Pertemuan 2 Mencari Titik Berat

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Advertisements

Vektor dalam R3 Pertemuan
Oleh : Novita Cahya Mahendra
SEGITIGA DAN SIFAT SUDUT PADA SEGITIGA
Pertemuan 01 dan 02 PENDAHULUAN
Teknik Pencarian Solusi Optimal Metode Grafis
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -I” 2.
1. STATIKA DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Besaran Parakteristik Penampang
SOAL MENGURAIKAN DAN MENYUSUN GAYA
Polinom dan Bangun Geometris.
HUKUM AMPERE.
Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
Gabungan Fungsi Linier
MEDAN LISTRIK.
Pertemuan 23 Titik Berat Benda dan Momen Inersia
Matakuliah : D0564/Fisika Dasar Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 5 P.D. Tak Eksak Dieksakkan
Grafika Komputer (TIZ10)
By Eni Sumarminingsih, SSi, MM
USAHA DAN ENERGI.
PERSAMAAN GARIS PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA Oleh Kelompok 4 :
Persamaan Garis Lurus Latihan Soal-soal.
Pertemuan 4 Momen Inersia
1 Pertemuan Dinamika Matakuliah: D0564/Fisika Dasar Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 3 Mencari Titik Berat Penampang Majemuk
Pertemuan 23 Metode Unit Load
Pertemuan 24 Diagram Tegangan dan Dimensi Balok
Pertemuan 5 Balok Keran dan Balok Konsol
1 Pertemuan 5 Diferensial Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 10 Gaya – gaya dalam
1 Pertemuan 9 Gaya Horisontal Matakuliah: S0512 / Perancangan Struktur Baja Lanjut Tahun: 2006 Versi: 1.
Pertemuan 21 Tegangan Geser, Lentur dan Normal
Matakuliah : R0022/Pengantar Arsitektur Tahun : Sept 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 26 Conjugate Beam Method
Pertemuan 1 Pengantar Mekanika Bahan
Pertemuan 13 Hukum Castigliano I
1 Pertemuan 9 Integral Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
1 Pertemuan 7 Diferensial Matakuliah: R0262/Matematika Tahun: September 2005 Versi: 1/1.
Pertemuan 7 Tegangan Normal
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Matakuliah : K0074/Kalkulus III Tahun : 2005 Versi : 1/0
Pertemuan 3 MEKANIKA GAYA
Pertemuan 24 Metode Unit Load
Pertemuan 4 MOMEN DAN KOPEL
Pertemuan 10 Tegangan dan Regangan Geser
Pertemuan 01 Dasar-Dasar Mekanika Teknik
Pertemuan 19 Besaran dan Sifat Batang (Secara Grafis)
Pertemuan 5 GAYA-MOMEN DAN KOPEL
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 17 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Sentris
Pertemuan 10 ANALISA GAYA PADA KERANGKA BATANG
Pertemuan 6 Jari-jari girasi
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 3 PD Dapat Dihomogenkan
Pertemuan 18 Besaran dan Sifat Batang (secara analitis)
Pertemuan 16 Tegangan pada Balok (Tegangan Lentur Murni)
Pertemuan 20 Tegangan Geser
Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 3 Diferensial
Matakuliah : R0262/Matematika Tahun : September 2005 Versi : 1/1
Pertemuan 12 Energi Regangan
Pertemuan 19 Tegangan Lentur dengan Gaya Normal yang bekerja Eksentris
Pertemuan 6 DIferensial
Pertemuan 11 Torsi dan Tekuk pada Batang
Pertemuan 3 Pembebanan Rangka Atap
Pertemuan 20 Sambungan Batang Kuda-Kuda
Pertemuan 25 Conjugate Beam Method
KAPASITAS PENAMPANG MENAHAN GAYA LINTANG Pertemuan 13
Prategang Pada Struktur Statis Tak Tentu Pertemuan 13
Transcript presentasi:

Pertemuan 2 Mencari Titik Berat Matakuliah : S0024/Mekanika Bahan Tahun : September 2005 Versi : 1/1 Pertemuan 2 Mencari Titik Berat

Learning Outcomes Pada akhir pertemuan ini, diharapkan mahasiswa akan mampu : Menghitung titik berat penampang tunggal dan majemuk dengan cara grafis & analitis TIK - 2

Outline Materi Teori dan perhitungan titik berat penampang tunggal Teori dan perhitungan titik berat penampang majemuk

Teori dan Perhitungan Titik Berat Penampang Tunggal Titik berat suatu benda (bidang) dapat ditentukan / dicari dengan mengambil salah satu sumbu yang sejajar dengan sumbu x dan sumbu y. Kita tinjau suatu penampang berbentuk seperti gambar (untuk penampang yang sederhana / 1 penampang).

Elemen seluas dA yang berjarak x dan y dari sumbu x dan y. dA= dY . b dan dA= dX . h Y h b X dX dY

Titik berat penampang untuk jarak y = y0 terhadap sumbu X: Luas segment

Titik berat penampang untuk jarak X = X0 terhadap sumbu Y:

Teori dan Perhitungan Titik Berat Penampang Majemuk A. Mencari titik berat benda secara grafis  // c // d // b // a // 1 // 2 // 3 20 30 // 4 50 100 III II I FIII FII FI

FI = 1500 cm2 FII = 1000 cm2 FIII= 3000 cm2 Misal skala gaya 500 cm2 = 1 cm Umpama: FI = 1500 cm2= 3 cm FII = 1000 cm2= 2 cm FIII= 3000 cm2= 6 cm

O 1 2 3 4 FI FII FIII a c b d

B. Mencari titik berat benda / penampang secara analitis. Untuk penampang yang lebih dari 1 penampang seperti penampang berbentuk L di bawah ini dengan menggunakan statis momen:

l Y1 m _ Y O X X1 Y2 I  II

Penyelesaian mencari titik berat penampang: Cari sumbu sebagai referensi misalkan diambil sumbu l – l dan m – m Jarak titik berat bagian I terhadap sumbu l – l = Y1, terhadap sumbu m – m = X1 Jarak titik berat bagian II terhadap sumbu l – l = Y2, ter-hadap sumbu m – m = X2

Ordinat titik berat (x,y) Hitung statis momen terhadap sumbu l – l = 0  (Luas I). Y1 + (Luas II). Y2 = (Luas I+ Luas II). Y Y = ..... Hitung statis momen terhadap sumbu m – m = 0  (Luas I). X1 + (Luas II). X2 = (Luas I+ Luas II). X X = .....

Bentuk penampang majemuk diatas terdiri dari 2 penampang dan bila terdiri dari 3 penampang atau lebih maka diperoleh suatu formula: Rumus: F1.Y1 + F2.Y2 + ... + Fi.Yi Ftotal Y0 = F1.X1 + F2.X2 + ... + Fi.Xi Ftotal X0=