Psikologi Eksistensialis Ekarini Saraswati. Pendahuluan  Psikologi fenomenologis sebagaimana namanya menyoroti perilaku manusia dari segi gejala yang.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
SabdaKehidupan April 2009 “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang”. (Mt 24:42).
Advertisements

BERSYUKUR sumber: milis agusman_1981
LAPORAN KAJIAN DRAMa Identitas Buku Judul buku : Sebuah Sandiwara Dalam 14 Babak KEN AROK Pengarang : Saini K.M.
Assalamualaikum.
CERPEN.
Raja Pertapa Mereka menceritakan padaku bahwa di sebuah hutan yang dikelilingi gunung-gunung hiduplah seorang pemuda dalam kesunyian. Dulu ia adalah raja.
Materi ALAM PIKIRAN MANUSIA DAN PERKEMBANGANNYA Outline
REFLEKSI SEJARAH INDONESIA
UNSUR EKSTRINSIK, NILAI MORAl & penulisan makalah sastra
Psikologi Gestalt Ekarini Saraswati.
Pendekatan dalam sastra
TEORI Teori merupakan sekumpulan pemikiran atau konsep, definisi atau usulan yang saling berkaitan untuk menjelaskan suatu fenomena tertentu dengan cara.
KEGUNAAN MEMAHAMI FILSAFAT BAGI GURU
Selamat Datang di Surga Setiap kali berjumpa dengan sahabat-sahabat pengusaha yang keyakinan spiritualnya agak kurang memadai, hampir setiap kali itu juga.
PENGANTAR RISET KEPERAWATAN
Resensi Buku: How the Universe Gots Its Spots, Diary of a Finite Time in a Finite Space Apakah alam semesta itu tak hingga atau hanya sangatlah besar?
PSIKOANALISIS DAN KAJIAN KARYA SASTRA
BEHAVIORISME Behavioris menekankan pada rangsangan: disadari dan tidak disadari Disadari: kegiatan belajar mengajar, latihan-latihan, organisasi Tidak.
KOMUNIKASI MASSA KARAKTERISTIK ISI PESAN
BERBICARA Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita Membahas cerita pendek melalui kegiatan.
MENULIS RANGKUMAN/RINGKASAN DAN RESENSI BUKU.
PSIKOLOGI Psikologi ditinjau dari segi bahasa berasal dari: kata psyche yang artinya jiwa dan logos yang berarti ilmu atau ilmu pengetahuan.
Unsur Instrinsik dan ekstrinsik Novel
CIRI-CIRI FEATURE.
PERTEMUAN KE 2 Oleh. Amida Yusriana.
Landasan Teori Istilah: Kerangka Konseptual; Kerangka Teori;
GAYA SELINGKUNG Jurnal Ilmiah Populer ‘WUNY’ SUMARYADI
Spiritualitas Ketidaksempurnaan
PERTEMUAN 4 HARLINDA SYOFYAN, S.Si., M.Pd
ERICH FROMM »Rayi Gianariza »Siti Munawaroh
KAJIAN DRAMA INDONESIA
Membaca Pemahaman Kreatif
Penulisan Karangan Ilmiah II : Penyusunan Karangan Ilmiah Pertemuan 12
Bindo sepuluh (13) KD: 16.2 Menulis karangan berdasarkan pengalaman orang lain dalam cerpen (pelaku, peristiwa, latar) Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat.
Metode Kualitatif Bab 2.
Psikologi Gestalt Ekarini Saraswati.
Bab 2 Paradigma Penelitian Kualitatif
Apa pun yang Terjadi, Bersyukurlah!
LOADING……….
Menanggapi pementasan drama
Oleh : Halimah Nur Sa’adah NIM : 10/299176/SA/15297
RUANG LINGKUP FILSAFAT
PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA DI SD
PENDEKATAN KUALITATIF: METODE PENELITIAN ETNOGRAFI
BHP FILSAFAT ILMU KELOMPOK A
PERISTIWA-PERISTIWA KEJIWAAN
MENULIS RANGKUMAN/RINGKASAN DAN RESENSI BUKU.
SASTRA.
Sejarah Aliran Psikologi
MENGOMENTARI BUKU CERITA YANG DIBACA
MATERI TENTANG DEFINISI ESTETIKA DESAIN PRODI DESAIN PRODUK & FDIK
FILSAFAT PENDIDIKAN EKSISTENSIALISME
KUTIPAN Nama : Astin Ria Npm :
REFLEKSI & kontemplasi manuSia dlm SEJARAH
MENULIS RANGKUMAN/RINGKASAN DAN RESENSI BUKU.
Filsafat eksistensialisme
Konsep ini mengangkat prinsip: SETIAP INDIVIDU ADALAH UNIK
MEDIA GRAFIS 2 Oleh: ROHKHIMAH dan HENY WULANDARI.
PENGENALAN FILSAFAT A. Arti Filsafat a. Dari segi etimologi FALSAFAH
Kelompok 2 : Dian Rahmawati Ilham Riyadi
Dasar Perlengkapan Pementasan
Karina Jayanti,S.I.Kom.,M.Si
Dalam Kesabaran Ada Kesadaran (Gede Prama)
Kelas XII Bahasa Semester 1
EKSISTENSIALISME (Filsafat Berbasis Kemerdekaan)
FILSAFAT MANUSIA PENGANTAR.
PENDAHULUAN Pertemuan 01
Pengantar Filsafat Ilmu
Filsafat eksistensialisme. Sejarah munculnya eksistensialisme Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh ahli filsafat Jerman Martin Heidegger ( )
TEKS DESKRIPSI Bahasa Indonesia Kelas VII Tahun Ajaran 2018/2019.
Transcript presentasi:

Psikologi Eksistensialis Ekarini Saraswati

Pendahuluan  Psikologi fenomenologis sebagaimana namanya menyoroti perilaku manusia dari segi gejala yang ditimbulkannya. Psikologi ini yang lebih dikenal dengan psikologi eksistensial merupakan psikologi yang banyak digunakan para pengamat sastra dalam melakukan pengamatannya.

 Fenomenologi ialah suatu metode pemikiran, a way of looking at things, pemakaian suatu kaca mata yang berbeda dengan cara berpikir seorang ahli salah satu ilmu.  Seorang fenomenologi hanya bisa mengarahkan mata temannya dengan harapan supaya teman akhirnya juga melihat hal yang dilihat oleh sang fenomenolog sendiri

Tokoh-tokoh  ahli-ahli besar di bidang fenomenologi kebanyakan seniman di bidang bahasa. Heidegger selain filsuf yang pandai, juga terkenal sebagai filolog, ahli bahasa. Jean-Paul Sartre tidak hanya menulis buku fenomenologi, tetapi juga novel, sandiwara, dan artikel untuk majalah.

Hugenholtz  Menurut Hugenholtz badan kita menciptakan suatu alam (pengalaman) dan suatu dunia (pengamatan).Yang dimaksudkan dengan istilah “alam” ialah lingkungan kita yang tidak sadar, sedangkan istilah “dunia” ialah lingkungan yang disadari. Dua lingkunga itu dibuat dari dua macam waktu. Waktu alam ialah waktu vital (longitudinal), waktu dunia ialah waktu human (suksesif). Di surga kita menjadi waktu lain lagi yang disebut aeternitas. Manusia ialah sintesis dari tiga macam waktu yaitu vital, animal, dan human. Alam ialah waktu vital (tumbuhan), impian ialah waktu animal(hewan), dan dunia ialah waktu human (manusia).

 Metode fenomenologis yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh Husserl yang disebut Wesensschau: melihat gejala sebagai esensi,sebagai gejala murni. Hal itu terjadi dalam pelbagai reduksi. Reduksi ialah semacam abstraksi melihat sesuatu dan menutup mata untuk hal lain. Reduksi pertama artinya kita menghadap suatu hal sebagai hal yang menampakkan diri dan kita tidak melihat hal itu sebagi hal yang ada.

 Perhatian Psikologi Fenomenologis. Ruang bukan pengamatan atau pembayangan, melainkan syarat yang harus dipenuhi supaya pengamatan atau pembayangan menjadi mungkin. Dimensi dasar eksistensi manusia bukan ruang melainkan waktu. Dalam fenomenologi waktu hampir sama dengan hal mengada. Tiga segi dari sudah, sekarang, dan nanti dipersatukan menjadi satu hal.

KAJIAN SASTRA  Novel ini telah dikenal sebagai novel avant garde novel tanpa plot. Peristiwa- peritiwa yang merangkainya terlepas satu sama lain. Peristiwa-peristiwa tersebut lebis bersifat episode-episode yang menggambarkan bagaimana suatu peristiwa terdiri dari peristiwa-peristiwa bawahan yang terlepas begitu saja.

 Latar tempat dalam novel ini merupakan tempat-tempat yang biasa ditemukan sehari-hari, seperti jalan, kuburan, pantai, warung, namun di kota mana tidak diketahui. Demikian juga dengan orang- orang yang berada di dalamnya, orang- orang aneh yang tidak mungkin ditemui dalam kehidupan nyata.

 Tokoh kita merupakan tokoh yang menonjol. Tokoh kita berada dalam waktu lalu, kini dan masa depan. Pada masa lalu diceritakan bagaimana dia berprofesi sebagai pelukis yang mujur sehingga kaya dan terkenal. Kemudian menikah dengan wanita yang tidak sengaja dia kenal. Kekayaan dan kemasyhuran telah menjauhkan mereka pada cinta dan mereka kemudian meninggalkan semuanya dan hidup terpencil di pinggir pantai. Kebahagiaan yang dia nikmati bersama istrinya berakhir setelah istrinya meninggal. Kini dia sering menghayal tentang istrinya kemudian mabuk-mabukan dan menemukan ketenangan setelah menjadi pekerja sebagai pengapur kuburan. Padamasa depan diharapkan dia menjadi opseter dan senantiasa menziarahi kuburan istrinya.

 Ruang yang dia miliki adalah ruang yang hening, gelap dan magis adalah ruang pekuburan. Di sana dia menemukan hakikat dunia yang fana. Semua kehidupan dunia akan berakhir di kuburan. Lewat kuburan dapat menemukan ketenangan berpikir.

 Adapun pengalaman hidup yang dia alami berwarna-warni dari seorang yang miskin menjadi kaya dan terkenal, menikah dan mabuk-mabukan. Hampir semua sisi kehidupan dia alami. Akhirnya dia menemukan ketenangan berada di sekitar kuburan.