Ekonomi Perkotaan dan Globalisasi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 15 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
Advertisements

Perkeretaapian Khusus Tahap III Tahapan Menuju Perubahan Regulasi Jakarta 21 Juni 2011.
TEORI PEMBANGUNAN KLASIK
Bab 1 Pemasaran Mengatur Hubungan Pelanggan yang Menguntungkan
ENTREPRENEURSHIP KEWIRAUSAHAAN BAB 14 Oleh : Zaenal Abidin MK SE 1.
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
BUSINESS PLAN.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
POKOK-POKOK HASIL DESK BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN
Pilar Komunitas Ekonomi ASEAN
POKOK-POKOK HASIL DESK BIDANG PENGEMBANGAN KAWASAN
SEPULUH PRINSIP EKONOMI dan ALIRAN MELINGKAR EKONOMI
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi

Luas Daerah ( Integral ).
OVERVIEW Manfaat diversifikasi internasional.
PENGUATAN DAYA SAING DENGAN KLASTER INDUSTRI UNTUK MEMASUKI EKONOMI MODERN Kristiana ( )
Chapter 6 Merancang Struktur Organisasi : Spesialisasi dan Koordinasi
PEMINDAHAN HAK DENGAN INBRENG
oleh : Ir. Ruchyat Deni Dj., M.Eng Direktur Penataan Ruang Nasional
OVERVIEW Konsep dasar dan arti penting klasifikasi industri.
B. Kombaitan dan Ridwan Sutriadi
KONSEP DASAR MANAJEMEN BISNIS BAB I
KEBIJAKAN STRATEGI PERKOTAAN NASIONAL
22 September 2014 Bappeda Jabar
PERTANIAN PERTEMUAN 8 Powerpoint Templates.
Struktur, Perilaku dan Kinerja Pasar
KEGIATAN EKONOMI KESEHATAN Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH.
Intan Silviana Mustikawati, MPH
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
PELUANG USAHA YANG SUKSES
KOPERASI DI ERA GLOBAL.
Integrasi Ekonomi.
& Globalisasi Pendidikan Pancasila.
Analisis Eksternal Perusahaan
PELUANG BISNIS BERBASIS POTENSI LOKAL JAWA BARAT UNTUK PASAR GLOBAL
Peran Dewan Komisaris Menyongsong Era Masyarakat Ekonomi Asean 2015
GLOBALISASI DAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
KERJASAMA EKONOMI INTERNASIONAL
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
MODUL 2 GLOBALISASI EKONOMI DAN BISNIS INTERNASIONAL
KERJASAMA INTERNASIONAL
PEMAHAMAN PADA KONSEP LINGKUNGAN GLOBAL
PERKEBUNAN DAN MASALAHNYA
FOREIGN DIRECT INVESTMENT (FDI)
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
PERDAGANGAN INTERNATIONAL
MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN
Implementasi Pemahaman Globalisasi Ekonomi dalam Pembangunan Wilayah: STRATEGI PENINGKATAN DAYA SAING DI ERA MASYARAT EKONOMI ASEAN (MEA) Oleh : Dr. Kurniyati.
Preferential Trade Arrangements (peNGATURAN PERDAGANGAN PREFERENSIAL)
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Integrasi Ekonomi.
BORDER REGIONAL ECONOMIC
METROPOLITAN CIREBON Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka Di susun oleh : aditiYA RAMDANI – BALEBAT.
Gambaran Umum Ekonomi Internasional
MERANCANG JARINGAN SUPPLY CHAIN
Dampak Pasar Bebas Terhadap Indonesia
PEMAHAMAN PADA KONSEP LINGKUNGAN GLOBAL
PELUANG PROFESI AHLI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
PEREKONOMIAN INDONESIA DI MASA DEPAN OLEH : ASTI NOVIANA C
Memahami Konteks Bisnis Global
PERUSAHAAN MULTINASIONAL (MNC)
Urbanisasi dalam Perencanaan Wilayah.
3/23/ Model Pembangunan Ekonomi Dosen: Dr. Sri Endang Kornita, SE, MSi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau Pekanbaru 2018.
Judul : Perkembangan industri di Era globalisasi Terhadap pendapatan nasional indonesia Nama : Agustinus Jono Npm :
TATA GUNA LAHAN DAN TRANSPORTASI. 1. Pendahuluan Untuk melestarikan lingkungan perkotaan yang layak huni, keseimbangan antara fungsi- fungsi tersebut.
PERDAGANGAN INTERNASIONAL
PRESENTATION GLOBALISASI DI BIDANG HUKUM. NAMA ANGGOTA 1.PUTRA HANDOYO 2.FEBRY ENDRIANI 3.JONATHAN FAZA 4.ARTHA ZABILHA 5.M.RAJAB 6.MONICA DWI 7.WAHYU.
Transcript presentasi:

Ekonomi Perkotaan dan Globalisasi Sonny Harry B. Harmadi Staf Pengajar Program MPKP-FEUI

Pendahuluan Globalisasi menjadi faktor utama terciptanya interaksi ekonomi global pada abad 21; Setiap kota harus melakukan pembenahan dan menentukan kebijakan dalam mengantisipasi dampak globalisasi;

GLOBALISASI EKONOMI GLOBALISASI PRODUKSI GLOBALISASI PEMASARAN Semua negara dapat menjadi lokasi produksi komponen Penentuan lokasi tergantung efisiensi GLOBALISASI PEMASARAN Semua negara dapat menjadi tempat pemasaran barang/jasa produk global Harga produk ditentukan oleh sekmen pasar

FAKTOR YANG MENDORONG GLOBALISASI EKONOMI Perkembangan teknologi yang pesat (mendorong pergerakan barang, mendorong transfer produksi keluar negeri, meningkatkan price elasticity) Kebijakan Pemerintah dalam kerjasama internasional (multilateral (WTO), regional (UE, NAFTA, AFTA), bilateral FTA Singapore-USA) Liberalisasi sektor finansial

PERDAGANGAN DUNIA (US$ B) Tahun Nilai 1500 2 1750 16 1870 40 1900 105 1500 2 1750 16 1870 40 1900 105 1950 290 1970 1 500 1980 2 030 1990 3 480 2000 6 340 2003 7 290 2004 9 123

SEGITIGA PERDAGANGAN DUNIA (sekarang) E Europe Canada USA EU S America Africa Middle East China S Asia JAPAN Korea Asean Anzerta

SEGITIGA PERDAGANGAN DUNIA (kedepan) NAFTA Greater EU Latin America Africa South Asia EAST ASIA ANZERTA

Dampak Globalisasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Meningkatnya peranan perdagangan internasional dan investasi; Meningkatnya mobilitas faktor produksi; Adanya kekuatan pemicu dari teknologi; Meningkatnya peranan knowledge-based industries

Dampak Globalisasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Adanya peranan penting dari ukuran pasar; Kebutuhan untuk dapat beradaptasi dengan perilaku bisnis; Kebutuhan adanya aliansi strategi internasional;

KOTA DAN GLOBALISAS Dalam sistem perekonomian dunia yang semakin terbuka, kota-kota di dunia akan saling berkompetisi terhadap investasi asing. Para investor asing tentunya memiliki berbagai kriteria penting dalam membandingkan factor endowments antar lokasi dan mengevaluasi resiko yang dapat disebabkan oleh pemerintahan di setiap lokasi dan berbagai konteks sosial lainnya. Adanya investasi akan mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih luas, sehingga menghasilkan multiplier effect terhadap perekonomian lokal, regional, dan nasional.

Meningkatnya Peranan Perdagangan Internasional Berbagai kota di dunia memegang peranan penting sebagai basis lokasi industri orientasi ekspor; Kota yang kompetitif dalam perdagangan internasional, dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi mereka karena ekspor akan menciptakan lapangan pekerjaan dan produktifitas.

Meningkatnya Peranan Perdagangan Internasional Produktifitas yang lebih tinggi berasal dari pergeseran alokasi sumberdaya ke sektor yang lebih produktif; Industri dan perusahaan berkompetisi dengan melakukan peningkatan efisiensi teknis dan skala ekonomi.

Internasionalisasi Investasi Kota yang tidak terlibat dalam aliran investasi, akan mengalami kendala dalam pembangunannya; Aliran masuk investasi, akan menciptakan penerimaan pajak, peningkatan pendapatan, dan dapat merubah nilai-nilai sosial.

Internasionalisasi Investasi Masuknya FDI ke suatu kota akan menguntungkan karena mereka umumnya membawa tenaga ahli, kapital, dan jaringan internasional dalam mata rantai supply dan distribusi.

Meningkatnya Mobilitas Faktor Produksi Ekspansi perdagangan dunia dan investasi telah menyebabkan mobilitas faktor produksi yang tinggi; Faktor produksi yang mengalami mobilitas diantaranya: tenaga kerja, kapital, kepemilikan lahan, dan teknologi. Pada Tahun 1975, jumlah tenaga kerja yang melakukan mobilitas antar negara sebesar 40 juta, dan meningkat menjadi 73 juta (1992)

Meningkatnya Mobilitas Faktor Produksi Mobilitas faktor produksi ini telah mempengaruhi: struktur dan lokasi tenaga kerja, penggunaan teknologi, pola perdagangan dan investasi, dan struktur industri (dari industri manufaktur berat ke knowledge-based industries dan services)

Meningkatnya Mobilitas Faktor Produksi Adanya mobilitas faktor produksi telah menyebabkan comparative advantages menjadi tidak berlaku lagi; Setiap perusahaan memiliki banyak alternatif sebagai lokasi produksi.

Pertumbuhan Ekonomi Akibat Kemajuan Teknologi Teknologi direfleksikan dalam bentuk teknik produksi yang baru, jenis produk, komunikasi, transportasi, dan sumberdaya energi; Teknologi menjadi salah satu pertimbangan utama penentuan lokasi; Banyak kota yang mencoba membangun industrial-cluster dan diorientasikan untuk perusahaan high-tech.

Pergeseran Menuju Knowledge-Based Production Basis dari pembangunan kota-kota di dunia telah bergeser dari mass-production industries yang bercirikan low wage, cheap raw materials, dan energi, menjadi knowledge-based industries and services; Kota dengan knowledge-based activities umumnya menjadi konsentrasi orang kaya.

Pentingnya Ukuran Pasar Skala ekonomi menjadi ukuran penting bagi penentuan lokasi perusahaan; Transnational cooperations biasanya membutuhkan ukuran pasar yang besar, sehingga keberadaannya dapat menstimulasi perekonomian kota.

Aliansi Strategis dan Jaringan Global Ekspansi pasar dunia oleh suatu perusahaan membutuhkan aliansi strategis dan jaringan global, untuk membuka akses pasar internasional; Kemampuan kompetisi suatu perusahaan saat ini sangat ditentukan oleh kemampuan produksi barang berkualitas tinggi dan kemampuan untuk mendistribusikannya secara cepat.

Dari Mass-Production Economy ke Knowledge-Based Economy

Kebijakan Pemerintah Kota Meningkatkan level pendidikan untuk mendorong produktifitas tenaga kerja dan menarik investasi; Peningkatan kualitas hidup;

Bagaimana dengan Jakarta? Kita harus berpikir bagaimana Jakarta dan sekitarnya mampu menjadi kawasan yang memiliki competitiveness yang tinggi. Kawasan ini memiliki pesaing yang banyak untuk mampu menarik masuknya investasi. Kuala Lumpur, Bangkok, Manila, dan kota-kota besar lainnya di dunia, telah lebih dulu memikirkan konsep very large city untuk menciptakan keunggulan daya saing kawasan metropolitan mereka. Jika Jakarta gagal menjadi lokasi tujuan investasi, maka dampak negatif ini tidak hanya dirasakan oleh Kota Jakarta, bahkan akan berpengaruh terhadap perekonomian secara nasional.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (1) Berkembang pemikiran mengenai Konsep Megapolitan yang melibatkan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan sejumlah daerah di sekitarnya, yaitu Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok dan Cianjur sebagai solusi untuk mengatasi lima permasalahan utama Kota Jakarta yaitu banjir, transportasi, sampah, penataan ruang, dan urbanisasi.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (2) Kawasan megapolitan Jabodetabekjur mencakup wilayah seluas 9.624 Km2, dengan jumlah keseluruhan penduduk sebesar 23.736.577 jiwa. Kepadatan penduduk kawasan ini sebesar 2.466 jiwa/Km2. Kawasan Megapolitan Jabodetabekjur hanya mencakup 0,51% wilayah Indonesia. Namun, didiami oleh sekitar 11% dari keseluruhan penduduk Indonesia. Jumlah penduduk kawasan Jabodetabekjur bahkan setara dengan penduduk Malaysia dan Australia, serta melampaui Belanda, Korea Utara, Kamerun, Chili, dan beberapa negara lainnya.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (3) Pertama, sebagian besar masalah di Jakarta saling terkait satu sama lain. Kedua, adanya keterputusan kebijakan spasial. Sebagai contoh, jika Jakarta terus berusaha mengatasi masalah kemacetan dengan mencoba alternatif kebijakan membangun flyover, underpass, mass rapid transportation, dan sebagainya, maka hal ini akan menyelesaikan masalah hanya untuk jangka pendek. Ketiga, masalah Jakarta juga diakibatkan dan dipengaruhi oleh pola penggunaan lahan.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (4) Ide Konsep Megapolitan Jabodetabekjur yang perlu dianalisis dan dipersiapkan secara matang. Dapat dipahami bahwa konsep ini lahir bukan sebagai suatu kebetulan dan tibatiba. Perkembangan ekonomi Jakarta sebagai suatu economic region, telah melampaui batas wilayah administrasinya (political region), sehingga dibutuhkan pengaturan dan perencanaan yang lebih terintegrasi di masa mendatang. Oleh karena itu, konsep megapolitan merupakan suatu sudut pandang alternatif solusi yang bersifat alamiah.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (5) Untuk menciptakan sistem spasial Jabodetabekjur yang terintegrasi, maka fungsi ekonomi dan sosial harus saling terkait melalui: (1) suatu jaringan fisik (seperti transportasi dan komunikasi), (2) jaringan ekonomi (keterhubungan produksi, pola interaksi pasar, aliran kapital, barang, dan jasa), dan (3) jaringan administrasi.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (6) Dari sudut pandang ekonomi spasial, Kabupaten Serang, Karawang, dan Kota Cilegon dapat menjadi bagian dari kawasan Megapolitan yang akan dibentuk, mengingat jalur ini merupakan intermediate location distribusi barang dari wilayah Jawa bagian Barat menuju Sumatera. Pertimbangannya, wilayah Jabodetabek (tanpa Cianjur) saat ini telah mencapai tingkat kepadatan yang tinggi, dan bisa berkembang melampaui batas administrasi megapolitan hanya dalam waktu beberapa tahun mendatang.

Konsep Megapolitan Jabodetabekjur (7) Mungkinkah secara politik Serang, Karawang, dan Cilegon menjadi bagian dari kawasan megapolitan? Ataukah pembentukan kawasan Megapolitan Jabodetabekjur hanya sebuah adopsi dari PP No. 47 Tahun 1997 tentang RTRWN, dimana kawasan Jabodetabekpunjur ditetapkan sebagai Kawasan Tertentu yang penyusunan rencana tata ruangnya dikoordinasikan oleh Pusat dan ditetapkan dalam Peraturan Presiden?

PERSPEKTIF EKONOMI TERHADAP KONSEP MEGAPOLITAN Dalam menyusun konsep metropolitan ataupun megapolitan, kita perlu memperhatikan keterkaitan antara ukuran (size) dengan struktur (structure) kota inti. Perubahan ukuran kota dari status kota kecil menjadi sedang, kota sedang menjadi besar, kota besar dan wilayah sekitarnya menjadi metropolitan area, dan selanjutnya berubah menjadi megapolitan area, harus didukung oleh perubahan struktur pula. Struktur suatu kota akan ditentukan oleh penataan ruang yang dilakukan, dari mulai peruntukan kawasan industri, perdagangan, jasa, perumahan, fasilitas umum, sistem transportasi, dan sebagainya.

Size and Structure