TEORI LIMA TAHAP PEMBANGUNAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TEORI PEMBANGUNAN KLASIK
Advertisements

Nama: Nova Al- Muhdor NIM: Class: B
PENGANTAR ILMU EKONOMI MAKRO modul ke 1
RUANG LINGKUP ANALISIS MAKRO EKONOMI
Perubahan Sosial dan Teori Pembangunan (Cara Pandang Modernisasi)
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi II
EKONOMI PEMBANGUNAN PENGANTAR
DUALISME Pengertian Pengaruh Dualisme
ALIRAN STRUKTURALIS Adalah aliran pengembangan ide dasar sosialisme yang muncul di akhir 1940 dan 1950an. Teori strukturalis percaya bahwa pembangunan.
Teori Pertumbuhan Ekonomi (Mazhab Historismus)
Negara Maju dan Berkembang
Milla Firdiatiningsih
Sejarah Pemikiran Ekonomi
Pertumbuhan dan Pembanguan Ekonomi
Ruang Lingkup Makro Ekonomi
PERTUMBUHAN EKONOMI ,PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI , DAN KRISIS EKONOMI
TEORI-TEORI PEMBANGUNAN EKONOMI
Pertemuan III: Ekonomi Regional Teori Pertumbuhan Ekonomi Regional
Pertemuan 19 Pertumbuhan ekonomi
TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
MODUL II Gambar 1  output  output
Hal-hal yang di terangkan:
Perubahan Sosial dan Teori Pembangunan (Cara Pandang Modernisasi)
TRANSFORMASI STRUKTURAL
TEORI INVESTASI Pertemuan ke-6.
Tahap-Tahap Pertumbuhan Pembangunan
PERTEMUAN 3 PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
PERUBAHAN DAN PERTUMBUHAN STRUKTUR EKONOMI INDONESIA
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Ella Ekaristy,S.Pd.
Pertemuan ke-11 TERAPAN DAN ANTROPOLOGI PEMBANGUNAN
Negara Maju Negara Berkembang
NERACA PEMBAYARAN KURS VALUTA ASING DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertemuan III: Ekonomi Regional Teori Pertumbuhan Ekonomi Regional
NERACA PEMBAYARAN KURS VALUTA ASING DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
NEGARA MAJU DAN NEGARA BERKEMBANG
“Dampak Perubahan Sosial Akibat Modernisasi”
TEORI PEMBANGUNAN AMALUDIN, S.IP, MM.
MODUL II Gambar 1  output  output
1. Masalah Pertumbuhan dan Pemerataan: Pengalaman Asia Timur
EKONOMI PEMBANGUNAN.
PEMBANGUNAN EKONOMI KONSEP PEMBANGUNAN EKONOMI
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
EKONOMI PEMBANGUNAN.
NERACA PEMBAYARAN KURS VALUTA ASING DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
PROSES PEMBANGUNAN DALAM PEREKONOMIAN DENGAN KELEBIHAN TENAGA KERJA
Teori-teori Klasik Pembangunan
TEORI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI
TIM PENGAMPU IPS SMPN 1 BANGSRI TAHUN PELAJARAN 2008/2009.
TEORI INVESTASI.
Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
. PREPARED BY : H. MUSTIKA LUKMAN ARIEF, SE.,MBA.,MM
Pertumbuhan Ekonomi (Economic Growth)
Gambaran Umum Ekonomi Internasional
TAHAP-TAHAP PERTUMBUHAN EKONOMI
TIM PENGAMPU IPS SMPN 1 BANGSRI TAHUN PELAJARAN 2008/2009.
. PREPARED BY : Dr. H. MUSTIKA LUKMAN ARIEF, SE.,MM
BAB 13 Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
Teori Tahap Linear.
DUALISME Pengertian Pengaruh Dualisme
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Perubahan Sosial dan Teori Pembangunan (Cara Pandang Modernisasi)
Industrialisasi Dunia Ketiga Ahmad Rivaldi Ardianto( ) Desi Annisa Rahayu ( ) Firliantita Saskia( ) Ahmad Rivaldi Ardianto( )
ANALISIS KESEIMBANGAN KURVA IS-LM KELOMPOK 7. Model IS-LM The Power of PowerPoint | SLIDE 2 teori Keynes  Model IS-LM adalah interpretasi.
Pertemuan III: Ekonomi Regional Teori Pertumbuhan Ekonomi Regional
1. Masalah Pertumbuhan dan Pemerataan: Pengalaman Asia Timur
NERACA PEMBAYARAN KURS VALUTA ASING DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
PERTEMUAN 3.
Transcript presentasi:

TEORI LIMA TAHAP PEMBANGUNAN ROSTOW’S THEORY TEORI LIMA TAHAP PEMBANGUNAN

Masyarakat Tradisional Pertanian padat tenaga kerja; Belum mengenal ilmu pengetahuan dan teknologi (era Newton); Pertanian adalah mata pencaharian; Adanya sistem barter; Produktivitas rendah.

Prasyarat Tinggal Landas “the preconditions for takeoff” Pendirian industri-industri pertambangan; Peningkatan penggunaan modal dalam pertanian; Perlunya pendanaan asing; Tabungan dan investasi meningkat; Terdapat lembaga dan organisasi tingkat nasional; Adanya elit-elit baru; Perubahan seringkali dipicu oleh gangguan dari luar.

Tinggal Landas “The Take-off” Industrialisasi meningkat; Tabungan dan investasi semakin meningkat; Peningkatan pertumbuhan regional; Tenaga kerja di sektor pertanian menurun; Stimulus ekonomi berupa revolusi politik, Inovasi teknologi, Perubahan ekonomi internasional, Laju investasi dan tabungan meningkat 5 – 10 persen dari Pendapatan nasional, Pengaturan kelembagaan lebih baik (misalnya sistem perbankan).

Menuju kematangan ekonomi / Kedewasaaan (the drive to maturity), Pertumbuhan ekonomi berkelanjutan; Diversifikasi industri; Penggunaan teknologi secara meluas; Pembangunan di sektor-sektor baru; Investasi dan tabungan meningkat 10 – 20 persen dari pendapatan nasional.

Era konsumsi-massal tingkat tinggi (the age of high mass-consumption) Proporsi ketenagakerjaan yang tinggi di bidang jasa; Meluasnya konsumsi atas barang-barang yang tahan lama dan jasa; Peningkatan atas belanja jasa-jasa kemakmuran

Pendukung Rostow’s Theory Arief Budiman. “Teori Pembangunan Dunia Ketiga.Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 2000.”

Drs. Odry Syafwil, MS. “Kuliah 5/11/2012 @STIS ruang 266”. “rasio konsumsi tinggi” maka suatu masyarakat itu dikatakan mundur dikarenakan nilai pendapatannya rendah. “rasio konsumsi rendah” maka suatu masyarakat itu dikatakan maju dikarenakan nilai pendapatannya tinggi. Nah, jika konsumsi semakin tinggi diharapkan pendapatannya semakin meningkat dan tinggi juga (sesuai dengan kaidah pendapatan melalui pendekatan pengeluaran).

Penentang Rostow’s Theory Simon Kuznets (1901-1985), pakar ekonomi dari Columbia University, S. Djojohadikusumo, 1991:129) Prof Sarbini Sumawinata (Suwarsono dan So, 2006: 33) “Menurutnya, Teori Rostow sangat kabur dan sulit untuk diuji secara empiris selain itu juga , mengkritik tentang kegagalan Rostow dalam menyatakan ruang lingkup yang bagaimana teorinya berlaku.” “Teori ini kurang memperhatikan segi sosial, budaya, dan politik negara-negara berkembang termasuk Indonesia sebagai syarat untuk tinggal landas sebagaimana yang ditulis Rostow.“

Penentang Rostow’s Theory (cont) Judistira K.Gama “Kurang memperhatikan faktor politik dari pembangunan ekonomi yang dipaksakan dalam percepatan pembangunan. Selain itu juga pluralitas budaya dari suku bangsa dan tingkat serta kualitas pendidikan suatu negara perlu diperhitungkan karena bisa terjadi di suatu negara itu adadaerah dan kelompok masyarakat maju, kurang maju, dan terbelakang dibandingkan satu dengan yang lainnya.” (Teori Sosial dan Pembangunan Indonesia 1999: 15)