BEKASI, 17 MARET 2014 CNG STORAGE MUARA TAWAR.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PUSAT LISTRIK TENAGA DIESEL
Advertisements

BASIC ENGINE Drs.RUSMAN HADI.
Persiapan Perawatan Mesin Pendingin
Physical Security Definisi:
No frost refrigerator electrical wire
REFRESHING Ningin Toyo Ningin Toyo AC SPLIT.
BRAKE SYSTEM.
Perancangan Alat Proses “ Boiler “
Ismail April S. Panjaitan NIM :
BOILER 2 Disusun Oleh : Puji Wulandari ( ) Putri Ayu Wulandari ( ) Faddel Pinasthika ( )
Statement 1: Tidak ada satupun alat yang dapat beroperasi sedemikian rupa sehingga satu-satunya efek (bagi sistem dan sekelilingnya) adalah mengubah semua.
OVERVIEW PMBANGKIT PLTG / PLTGU
SISTEM PNEUMATIK 1.1.         Umum. Pneumatik berasal dari bahasa Yunani yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan.
EFI Electronic Fuel Injection
PENCEGAHAN/PEMADAM KEBAKARAN
Pertemuan ke 1 PENGANTAR Managemen Energi Listrik
PENGELOLAAN LIMBAH AGROINDUSTRI
Merakit PC Disusun Oleh : Dila Ismayanti.
Perancangan Alat Proses “ Boiler “
Alat Pemadam Kebakaran
PLTG Komponen utama: Kompresor Ruang Bakar Turbin
Latar Belakang Road Map SBKT

Emission Control System
Pengelolaan Instalasi Komputer
HEAT PUMP DAN HEAT ENGINE
13 Manajemen dalam Produksi. Sumberdaya Sebenarnya, semua ilmu Teknik Industri mencakup manajemen Sumber Daya Sumberdaya sering menjadi masalah yang kritis,
7. Sistem pneumatik Pneumatik adalah studi tentang sifat2 mekanis dari gas. Dalam aplikasinya di industri, gas yang terlibat pada umumnya adalah udara.
VAPOR COMPRESSION CYCLE
A. Agung Putu Susastriawan., ST., M.Tech
AIR CONDITIONING SYSTEM
Sistem Tenaga Uap Ahmad Adib R., S.T., M.T..
The first law of thermodynamics (control volume)
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)
LAPORAN KERJA PRAKTEK SISTEM KONTROL & INSTRUMENTASI DI STASIUN PENGUMPUL NIRU PT. PERTAMINA EP ASSET 2 LIMAU FIELD Sintia Peronika
POWER PLANT.
JARINGAN PERPIPAAN (PLUMBING dan SANITASI)
Secara umum perencanaan instalasi pipa bila ditinjau dari segi lokasi
Deteksi dan Alarm Kebakaran
Memahami Proses Pengukuran pada pengolahan migas
SPLIT - AIR CONDITIONER
Bab 8. Pengantar tentang Relief Pressure
1 SISTEM HIDROLIK SEBAGAI PENGGERAK BAJAK MOLE
TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS MERCU BUANA
Perlindungan Api pd Ruangan
Simbol Dasar Hidrolik Garis Kerja (Working Line)
M. Hariansyah, lahir di Balikpapan pada tanggal 17 Maret 1968
COLLING SYSTEM Pembakaran campuran udara dan bahan bakar didalam mesin menghasilkan energi panas, tetapi hanya 25% dari keseluruhan jumlah panas yang.
Mesin Jet.
SELAMAT JUMPA DIPEMBELAJARAN MEMPERBAIKI SISTIM PENDINGIN
Komponen sistem Pneumatik
COLLING SYSTEM Pembakaran campuran udara dan bahan bakar didalam mesin menghasilkan energi panas, tetapi hanya 25% dari keseluruhan jumlah panas yang.
Air Lift Operation (Cara kerja pengangkutan dengan udara)
PERANCANGAN ALAT PROSES (Rule Of Thumb) BOILER
Genset.
PROTEKSI GENERATOR Pokok bahasan : Proteksi Generator
Dasar – dasar Instrumentasi
PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK
Pencegahan kebakaran Sistem pencegahan kebakaran dapat berfungsi dg baik asalkan sebelumnya dilakukan suatu persyaratan pd bangunan itu sendiri yaitu:
Pengenalan SARANA DAN FASILITAS INSTALASI/DEPOT/DPPU
P ENYEDIAAN UAP KETEL UAP Secara umum ketel uap (boiler) diklasifikasikan ke dalam : -Boiler pipa api (Fire-tube boiler) yang mana sumber panas berada.
2 PROYEK CIVIL – GEDUNG TEKNOLOGI DAN MANAGEMEN ALAT BERAT
HASIL TES RESPON FREE GOVERNOR SERENTAK
COMPRESSOR SURGING (SURGE) DAN PENCEGAHANNYA
HEAT EXCHANGER BY MOH.ARIS AS’ARI, S.Pd
Kelistrikan Kulkas (Refrigerator Electrical). Kali ini kita akan membahas tentang cara kerja rangkaian kelistrikan pada sebuah refrigerator dengan kontrol.
INFRASURUKTUR AIR BERSIH KELOMPOK 3. 1.YUSUFE1B MUQRINE1B YANA WAHYUNIE1B M. AKBAR MUKHLISE1B YUDHYAQSAE1B M.
Terjadinya sumber energi panas bumi di Indonesia serta karakteristiknya dijelaskan Budihardi (1998), yaitu ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia.
Diskusi Fungsi Komponen Cara Kerja KD 3.2. Menerapkan Cara Perawatan Sistem Pelumasan KD 4.2. Merawat Sistem Pelumasan Simpulan Pustaka SISTEM PELUMASAN.
Transcript presentasi:

BEKASI, 17 MARET 2014 CNG STORAGE MUARA TAWAR

PERESMIAN PROYEK PEMBANGUNAN STORAGE CNG UNTUK PT PJB UNIT PEMBANGKITAN MUARA TAWAR BEKASI, 17 MARET 2014

GENERAL LAYOUT CCR Tanks Boiler Trafo PRU USM Pre Tube Skid 1 Gas Compressor GDU Tube Skid 2 Tube Skid 3 Tube Skid 4 PT PJB telah membangun Storage Compressed Natural Gas (CNG) di Unit Pembangkitan (UP) Muara Tawar, Bekasi. Dengan pembangunan storage CNG ini akan dapat menekan konsumsi bahan bakar minyak pada saat beban puncak. Dengan memanfaatkan teknologi gas alam terkompresi di Muara Tawar, PJB mampu menekan penggunaan BBM hingga 203 ribu kiloliter atau setara penghematan Rp 1,187 triliun per tahun. Pembangunan Storage CNG (Compressed Natural Gas) dengan kapasitas 20 MMSCF yang akan digunakan untuk keperluan suplai bahan bakar PLTG/PLTGU terutama saat beban puncak (on peak). Gas umpan CNG Plant ini akan disupply dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Dasar pembangunan Storage CNG ini adalah untuk menyimpan sementara kelebihan supply gas pada waktu beban rendah (low peak). Secara umum, proses CNG Plant ini adalah untuk memenuhi kebutuhan gas pada saat beban puncak. Gas di kompresi selama 10 jam oleh compressor hingga tekanan mencapai 250 barg kemudian disimpan ke dalam CNG Storage Cylinder dan kemudian di dekompresi selama 9 jam untuk keperluan bahan bakar PLTG/PLTGU UP MuaraTawar. Equipment utama, yaitu: 1. Plant Inlet Control - 2 unit 2. Gas Pre-Treatment (Scrubber & Dryer) – 2 unit 3. Gas Dryer Unit (GDU) – 4 unit 4. Gas Compressor – 16 unit 5. Tube Skid Storage – 140 unit 6. Pressure Reducing Unit (PRU) – 4 unit 7. Mixing Unit – 1 unit 8. Ultrasonic Metering Unit (USM) – 1 unit 9. Hot Water Boiler – 3 unit 10. Air Receiver Tank – 1 unit 11. Condensate Tank – 1 unit

CNG PLANT Pada tahap awal, gas yang berasal dari PGN dengan tekanan normal 24 barg masuk melalui Plant Inlet Control. Plan Inlet Control ini mempunyai fungsi utama sebagai Flow Limiter untuk membatasi aliran gas yang masuk kedalam CNG Plant dengan kapasitas maksimum aliran gas yaitu 2 MMSCFH. Flow Limiter ini juga berfungsi sebagai Plant Inlet Control/Shutdown. Plan Inlet Control ini terdiri dari Shutdown Valve (Pneumatic operated) yang berfungsi sebagai safety plant jika terjadi hal yang tidak diinginkan, Orifice Flow Meter yang berfungsi untuk mengetahui aliran gas yang masuk kedalam plant dan dapat dimonitor di DCS, dan Flow Control Valve yang berfungsi untuk membatasi aliran dengan mengatur bukaan dari Control Valve tersebut. Kemudian setelah itu gas masuk ke Pre-Treatment Unit. Pre-Treatment Unit ini terdiri dari dua komponen utama yaitu Scrubber dan filter, di Pre-Treatment ini gas akan dibersihkan dari kotoran-kotoran yang terkandung dalam gas berupa partikel-partikel solid maupun liquid yang mudah terkondensasi. Gas keluaran dari Pre-Treatment ini harus dalam fase gas sepenuhnya, bebas dari komponen solid maupun liquid, memiliki kadar air rendah sehingga tidak membahayakan operasional equipment lainnya terutama pada proses kompresi di CNG Compressor. Plant Inlet Pre-Treatment

GAS COMPRESSOR Setelah melalui Gas Pre-Treatment Unit, gas masuk ke Gas Dryer Unit untuk mengurangi kadar air yang terkandung dalam gas tersebut sehingga gas yang masuk ke CNG Compressor benar-benar kering dan mengandung water content yang rendah. Hal ini dapat diketahui dari nilai Dew Point Temperature (oC) yang dapat terbaca di Local Panel GDU maupun di DCS. Selanjutnya gas di kompresi menggunakan CNG Compressor yang digerakkan menggunakan motor listrik hingga tekanan gas mencapai 250 barg. Pada saat proses kompresi, gas yang berasal dari PGN diturunkan tekanannya menggunakan pressure regulator yang terdapat pada kompresor dengan range inlet pressure 10-14 bar. Pada tahap kompresi gas akan mengalami kenaikan temperatur seiring dengan kenaikan tekanan, sehingga dalam tahap ini digunakan intercooler di setiap stage proses kompresi yang terdapat pada kompresor untuk menjaga temperatur sesuai yang diinginkan. Setelah itu gas disimpan dalam CNG Storage Skid untuk digunakan pada saat beban puncak. GAS DRYER

CNG SKID STORAGE Pada CNG Plant Muara Tawar ini terdapat 140 unit CNG Storage Tube Skid, dimana masing-masing unit terdiri dari 8 tubes dengan nominal volume per tube adalah 2.24 m3 atau nominal volume per skid adalah 17.92 m3 dan range working temperature -50 ~ 65 oC. Pengelompokan CNG Storage Tube Skid ini dibagi menjadi 4 blok (3 blok berisi 36 unit skid dan 1 blok berisi 32 unit skid) Tube skid ini seluruhnya disusun dalam 4 tingkat. CNG Storage Tube Skid ini dilengkapi dengan peralatan safety berupa safety valve dan bursting disk yang akan terbuka jika terjadi over pressure. Selain itu juga dilengkapi dengan indicator berupa pressure gauge dan temperature gauge untuk mengetahui tekanan dan temperatur gas yang terdapat pada skid.

PRESSURE REDUCER UNIT Pada saat beban puncak, gas yang tersimpan dalam CNG Storage Skid didekompresi melalui Pressure Reducing Unit (PRU) dengan tekanan keluar menyesuaikan dengan tekanan di Gas Receiving Station (GRS) yaitu antara 27-34 Barg dengan mengatur set point Pressure Control Valve (PCV) dari DCS. Pada tahap ini, proses dekompresi gas dari 250 barg hingga tekanan rendah (27-34 barg) melalui beberapa tahapan penurunan tekanan Untuk mencegah penurunan temperatur yang terlalu drastis akibat penurunan tekanan dan menjaga gas keluaran dari PRU sesuai kebutuhan Gas Turbin maka perlu dilakukan proses pemanasan untuk menghindari freezing. Pada tahapan ini, pemanasan pada PRU dilakukan menggunakan Heat Exchanger dengan media air panas yang berasal dari Hot Water Boiler. Hot Water Boiler ini memproduksi air panas untuk disirkulasikan mrnggunakan circulating pump ke dalam heat exchanger pada PRU. Hot Water Boiler sendiri memiliki burner untuk memanaskan air. Burner tersebut memakai gas sebagai bahan bakar yang ditapping dari Pre-Treatment Unit. Setelah gas keluar dari PRU, kemudian gas masuk melewati Gas Mixing Unit. Gas Mixing Unit ini terdiri dari Orifice Flowmeter dan Flow Control Valve yang berfungsi untuk membatasi aliran dengan mengatur bukaat dari Control Valve tersebut dari DCS. Setelah itu gas masuk melewati Gas Metering Unit yang terdiri dari Gas Chromatograph yang berfungsi untuk memonitor kadar yang terkandung di dalam gas dan Ultrasonic Flowmeter (Non-Custody Meter / Process Meter only) untuk mengetahui kapasitas gas keluar dari CNG Plant. Setelah itu, gas masuk ke GRS yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar Gas Turbine PLTG/PLTGU Muara Tawar untuk memproduksi listrik. BOILER

TRAFO PANELS ELECTRICAL Secara Garis besar, Sistem kelistrikan di CNG Storage Plant UP Muara Tawar, terdapat dua buah Plant CNG yang disebut CNG-A dan CNG-B dengan total daya mencapai 14MVA. Masing-masing plant membutuhkan daya kurang lebih 7MVA yang disupply dari Power Bus 19BBA dan 19BBB dari unit Eksisting PJB UP Muara Tawar. Beban utama dari Plant CNG Storage adalah 16 Unit CNG Compressor dengan kapasitas maksimum per-unit Compressor sebesar 425kW yang bekerja pada tegangan 400V LV. Selain itu terdapat Beban lain (Auxiliarry) meliputi peralatan penunjang antara lain, Pompa, Boiler, Dryer, PRU, termasuk peralatan Utilitas untuk Building beserta Plant Control System (DCS). karena semua sistem kelistrikan dari CNG Storage Plant berada pada tegangan rendah (400V) maka disiapkan Trafo Distribusi 6,3kV/0,4kV sebanyak 6 Unit yang masing-masing terdiri dari 4 Unit Transformer dengan kapasitas per-unit 3000kVA sebagai supply tegangan untuk Compressor, 1 Unit Transformer dengan kapasitas 1000kVA dan 1 Unit Transformer dengan kapastias 800kVA untuk supply Auxiliary sebagai Balance of Plant (BoP) dari CNG Storage Plant PANELS

CIVIL WORK CONTROL ROOM Pada CNG Plant ini dibangun 1 unit Control Building 2 lantai. Pada lantai 1 digunakan untuk penempatan panel-panel MV dan LV. Bagian dasar digunakan raise floor untuk mempermudah pemasangan kabel-kabel dari pembangkit ke panel, trafo atau peralatan lainnya. Sedangkan lantai 2 digunakan sebagai control room yang terhubung dengan PC dan DCS. Gedung ini juga dilengkapi dengan battery room, workshop dan toilet. Proyek ini berada pada lahan yang sangat terbatas dengan luas hanya sekitar 6000 m2. Pengaturan letak equipmet, jalan akses, laydown dan temporary facities adalah hal yang perlu direncanakan dengan matang.   Dengan kondisi tanah lunak tepi pantai, tidak ada pilihan lain selain menggunakan tiang pancang sebagai pondasi. Untuk peralatan utama digunakan tiang pancang diameter 50 cm dengan kedalaman rata-rata 30 m. Ketebalan pondasi skid 45 cm.

SAFETY SYSTEM DERMAGA JALAN AKSES Berdasarkan regulasi MIGAS mengenai Standar keamanan yang harus digunakan dalam area Plant, maka di CNG Plant Muara Tawar digunakan Safety System berupa Fire Fighting System dan Gas Detector System dimana kedua instalasi tersebut terintegrasi dengan system DCS yang terdapat di CNG Plant Muara Tawar. Untuk instalasi Fire Fighting System dibagi menjadi 2 bagian yaitu indoor dan outdoor installation. Untuk indoor installation digunakan fire alarm system dimana smoke and heat detector yang dipasang di area control room digunakan sebagai alat pendeteksi adanya kebakaran. Selain itu, tersedia fire extinguisher untuk pemadaman api secara manual dimana fire extinguisher ini berisi gas CO2 sehingga tidak berbahaya dan sangat efektif untuk dipergunakan pada instalasi kelistrikan. Sedangkan untuk outdoor installation digunakan water sprinkler dan water spray yang dipasang di area CNG Storage Skid dan area transformer untuk mendeteksi jika terjadi kebakaran di area tersebut. Selain itu untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran diluar area CNG Storage Skid dan area transformer, terdapat pula fire hydrant yang terinstal di area sekeliling plant yang berjumlah 10 unit. Sebagai indikasi adanya kebakaran, didalam CNG Plant juga dilengkapi dengan Horn and strobe yang berfungsi secara jika terjadi kebaran. Jika terjadi kebakaran namun horn and strobe tidak aktif maka bisa dilakukan secara manual dengan menekan manual call point yang dipasang di area tangga menuju control room. Untuk Gas Detector System dibagi menjadi 2 type yaitu Point Gas Detector dan Open Path dimana system pendeteksian dari dua tipe tersebut berbeda. Untuk point gas detector menggunakan catalityc sensor yang mendeteksi persen LEL (% LEL) sedangkan untuk open path menggunakan infra red yang mendeteksi LEL meter (LELm). Didalam CNG plant ini terdapat 16 unit point gas detector dimana dipasang di area Pre-Treatment, Gas Dryer, PRU, Mixing Unit, Metering Unit dan Hot Water Boiler. Selain itu terdapat 1 pasang open path dimana terdiri dari 2 unit yang berfungsi sebagai transmitter dan receiver yang dipasang di ujung area skid blok 2 dan blok 4. Keseluruhan detector tersebut dihubungkan ke panel yang ada di DCS sehingga dapat termonitor jika terjadi kebocoran gas. DERMAGA JALAN AKSES Sebagai akses utama dari Unit Pembangkitan, dibuat jalan akses yang berupa dermaga selebar 4,5 m sepanjang 170 m. Struktur ini terdiri dari tiang pancang yang dipancangkan disamping sheet pile eksisting. Jalan Dermaga ini dapat dilalui oleh kendaraan ringan atau forklift yang diperlukan pada saat maintenance.

Narasi : ERIANA, RENGGA, Layout : PASHA, Fotografi : SISWANTONO

Jl. TB Simatupang 57 Pasar Rebo Jakarta 13760 PT PP (Persero) Tbk DIVISI EPC Plaza PP – Lt 3 Jl. TB Simatupang 57 Pasar Rebo Jakarta 13760 Telp. +62 21 840 3902 Fax +62 21 840 3992 www.pt-pp.com