PENTINGNYA PENERAPAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN DARI BENCANA

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
Advertisements

LAPORAN FOTO ESSAY YES FOR SAFER SCHOOL DI MAN 1 KOTA BANDUNG 9 OKTOBER 2013.
Oleh: Emil Huriani, S.Kp, MN (Dikutip dari Yayasan IDEP)
SISTIM TANGGAP BENCANA
Pusat Penanggulangan Krisis Kesehatan 2014
Manajemen Bencana Berbasis Masyarakat
Kontinjensi dalam Pengurangan Risiko
PERAN SENKOM DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
Pertemuan ii Kesiapsiagaan Terhadap Bahaya Gempa Bumi
SISTEM PENANGGULANGAN BENCANA
Rapat Evaluasi Program Kerjasama Kementrian Dalam Negeri dengan Internasional NGO Hotel Aryaduta, Jakarta Juni 2014 Rofikul Hidayat.
HUBUNGAN ANTARA KERENTANAN, RISIKO DAN BAHAYA
LOCAL GOVERNMENT SELF ASSESSMENT TOOLS (LG-SAT)
Program Desa/Kelurahan Tangguh
Keuangan Mikro dan Manajemen Bencana
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA
Topik Bahasan PENYUSUNAN DOKUMEN RTPRB.
POSKO LAPANGAN DAN SATGAS SAR
Keperawatan Bencana.
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA
MITIGASI DAN MANAJEMEN BENCANA
PENGANTAR TANGGAP DARURAT
KESIAPSIAGAAN dan MITIGASI BENCANA dalam UU No. 24 Tahun 2007
MENULIS BERITA BENCANA
Penanggulangan Bencana
Mari Berikrar Aman, Selamatkan Jiwa
Kebijakan Badan Nasional PenanggulangAn Bencana dalam Perlindungan
KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN
BNPB PERAN BPBD DALAM UPAYA PEMBERSIHAN LINGKUNGAN PADA KEADAAN DARURAT BENCANA DENGAN MELIBATKAN RELAWAN DAN MASYARAKAT DESA TANGGUH Disampaikan.
KEJADIAN LUAR BIASA Putri Ayu Utami S. Kep, Ns..
Kebijakan Pemerintah dan Peran Strategis Perempuan Dalam Penanggulangan Bencana Danang Samsu.
Hasil Diskusi KELOMPOK SIAGA
DALAM MANAJEMENT BENCANA PENGANTAR MANAJEMEN PB
MITIGASI DAN PENANGANAN DARURAT BENCANA
MANAJEMEN PENANGGULANGAN BENCANA
Proses Manajemen Bencana
KERUSAKAN LINGKUNGAN Depok, 2012.
PENGURANGAN RISIKO BENCANA pengantar dalam membangun ketahanan komunitas Disampaikan pada materi kelas TRADAS XXVI KMPLHK RANITA, Ciputat 13 Januari 2015.
PERAN DAN TUGAS GPK DI SEKOLAH INKLUSI
Simulasi Bencana & Kampanye Hidup sehat
LAPORAN FOTO ESSAY YES FOR SAFER SCHOOL
DISASTER MANAGEMENT Oleh : Kak Totok
KONSEP DESA/KELURAHAN TANGGUH BENCANA
STANDAR KESELAMATAN KERJA
Konsep Desa dan Kelurahan Tangguh
PRINSIP DASAR MANAJEMEN BENCANA
SIKLUS PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
KASUBAG PROGRAM : FAHWRUN BASYREWAN, ST. TUGAS POKOK MASALAH TARGET RPJMD DALAM 5 TAHUN 1.Menurunnya Indeks Resiko Bencana Secara Nasional dari tinggi.
PENANGGULANGAN BENCANA DI INDONESIA
PERAN PEMERINTAH DALAM PENANGGULANGAN BENCANA
HUBUNGAN ANTARA KERENTANAN, RISIKO DAN BAHAYA
PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA
PENDAHULUAN DAN PENGANTAR FISIOTERAPI DISASTER
DESTANA desa tangguh bencana.
PENYULUHAN SOSIAL KESIAPSIAGAAN BENCANA
Materi 1 Manajemen Penanggulangan Bencana
Materi 4 KAJIAN DAN PEMETAAN RISIKO
DESA / KEL. TANGGUH BENCANA ( DESTANA )
LAPORAN FOTO ESSAY YES FOR SAFER SCHOOL
Materi 3 MANAJEMEN OPERASI TANGGAP DARURAT
PERAN IBU DALAM MEMBANGUN KETANGGUHAN KELUARGA
MITIGASI DAN MANAJEMEN BENCANA. Mitigasi Bencana? adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran.
“PEMBANGUNAN DESA YANG BERBASIS PENGURANGAN RISIKO BENCANA ”
PROSES MANAJEMEN BENCANA
KESIAPSIAGAAN dan MITIGASI BENCANA dalam UU No. 24 Tahun 2007
MITIGASI SIAGA BENCANA BERBASIS MASYARAKAT
Keperawatan Bencana. 1. Apa yang dimaksud dengan Bencana, krisis dan situasi darurat ? 2. Sebutkan jenis-jenis bencana yang Anda ketahui (berdasarkan.
Problem Solving Kebencanaan Gempa Bumi (Kab.Tanggamus) Membangun sistem peringatan dini bencana (early warning system) Membuat peta kerawanan bencana &
Pengantar Manajemen Bencana Sesi 1. Pengertian Bencana Peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat.
Oleh : Dahlan Yusuf, ST. M.Sc Kepala Bidang Rehab dan Rekon BPBD Kota Tidore Kepulauan BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH KOTA TIDORE KEPULAUAN TAHUN.
Transcript presentasi:

PENTINGNYA PENERAPAN SEKOLAH/MADRASAH AMAN DARI BENCANA

Hasil Peta Risiko di RENAS-PB 1. Analisa Resiko

Latar Belakang Kejadian bencana di banyak tempat di belahan dunia ini sering meninggalkan cerita pilu tentang nasib anak-anak. Mereka bukan hanya menjadi korban langsung akibat peristiwa bencana yang terjadi, tetapi dalam banyak kejadian kehilangan hak mereka atas pendidikan karena kegiatan belajar mengajar tergangu atau tidak bisa dilangsungkan untuk waktu yang sangat lama. Dampak dan akibat dari bencana yang terjadi, anak-anak dapat mengalami tekanan psikis seperti perasaan takut, stress bahkan trauma yang tidak mudah untuk dihilangkan begitu saja. Gempa bumi di Pakistan (2005) telah merenggut nyawa 17.000 anak-anak (UNICEF; 2005). Demikian pula gempa di China (2008) menyebabkan hampir 10.000 siswa meninggal terkena reruntuhan bangunan sekolah juga terperangkap di dalam reruntuhan bangunan (Metronews.com: 2010). Bencana gempa dan Tsunami Aceh dan Sumatera Utara (2004) mengakibatkan sedikitnya 300 ribu anak-anak menjadi korban. Sebanyak 75 ribu di antaranya terpisah dari keluarga, kehilangan orang tua, dan menjadi yatim piatu (Komnas PA; 2005).

Latar Belakang Anak-anak dan orang muda bukanlah korban pasif dan memiliki peran penting dalam mencegah dan merespon bencana serta mengkomunikasikan pentingnya upaya pengurangan resiko bencana Lebih banyak anak yang memiliki ketangguhan menghadapi bencana jika mereka memiliki informasi dan keterampilan yang berkaitan dengan pengurangan risiko bencana dan cara tanggap bencana. Inisiatif yang melibatkan anak-anak tidak hanya bagi anak-anak sendiri, tetapi juga menguntungkan keluarga dan masyarakat luas. Lingkungan yang memungkinkan bagi tumbuhnya partisipasi anak dalam upaya PRB berarti berkomitmen untuk tidak hanya menggali akar penyebab kerentanan anak terhadap bencana tetapi juga membalikkan paradigma lama tentang gender dan pembangunan sosial anak sebagai agen tidak berdaya. Memerlukan advokasi yang kuat untuk anak-anak secara inklusi terlibat dalam pengambilan kebijakan PRB di sekolah/madrasah, desa bahkan sampai tingkat nasional

Penerapan Sekolah Aman melalui DAK Pendidikan dan Rehabilitasi Sekolah m o d e l p e n c a n a n g a n Penerapan Sekolah Aman melalui DAK Pendidikan dan Rehabilitasi Sekolah 1. Disaster Preparadness start at young http://www.youtube.com/watch?v=48yZ8iw-lKg 2. Sekolah Aman Hak Anak Bangsa http://www.youtube.com/watch?v=A15HmFiTt3g

Mengapa Sekolah/Madrasah? Jumlah siswa yang memungkinkan untuk tersebarnya pengetahuan tentang penanggulangan bencana secara lebih luas Jumlah guru yang tidak mungkin membantu seluruh siswa dalam keadaan darurat sementara siswa punya kemampuan sendiri jika dilatih Melalui pendidikan formal di sekolah, keberlanjutan informasi bisa dijaga/dipertahankan

Kriteria umum Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana Memiliki komunitas pembelajar yang berkomitmen akan budaya aman dan sehat, sadar akan risiko, Memiliki rencana yang matang dan mapan pra bencana, saat tanggap darurat, dan pemulihan pasca bencana, Selalu siap untuk merespons pada saat darurat dan pasca bencana. Memiliki rambu, jalur dan peta evakuasi serta titik kumpul aman Mempunyai prosedur tetap siaga bencana Mengetahui jalur evakuasi dan lokasi relokasi teraman di kota/kab Mampu melaksanakan evakuasi pada saat terjadi bencana Mempunyai kebijakan untuk mobilisasi sumberdaya secara berkelanjutan dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana

Untuk Mewujudkan Rasa Aman Sekolah/madrasah berkomitmen penuh untuk menerapkan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan standar nasional pendidikan dan budaya sekolah yang mampu melindungi warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya dari bahaya bencana. Guru memiliki komitmen penuh untuk mengembangkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang mendorong peserta didik aktif dalam upaya pengurangan risiko bencana Metoda peningkatan kapasitas disesuaikan dengan minta, bakat dan kemampuan peserta didik Peserta didik perempuan dan laki-laki termasuk yang berkebutuhan khusus terlibat secara aktif dalam menyusun rencana aksi sekolah/madrasah Orang tua berpartisipasi secara aktif dalam penyusunan rencana dan simulasi evakuasi sekolah/madrasah

Proses Membangun Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana Berikrar Aman Selamatkan Jiwa Peningkatan Pengetahuan Kebencanaan Penilaian kerentanan dan Kapasitas Sekolah/Madrasah Pembentukan dan Peningkatan kapasitas Satgas PB Penyusunan Rencana Aksi Sekolah/Madrasah dan Protap Pengarusutamaan PRB dalam Kebijakan Sekolah/Madrasah Penyusunan rencana evakuasi, jalur, rambu dan peta evakuasi, titik kumpul aman Simulasi evakuasi dan Evaluasi Rencana Evakuasi Penyusunan dan Pengesahan Rencana Kontingensi

Contoh Rencana Evakuasi Terintegrasi No. WAKTU PERINTAH/INFORMASI MASALAH LANGKAH YANG DIHARAPKAN KETERANGAN/ALAT UKUR DARI KEPADA 1 KOORDINATOR SATGAS PB Kepala Sekolah/ Madrasah Disampaikan informasi akan terjadi hujan deras dalam waktu 10 hari kedepan di Kota Bandung Setelah menerima informasi cuaca dari BMKG: Koordinator menyiapkan draft surat yang ditujukan kepada Kepala Sekolah/Madrasah sebagai laporan dan usulan kegiatan berupa penyampaian peringatan dini kepada MPK dari kelas yang anak-anaknya tinggal di daerah rawan banjir. Surat kepada Kepala Sekolah/ Madrasah Surat peringatan dini kepada MPK Surat peringatan dini kepada Kepala Regu dalam Satgas PB Skeolah/Madra sah bencana didaerahnya terkait informasi yang ada HARUS DISELESAIKAN DALAM 3 MENIT WAKTU SEBENARNYA

Contoh Rencana Evakuasi Terintegrasi No. WAKTU PERINTAH/INFORMASI MASALAH LANGKAH YANG DIHARAPKAN KETERANGAN/ALAT UKUR DARI KEPADA 2 MPK yang memiliki informasi tentang kelas yang terkena banjir Koordinator Telah terjadi banjir di kelasnya: 100% daerahnya terendam banjir (sesuai scenario rencana kontingensi yang ada) Menugaskan Regu Pemetaan untuk melakukan asesmen cepat Menugaskan Regu Penyelamatan untuk siap siaga terhadap kondisi Surat tugas kepada anggota Regu/Komandan Regu untuk melakukan asesmen cepat Penugasan kepada Regu Penyelamatan HARUS DISELESAIKAN DALAM 3 MENIT WAKTU SEBENARNYA 3 Kepala Regu Pemetaan Regu Penyelamatan Melaporkan kondisi daerah yang terkena bencana; 95% sesuai skenario Regu Penyelamatan Melaporkan kondisi kepada Koordinator sesuai hasil asesmen Regu Pemetaan Membuat draft surat kepada semua MPK untuk mengadakan rapat tanggap darurat Laporan kepada Koordinator Draft surat

Contoh Rencana Evakuasi Terintegrasi No. WAKTU PERINTAH/INFORMASI MASALAH LANGKAH YANG DIHARAPKAN KETERANGAN/ALAT UKUR DARI KEPADA 4 Koordinator Kepala Sekolah/Madrasah Kondisi daerah: banjir telah melanda 10 kelas; telah terjadi pengungsian peserta didik (sesuai scenario). Kepala Sekolah/Madrasah mengusulkan status tanggap darurat selama (sesuai scenario), serta mengusulkan. Mengingatkan telah memiliki rencana Kontingensi yang bisa dijadikan rencana operasi Koordinator melaporkan situasi. Kepala Sekolah/Madrasah: Memerintahkan segera diadakan rapat darurat pada pukul 06:00 WS Mendiskusikan kondisi banjir antara Koordinator dan semua Kepala Regu Satgas PB serta rencana selanjutnya Surat undangan rapat Laporan situasi/kondisi HARUS DISELESAIKAN DALAM 5 MENIT WAKTU SEBENARNYA 5 Kepala Sekolah/ Madrasah MPK Koordinator Regu dan klaster, Ketua Ekskul/ Komunitas, Dewan Guru, Komite Sekolah/ Diawali dengan laporan situasi oleh Koordinator Menetapkan status tanggap darurat dan lamanya Koordinator menyampaikan laporan situasi terkini dan scenario rencana kontingensi yang ada sudah sesuai dengan kondisi/situasi terkini Surat-surat yang telah ditandatangani: SK Status TDB dan lamanya SK Penugasan dan Penunjukkan Koordinator

LANGKAH YANG DIHARAPKAN Contoh Rencana Evakuasi Terintegrasi selengkapnya cek di rencana induk simulasi banjir No. WAKTU PERINTAH/INFORMASI MASALAH LANGKAH YANG DIHARAPKAN KETERANGAN/ALAT UKUR DARI KEPADA 2. Memerintahka n Satgas PB untuk menyusun renops berdasarkan rencana kontingensi yang ada. Kepala Sekolah/Madrasah: Menandatangani surat keputusan status tanggap darurat dan lamanya Menandatangani surat penugasan dan penunjukan Koordinator sebagai Komandan Tanggap Darurat Banjir Memerintahkan penyusunan Renops berdasarkan pada Rencana Kontingensi Koordinator Klaster: Mengaktifkan klasternya Memobilisasi semua sumberdayanya sesuai renkon yang telah menjadi renops 2. Surat pengaktifan klaster oleh coordinator klaster HARUS DISELESAIKAN DALAM 5 MENIT WAKTU SEBENARNYA

Selalu Sediakan dan Bawa Tas Aman SHIAGA Komponen sekolah harus sudah mempunyai tas aman shiaga setidaknya berisi perlengkapan : makanan dan minuman untuk bertahan 1 x 24 jam serta radio transistor / radio komunikasi Orang tua bertanggungjawab untuk membekali peserta didik perempuan/laki-laki sesuai kebutuhan hidupnya termasuk kebutuhan untuk anak-anak berkebutuhan khusus