Paket 12 PENERAPAN JENIS-JENIS PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN IPS-MI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
ASSESMEN PEMBELAJARAN
Advertisements

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES
KAJIAN SK - KD sebagai PENGANTAR PENGEMBANGAN SILABUS.
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
RANAH(DOMAIN)PENDIDIKAN
LAPORAN PENILAIAN HASIL BELAJAR DAN MANFAATNYA
PERILAKU.
TUJUAN PEMBELAJARAN DALAM BENTUK KOMPETENSI
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
PENILAIAN PEMBELAJARAN IPS
JENIS- JENIS ALAT EVALUASI (instrumen)
MATERI-1 PRINSIP-PRINSIP PENILAIAN
PERENCANAAN PENGAJARAN SEJARAH HANSISWANY KAMARGA.
DESAIN INSTRUKSIONAL DRS FRANS A.RUMATE PUSAT PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN AKTIVITAS INSTRUKSIONAL UNIVERSITAS HASANUDDIN (P3AI-UNHAS)
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN pakem
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
PENILAIAN RANAH AFEKTIF
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
RANAH TUJUAN PENDIDIKAN
TAKSONOMI dan TUJUAN INSTRUKSIONAL
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
MATERI-3 EVALUASI PEMBELAJARAN
PENILAIAN.
Tujuan Pembelajaran 5th session.
Taksonomi Tujuan Pendidikan (Teori Bloom)
TAKSONOMI TUJUAN PENDIDIKAN RAVIK KARSIDI (S2 PENYULUHAN PEMBANGUNAN, 2009)
Analisis Kurikulum Pertemuan 4.
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KONSEP PENILAIAN.
PENGEMBANGAN KURIKULUM KELOMPOK 9 MUHAMMAD RAJAB SHALEH FITRIWATI RIKA PERTIWI.
Keluar 1.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
PROGRAM STUDI PGSD 3 SKS 3 JS
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
Muthiah Munawwarah Sst.Ft, M.Fis
ALAT UKUR RANAH AFEKTIF DAN ANALISISNYA
Taksonomi Tujuan Instruksional
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
PENILAIAN HASIL BELAJAR
Pembelajaran Dalam Kebidanan
PENILAIAN PEMBELAJARAN SD
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR SEJARAH
KOMPETENSI DAN TUJUAN PEMBELAJARAN
Tata Urutan dan Susunan RPP
proses pembelajaran Tujuan Pembelajaran (Kompetensi Umum)
Oleh : Ns. Dwi Indah Iswanti, S.Kep, M.Kep
EVALUASI PENDIDIKAN Sutiman,M.Pd.
PERENCANAAN PENGAJARAN BAHASA ARAB
TAKSONOMI TUJUAN INSTRUKSIONAL
Kompetensi Siswa dalam Pembelajaran
ASESMEN ALTERNATIF GALIH ISTININGSIH PGSD UMM.
TAXONOMI & ANALISIS OBYEKTIF PEMBELAJARAN
PERENCANAAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
Teori belajar teori taksonomi bloom
PENILAIAN KOMPETENSI PSIKOMOTOR KELOMPOK 2: AZKA AZZAHRA EGON FENTY LESTARI FITRIA NINGSIH GURUH SUKARNO PUTRA MELYSIA MONIKA SHELLA LUSIANA TINDA TURANI.
ALAT UKUR RANAH AFEKTIF
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
Glossary. ACM SIGCHI  Special Interest Group on Computer–Human Interaction ( SIGCHI )  is the one of the Association for Computing Machinery's special.
SISTEM PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
DOMAIN PERILAKU.
PENGUKURAN, TES, DAN EVALUASI HASIL BELAJAR
PENDALAMAN MATERI PEMBELAJARAN PESERTA TUNANETRA
Transcript presentasi:

Paket 12 PENERAPAN JENIS-JENIS PENILAIAN DALAM PEMBELAJARAN IPS-MI Mata Kuliah PEMBELAJARAN IPS-MI

Penerapan Penilaian Aspek Kognitif Aspek kognitif berhubungan dengan kemampuan berfikir termasuk di dalamnya kemampuan memahami, menghapal, mengaplikasi, menganalisis, mensistesis dan kemampuan mengevaluasi

Jelasnya... Pada tingkat pemahaman peserta didik dituntut untuk menyatakan masalah dengan kata-katanya sendiri, memberi contoh suatu konsep atau prinsip. Pada tingkat aplikasi, peserta didik dituntut untuk menerapkan prinsip dan konsep dalam situasi yang baru

Pada tingkat analisis, peserta didik diminta untuk untuk menguraikan informasi ke dalam beberapa bagian, menemukan asumsi, membedakan fakta dan pendapat serta menemukan hubungan sebab-akibat. Pada tingkat sintesis, peserta didik dituntut untuk menghasilkan suatu cerita, komposisi, hipotesis atau teorinya sendiri dan mensintesiskan pengetahuannya.

Pada tingkat evaluasi, peserta didik mengevaluasi informasi seperti bukti, sejarah, editorial, teori-teori yang termasuk di dalamnya judgement terhadap hasil analisis untuk membuat kebijakan

Bentuk tes kognitif diantaranya; (1) tes atau pertanyaan lisan di kelas, (2) pilihan ganda, (3) uraian obyektif, (4) uraian non obyektifatau uraian bebas, (5) jawaban atau isian singkat, (6) menjodohkan, (7) portofolio dan (8) performance

Penerapan Penilaian Aspek Psikomotor Keterampilan psikomotor mempunyai enam peringkat yaitu gerakan refleks, gerakan dasar, kemampuan perceptual, gerakan fisik, gerakan terampil, dan komunikasi non-diskursip

Dave (1967) mengatakan bahwa hasil belajar psikomotor dapat dibedakan menjadi lima peringkat yaitu imitasi, manipulasi, presisi, artikulasi dan naturalisasi

Penilaian hasil belajar psikomotor dapat dilakukan dengan Pertama, kemampuan siswa menggunakan alat dan sikap kerja. Kedua, kemampuan siswa menganalisis suatu pekerjaan dan menyusun urutan pekerjaan. Ketiga, kecepatan siswa dalam mengerjakan tugas yang diberikan kepadanya. Keempat, kemampuan siswa dalam membaca gambar dan atau symbol. Kelima, keserasian bentuk dengan yang diharapkan dan atau ukuran yang telah ditentukan

Jenis tagihan dalam penilaian ranah psikomotor Penilaian kelas dan penilaian berkala. Penilaian kelas adalah penilaian yang dilaksanakan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran. Penilaian dapat dilakukan dengan cara mengamati setiap peserta didik di saat mereka sedang belajar, mengerjakan tugas dan menjawab setiap pertanyaan yang ditagih

Penilaian berkala atau ujian blok adalah penilaian yang dilakukan secara berkala, tidak terus menerus dan hanya pada waktu tertentu saja. Penilaian dengan system blok (ujian blok) ini dilakukan setelah peserta didik mempelajari beberapa indikator dalam satu kompetensi dasar

Penerapan Penilaian Aspek Afektif Peringkat ranah afektif menurut taksonomi Krathwohl ada lima, yaitu: menerima (receiving) merespon (responding), menilai (valuing), organisasi (organization) dan karakterisasi (characterization)

Pada peringkat receiving / attending (menerima), peserta didik memiliki keinginan untuk memperhatikan suatu fenomena khusus (stimulus). Misalnya keadaan kelas, berbagai kegiatan sekolah (kegiatan musik, ekstrakurikuler), buku dan lain sebagainya

Pada peringkat receiving / attending (menerima), peserta didik memiliki keinginan untuk memperhatikan suatu fenomena khusus (stimulus). Misalnya keadaan kelas, berbagai kegiatan sekolah (kegiatan musik, ekstrakurikuler), buku dan lain sebagainya

Valuing (menilai) melibatkan penentuan nilai, keyakinan atau sikap yang menunjukkan derajat internalisasi dan komitmen. Derajat rentangnya mulai dari menerima suatu nilai, misalnya keinginan untuk meningkatkan keterampilan, sampai pada tingkat komitmen

 Pada peringkat organization (organisasi) antara nilai yang satu dengan nilai yang lain dikaitkan dari konflik antar nilai diselesaikan, serta mulai membangun sistem nilai internal yang konsisten. Hasil belajar pada peringkat ini yaitu berupa konseptualisasi nilai atau organisasi sistem nilai, misalnya pengembangan filsafat hidup

Pada ranah afektif peringkat tertinggi adalah characterization (karakterisasi) nilai. Pada peringkat ini peserta didik memiliki sistem nilai yang mengendalikan perilaku sampai pada suatu waktu tertentu hingga terbentuk pola hidup. Hasil belajar pada peringkat ini adalah berkaitan dengan pribadi, emosi dan rasa sosialis

Penilaian pada aspek afektif dapat dilakukan dengan menggunakan angket, kuesioner, inventori dan pengamatan (observasi). Prosedurnya sama yaitu dimulai dengan penentuan definisi konseptual dan definisi operasional. Definisi konseptual kemudian dijabarkan menjadi sejumlah indikator. Indikator ini menjadi isi pedoman kuesioner, inventori dan pengamatan