Pengikhtisaran dan Pengklasifikasian

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERINTAH PENDEK.
Advertisements

PERINTAH PENDEK.
PERINTAH PENDEK. DELETE  Delete yaitu tombol untuk menghapus satu karakter sebelah kanan pointer BACKSPACE UNDO  Backspace yaitu tombol untuk menghapus.
Audit Command Language
PEMROSESAN FILE DAN KONSEP MANAJEMEN DATA
Database Relasi Pertemuan 3.
Isikan Password untuk mengaktifkan program dengan huruf g kecil Klik di sini bila membuat Proyek Baru.
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR
Membuat Data Base Kemahasiswaan
BAB 1 PENGENALAN spss.
DATABASE & TABLE By : d e w i.
UJI HIPOTESIS Dalam kegiatan penelitian, setelah hipotesis di rumuskan, maka keterlibatan statistik adalah sebagai alat untuk menganalisis data guna.
MENGGUNAKAN MASK EDIT, KOMPONEN TIMER
Bentuk Normal Kedua (2NF/Second Normal Form)
Penarikan sampel dengan TAR
Konsep Dasar Pemrograman COBOL
AUDIT COMMAND LANGUAGE ANALISA
Tombol untuk menghapus satu karakter sebelah kanan pointer.
PEMROGRAMAN TERSTRUKTUR (Pertemuan 4) Oleh : SYARIF HIDAYAT, M.Si.
Audit Command Language
Database Pengertian database dalam visual foxpro berbeda dengan pengertian database dalam Foxpro versi sebelumnya, yang berarti tabel. Dalam Visual Foxpro,
Database dalam Ms.Access
Konsep Dan Struktur DATABASE
DATABASE Pert. 1 Pengenalan Microsoft Access Dosen : Dewi Octaviani, S
PENARIKAN SAMPEL & PENDUGAAN PARAMETER
Audit Command Language Report
DASAR-DASAR PEMROGRAMAN I. Organisasi File Database  Pembuatan:  create [path] namafile  Struktur:  Nama field Maksimum 10 karakter Didahului dengan.
Sistem Basis Data.
REPORT Bentuk Laporan Untuk memahami cara membuat laporan (report) di Visual Foxpro, kita harus memahami bentuk laporan (layout), yaitu sebagi berikut.
P E R T E M U A N 12 SISTEM BASIS DATA.
Pemeriksaan Akuntansi Berbasis Komputer
Desain Input & Output.
Structure English dan Decision Table
Konsep teknologi informasi b
Oleh : Junaidi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jambi
(Teknik Perolehan Data dan Analisis Data Tunggal)
Database dalam Ms.Access
BASIS DATA 1 KONSEP DATA & FILE.
BASIS DATA 1 KONSEP DATA & FILE.
SISTEM BASIS DATA Dosen : Welda, S.Kom.
Pertemuan 9 ANALISA RANCANGAN DATABASE.
Mengelola Desain Tabel
FIELD PROPERTIES & DATABASE RELATIONSHIP
MENGELOLA DESAIN TABEL
Membuat Table Pertemuan 3
Lecture 8 : Pengambilan Keputusan dalam Kondisi Konflik (Game Theory)
SISTEM MANAJEMEN DATABASE
Ada beberapa sifat yang melekat pada suatu tabel :
KARYA : DHIEO KURNIAWAN KELAS : 8F NO : 10
Mengelola Desain Tabel
Membuat Dokumen dengan Software Pengolah Angka
Normalisasi Data Base Bentuk Penyederhanaan Tabel dalam Basis Data – Langkah tepat untuk dalam merelasikan dalam penghubungan antar Entitas dalam penyederhanaan.
STATISTIK DISTRIBUSI FREKUENSI RONI SAPUTRA,M.Si.
Konsep Dasar Pemrograman COBOL
PERANCANGAN DATABASE.
GAME THEORY.
01.3 Hari-1 Sesi-3 Desain Algoritma.
FIELD PROPERTIES & DATABASE RELATIONSHIP
Sistem Manajemen Basis Data
Perintah Pendek.
Perintah Pendek.
PAKET PROGRAM APLIKASI
JURNAL.
MENGELOLA DESAIN TABEL
ORGANISASI FILE Penyimpanan ataupun penulisan charakter demi charakter yang ada didalam exsternal memori, harus diatur sedemikian rupa sehingga komputer.
Penjelasan Umum & Pengenalan Data
WELCOME 15 November 2018.
Database Pada Microsoft Excel
PERINTAH PENDEK.
Komponen table Ms. Access
Transcript presentasi:

Pengikhtisaran dan Pengklasifikasian Audit Command Language Analisa Pengikhtisaran dan Pengklasifikasian Pengikhtisaran ada 2 Pendekatan: Klasifikasi ( Classify ) Ikhtisar ( Summarize )

CLASSIFY Menghitung jumlah record yang berhubungan dengan field karakter kunci yang unik dan mengakumulasikan jumlah dari field numerik untuk tiap nilai kunci. Digunakan untuk file yang unsorted Kasus 1 Lakukan pengklasifikasian dari data yang anda periksa berdasarkan Vendor NO! File yang digunakan: Persediaan.dbf Classify On: LOC Accumulate field: Value

Summarize Menghasilkan jumlah record dan mengakumulasikan jumlah field karakter atau tanggal efektif untuk jumlah file yang besar Menghasilkan laporan yang tak dibatasi oleh jumlah key field. Kasus 2 Lakukan summarize dari data yang anda periksa berdasarkan Vendor NO! File yang digunakan: Persediaan.dbf Summarize On:LOC Accumulate field: Value Other field: PRODSTAT

PROFIL Perintah ini memberikan ringkasan summary pada satu atau lebih field numerik dalam suatu input file terdiri dari: Nilai Total Nilai Absolut Nilai minimum Nilai maksimum Kasus 3 Lakukan profil dari data yang anda periksa! File yang digunakan: Persediaan.dbf Profil Field: All

Stratify Perintah melakukan penyaringan & pengikhtisaran data yang bertipekan numerik dalam file. Profiling data Stratifying data STATISTIK Merupakan suatu perintah yang memberikan satu perangkat statistik yang dapat digunakan untuk menyoroti keabnormalan dalam data file yang mungkin dapat mempengaruhi analisis selanjutnya

CROSS TABULATE Membuat tabel yang melaporkan dua field secara baris dan kolom dengan menjumlahkan isi dari field yang berada pada ke dua field tersebut. Contoh : membuat tabel dengan baris : prodclass dan kolom : loc dengan menampilkan jumlah qtyoh nya.

BENFORD ANALYSIS Frank Benford adalah seorang ahli fisika yang kerja di General Electric sekitar tahun 1920an. Awalnya dia curiga, mengapa buku logaritmanya itu kucel hanya pada halaman-halaman tertentu saja. Dia menemukan sebuah hukum tentang angka. Awalnya dia beranggapan bahwa halaman-halaman yang kucel tadi karena halaman tersebut sering dibuka orang.

HUKUM BENFORD Hukum ini menyatakan bahwa kemungkinan kemunculan angka itu ada aturannya. Aturannya adalah bahwa sebuah angka menduduki kemungkinan tertentu untuk sering-tidaknya muncul dalam posisinya. Angka Rp. 34.578 dipandang sebagi angka 34576 (tanpa titik) dengan posisi angka 3 di posisi pertama, angka 4 diposisi kedua, angka 5 di posisi ketiga, angka 7 diposisi keempat dan terakhir angka 6 diposisi kelima

Kemungkinan angka-angka tersebut muncul, menurut Hukum Benford adalah sebagai berikut: Digit First Second Third Fourth 0 .11968 .10178 .10018 .30103 .11389 . 10138 .10014 .17609 .10882 .10097 .10010 .12494 .10433 . 10057 .10006 .09691 .10031 .10018 .10002 .07918 .09668 .09979 .09998 .06695 .09337 .09940 .09994 .05799 .09035 .09902 .09990 .05115 .08757 .09864 .09986 .04576 .08500 .09827 .09982

Kolom Digit, menunjukkan bahwa angka mulai dari 0 hingga 9 Kolom Digit, menunjukkan bahwa angka mulai dari 0 hingga 9. First, adalah kemungkinan angka tersebut muncul di posisi pertama (first). Second, adalah kemungkinan angka tersebut muncul di posisi kedua. Dan seterusnya. Angka 1 itu kemungkinan di digit pertama (terletak di posisi pertama) adalah 30,1%, angka 2 akan mempunyai kemungkinan muncul di digit pertama sebanyak 17,6% dan seterusnya (lihat tabel). Jadi nilai Rp. 34.578 misalkan terdiri dari 5 digit yaitu angka 3. 4. 5, 7 dan 8, maka angka 3 mempunyai probabilitas di posisi pertama sejumlah 12,494%

Hukum Benford harus memenuhi kriteria: 1. Angka tersebut menunjukkan besaran (size). Jumlah Rupiah, Jumlah Penduduk contoh-contoh angka yang menunjukkan besaran (size), atau dalam istilah penelitian adalah bentuk Skala Rasio. Suatu angka yang bisa dibandingkan besar kecilnya.

2. Angka tersebut tidak berada maksimum atau minimum (di antara angka tertentu). Angka-angka diantara 62500 sampai 78000 tidak memenuhi syarat probabilitas kemunculan angka sesuai Hukum Benford, karena pasti yang akan sering muncul di posisi pertama adalah angka 6 dan 7. 3. Angka tersebut bukan merupakan angka yang disimbolkan seperti kode pos, nomor telepon dan sebagainya. Kode Pos adalah nomor yang ditetapkan, bukan menunjukkan besaran. Kode Pos 60118 bukan berarti lebih besar dari Kode Pos 52265.

Penerapan Hukum Benford untuk Fraud Auditing Biasanya karena pikiran manusia tidak bisa random, maka hukum tersebut bisa untuk mendeteksi adanya fraud. Misalkan jika ada aturan yang mengharuskan kalau pengadaan barang senilai di atas Rp. 50 Juta diharuskan ada otorisasi (misalkan tender atau otorisasi lainnya), maka pelaku fraud seringkali melakukan pengadaan barang namun jumlah nilai pengadaanya dikecilkan sedikit dari 50 juta,

misalnya menetapkan biaya pengadaan Rp. 49 juta atau Rp misalnya menetapkan biaya pengadaan Rp. 49 juta atau Rp. 45 Juta (s biar upaya tidak ada otorisasi atau tender, sehingga dia bisa beli sendiri). Nah jika hal tersebut terjadi maka yang terjadi angka 4 atau angka 45 atau angka 49 akan lebih sering muncul dan tidak akan conform dengan Hukum Benford (ini yang biasanya terjadi). Angka di posisi pertama akan lebih banyak 4, atau di dua posisi pertama (first-two digits) akan lebih banyak angka 45 atau 49, yang akan melampaui batas kemungkinan normalnya kemunculan angka sesuai Hukum Benford.