PERENCANAAN PARTISIPATIF DALAM PLPBK

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
APA? Kedondong Agropolitan Center adalah kawasan agropolitan yang akan dibangun di Desa Kedondong. Agropolitan Center adalah suatu kawasan berupa kota.
Advertisements

SATKER SANITASI KOTA TASIKMALAYA
KEBIJAKAN IZIN TATA RUANG PADA KAWASAN PERUMAHAN
PROSES DAN MEKANISME PENYUSUNAN RTRW KABUPATEN
PENGEMBANGAN LKM-A PADA GAPOKTAN PENERIMA DANA BLM-PUAP
Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah Departemen Dalam Negeri
PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU 3 R BERBASIS INDUSTRI RUMAHAN
Meningkatkan Peran dan Fungsi Penyuluh Swadaya
SEKOLAH DASAR BERSIH DAN SEHAT
SEKOLAH DASAR BERSIH DAN SEHAT
Langkah-Langkah Pendampingan KSM Juni 2014.
PELATIHAN MASYARAKAT PNPM-R2PN TAHUN
Topik Bahasan PELAKU DAN PERAN KEGIATAN PRB-BK.
ARAH PELAKSANAAN PNPM MANDIRI PERKOTAAN TAHUN 2014
MONITORING DAN EVALUASI PARTISIPATIF DALAM KEGIATAN PLPBK
Dasar Pengelolaan Sampah Kota
Keluaran Kurikulum Pelatihan PLPBK Tujuan PelatihanDasar PLPBK
Oleh : Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I
SOSIALISASI KEGIATAN PLPBK
Workshop PPM Desa Sumberagung Fakultas Ilmu Sosial UNY UTAMI DEWI
KONSEP DASAR PLPBK 2014.
Pelatihan Pemetaan Swadaya PNPM – P2KP
Topik Bahasan PENYUSUNAN DOKUMEN RTPRB.
“Bersama Membangun Kemandirian”
KEGIATAN PRIORITAS PEMBANGUNAN PRB-BK
MENGAPA PERLU VISI DAN MISI
PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN BERBASIS KOMUNITAS (PLP-BK)
PERAN PENDAMPING DALAM PENGUATAN KELEMBAGAAN BKM
PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN AIR MINUM
ANALISIS PADA INTEGRASI PERTIMBANGAN LINGKUNGAN
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
Setiawargi Menata Diri
Konsep Pengembangan Wilayah
Direktur Pengembangan PLP
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
DARAFT JUKNIS PERENCANAAN PARTISIPATIF DAN PEMASARAN PLPBK
PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KAWASAN PERMUKIMAN
PT. INDULEXCO Consulting Group
PEMBENTUKAN POSDAYA LPM UNIVERSITAS JEMBER Disampaikan pada
KAJIAN ANALISIS DAN KEBIJAKAN PENGEMBANGAN SISTEM INOVASI DAERAH (SIDA) DALAM PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2015 PT. Secon Dwitunggal Putra.
Bappeda Kota Surakarta
PERENCANAAN PEMANFATAN LAHAN; ZONASI LAHAN & PERWILAYAHAN KOMODITAS
PERUBAHAN-PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PROGRAM KOTAKU
Z Arah Kebijakan Percepatan Penanganan Kumuh dan Gambaran Umum Program KOTAKU Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan.
SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH ( SAKIP)
Kawasan Permukiman Kumuh
KONSEP PENANGANAN KUMUH
PERMUKIMAN.
KONSEP PENGELOLAAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN
PERAN KORKOT.
Materi Rakor Program Kerja KPMD Tahun Anggaran 2016
APA KABAR PLPBK ??.
Tugas Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) BSPS Tahun 2016
BANTUAN STIMULAN PERUMAHAN SWADAYA
RENCANA KERJA DINAS KEHUTANAN TAHUN 2017
PEREKONOMIAN INDONESIA
PLPBK Desa Karamat Mulya
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Lingkungan Hidup Di Kelurahan Bambankerep RW 04 Kecamatan Ngaliyan Semarang Kelompok, Muhammad Baihaqi ( ) Hidayatun.
Mobil Hijau SIKIB Wilayah Kab. Kulon Progo
Action plan Produk PLP-BK Pemetaan Swadaya Gambaran Umum wilayah Penggalian visi & misi Rencana Pengembangan.
MEMBANGUN KELOMPOK KUNCI MEBERDAYAKAN MASYARAKAT
Proses Penyusunan Perencanaan Sistem Pengelolaan Persampahan Dasar-dasar Pengelolaan Persampahan nawasis.com.
Pengelolaan drainase.
Pengertian (1) Struktur Ruang Tata Ruang Pola Ruang
Lingkungan yang Bersih
PENATAAN RUANG 14/01/ :10.
POKOK-POKOK PIKIRAN DPRD diy terhadap rkpd diy tahun 2020 H
PENYUSUNAN Rencana Detail Tata Ruang PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG Tahun 2018 – 2038.
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
SANITASI PERKOTAAN BERBASIS MASYARAKAT KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA PERENCANAAN PARTISIPATIF.
Transcript presentasi:

PERENCANAAN PARTISIPATIF DALAM PLPBK

APA PERENCANAAN PARTISIPATIF? Proses perumusan dan penyepakatan produk perencanaan dengan melibatkan partisipasi aktif warga dan Pemda Proses penyelarasan perencanaan pembangunan Kota/Kabupaten (Top Down) dan perencanaan pembangunan yang dirumuskan masyarakat secara partisipatif (Bottom up) Dokumen Perencanaan Partisipatif PLPBK (RTPLP Kawasan Prioritas, DED, AB, Rencana Pengelolaan)

Manfaat Perencanaan Partisipatif Menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab yang kuat terhadap hasil pembangunan. Meminimalkan konflik, sehingga mempercepat proses kegiatan secara keseluruhan. Efisiensi dan efektivitas, karena keputusan diambil sesuai dengan kondisi yang ada, baik kebutuhan, keinginan, maupun sumber daya di masyarakat. Memberdayakan masyarakat setempat, terutama membangun kepercayaan diri, kemampuan bermasyarakat dan bekerja sama.

Maksud Proses Perencanaan Partisipatif TOP DOWN PLANNING Kebijakan Pembangunan Kota/Kab Rencana Tata Ruang Wilayah Commited Projects PLP-BK HARMONISASI INTEGRASI SINERGI BOTTOM UP PLANNING Aspirasi (Cita2) Masyarakat Rencana Lokal yg disepakati Masy Proposed Projects

TAHAP PERSIAPAN TAHAP PERENCANAAN Lokakarya Kota/Kab. Pokja/ Tim Teknis Pemda Terbentuk Lokakarya Kelurahan TIPP Terbentuk Sosialisasi Tingkat Kota/Kab. Sosialisasi Tingkat Kelurahan PS RTPLP Kawasan Prioritas Penggalangan Kemitraan Pelaksanaan Pembangunan Keberlanjutan Sosialisasi & Pemasaran Menerus TAHAP PERSIAPAN TAHAP PERENCANAAN TAHAP PEMBANGUNAN & KEBERLANJUTAN BAGAN ALUR KETERPADUAN TAHAPAN KEGIATAN PLPBK Tahapan Kegiatan Kolaborasi Pemda dan Masyarakat

Siapa Saja yang Terlibat? Masyarakat (TIPP dan Tim/Pokjanya, KSM, Tokoh Masyarakat, masyarakat secara umum) Pemerintah Daerah (Perangkat Lurah, Tim Teknis, SKPD Terkait, Kecamatan) Kelompok Peduli (LSM, Universitas, Sektor Privat, relawan lainnya)

Pemahaman Karakteristik Lokasi PLPBK, 2013/2014 sebagai Pendekatan Perencanaan PLPBK Kawasan Desa/Semi Urban Kawasan Kota Besar & Metropolitan Kawasan permukiman miskin Kawasan permukiman padat, kumuh dan miskin Kepadatan Bangunan rendah/sedang Kepadatan Bangunan Tinggi Pola Permukiman pddk miskin menyebar Pola permukiman pddk miskin mengelompok Kegiatan usaha pertanian dll Kegiatan usaha (jasa, buruh dll) Kondisi bangunan buruk menyebar Kondisi bangunan buruk/kumuh mengelompok Kualitas Pelayanan sarana dan prasarana (Jalan, drainase, air minum) buruk Kualitas Pelayanan sarana dan prasarana (Jalan, drainase, air minum, Sampah. Limbah, Kesehatan lingkungan) buruk RTH/Ruang Publik umumnya sudah terpenuhi RTH/Ruang bermain anak sangat terbatas Penduduk (Homogen) Penduduk (heterogen)

Proses Perencanaan Seperti apa kondisi masa kini? Kendala & Potensi menuju Visi? Bagaimana kondisi itu terjadi? Apa yang akan terjadi di masa depan? Kondisi seperti apa yang diinginkan di masa depan? perbedaan/jarak Bagaimana cara menuju ke visi? “Identifikasi” “Analisis Kondisi Eksisting” “Analisis Proyeksi Masa Depan” “Visi” “Perumusan Rencana” Proses Perencanaan berorientasi pada VISI, bukan hanya penyelesaian masalah semata

Garis Besar Tahapan Perencanaan Partisipatif di PLPBK Persiapan Penyepakatan Kawasan Prioritas Sosialisasi Membangun Visi Pemetaan Swadaya Pengumpulan Data dan Analisis Penyusunan Rencana Alternatif Gagasan RTPLP dan DED Aturan Bersama Rencana Pengelolaan

MEMBANGUN VISI Merumuskan gambaran Awal Lingkungan Permukiman Ideal di masa mendatang yang akan dicapai sebagai hasil akhir penataan suatu kawasan yang direncanakan. Visi dibangun dengan mempertimbangkan: Persoalan dan potensi Kawasan Prioritas Visi, kebijakan dan rencana-rencana pembangunan kawasan yang lebih luas Visi harus realistis, rasional (secara kurun waktu dan potensi pencapaian), dan terukur. Visi yang jelas dapat dijabarkan kedalam Konsep/gagasan Penataan kawasan yang ingin dicapai Setelah melakukan PS, visi perlu direview kembali apakah sudah sesuai, atau masih perlu disempurnakan??

PEMETAAN SWADAYA (PS) TUJUAN KELUARAN Mengidentifikasi persoalan dan potensi (sosial, ekonomi, lingkungan, nilai-nilai) terkait permukiman di kawasan prioritas Menghasilkan prioritas persoalan yang akan menjadi fokus perencanaan kawasan prioritas. Membangun tanggungjawab bersama untuk menyelesaikan persoalan Memberikan pembelajaran pada masyarakat untuk melakukan proses pemetaan persoalan dan potensi yang ada di wilayah Kelurahan KELUARAN Data persoalan dan potensi (sosial, ekonomi dan lingkungan) terkait permukiman dikawasan prioritas Persoalan utama untuk ditangani Data/informasi di tingkat kelurahan dan kota/kabupaten yang berpengaruh langsung terhadap persoalan utama di kawasan prioritas.

Penting diingat dalam PS! Kegiatan pengumpulan data & informasi dan analisis harus relevan dengan visi yang akan dicapai, sehingga tergambarkan potensi dan kendala utamanya Analisis dilakukan tidak hanya di kawasan prioritas, tetapi juga pengaruhnya dengan kelurahan maupun kota Analisis tidak hanya pada kondisi eksisting, tetapi juga kebutuhan di masa yang akan datang Presentasi menggunakan peta, grafik, serta narasinya Agar pengumpulan data efektif dan efisien, tahap Persiapan PS sangat penting

Contoh Hasil Pemetaan Swadaya

Permasalahan Lingkungan Kawasan Permukiman Padat, Kumuh dan Miskin Saluran drainase tidak terawat berpotensi sebagai sumber penyakit Jalan lingkungan tanpa drainase, selalu tergenang air Pemanfaatan ruang antar rumah yg tidak baik berpotensi menjadi sarang nyamuk penyebab DB Jalan lingkungan tanpa perkerasan & drainase, becek di musim penghujan Pemetaan Swadaya oleh Warga Relawan Jalan lingkungan tanpa perkerasan & drainase, becek di musim penghujan Pemetaan swadaya / pemetaan kampung oleh warga relawan dilakukan tidak hanya untuk menemukenali permasalahan lingkungan semata, namun juga sosial dan ekonomi berikut solusi dan penganganannya dengan memanfaatkan potensi & sumberdaya yang ada. Pemanfaatan ruang yg salah berpotensi menjadi sarang penyakit Drainase buruk me-nyebabkan air menggenang Pengelolaan sampah yang tidak baik oleh warga

Permasalahan Sempadan Kali Asem Binatur KAWASAN PERMUKIMAN PADAT, KUMH DAN MISKIN Bangunan menjorok ke sungai menutup akses jalan masuk kawasan Orientasi massa bangunan membelakangi dan menjorok ke tepi sungai Warga memanfaatkan sempadan sungai sebagai tempat penimbunan sampah Pemetaan Swadaya oleh Warga Relawan Berbagai permasalahan lingkungan permukiman dijumpai di kawasan sepanjang sempadan sungai. Mulai dari perilaku warga yang kurang memperhatikan kesehatan lingkungan, penyalahgunaan lahan atau ruang milik sungai, pencemaran sungai oleh limbah batik, hingga minimnya sarana sanitasi warga / lingkungan Pembuangan limbah cucian batik langsung ke sungai mencemari sungai, air tanah, & menimbukan bau tak sedap Perilaku membuang sampah sembarangan ke sungai Jembatan antar unit lingkungan rusak Sarana sanitasi rumah tangga warga yang buruk

Reparasi kursi/sofa/jok mobil Sentra pembuatan mie & bakso Potensi Pengembangan Kawasan Perencanaan Reparasi bodi mobil Reparasi kursi/sofa/jok mobil Reparasi bodi mobil Reparasi bodi mobil Pemetaan Swadaya oleh Warga Relawan Berbagai aktifitas kegiatan produktif rumah tangga menjadi aktifitas harian warga setempat sebagai sumber pendapatan ekonomi. Adapun kegiatan ekonomi produktif dominan di kawasan ini adalah jasa reparasi bodi dan pengecatan mobil, home industry batik, indusitri makanan olahan seperti mie dan bakso, dan reparasi sofa/jok mobil. Sentra pembuatan mie & bakso Home Industry Batik

Penyusunan RTPLP Kawasan prioritas Tujuan Menyusun perencanaan yang mampu menangani persoalan utama dan optimalisasi pemanfaatan potensi untuk mewujudkan lingkungan permukiman kawasan prioritas yang tertata, bersih, sehat dan produktif, sesuai visi yang disepakati warga Menyusun perencanaan kawasan prioritas yang mampu mendorong terjadinya perubahan perilaku warganya ke arah yang lebih baik Menyusun acuan dan alat kontrol/pengawasan pembangunan bagi masyarakat, pemerintah, swasta, LSM dan donor yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan penataan dan pembangunan permukiman di kawasan prioritas. Ingat bahwa yang direncanakan bukan hanya pembangunan fisiknya saja, tetapi kegiatan diatasnya (manusianya)!

Perumusan Aturan Bersama Isi aturan bersama Urusan pembangunan dan penataan lingkungan permukiman. Urusan pengembangan kegiatan usaha/ekonomi lokal. Urusan sosial dan pelestarian nilai dan kearifan lokal. Urusan kelembagaan/unit pengelola pembangunan. Proses Perumusan Aturan Bersama Menyusun kembali catatan-catatan hasil kesepakatan rembug warga pada saat proses penyusunan RTPLP Kawasan Prioritas, kedalam kelompok isi dokumen aturan bersama yang disepakati Menggali dan menyepakati nilai-nilai budaya masyarakat Melakukan konsultasi kepada Tim Teknis untuk menyelaraskan ketentuan kesepakatan yang bersinggungan dengan peraturan daerah. Melakukan proses legalisasi dokumen aturan bersama menjadi peraturan Desa/Kelurahan. Diseminasi dokumen aturan bersama ke seluruh masyarakat Melakukan review dan melengkapi isi Aturan bersama secara berkala

Gagasan Rencana Pengelolaan Pembangunan Wilayah, Kawasan & Keg. Unit Pengelola Peran dan Tugas Antar Kelurahan/Kabupaten/Kota Forum BKM Mensinergikan kegiatan Monitoring, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan perencanaan, pemasaran, pelaksanaan pembangunan antar wilayah kelurahan /desa yang berbasis nilai dan menjaga keberpihakan kepada Warga Miskin Melakukan promosi program – program strategis dalam menggalang kemitraan bersama. Kemitraan antar BKM (lintas wilayah Kelurahan sd wilayah provinsi Kemitraan BKM dengan Dunia Usaha, LSM dan Kelompok peduli lainnya. dll Kelurahan/Desa BKM dan Lurah/Kades Monitoring, pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan perencanaan, pemasaran, pelaksanaan pembangunan diwilayah kelurahan berbasis nilai dan menjaga keberpihakan kepada Warga Miskin Kelurahan/Desa/Kawasan UPL/UPK/UPS di bantu TIPP, Panitia Pembangunan dll Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan perencanaan partisipatif, Pemasaran sosial/kemitraan dan pelaksanaan pembangunan Memeriksa dan menyetujui/tidak menyetujui hasil pelaporan unit-unit pengelola dibawahnya (unit/KSM) Merumuskan rencana program pembangunan, rencana anggaran biaya pembangunan tahunan Merumuskan rencana program penggalangan kemitraan

Gagasan Rencana Pengelolaan Pembangunan Wilayah, Kawasan & Keg. Unit Pengelola Peran dan Tugas Kelurahan/Desa/Kawasan UPL/UPK/UPS di bantu TIPP, Panitia Pembangunan dll Merumuskan rencana program penggalangan kemitraan Mempertanggungjawabkan hasil kerja kepada BKM dan disebarluaskan kepada masyarakat. dll Kawasan Sentra Produksi/ekonomi (Peternakan, perikanan, wisata dll) Sub Pengelola Kawasan dibawah kendali setingkat manager dan dibantu unit-unit pengelola/KSM, seperti: Unit proses produksi, unit pemasaran, unit penelitian & pengembangan usaha, unit Kemitraan, Unit Pemeliharaan Bangunan, Unit Pengelolaan Keuangan dll sesuai kebutuhan Merumuskan strategi dan rencana program pengembangan usaha (bisnis plan) Memeriksa dan menyetujui/tidak menyetujui rencana program kerja Tahunan setiap unit /KSM dibawahnya. Rencana program kerja harus berpihak kepada warga miskin Mengelola keungan hasil usaha sebagai bagian pendapatan Masyarakat Kelurahan dan memastikan pendapatan tersebut dapat digulirkan kembali sesuai mekanisme dan tata cara yang disepakati bersama. Melaporkan hasil kegiatan kepada UPK/UPL/UPS dan diketahui Lurah/BKM Sarana & Prasarana bagian dari kegiatan sosial (RTH, Ruang Publik, PAUD, persampahan, pelayanan air minum, jalan, drainase, jembatan, penerangan jalan, pengelolaan limbah, mitigasi bencana, pengamanan lingkungan dll Unit/KSM bersinergi dengan tugas RW/RT, OMW, lembaga adat dan dibantu relawan dan kelompok peduli lokal Memastikan hasil pembangunan berkualitas Melakukan pemeliharaan hasil hasil pembangunan sesuai mekanisme dan tata cara yang sudah disepakati Melakukan pemungutan hasil retribusi (pengelolaan sampah, pelayanan air minum dll. Merumuskan rencana program kerja tahunan untuk diajukan kepada UPK/UPL/UPS Memastikan seluruh penugasan dapat diketahui masyarakat (transparansi