PSAK 60 PENGUNGKAPAN INSTRUMEN KEUANGAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PSAK – 4 Laporan Keuangan Tersendiri
Advertisements

Agenda Tujuan dan Ruang Lingkup Laporan Keuangan
PSAK 62 (2010) Kontrak Asuransi
PENDAPATAN – PSAK 23 Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 9.
PENGANTAR AKUNTANSI II
PSAK 64: EKSPLORASI DAN EVALUASI SUMBER DAYA MINERAL
Pertemuan 1 AKUNTANSI KEUANGAN dan STANDAR AKUNTANSI
ISAK 21 Perjanjian Konstruksi Real Estat
PSAK 10: TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASING
Bab 4 LAPORAN LABA-RUGI DAN INFORMASI TERKAIT Intermediate Accounting
PSAK No. 55 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGAKUAN DAN PENGUKURAN (revisi 2005)
Presented by: Dwi Martani Slide by : Nia Paramitasari
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PSAK 2 – LAPORAN INTERIM IAS 34 - Interim Report
PSAK No.2 (revisi 2009) LAPORAN ARUS KAS
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
11 INSTRUMEN KEUANGAN Pelaporan Korporat - Pertemuan 10 & 11
IFRS 7 FINANCIAL INSTRUMENTS: DISCLOSURES
Riau, 15 Maret 2011 Dipresentasikan oleh: Dwi Martani
Presented by: Dwi Martani
PSAK 4 LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
AKUNTANSI SEWA Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 11.
ISAK 26 Penilaian Ulang Derivatif Melekat (Revisi 2013)
PSAK 38 RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI
ISAK 28 PENGAKHIRAN LIABILITAS KEUANGAN
PSAK 2 – LAPORAN INTERIM IAS 34 - Interim Report
PSAK 66 PENGATURAN BERSAMA
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
ED PSAK 71 INSTRUMEN KEUANGAN
PSAK 70 ASET DAN LIABILITAS YANG TIMBUL DARI PENGAMPUNAN PAJAK
AKUNTANSI KEUANGAN DAN Emilia Gustini, SE. M.Si. Ak. CA
ED PSAK 71 INSTRUMEN KEUANGAN RINGKASAN PERUBAHAN
ISAK 8 Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa
IAS 27: CONSOLIDATED AND SEPARATE FINANCIAL STATEMENTS
PSAK 38 RESTRUKTURISASI ENTITAS SEPENGENDALI
PSAK 60 (REVISI 2014) PENGUNGKAPAN INSTRUMEN KEUANGAN
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
PSAK 70 ASET DAN LIABILITAS YANG TIMBUL DARI PENGAMPUNAN PAJAK
ED PSAK 71 INSTRUMEN KEUANGAN RINGKASAN PERUBAHAN
DRAF EKSPOSURE PSAK 73 SEWA
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PSAK 53 Imbalan Berbasis Saham
Pertemuan 1 AKUNTANSI KEUANGAN dan STANDAR AKUNTANSI
AKUNTANSI SEWA.
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
PSAK 62 (2010) Kontrak Asuransi IFRS 4: Insurance Contract
PENDAPATAN – PSAK 23.
PSAK 4 LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
SEKURITAS DILUTIF.
LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PSAK 70 ASET DAN LIABILITAS YANG TIMBUL DARI PENGAMPUNAN PAJAK
PSAK 67 PENGUNGKAPAN KEPENTINGAN DALAM ENTITAS LAIN
Agenda Latar Belakang Ruang Lingkup dan Latar Belakang
PSAK 4 LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI
PSAK 2 – LAPORAN ARUS KAS IAS 7 - Statement of Cash Flows
PSAK 70 ASET DAN LIABILITAS YANG TIMBUL DARI PENGAMPUNAN PAJAK
Agenda Latar Belakang Ruang Lingkup dan Latar Belakang
AKUNTANSI PENYAJIAN INSTRUMEN KEUANGAN PSAK 50
AKUNTANSI PENYAJIAN INSTRUMEN KEUANGAN PSAK 60
PSAK No. 31 INSTRUMEN KEUANGAN: PENGUNGKAPAN
Segmen Operasi dan Pengaruh Perubahan Kurs Valas
Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates, and Error
PSAK 3 – LAPORAN INTERIM IAS 34 - Interim Report
ASURANSI.
PSAK 66 PENGATURAN BERSAMA
AKUNTANSI SEWA Akuntansi Keuangan 2 - Pertemuan 14.
Transcript presentasi:

PSAK 60 PENGUNGKAPAN INSTRUMEN KEUANGAN

PSAK 60 PSAK 60 mengatur persyaratan pengungkapan dalam laporan keuangan terhadap instrumen keuangan. Sebelumnya diatur dalam PSAK 50  (revisi 2006): Instrumen Keuangan:  Penyajian dan Pengungkapan PSAK 60 diadopsi dari IFRS 7  versi Maret 2009 PSAK 60 Revisi 2014 – adopsi IFRS 7 efektif 1 Januari 2015

Perubahan PSAK 50  PSAK 50 & PSAK 60 Pengaturan mengenai pengungkapan Instrumen Keuangan yang berbeda dari pengaturan sebelumnya adalah: Ruang Lingkup, mengatur hal‐hal yang sebelumnya belum diatur Menegaskan signifikansi dari instrumen keuangan Penjelasan lebih rinci mengenai risiko likuiditas

Perubahan PSAK 60 Revisi 2013 Dampak perubahan PSAK 68: Nilai Wajar Persyaratan pengungkapan saling hapus Pengalihan instrumen keuangan

Perubahan PSAK 60 Revisi 2014 Nilai wajar Pengaturan pengungkapan dan hirarki nilai wajar mengacu pada PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar Mengatur tentang pengungkapan metode dan asumsi yang diterapkan dalam menentukan nilai wajar untuk setiap kelompok aset keuangan atau liabilitas keuangan Memberikan pengaturan mengenai level hirarki nilai wajar (paragraf 28–30). Pengungkapan nilai wajar tidak disyaratkan: 1. ketika jumlah tercatat adalah perkiraan nilai wajar. 2. untuk investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen yang identik. 3. untuk kontrak yang mengandung fitur partisipasi tidak mengikat 2. untuk investasi derivatif yang tidak mempunyai kuotasi harga pasar aktif dan derivatif yang terkait dengan instrumen ekuitas tersebut. 3. untuk kontrak yang mengandung fitur partisipasi tidak mengikat.

Perubahan PSAK 60 Revisi 2014 Saling hapus Entitas yang memenuhi persyaratan penyajian saling hapus dalam PSAK 50 atau entitas yang tunduk pada perjanjian induk untuk menyelesaikan secara neto (enforceable master netting arrangement) atau perjanjian serupa mengungkapkan informasi kuantitatif dan kualitatif. Informasi kuantitatif seperti: 1. jumlah bruto aset dan liabilitas keuangan yang diakui. 2. jumlah yang disalinghapuskan sesuai kriteria PSAK 50 paragraf 45. 3. jumlah neto yang disajikan dalam laporan posisi keuangan. 4. jumlah yang tunduk pada perjanjian induk untuk menyelesaikan secara neto atau perjanjian serupa. Entitas mengungkapkan jumlah yang dapat disalinghapuskan sesuai PSAK 50 terkait dengan eksposur maksimum risiko kredit.

Perubahan PSAK 60 Revisi 2014 Pengalihan aset keuangan Memberikan persyaratan pengungkapan yang berbeda untuk entitas yang mengalihkan aset keuangan yang tidak dihentikan pengakuannya secara keseluruhan dan pengungkapan aset keuangan yang dihentikan secara keseluruhan. Memberikan persyaratan pengungkapan yang sama untuk entitas yang mengalihkan aset keuangan keuangan yang tidak dihentikan pengakuannya secara keseluruhan dan aset keuangan yang dihentikan secara keseluruhan.

Ruang Lingkup Untuk semua entitas dengan seluruh jenis instrumen keuangan, kecuali: Penyertaan dalam entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama, kecuali PSAK 4, 12, dan 15 menginjinkan menerapkan sesuai PSAK 55 (r2006) Hak dan kewajiban imbalan kerja (PSAK 24) Kontrak asuransi (PSAK 28) Instrumen, kontrak dan kewajiban keuangan dari transaksi berbasis saham (ED PSAK 53) Instrumen ekuitas – puttable Instrument (ED PSAK 50 (r 2010))

Signifikansi Instrumen Keuangan Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan. Pengungkapan dalam posisi keuangan, kinerja dan pengungkapan lain

Pengungkapan dalam Laporan Posisi Keuangan Kategori aset keuangan dan liabilitas keuangan Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalu laba rugi Aset dan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalu penghasilan komprehensif lain Reklasifikasi Saling hapus aset keuangan dan liabilitas keuangan Agunan Akun penyisihan kerugian kredir Insrumen majemuk dengan beberapa derivatif melekat Gagal bayar dari pelanggan

Pengungkapan dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain Keuntungan dan kerugian neto atas semua klasifikasi instrumen keuangan Total peghasilan bunga dan total bunga yang dihitung dengan suku bunga efektif Penghasilan dan beban imbalan yang timbul dari FVPL dan aktivitas wali amanah Penghasilan bunga dari ast keuangan yang mengalami penurunan nilai yang diakru Jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelas aset keuangan Pos penghasilan, Beban dan Penghasilan Komprehensif lain

Pengungkapan Lain Kebijakan akuntansi Akuntansi Lindung Nilai Kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan Kebijakan akuntansi Deskripsi setiap jenis lindung nilai Deskripsi instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan nilai wajarnya Jenis risiko yang dilindung nilai Akuntansi Lindung Nilai Untuk setiap kelas aset keangan dan liabilitas keuangan entitas mengungkapkan nilai wajar dari kelas aset dan liabilias keuangan tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk membandingkan dengan jumlah tercatatnya. Nilai wajar

Definisi Nilai Wajar - lama Nilai di mana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar (arm’s length transaction) Bukan nilai yang akan diterima atau dibayarkan entitas dalam suatu transaksi yang dipaksakan, likuidasi yang dipaksakan, atau penjualan akibat kesulitan keuangan.

Definisi Nilai Wajar - baru nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. “...the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.” IFRS 13 para 9 8./9. September 2011

Pengungkapan Nilai Wajar Pengukuran nilai wajar yang diakui dalam laporan posisi keuangan mengungkapkan: Tingkatan Hirarki Nilai Wajar: Tingkatan Tingkat 1 harga kuotasian (belum disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; Tingkat 2 input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai harga) atau secara tidak langsung (yaitu diperoleh dari harga); dan Tingkat 3 input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi). Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3

Hirarki Fair Value – PSAK 68 16 Apakah ada harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik Yes No Apakah ada input selain harga kuotasioan yang dapat diobservasi* Gunakan nilai wajar pengukuran dengan Level 1 Harus digunakan tanpa penyesuaian No Yes Gunakan input selain Harga kuotasian yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung, pengukuan ‡ Level 2 Gunakan input yang bukan berdasarkan harga pasar yang dapat diobservasi. Level 3 * Maksimumkan input yang dapat diobservasi, termasuk informasi pasar dan informasi publik lainnya ‡ Input yang tidak dapat diobservasi diantaranya data entitas (anggaran, proyeksi), harus disesuaikan jika pelaku pasar menggunakan asumsi berbeda

JENIS DAN TINGKAT RISIKO YANG TIMBUL DARI INSTRUMEN KEUANGAN Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi jenis dan cakupan jenis risiko yang timbul dari instrumen keuangan yang mana entitas terekspos pada akhir periode pelaporan. Pengungkapan memfokuskan pada risiko yagn timbul dan bagaimana risiko tersebut dikelola Risiko umumnya mencakup, tetapi tidak terbatas: risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar Penyediaan pengungkapan kualitatif dalam konteks pengungkapan kuantitatif memungkinkan pengguna menghubungkan pengungkapan terkait sehingga memahami gambaran keseluruhan sifat dan cakupan risiko

Pengungkapan Kualitatif dan Kuantitatif Eksposur dan timbulnya risiko Tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko serta metode untuk mengukur Perubahan atas kedua hal di atas Kualitatif Ikhtisar data kuantitatif terhadap risiko pada akhir periode pelaporan Pengungkapan yang dipersyaratkan par 36-42 Konsentrasi risiko jika tidak terlihat pada dua pengungkapan di atas Kuantitatif

Risiko Kredit jumlah yang paling mewakili nilai maksimal eksposur risiko kredit pada akhir periode pelaporan tanpa memperhitungkan agunan yang dimiliki atau peningkatan kualitas kredit (credit enhancement) lain Deskripsi agunan yang dimiliki sebagai jaminan Informasi mengenai kualitas kredit yang belum jatuh tempo Entitas mengungkapkan berdasarkan kelompok instrumen keuangan: Analisis umur aset keuangan yang lewat jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan Analisis aset keuangan yang ditentukan secara individual mengalami penurunan nilai Aset keuangan yang melewati jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai Jenis, jumlah tercatat aset; kebijakan untuk melepas jika tidak siap dikonversi menjadi kas Agunan dan peningkatan kualitas kredit lain yang diperoleh

Risiko Likuiditas Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan nonderivatif (termasuk kontrak jaminan keuangan yang diterbitkan) yang menunjukkan sisa jatuh tempo kontraktual; Analisis jatuh tempo untuk liabilitas keuangan derivatif, mencakup sisa jatuh tempo kontraktual liabilitas keuangan derivatif tersebut di mana jatuh tempo kontraktual sangat penting untuk pemahaman terhadap periode arus kas. Uraian mengenai bagaimana entitas mengelola risiko likuiditas yang melekat.

Risiko Pasar Analisis Sensitivitas Pengungkapan Risiko Pasar lain Analisis sensitifitas untuk setiap jenis risiko pasar Metode dan asumsi yang digunakan dalam menyusun analisis sensitiftas Perubahan metode dan asumsi yang digunakan pada periode sebelumnya dan alasan perubahannya Jika menyusun analisis sensitivitas yang mencerminkan saling ketergantungan antar variabel risiko, maka entitas menggunakan analisis tersebut sebagai pengganti analisis dengan mengungkapkan metode, paramater, asumsi utama, keterbatasan. Analisis Sensitivitas Mengungkapkan fakta dan alasan mengapa analisis sensitifas tidak dapat merepresentasikan Pengungkapan Risiko Pasar lain

Pengalihan Aset Keuangan Entitas menyajikan pengungkapan yang disyaratkan untuk seluruh aset keuangan alihan yagn tidak dihentikan pengakuannya dan untuk setiap keterlibatan berkelanjutan dalam aset alihan yang ada pada tanggal neraca Pengalihan terjadi jika entitas Mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut; atau Tetap memiliki hak kontraktual tetapi mengambil alih kewaiban kontraktual untuk membayar arus kas kepada satu atau lebih penerima Entitas mengungapkan informasi yang memungkinkan pengguna: untuk memahami hubungan antara aet keuangan alihan yan tidak dihentikan pengakuannya. Untuk mengevaluasi sifat, dari risiko yang terkait dengan keterlibatan berkelanjutan entitas dengan aset keuangan yang dihentikan pengakuannya

Pengalihan Aset Keuangan Sifat aset alihan Risiko dan manfaat kepemilikan Deskripsi sifat hubungan antara aset alihan dan liabilitas terkait Nilai tercatat aset alihan dan liabilitas terkait Aset keuangan alihan yang tidak dihentikan pengakuannya secara keseluruhan Nilai tercatat aset dan liabilitas yang diakui Nilai wajat aset dan liabilitas yang merepresentasikan keterlibatan berkelanjutan Jumlah yang paling merepresentasikan eksposure maksimum entitas terhadap kerugian dari keterlibatan berkelanjutan Arus kas keluar tidak terdiskonto Analisis jatuh tempo atas arus kas tidak terdiskonto Informasi kualitatif yang menjelaskan dan mendukung pengungkapan kuantitatif Aset keuangan alihan yang dihentikan pengakuannya secara keseluruhan

Tanggal Efektif dan Transisi Kecuali paragrap 03, 28-30, 31, 32 dan lampiran A, berlaku Prospektif Efektif 1 Januari 2015

Review In accordance with IFRS7 Financial instruments: disclosures, which of the following best describes the risk that an entity will encounter if it has difficulty in meeting obligations associated with its financial liabilities? A Liquidity risk. B Credit risk C Financial risk D Payment risk

Ilustrasi – Pengungkapan Jenis Sumber : LK Pertamina 2012

Ilustrasi – Kebijakan Manajemen Risiko Risiko keuangan Risiko usaha  kendali pemerintah, patungan, kontraktor, cadangan, penetapan harga oleh pemerintah Risiko keuangan  Risiko pasar  risiko nilai tukar mata uang asing, harga komoditi – analisis sensitivitas Risiko kredit  umur piutang, informasi penurunan nilai, rating utang yang dimiliki Risiko likuiditas Manajemen Modal Kebijakan dewan direksi adalah untuk mempertahankan basis modal yang kuat untuk menjaga keyakinan investor, kreditur dan pasar, dan untuk mempertahankan perkembangan bisnis di masa yang akan datang. Nilai wajar Sumber : LK Pertamina 2012

Ilustrasi – Analisis Sensitivitas Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Risiko suku bunga Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Risiko suku bunga Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Risiko kredit pihak ketiga Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Risiko kredit Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Risiko kredit Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Risiko kredit Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Manajemen Modal Sumber : LK Pertamina 2013

Ilustrasi – Pengungkapan Nilai wajar Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut: Harga dikutip (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1); Input selain harga yang dikutip dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2); Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3). Sumber : LK Pertamina 2012

Main References Intermediate Accounting Kieso, Weygandt, Walfield, 13th edition, John Wiley Standar Akuntansi Keuangan Dewan Standar Akuntansi Keuangan, IAI International Financial Reporting Standards – Certificate Learning Material The Institute of Chartered Accountants, England and Wales

martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com Akuntan Profesi untuk Mengabdi pada Negeri TERIMA KASIH Dwi Martani 081318227080 martani@ui.ac.id atau dwimartani@yahoo.com http://staff.blog.ui.ac.id/martani/