PILIHAN STRATEGIS MODEL-MODEL PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMERINTAHAN DAERAH Irfan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
KETAHANAN EKON0MI UNTUK MASA DEPAN KESATUAN BANGSA Membangun ketahanan ekonomi rakyat sebagai jaring pengaman M.C. Baridjambek dan Asmun A. Sju’eib, MA.
Advertisements

Administrasi Pelayanan Publik
“Perencanaan Humas” Fahmi Yunus.
Kehutanan Sosial (Social Forestry) KTM 311
Strategi Pengembangan SDM Aparatur KKP: Birokrasi di Era Globalisasi
PENGENDALIAN DALAM KONTEKS SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
SEJARAH DAN KEGUNAAN RISET OPERASI
Good Governance Ali Rokhman Sumber:
Hubungan Antar Pemerintahan
PSIKOLOGI PENDIDIKAN Introduction-Perkenalan
Perencanaan Partisipatif
Pengenalan Re-engineering
Information Systems, Organizations, and Strategy
Manajemen & Evolusi SI/TI
BASIC CONCEPTS OF POLITICS. Governance Form According to Plato,The best governance forms are: monarchy, Aristocracy and Democracy.The Worst governance.
Training, Learning, and Development Strategy
Chapter 10 Marketing.
Human security in africa catatan kuliah polpem di afrika.
TEORI ORGANISASI DAN MANAJEMEN PENGETAHUAN
KONSEP STRATEGI BISNIS DAN IMPLIKASINYA PADA STRATEGI IS/IT
ANALISIS STRATEGIS: MENENTUKAN POTENSI MASA MENDATANG MODUL 6 PERT. 19 S/D 21.
Inventory Management. Introduction Basic definitions ? An inventory is an accumulation of a commodity that will be used to satisfy some future demand.
PENGERTIAN ILMU EKONOMI
KESEJAHTERAAN SOSIAL, PEMBANGUNAN SOSIAL DAN INERVENSI MAKRO
Jl. Babarsari 44 Yogyakarta 55281Telp Fax www.uajy.ac.id Hubungan Komunitas Gregoria Arum Yudarwati.
Pengenalan Istilah Dasar, Definisi, Latar Belakang Perlunya PSSI
Mata Kuliah: CSS-113, Konsep Sistem Informasi Tahun Akademik: 2012 / 2013 PEMILIHAN STRATEGI SISTEM INFORMASI YANG MENDUKUNG PERKEMBANGAN BISNIS Pertemuan-13.
1 Pertemuan 13 Pemilihan strategi sistem informasi yang mendukung perkembangan bisnis Matakuliah: H0472 / Konsep Sistem Informasi Tahun: 2006 Versi: 1.
MANAJEMEN STRATEGI dan KINERJA BISNIS FO312
Public Management & Administration
The New Public Service.
E-Learning Governance
Birokrasi: Pengertian dan Kharakteristiknya
Pert. 16. Menyimak lingkungan IS/IT saat ini
KONSEP ELECTRONIC GOVERNMENT
POKOK BAHASAN Definisi Pasar Makna kegagalan pasar
Etika Bisnis dalam Manajemen Sumber Daya Manusia
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP ADMINISTRASI PEMERINTAHAN
Desentralisasi.
AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
PEMERINTAHAN ELEKTRONIK
Oleh : Bambang Supriyono
Perkembangan Paradigma Birokrasi
KESEJAHTERAAN SOSIAL : SUATU PENGANTAR
Pendahuluan.
Manajemen Keuangan Universitas Komputer Indonesia 2012
Information Technologies
KEWAJIBAN PARA PUBLIC RELATIONS (TOUR OF DUTY) Pertemuan 3
SKOPE EKONOMI POLITIK DAN PEMBANGUNAN
Kerangka Konsep Karakteristik NGO
Hanif Nur Widhiyanti, S.H.,M.Hum.
Pertemuan 2 Konsep Otonomi Daerah.
Organizational Environment Analysis
MK : PENGANTAR MANAJEMEN Ibu.Yannik Ariyati,SE,MM
Civics dan Pemerintahan
Administrasi Pembangunan Dalam Konsep Kekinian
The Administration of Development & The Development of Administration
Pendekatan Pembelajaran PKn berbasis isu (issues centred approach)
Hubungan Penyelenggaraan Pemerintah Pusat dengan Daerah
Peristilahan dan Definisi
Manajemen Tatap Muka 11.
PENGERTIAN ILMU EKONOMI
Pertemuan 2 Konsep Otonomi Daerah.
ACTUATING / LEADING Management Functions.
KONSEP DESENTRALISASI PENDIDIKAN DAN PENERAPAN BERBASIS SEKOLAH
GOOD GOVERNANCE.
Pendahuluan.
Pengantar Perencanaan Strategi Komunikasi
PENGANTAR CORPORATE COMMUNICATIONS
INDIVIDU DAN PEMERINTAH
Transcript presentasi:

PILIHAN STRATEGIS MODEL-MODEL PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMERINTAHAN DAERAH Irfan

BIDANG PELAYANAN UMUM YANG DIPROTES DI KABUPATEN/KOTA HUKUM & HAM PAD INDAG KADES & BPD KELAUTAN & PERIKANAN PENATAAN RUANG BANJIR KAMTIB TELKOM PUM PASAR PEMBERDAYAAN MASY KOPERASI & UKM KESRA TASKIN 1 % N = 278

TUNTUTAN PENINGKATAN PELAYANAN UMUM DI DAERAH N=263

APA ITU OTONOMI LUAS ? FILOSOFI ISI OTONOMI PELAYANAN RAKYAT PELAYANAN KEBUTUHAN POKOK PELAYANAN PENGEMBANGAN SEKTOR UNGGULAN PEMDA ADA KARENA ADA RAKYAT 2. RAKYAT MEMBERIKAN POLITICAL LEGITIMASI PADA WAKIL RAKYAT OUTPUT PUBLIC GOODS PUBLIC REGULATIONS

Bagaimana Pilihan Strategis pemerintahan daerah di tingkat Lokal? Lanjujtan Bagaimana Pilihan Strategis pemerintahan daerah di tingkat Lokal?

Steve Leach, John Stewart dan Kieron Walsh (1994) Ketiga pakar mengusulkan perubahan dan manajemen organisasi pemerintahan daerah dalam dua level analisis: makro (menyangkut secara utuh lembaga pemda), mikro (menyangkut unit-unit tim building dan perilaku manajerial). Kedua level analisis menyangkut aspek struktur, kultur, proses dan sistem, dan manajemen sdm yang bermuara dalam sebuah STRATEGI PILIHAN yang didasari oleh MISI DAN PERAN PEMERINTAH (AN) DAERAH

Lanjutan “In the texts on organization and management most emphasis is typically placed on the formal organizational structures and management processes within the type of organization concerned, and on management system utilized. In a textbook on local authorities it is in our view important to include an explicit discussion of the role and purpose of the strategy or strategies which such organization typically deploy, as precursor to discussion of structures, processes and management issues.”

ECONOMICS, (Public sector or Market) Lanjutan STEEVE LEACH MENGGUNAKAN TIGA DASAR PIJAKAN DALAM MEMBANGUN PARADIGMA PILIHAN STRATEGIS PEMERINTAHAN DAERAH, YAKNI: ECONOMICS, (Public sector or Market) FORM OF DEMOCRACY (Participatory or Representative; DAN GOVERNMENTAL (Weak or Strong)

economics It is possible to argue that a key dimension of the current debate is the choice between market emphasis in the production and distribution of local goods and services and emphasis on public sector agencies in the production and distribution of local goods and services.

Government dimension This dimension distinguishes between a weak role for local government (in the sense of a narrow range of functional responsibilities, a reactive mode of operation, a low level of autonomy/ discretion within those function, and a high degree of external control), and a strong role (implying a wider range of functions, a positive mode of operation, high levels of autonomy/ discretion and limited levels of external control).

The form of democracy dimension The dimension distinguished between two different bases on which local authorities reach decisions. At one extreme there is an emphasis on representative democracy, a system in which community preferences are expressed through the local electoral system.

Lanjutan At the other extreme, there is an emphasis on participatory democracy, in which the participation of local communities, and democratic forums is seen as an essential ingredient in local decision making, within a framework of policies legitimized through electoral success.

Lanjutan YANG MENGHASILKAN EMPAT PARADIGMA BESAR PILIHAN STRATEGIS: 1. TRADITIONAL BUREAUCRATIC AUTHORITY 2. RESIDUAL ENABLING AUTHORITY 3. MARKET ORIENTED ENABLING AUTHORITY 4. COMMUNITY ORIENTED ENABLING AUTHORITY

Gambar Pilihan Strategis Pemerintahan Daerah B. Residual Authority 1 2 Form of democracy Economics Dimension D Community oriented enabler 6 3 A Traditional bureaucratic Authority 5 4 C Market Oriented Enabler Governance mechanism Keterangan: 1. Strong Governance 2. Representative Democracy 3. Dominant Public Sector 4. Weak Governance 5. Participative democracy 6. Dominant Market Leach et.al (1997)

Traditional bureaucratic authority “Combines a relatively strong public sector emphasis with a relatively strong local governance role and an emphasis on representative democracy.”

Residual Enabling Authority “Combines strong market emphasis, weak local governance role and a neutral stance on form of democracy.” “Business Value: commercialism, economy, and efficiency.”

Market-oriented Enabler “Strong Market emphasis, strong local governance, representative democracy” “Customer value: responsiveness, accountability, efficiency, effectiveness, and communication with the people”

Community-oriented enabler “Strong participatory democracy emphasis, and at least a mid-point position in relation to local governance, and market/public sector emphasis” “Citizenship value: equality, accountability, fairness, and communication with the people.”

BERSAMA HOWARD DAVIS (1996) MEMAPARKAN BAHWA TERDAPAT TIGA JUSTIFIKASI PEMERINTAH DAERAH: 1. JUSTIFIKASI POLITIK DAN HUKUM 2. JUSTIFIKASI EKONOMI 3. JUSTIFIKASI GEOGRAFIS OUTPUT DARI JUSTIFIKASI TERSEBUT MENGHASILKAN, TIGA ASPEK PEMERINTAHAN DAERAH: a. GOVERNANCE EMPHASIS b. COMMUNITY EMPHASIS c. MARKET EMPHASIS

YANG AKHIRNYA TERDAPAT PARADIGMA PILIHAN STRATEGIS PULA: COMMUNITY GOVERNANCE NEIGHBORHOOD APPROACH DIRECT PROVISION APPROACH COMMERCIAL APPROACH

Direct Provision (1) Masyarakat secara keseluruhan menjadi sasaran dalam pemerintahan Pemerintah memiliki peran yang tinggi Pasar berperan sedang-sedang cenderung tinggi

Neighborhood governance (2) Masyarakat yang menjadi sasaran maupun sebagai subyek pemerintahan berada pada level kelompok (lokalitas); terdapat NGO’s, dan asosiasi masyarakat yang memiliki andil besar dalam pemerintahan Peran swasta sedang cenderung rendah Peran pemerintah sedang cenderung tinggi (mediator dan fasilitator keterlibatan masyarakat tersebut di atas.

Community governance (3) Masyarakat berperan dalam pemerintahan pada level individu —kesadaran tinggi dalam pemerintahan. Peran pemerintah sedang cenderung rendah ---banyak dikembangkan delegasi bahkan devolusi kepada masyarakat untuk mengatur sendiri melalui CBO’s, kelompok masyarakat berdasarkan teritori dan betul-betul efektif dengan dukungan individu masyarakat yang tinggi Peran swasta rendah

Commercial Approach (4) Sasaran Masyarakat berada dalam level individu ---konsumen Peran Pemerintah rendah ---banyak swastanisasi, sebagai pengatur dan fasilitator swasta Swasta memiliki peran yang besar

GOVERNANCE EMPHASIS COMMUNITY EMPHASIS MARKET EMPHASIS 2 3 1 4 LOW HIGH COMMUNITY EMPHASIS WHOLE LOCAL Community LOCALITIES INDOVIDUALS HIGH LOW MARKET EMPHASIS

Ringland (2002) mencontohkan pula bagaimana pembangunan Kota-kota di Inggris dalam menyikapi permasalahan lingkungan dengan landasan beberapa dimensi yang dibangun melalui data dan informasi dari stakeholder-nya. Dimensi-dimensi tersebut adalah: (1) nilai-nilai sosial (social value) antara individual dan komunitas; (2) sistem ‘governance’ antara saling ketergantungan (interdependence) dan otonomi. Hasilnya empat skenario dengan istilah-istilah berikut: (a) pasar global; jika interdependence dan individual; (b) keberlanjutan global; jika interdependence dan komunitas; (c) urusan lokal (local stewardship); jika komunitas dan otonom; dan (d) national enterprise; jika otonom individual.

Skenario Pengembangan Kota-kota di Inggris Gambar Skenario Pengembangan Kota-kota di Inggris Interdependence WORLD MARKET Global Responsibility Conventional Development Individual Community National Enterprise Local Stewardship Autonomy

Penutup Kebijakan publik yang mampu merubah pilihan-pilihan tersebut Kebijakan publik lokal dalam proses memilih model tersebut harus disesuaikan dengan kabijakan nasional Sudah seharusnya kebijakan desentralisasi yang dijalankan pemerintah mampu mendorong pemerintah daerah memilih model yang cocok bagi masyarakatnya