Pertemuan 23 Titik Berat Benda dan Momen Inersia

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -I” 2.
Advertisements

Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
Tegangan – Regangan dan Kekuatan Struktur
Pertemuan 2 Mencari Titik Berat
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
PERSAMAAN GARIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Oleh Kelompok 4 :
Stabilitas Benda Terapung
Pertemuan 4 Momen Inersia
Gaya Geser Pada Penampang Beton Prategang Pertemuan 12
1 Pertemuan Dinamika Matakuliah: D0564/Fisika Dasar Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 3 Mencari Titik Berat Penampang Majemuk
Perencanaan Batang Tarik
Matakuliah : S0094/Teori dan Pelaksanaan Struktur Baja
Pertemuan 23 Metode Unit Load
Pertemuan 24 Diagram Tegangan dan Dimensi Balok
Pertemuan 26 Lendutan dan Putaran Sudut pada Balok Kantilever
MEKANIKA BAHAN ‘mechanics of materials’
Pertemuan 5 Balok Keran dan Balok Konsol
1 Pertemuan 5 Diferensial Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
1 Pertemuan 5 PPh PASAL 21 Matakuliah: A0572/ Perpajakan Tahun: 2005 Versi: Revisi 1.
Pertemuan 10 Gaya – gaya dalam
1 Pertemuan 9 Gaya Horisontal Matakuliah: S0512 / Perancangan Struktur Baja Lanjut Tahun: 2006 Versi: 1.
Pertemuan 21 Tegangan Geser, Lentur dan Normal
Matakuliah : R0022/Pengantar Arsitektur Tahun : Sept 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 26 Conjugate Beam Method
1 Pertemuan 25 Mathrix laboratory Matakuliah: S0114 / Rekayasa Struktur Tahun: 2006 Versi: 1.
Pertemuan 1 Pengantar Mekanika Bahan
Pertemuan 14 Hukum Castigliano I
Pertemuan 13 Hukum Castigliano I
1 Pertemuan 7 Diferensial Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 7 Tegangan Normal
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Engineering Mechanic Pertemuan Ke - 6. Titik Berat dan Momen Inersia Titik berat atau pusat suatu luasan adalah suatu titik dimana luasan terkonsentrasi.
Pertemuan 10 Reaksi pada Balok Gerber
Matakuliah : K0074/Kalkulus III Tahun : 2005 Versi : 1/0
Pertemuan 3 MEKANIKA GAYA
Pertemuan 24 Metode Unit Load
Pertemuan 4 MOMEN DAN KOPEL
Pertemuan 01 Dasar-Dasar Mekanika Teknik
Pertemuan 5 Konsep Pembentukan dan Proyeksi Benda
Pertemuan 5 GAYA-MOMEN DAN KOPEL
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 5 METODE DISTRIBUSI MOMEN
Pertemuan 17 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Sentris
Pertemuan 6 Jari-jari girasi
Pertemuan 03 Macam Perletakan dan Stabil / Labilnya Konstruksi
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 25 Lendutan dan Putaran Sudut pada Balok diatas 2 Tumpuan
Pertemuan 09 Pemakaian dari Hukum Hooke
Pertemuan 1 Konsep Mekanika Fluida dan Hidrolika
Pertemuan 12 Konstruksi komposit
Pertemuan 18 Besaran dan Sifat Batang (secara analitis)
Pertemuan 16 Tegangan pada Balok (Tegangan Lentur Murni)
Pertemuan 20 Tegangan Geser
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
PERENCANAAN PENULANGAN BALOK TPertemuan 10
Pertemuan 13 Konstruksi komposit
Analisa kombinasi antara gaya statis dan gaya inersia
Pertemuan 7 Ikatan Angin
Pertemuan 3 Diferensial
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 12 Energi Regangan
Pertemuan 19 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Eksentris
Pertemuan 6 DIferensial
Pertemuan 11 Torsi dan Tekuk pada Batang
Pertemuan 20 Sambungan Batang Kuda-Kuda
Matakuliah : S0084 / Teori dan Perancangan Struktur Beton
Pertemuan 25 Conjugate Beam Method
KAPASITAS PENAMPANG MENAHAN GAYA LINTANG Pertemuan 13
Prategang Pada Struktur Statis Tak Tentu Pertemuan 13
Transcript presentasi:

Pertemuan 23 Titik Berat Benda dan Momen Inersia Matakuliah : R0262/Mekanika Teknik Tahun : September 2005 Versi : 1/1 Pertemuan 23 Titik Berat Benda dan Momen Inersia

Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menghitung titik berat benda dan momen inersia

Outline Materi Titik berat benda Momen inersia pada titik berat sendiri Momen inersia tidak pada titik berat sendiri Momen inersia terhadap sumbu x Momen inersia terhadap sumbu y

Titik Berat (Bidang) dan Momen Inersia Titik berat benda Titik berat benda / bidang penampang dapat ditentukan dengan cara membuat sumbu x dan y pada benda tersebut pada sisi luar penampang benda. Buat sb x-x dan y-y Benda  ordinat y1, absis X1 Benda  ordinat y2 absis x2 (x1y1) titik berat benda  (x2y2) titik berat benda 

X 2 1 Y I II

Mencari titik berat benda utuh yang terdiri dari 2 komponen tersebut dengan cara statis momen Statis momen terhadap sumbu X didapat Luas  . + luas  . = (luas  + luas ) . = didapat Statis momen terhadap sumbu Y didapat Luas  . X1 + luas  . X2 = (luas  + luas ) .

Momen inersia Ialah suatu besaran yang timbul dari bentuk penampang dengan titik beratnya terhadap sumbu X maupun sumbu Y. Besaran tersebut merupakan daya dukung / kemampuan dari bahan dalam menahan gaya-gaya luar Momen Inersia ada 2 jenis Momen Inersia yang bekerja pada titik beratnya sendiri

b : lebar balok h : tinggi balok Momen Inersia yang bekerja tidak pada titik beratnya A : luas benda X0 / Y0 : jarak titik berat benda bagian terhadap titik berat benda seutuhnya

Contoh Soal Titik Berat Benda dan Momen Inersia Luas Total = L + L = (30 x 80)+(20x60) = 3600 cm2

Titik berat benda : terhadap sumbu y simetris = 40 cm terhadap sumbu x  Titik berat benda ( 40,60)

Momen Inersia benda ( x & y) :