Tindakan Sosial  Seluruh perilaku manusia yang dilakukan dengan sadar ataupun tidak sadar untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak semua perilaku dapat.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KULIAH KE 8 INTERAKSI SIMBOLIK.
Advertisements

( Myers Briggs Type Indicator )
PANCASILA 10 PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA PENGANTAR
MANUSIA SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
The Presentation of Self in Everyday Life by Erving Goffman (Presentasi Diri dalam Kehidupan Sehari - hari) Yuri Novita Puspa Rini 130.
OPINI Publik Dari TINJAUAN ilmu Sosial
Keterampilan Dasar Mengajar
INTERAKSI, TINDAKAN SOSIAL DAN SOSIAL PROSES SOSIAL (2)
PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN
BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-4
Fenomenologi.
KOMPONEN – KOMPONEN KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
MATERI (3) PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL
PROSES SOSIALISASI AGEN SOSIALISASI POLA SOSIALISASI
THE CHILD WITH SPECIAL NEEDS Nama : sigit wisnu tamtomo nim :
PERTEMUAN 15.
Painting #13 Multimedia Project.
KONSEP ADMINISTRASI IKA RUHANA.
Pembentukan Sikap Dan Tingkah Laku
STIGMA DAN IDENTITAS SOSIAL
KOMUNIKASI NON VERBAL.
DIRI, KONSEP DIRI, dan PENYESUIAN DIRI
TEORI INTERAKSI SIMBOLIK
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN DAN STRATEGI PRODUK I. (AFEKSI DAN KOGNISI KONSUMEN TERHADAP PRODUK) Setiap manusia pasti memiliki perbedaan baik dalam sikap.
Teori tindakan Elearning kedua.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen
PEMIKIRAN TOKOH – TOKOH DALAM ILMU SOSIAL
Pendekatan Pilihan Rasional dan Strukturalisme
Komunikasi Antarpribadi (2)
Sosialisasi.
BAB 04 TINDAKAN SOSIAL DAN INTERAKSI SOSIAL
KOMUNIKASI SEBAGAI PROSES SIMBOLIK
>>Perspektif Sosiologi
Persepsi Benda dan Persepsi Sosial
PERTEMUAN 4 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
Pendekatan Sosiologis Tentang Ekonomi :
PROSES KOMUNIKASI PERTEMUAN 11.
Konsep Diri Menentukan Identitas Individu
Dasar-Dasar Komunikasi Antarbudaya
Teori Belajar Humanistik
INTERAKSI SOSIAL.
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
Persepsi Persepsi memiliki makna penting dalam perilaku manusia. Perilaku seseorang didasarkan pada persepsi mengenai realitas yang dihadapi dalam kehidupanya,
CITRA dan identitas PERUSAHAAN
KOMUNIKASI TERAPEUTIK
PROFIL GAYA BELAJAR.
KETRAMPILAN INTERPERSONAL
BAHAN AJAR PERTEMUAN KE-4
Teori Dasar (2).
TEORI INTERAKSI SIMBOLIK George Herbert Mead
MENGAPA MANUSIA HARUS BERKOMUNIKASI OLEH : ARIS FEBRI RAHMANTO
Matakuliah : L0094-Ilmu Sosial Untuk Psikologi
ETIKA PROFESI Agus Firmansyah Dosen dan Peneliti Media
TUGAS KOMUNIKASI PUBLIK “The Presentation of Self In Everyday Life”
Keterampilan Dasar Mengajar
1 November 2012 “The World of Word”.
KARAKTER KOMUNIKASI INTERPERSONAL Pertemuan 2
Teori pertunjukan peran dari Goffman
Keterampilan Dasar Mengajar
Fenomenologi.
KONSEP ADMINISTRASI IKA RUHANA.
PANCASILA 10 PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA PENGANTAR
MEMPERSEMBAHKAN KELOMPOK 1 M. Reza Ansyari LubisMuammad Abduh Arya Syaputra Novika LubisWiwik HerawatiSiti Nuranis.
Oleh: Nathalia Nindi Kristyaningrum INTERAKSIONISME SIMBOLIK Interaksi Sosial adalah suatu bidang studi mengenai bagaimana seseorang mempengaruhi.
KONSTRUKTIVISME Pertemuan 6
Persepsi dan Sikap Masyarakat terhadap Pelayanan Kesehatan
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen
KET. INTER-INTRA PERSONAL
KET. INTER-INTRA PERSONAL
SOSIALISASI Diambil dari Buku Pengantar Sosiologi Kamanto Sunarto Materi Kuliah Pengantar Ilmu sosial Prodi Ilmu-ilmu Kesehatan FIKES Indah Meitasari.
Transcript presentasi:

Tindakan Sosial  Seluruh perilaku manusia yang dilakukan dengan sadar ataupun tidak sadar untuk mencapai tujuan tertentu. Tidak semua perilaku dapat dimengerti sebagai suatu manifestasi rasionalitas. Misal: ada orang yang bersedia membeli lukisan abstrak –seperti lukisan Affandi atau Picasso, atau perangko kuno dengan harga jutaan  ada orang yang mengatakan bahwa tindakan orang yang membeli lukisan itu adalah tidak rasional. tetapi kalau kita mau berpikir lebih mendalam maka tahu alasan subyektif mereka hingga bersedia mengeluarkan uang begitu banyak untuk sebuah lukisan,

Lanjutan  tindakan sosial Menurut Max Weber, metode yang bisa dipergunakan untuk memahami arti-arti subyektif tindakan sosial seseorang adalah dengan verstehen.  kemampuan untuk berempati atau kemampuan untuk menempatkan diri dalam kerangka berpikir orang lain yang perilakunya mau dijelaskan dan situasi serta tujuan-tujuannya mau dilihat menurut perspektif orang itu

Max Weber mengklasifikasikan empat jenis tindakan sosial yang mempengaruhi sistem dan struktur sosial masyarakat. Rasionalitas instrumental. Di sini tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Rasionalitas yang berorientasi nilai. Sifat rasionalnya adalah bahwa alat-alat yang ada hanya merupakan pertimbangan dan perhitungan yang sadar, sementara tujuan-tujuannya sudah ada di dalam hubungannya dengan nilai-nilai individu yang bersifat absolut. Contoh perilaku beribadah.

Lanjutan  tindakan Weber Tindakan tradisional. Dalam tindakan jenis ini, seseorang memperlihatkan perilaku tertentu karena kebiasaan yang diperoleh dari nenek moyang, tanpa refleksi yang sadar atau perencanaan. Tindakan afektif. Tipe tindakan ini didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan sadar. Tindakan afektif sifatnya spontan, tidak rasional, dan merupakan ekspresi emosional dari individu.

“Pengambilan Peran” Dalam Interaksi Sosial Secara teoritis, tindakan sosial dan interaksi sosial adalah dua konsep yang berbeda arti. Tindakan sosial adalah hal-hal yang dilakukan individu atau kelompok di dalam interaksi dan situasi sosial tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan interaksi sosial adalah proses di mana antara individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok berhubungan satu dengan yang lain.

Interaksi sosial adalah syarat utama bagi terjadinya aktivitas sosial dan hadirnya kenyataan sosial.  Max Weber melihat kenyataan sosial sebagai sesuatu yang didasarkan pada motivasi individu dan tindakan-tindakan sosial  Ketika berinteraksi, seseorang atau kelompok sebenarnya tengah berusaha atau belajar bagaimana memahami tindakan sosial orang atau kelompok lain.  Sebuah interaksi sosial akan kacau bilamana antara pihak-pihak yang berinteraksi tidak saling memahami motivasi dan makna tindakan sosial yang mereka lakukan.

Menurut George Herbert Mead agar interaksi sosial bisa berjalan dengan tertib dan teratur dan agar anggota masyarakat bisa berfungsi secara “normal”,  maka yang diperlukan bukan hanya kemampuan untuk bertindak sesuai dengan konteks sosialnya, tetapi juga memerlukan kemampuan untuk menilai secara obyektif perilaku kita sendiri dari sudut pandang orang lain. Pertanyaan umum yang lazim muncul adalah: apakah perilaku atau tindakan kita sudah cukup pantas di hadapan si X atau si Y?

Menurut Erving Goffman salah satu penganut pendekatan intreraksionisme simbolik berpendapat --teknik-teknik yang dipakai seseorang untuk mengendalikan kesan-kesan di mata orang lain disebut “seni pengaturan kesan”. Perilaku “asli” yang ekspresif, spontan dan kurang dapat dikendalikan, seyogyanya tidak diumbar begitu saja oleh seorang pemuda bila ia belum tahu persis bagaimana karakteristik yang disenangi oleh orang tua si pacar. Menurut Goffman, masalah utama yang dihadapi setiap individu dalam pelbagai hubungan sosialnya adalah bagaimana mengontrol kesan-kesan yang diberikan kepada orang lain.

Salah satu konsep Goffman yang terkenal adalah apa yang disebut Model Dramaturgi. Goffman membedakan dua macam pernyataan, yaitu: Pernyataan yang diberikan (expression given), yaitu sarana-sarana tanda yang dengan sengaja dipergunakan untuk menyampaikan informasi tertentu kepada orang lain. Pernyataan lepas (expression given off), yaitu informasi yang disampaikan tanpa sengaja.

Menurut Goffman  Ketika berinteraksi dengan orang –yang itu berarti seseorang tampil di panggung depan (frontstage)-- maka yang bakal ditampilkan adalah pernyataan yang diberikan sesuai dengan identitas macam apa yang ingin dikesankan si pembicara. Sedangkan, bila seseorang berada di panggung belakang (backstage), pernyataan dan perilaku apapun yang ditampilkan si pembicara tidaklah menjadi persoalan.  Seseorang yang berada di kamar mandi, misalnya, ia tentu tanpa canggung sedikit pun untuk bertindak apa saja karena di hadapannya tidak ada orang lain yang diperhitungkan reaksinya.

George Herbert Mead Seseorang atau kelompok yang telah mampu berempati dan menilai diri sendiri sesuai dengan pandangan orang lain disebut sebagai “diri” (the self). “Diri” dibentuk dan diubah melalui interaksi dengan orang lain: seseorang tidak dilahirkan dengan identitas dan karakteristik ”diri” yang telah “jadi”, melainkan ia akan dibentuk oleh lingkungannya melalui simbol-simbol dan sosialisasi. Mead menyebut kemampuan untuk menyesuaikan perilaku seseorang sebagai tanggapan terhadap situasi-situasi sosial tertentu sebagai “pengambilan peran”(role-taking).

Menurut para penganut pendekatan interaksionisme simbolik, setiap tindakan “pengambilan peran” pada dasarnya harus memperhatikan dua faktor dugaan orang sebelumnya terhadap tanggapan yang akan diberikan oleh orang lain kepada mereka. pemikiran atau pandangan orang mengenai perilaku mereka sendiri dengan mengingat tafsiran mereka terhadap tanggapan orang lain.  Mead lebih lanjut menyatakan bahwa dalam “diri” terdapat dua komponen yakni I dan me.  Perilaku yang diperbuat dengan memperhitungkan kemungkinan reaksi atau sikap-sikap orang lain mencerminkan apa yang oleh Mead dinamakan me.  Sedangkan I adalah perwujudan dari identitas pribadi orang per orang yang khas.