KARYA ILMIAH Menurut Pateda (1993:91), karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, ilmiah,

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERTEMUAN: 1 I. PENULISAN KARYA ILMIAH
Advertisements

Teknik Penulisan Jurnal Ilmiah
MAKALAH Neneng Sri Wulan.
Mata Kuliah BAHASA INDONESIA
PELAPORAN HASIL PENELITIAN
1 Karya Ilmiah? adl karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar
KULIAH TPTI PERTEMUAN KE 3-4 MEMBUAT USULAN PENELITIAN/ PROPOSAL
MARGARETA ANDRIANI, M.PD.
KEGIATAN MENULIS DI PERGURUAN TINGGI
BAB 2 KARYA TULIS ILMIAH Konsep Dasar Karya Tulis Ilmiah
Workshop Kiat Menulis Karya Tulis Ilmiah Standar Lomba Institut Teknologi Bandung KIATMENULIS KARYA TULIS ILMIAH (STANDAR LOMBA)
Paragraf Deduksi Paragraf Deduksi menguraikan masalah umum ke masalah khusus. Proses pengembangan paragraf deduksi adalah: Memandang masalah secara umum.
KARANGAN ILMIAH Marlina, M.Pd..
Sumber: Pedoman Penulisan Ilmiah Proposal dan Skripsi
KARYA TULIS POPULER.
RUMUSAN MASALAH & LANDASAN TEORI
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
METODE PENELITIAN ILMU KOMPUTER
PERTEMUAN 6: KAIDAH DAN ATURAN PENULISAN ILMIAH
LANGKAH PENULISAN KARANGAN ILMIAH
MENULIS KARYA ILMIAH Karya ilmiah adalah
Sistematika langkah-langkah penyusunan proposal penelittian
FORMAT PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
PENULISAN LAPORAN Susunan penulisan laporan hasil penelitian :
Menulis Karya Ilmiah Rian Rahmanda Putra
Nama kelompok 7 Dinda Dana A (D ) Dita Kistika R (D )
PENULISAN LAPORAN TEKNIK (PLT)
Menulis karya tulis ilmiah
XIII. TATA CARA PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
RANCANGAN USULAN PENELITIAN
KARYA ILMIAH Kelompok 8 Abimsya (D ) Nani Ismawati ( D )
Tata Tulis Karya Ilmiah
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN PEDAGOGIK: Jurnal Kependidikan
ARTIKEL ILMIAH HASIL PENELITIAN DIDAKTIKA: Jurnal Kependidikan
SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH (MAKALAH)
Matakuliah : R0342/ Metode Penelitian Tahun : 2006
Karangan Ilmiah, Ilmiah Populer, dan Nonilmiah
LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
Oleh: WAHYU PURNOMOJATI PENGAWAS SMA BOYOLALI
Metodelogi Penelitian
KARANGAN ILMIAH, ILMIAH POPULER, DAN NONILMIAH
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH
Oleh: Ary Kristiyani, M. Hum.
Penggolongan Karangan
KOMPONEN KARYA ILMIAH
PROSES PENYUSUNAN KARANGAN ILMIAH Karina Jayanti
KOMPONEN KARYA ILMIAH La Tahang.
TEKNIK PENULISAN KARYA ILMIAH
KARYA TULIS ILMIAH.
Filsafat Pendidikan dan Pembelajaran
MAKALAH Disampaikan dalam diklat Penulisan Makalah Mahasiswa
KARANGAN ILMIAH.
PENYUSUNAN SKRIPSI Presented by: Auliya’ul Muhlis
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah
TIM MGMP BAHASA INDONESIA SMKN 2 MOJOKERTO.
PEMILIHAN TOPIK KARYA ILMIAH KELOMPOK 1 02PT1
HAKIKAT MAKALAH Kelompok 3: DEVRIE ADITYA PURNAMA GINA ARTHA
Fina Nuralizah ( ) Gina Reva ( ) Nadia Rizki Ananda ( ) Panji Purnama ( ) Sani Nurohmah ( ) Siti Maemunah ( )
KONSEP DASAR PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
PERENCANAAN PENULISAN KARYA ILMIAH
MISI KARYA ILMIAH DALAM UNIVERSITAS
SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN A. Merupakan Mata Kuliah berbobot 2 sks B
BAHASA INDONESIA DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH HUKUM
Karya Ilmiah Produk dalam bentuk tulisan Karya tulis ilmiah :
KARYA TULIS ILMIAH.
Perencanaan penulisan KARANGAN ILMIAH
FORMAT MAKALAH ILMIAH Siti zulzilah.
Transcript presentasi:

KARYA ILMIAH Menurut Pateda (1993:91), karya ilmiah adalah hasil pemikiran ilmiah pada suatu disiplin ilmu tertentu yang disusun secara sistematis, ilmiah, logis, benar, bertanggungjawab, dan menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Penyusunan Karya Ilmiah Harus Memenuhi Kaidah, Antara Lain: (1) penyebutan sumber tulisan yang jelas. (2) memenuhi kaidah penulisan yang berkaitan dengan teknik kutip-mengutip, penulisan kata, frasa, dan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar.

2. Tidak ambigu, artinya tidak bermakna ganda. Ciri-Ciri Bahasa Keilmuan sebagai Media Karya Ilmiah Menurut Jujun S. Suriasumantri (1999:184), Antara lain: 1. Reproduktif, artinya bahwa maksud yang ditulis oleh penulisnya diterima dengan makna yang sama oleh pembaca. 2. Tidak ambigu, artinya tidak bermakna ganda. 3. Tidak emotif, artinya tidak melibatkan aspek perasaan penulis. 4. Menggunakan bahasa baku dalam ejaan, kata, kalimat, dan paragraf 5.Menggunakan istilah keilmuan 6. Bersifat denotatif. 7. Rasional 8. Ada kohesi dan koherensi 9. Bersifat straighforward atau langsung ke sasaran. 10. Menggunakan kalimat efektif.

Kalimat Ambigu Kalimat Ambigu Perbaikannya Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen,supaya melaporkan kepada kami. Mereka mengambil botol bir dari dapur yang menurut pemeriksaan laboratoium berisi cairan racun. Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen, Anda diharap melaporkannya kepada kami. Dari (dalam) dapur mereka mengambil bir yang menurut pemeriksaan laboratorium berisi cairan racun.

Syarat Karya Ilmiah Komunikatif Bernalar. Ekonomis Berlandaskan landasan teoretis yang kuat. Tulisan harus relevan dengan disiplin ilmu tertentu. Memiliki sumber penopang mutakhir. Bertanggungjawab.

Tiga Sifat Utama Bahasa Baku : Bahasa Baku merupakan Ragam Bahasa Orang yang Berpendidikan, yaitu Bahasa Dunia Pendidikan Tiga Sifat Utama Bahasa Baku : Kemantapan dinamis. Kecendekiaan. Penyeragaman kaidah

BAKU TIDAK BAKU PERSEN PROSEN TRADISIONAL TRADISIONIL SISTEM SISTIM HIPOTESIS HIPOTESA SINTESIS SINTESA PAHAM FAHAM AKTIVITAS AKTIFITAS OBJEKTIF OBYEKTIF

Jenis-Jenis Karya Ilmiah Makalah, Skripsi, Tesis, Disertasi Makalah biasanya terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Bagian awal terdiri dari halaman sampul, daftar isi, dan daftar tabel atau gambar (jika ada). Bagian inti terdiri dari latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penulisan makalah, pembahasan, kesimpulan, dan saran. Bagian akhir terdiri dari daftar rujukan dan lampiran (jika ada).

HALAMAN SAMPUL Halaman sampul memuat judul makalah, maksud ditulisnya makalah, nama penulis makalah, tempat dan waktu penulisan makalah. Maksud penulisan makalah dapat berupa, misalnya untuk memenuhi tugas matakuliah A yang diampu oleh dosen X. Tempat dan waktu dapat berisi nama lembaga (program studi, jurusan, fakultas, universitas), kota, bulan, dan tahun ditulisnya makalah tersebut.

MAKALAH Penulisan daftar isi menurut Dwiloka (2005:99) adalah sebagai berikut (1) judul bagian makalah ditulis dengan menggunakan huruf kecil (kecuali awal kata selain kata tugas ditulis dengan huruf besar), (2) penulisan judul bagian dan judul subbagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat pemuatannya dalam makalah, dan (3) penulisan daftar isi dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan antarbagian dua spasi.

MAKALAH Daftar gambar dan tabel Daftar gambar dan tabel dicantumkan untuk mempermudah pembaca mencermati tabel dan gambar yang ada dalam makalah. Penulisan daftar tabel dan gambar (berupa nomor dan nama) dituliskan secara lengkap.

MAKALAH BAGIAN PENDAHULUAN: latar belakang penulisan makalah, perumusan masalah, dan tujuan penulisan makalah. LATAR BELAKANG MASALAH menunjukkan kepada pembaca bahwa masalah atau topik yang diangkat penulis memang perlu untuk dibahas. MASALAH Masalah hendaknya menarik untuk dibahas lebih lanjut, tidak terlalu asing bagi penulis, dan bahan untuk membahas masalah tersebut cukup tersedia bagi penulis. TUJUAN PENULISAN Tujuan penulisan berkaitan dengan fungsi yang ingin dicapai melalui penulisan makalah tersebut berkaitan dengan masalah yang dirumuskan

MAKALAH PEMBAHASAN BAGIAN AKHIR Pembahasan merupakan bagian inti dalam makalah. Pembahasan merupakan jawaban dari setiap butir perumusan masalah. Penulisan pembahasan yang baik adalah jika seorang penulis dapat membahas masalah secara mendalam dan tuntas dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar. Isi bagian akhir berupa daftar Pustaka/rujukan dan lampiran (jika ada). Lampiran merupakan pelengkap dalam penulisan makalah. Lampiran berupa data yang tidak dimasukkan dalam inti makalah, tetapi dipandang sangat penting oleh penulis bagi susunan makalah tersebut.

PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF MENULIS PROPOSAL PROPOSAL PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF Proposal adalah suatu bentuk usulan penelitian yang wajib disusun mahasiswa sebelum mahasiswa menempuh tahap penyusunan skripsi, tesis, atau disertasi. Proposal penelitian disusun dengan bagian utama pendahuluan, landasan teoretis, dan metodologi penelitian, tanpa adanya pembahasan dan kesimpulan-saran. 1. Judul Daftar isi Daftar tabel dan gambar (jika ada) 3. Pendahuluan, yang terdiri dari: Latar Belakang Masalah Identifikasi Masalah Pembatasan Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATF MENULIS PROPOSAL LANJUTAN PROPOSAL PENELITIAN KUALITATF 4. Landasan Teoretis, terdiri dari: Tinjauan Pustaka Hasil Penelitian yang Relevan Kerangka Pemikiran Hipotesis (jika ada) 5. Metode Penelitian, terdiri dari: Tempat dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Teknik Pengumpulan Data Teknik Analisis Data 6. Daftar Pustaka 1. Judul 2. Daftar Isi 3. Daftar tabel dan gambar (jika ada) 3. Pendahuluan Latar Belakang Masalah Perumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian 4. Landasan Teoretis, terdiri dari: Tinjauan Pustaka Hasil Penelitian yang Relevan Kerangka Pemikiran

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF (lanjutan) 5. Metode Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Bentuk dan Strategi Penelitian Sumber Data Teknik Sampling Teknik Pengumpulan Data Uji Keabsahan Data Teknik Analisis Data Prosedur Penelitian 6. Daftar Pustaka

TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH 1. Tahap persiapan 2. Tahap pengumpulan data 3. Tahap pengorganisasian atau pengonsepan 4. Tahap penyuntingan konsep 5. Tahap penyajian (Arifin, 2003:7).

TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH (1) Tahap Persiapan Menentukan topik Topik itu ada manfaatnya dan layak untuk dibahas. Topik itu menarik, bagi penulis dan pembaca. Topik dikenal baik oleh penulis Bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai Topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Setelah menentukan topik, langkah selanjutnya adalah menentukan judul.

Menentukan Judul Judul adalah label atau nama suatu karangan. Judul hendaknya tidak berbentuk kalimat, tetapi berbentuk frasa. Judul juga harus sesuai dengan topik karangan dan dinyatakan secara jelas (tidak bermakna ganda). Menurut Arifin (2003:9) penentuan judul karya ilmiah dapat pula ditempuh dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan kapan. Pertama, kita bertanya dengan pertanyaan masalah apa. Jawaban yang kita temukan bermacam-macam. Kita tentu memilih masalah yang dekat dengan kita atau menarik bagi kita. Contoh masalah itu misalnya, gas karbonmonoksida (CO).

Menentukan Judul Setelah masalah ditentukan, lalu dilanjutkan dengan pertanyaan mengapa. Jawaban untuk pertanyaan itu adalah mencemari. Sudah dinyatakan di depan bahwa judul karya ilmiah harus berbentuk frasa, bukan berbentuk kalimat. Oleh karena itu, kata tersebut dapat kita jadikan kata benda agar dapat dijadikan judul karya ilmiah. Maka, kata mencemari menjadi pencemaran. Judul karya ilmiah tersebut menjadi Pencemaran Gas Karbonmonoksida (CO).

Menentukan Judul Agar karya ilmiah memiliki masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit, judul karya di atas harus dibatasi lagi, misalnya dengan menyebut suatu tempat. Pertanyaan di mana akan menjawab mengenai objek yang diteliti. Misalnya, di Kota Semarang

Menentukan Judul Kalau pertanyaan di mana dirasa masih terlalu luas, pertanyaan kapan dapat mempersempit judul karya ilmiah. Pertanyaan kapan akan memberikan jawaban misalnya, tahun 2007. Berdasarkan pertanyaan masalah apa, mengapa, di mana, dan kapan, maka kita mendapat judul karya ilmiah: Pencemaran Gas Karbonmonoksida (CO) di Kota Semarang Tahun 2007.

Menentukan Judul Adakalanya judul disertai pula dengan subjudul yang tujuannya untuk membatasi judul dan memberi keterangan pada judul utama. Oleh karena itu, antara judul utama dan subjudul harus disertai tanda titik dua. Misalnya, Peningkatan Produksi Sapi Potong di Jawa Tengah Tahun 2007: Segi Kualitas dan Kuantitas.

Kerangka Karangan Bagian akhir dari tahap persiapan adalah pembuatan kerangka karangan Misalnya, penulis karya ilmiah mengambil topik mengenai Motivasi dan Kepemimpinan dengan judul Pengaruh Motivasi dan Kepemimpinan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Hotel Santika Jogjakarta.

Manajemen Sumberdaya Manusia Motivasi 1 .Pengertian Motivasi KERANGKA KARANGAN PENGARUH MOTIVASI DAN KEPEMIMPINAN TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN HOTEL SANTIKA JOGJAKARTA Manajemen Sumberdaya Manusia Motivasi 1 .Pengertian Motivasi 2. Teori Motivasi 3. Motivasi dan Perilaku C. Kepemimpinan 1. Pengertian Kepemimpinan 2 . Teori Kepemimpinan 3. Tipe Kepemimpinan 4. Fungsi Kepemimpinan D. Kepuasan Kerja 1. Pengertian Kepuasan Kerja 2. Teori Kepuasan Kerja 3. Faktor yang mempengaruhi kepuasan Kerja 4. Manfaat Kepuasan Kerja 5. Pengukuran Kepuasan Kerja

TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH 2.Tahap Pengumpulan Data Pengamatan peristiwa (observasi langsung) Wawancara Pencatatan dokumen Melakukan eksperimen di laboratorium Perekaman audio visual atau rekaman audio

TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH 3) Tahap Pengorganisasian atau Pengonsepan Peneliti menyeleksi data tersebut dan menggolong-golongkan berdasarkan sifat, jenis, atau bentuk.

TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH 4) Tahap Penyuntingan Sebelum mengetik konsep, peneliti harus memeriksa data yang sudah dianalisis tersebut. Hal-hal yang tidak koheren dapat diedit.

TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH 5) Tahap Penyajian Penataan segi teknis dan materi harus diperhatikan.

Contoh Penelitian Pembelajaran Apresiasi Cerita Rakyat di Kelas VII SMP Negeri 11 Surakarta

Contoh Latar Belakang Masalah Kesusastraan merupakan salah satu aspek dalam pembelajaran……………….. ..................................................................................................................................... Dewasa ini, masih banyak terdapat berbagai keluhan mengenai pembelajaran apresiasi sastra. Kelemahan pembelajaran apresiasi sastra terjadi di antaranya: (1) kurangnya akses bagi guru dan siswa untuk membaca karya sastra, (2) koleksi buku di perpustakaan minim, (3)Minat baca

guru dan siswa terhadap karya sastra juga masih rendah, (4) kurikulum yang sering berubah juga menyumbang peranan yang besar bagi kelemahan pembelajaran sastra………. Salah satu upaya untuk mendorong pembelajaran apresiatif sastra adalah melalui pembelajaran apresiasi cerita rakyat………………

Contoh Perumusan Masalah 1. Bagaimanakah penerapan pembelajaran apresiasi cerita rakyat di kelas VII SMP Negeri 11 Surakarta? 2. Bagaimana pendapat dan sikap guru terhadap pembelajaran apresiasi cerita rakyat ? 3. Bagaimana efektivitas pembelajaran apresiasi cerita rakyat bagi siswa di

Contoh Tujuan Penelitian 1. Mendeskripsikan penerapan pembelajaran apresiasi cerita rakyat di kelas VII SMP Negeri 11 Surakarta. 2. Menjelaskan pendapat dan sikap guru terhadap pembelajaran apresiasi cerita rakyat. 3. Menguraikan efektivitas pembelajaran apresiasi cerita rakyat bagi siswa di kelas VII SMP Negeri 11 Surakarta. @