan. = Contoh: dengan hanya 2X menelepon pelanggan, seorang tenaga sales berhasil menghasilkan keuntungan yang lumayan. Untuk itu ia mendapat reward. Lain waktu ia juga hanya menelopn 2X, tetapi tidak sukses mendapatkan pelanggan, sehingga ia tidak mendapatkan reward. Lain waktu lagi ia menelepon sampai 20 kali dan ia sukses mendapatkan pelanggan, sehingga ia pantas mendapatkan reward. = Jadi pemberian reward tidak berdasarkan jumlah telepon yang dilakukan, tetapi berdasarkan jumlah pelanggan yang sukses dihubungi.

Referensi: Robbins, S. P. (1998). Organizational behavior: Concepts, controversies, applications. 8th ed. Upper Saddle River, New Jersey: Prentice-Hall International, Inc.