Kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam menguraikan PNP (P-nitrofenol)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Metode Mikrobiologis-2
Advertisements

SOAL-SOAL RESPONSI 5 TIM PENGAJAR FISIKA.
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
TEST PHYSICS PENGGUNAAN PROGRAM VBA 22 SOAL By AGUS BUDIANTO,S.Pd
START.
STAF PENGAJAR FISIKA DEPT. FISIKA, FMIPA, IPB
Harga beli = 100% Jika untung = a %  H. Jual = …….% (100 + a) %
Menunjukkan berbagai peralatan TIK melalui gambar
KINETIKA ENZIM.
Standarisasi Air minum dalam kemasan
Menempatkan Pointer Q 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
LARUTAN PENYANGGA 1. Hitunglah pH larutan campuran dari 100 mL larutan C2H5COOH 0,04 M dan 150 mL larutan 0,02 M KOH jika Ka = 1,2 x 10-5.
LATIHAN SOAL-SOAL 1. Himpunan 2. Aritmatika Sosial 3. Persamaan GL.
FERMENTASI KACANG-KACANGAN
1suhardjono waktu 1Keterkatian PKB dengan Karya Inovatif, Macam dan Angka Kredit Karya Inovatif (buku 4 halaman ) 3 Jp 3Menilai Karya Inovatif.
UKURAN PEMUSATAN Rata-rata, Median, Modus Oleh: ENDANG LISTYANI.
ULANGAN HARIAN PERTAMA SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Pilihan Topik Matematika -I” 2.
Selamat Datang Dalam Kuliah Terbuka Ini 1. Kuliah terbuka kali ini berjudul “Analisis Rangkaian Listrik di Kawasan s” 2.
Sistem Persamaan Diferensial
Bab 11A Nonparametrik: Data Frekuensi Bab 11A.
1. = 5 – 12 – 6 = – (1 - - ) X 300 = = = 130.
Logam berat ? Berbahaya ? Solusi ?
Latihan Soal Persamaan Linier Dua Variabel.
KESETIMBANGAN LARUTAN
MATRIKS Trihastuti Agustinah.
Mari Kita Lihat Video Berikut ini.
ANALISA NILAI KELAS A,B,C DIBUAT OLEH: NAMA: SALBIYAH UMININGSIH NIM:
Matakuliah : S0362/Konstruksi Bangunan dan CAD II Tahun : 2006 Versi :
Fisika Dasar Oleh : Dody
ASIKNYA BELAJAR MATEMATIKA
TURUNAN DIFERENSIAL Pertemuan ke
STATISTIKA OLEH : SURATNO, S.Pd SMAN 1 KALIWUNGU Kelas XI IPS
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Elastisitas.
Tugas: Power Point Nama : cici indah sari NIM : DOSEN : suartin marzuki.
PEMUAIAN
Tabel Yang harus Dilihat Sebelum Menilai
LIMBAH IPA Created by : Franki Nova H, ST.
Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun.
KPK dan FPB 1. KPK A. Tinjauan Kontekstual
PERMINTAAN, PENAWARAN DAN KESEIMBANGAN PASAR
Pendugaan Parameter dan Besaran Sampel
Luas Daerah ( Integral ).
SEGI EMPAT 4/8/2017.
JUSTIFIKASI STUDI PENYUSUNAN RKL-RPL
Sequential Decision Making
LATIHAN UAS KELAS X.
PENGOLAHAN LIMBAH PETERNAKAN
POLIMERISASI RADIKAL BEBAS
PROPOSAL PENGAJUAN INVESTASI BUDIDAYA LELE
Lipase Termostabil dari Bakteri Termofilik Isolat Gedong Songo
ANUITAS BERTUMBUH DAN ANUITAS VARIABEL
UJI KOMPETENSI 1.
PREFERENSI ATAS RISIKO DAN FUNGSI UTILITY
ULANGAN HARIAN FISIKA FLUIDA.
Dipersembahkan oleh : Ruri Arista Claudia Sharita Aulia Rochmi
10. KOMBINATORIAL DAN PELUANG DISKRIT (lanjutan 1)
SEGI EMPAT Oleh : ROHMAD F.F., S.Pd..
TUGAS DASAR-DASAR PEMISAHAN ANALITIK
PENGEMBANGAN METODE DIFUSI GAS BERBASIS ANALISIS INJEKSI ALIR (gd-FIA) UNTUK ANALISIS AMONIA DALAM AIR LAUT Oleh : Denalis Rohaningsih NIM :
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
KESETIMBANGAN REAKSI Kimia SMK
USAHA DAN ENERGI.
Dasar-dasar Ilmu Ekonomi
Game QuiZ.
Matrikulasi Matematika
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Andri Wijanarko,SE,ME Teori Konsumsi Andri Wijanarko,SE,ME
Transcript presentasi:

Kemampuan Pseudomonas aeruginosa dalam menguraikan PNP (P-nitrofenol) Pembimbing: Enny Ratnaningsih, Ph.D Oleh Solihin

Latar Belakang Tujuan Penelitian Tinjauan Pustaka Metodologi Penelitian dan Hasil Kesimpulan

Latar Belakang Bioremediasi merupakan metode alternatif dalam menangani beberapa jenis limbah karena biaya relatif murah dan ramah lingkungan. Senyawa para-nitrofenol (PNP) sebagai salah satu limbah beracun yang menyebabkan sianosis (kulit kebiruan) Pseudomonas aeruginosa memiliki kemampuan untuk menguraikan PNP menjadi senyawa yang tak berbahaya bagi lingkungan

Tujuan Penelitian Mempelajari mekanisme degradasi PNP oleh bakteri Pseudomonas aeruginosa.

Tinjauan Pustaka Bioremediasi didefinisikan sebagai proses penguraian limbah organik/anorganik secara biologi dalam kondisi terkendali dengan tujuan mengontrol, atau mereduksi bahan pencemar dari lingkungan. (Sulia, 2003)

Pseudomonas aeruginosa: Kingdom: Bacteria Phylum: Proteobacteria Class: Gamma Proteobacteria Order: Pseudomonadales Family: Pseudomonadaceae Genus: Pseudomonas Species: Pseudomonas aeruginosa Ditemukan oleh Schröter (1872) Bakteri gram negatif Patogen oportunistik patogen oportunistik yaitu memanfaatkan kerusakan pada mekanisme pertahanan inang untuk memulai suatu infeksi

Para-nitrofenol(PNP), disebut juga sebagai 4- nitrofenol atau 1-hidroksil-4-nitrobenzena. Banyak dihasilkan sebagai hasil samping industri pupuk , industri obat (paracetamol). Memiliki 2 bentuk umum pada kristalin: 1.bentuk α tak berwarna, tak stabil pada suhu ruang, stabil pada sinar matahari langsung. 2.Bentuk β berwarna kuning, stabil di suhu ruang, berubah menjadi merah bila terkena sinar matahari

Metodologi Penelitian dan Hasil Menentukan batas toleransi konsentrasi maksimum PNP dalam media LB Menentukan batas toleransi konsentrasi maksimum PNP dalam media MM Menentukan kegunaan PNP Menentukan temperatur optimum Menentukan penurunan konsentrasi PNP

Menentukan konsentrasi maksimum PNP dalam media LB Penentuan OD Pseudomonas aeruginosa pada media LB+pnp 50, 100, 200, 300, 400, 500 dan 600 ppm Pseudomonas aeruginosa di tumbuhkan dalam media LB padat Pemindahan ke medium LB cair secara aseptik(starter)~suhu 37o C 150 rpm Inokulasi 1% pada media LB cair +PNP 50,100,200,300,400 dan 500 ppm ~ suhu 370 C 150 rpm Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil

Koloni tunggal dalam media LA Hasil potret Pseudomonas aeruginosa dalam media LBpadat (kiri) dan foto Psedumonas aeruginosa bersumber dari literatur (kanan)

Kurva pertumbuhan pd LB+pnp Hasil OD 600 nm (media LB + pnp 50, 100, 20, 300, 400, 500 dan 600 ppm

Menentukan konsentrasi maksimum PNP dalam media MM Penentuan OD pseudomonas pada media MM+ glukosa + NH4Cl + pnp 20,40,60,100 dan 120 ppm Pseudomonas aeruginosa dipindahkan dari media LB padat ke media MM padat Pemindahan ke media MM cair+ glukosa + NH4Cl (starter)~suhu 37o C 150 rpm Inokulasi 1% pada media MM+ glukosa + NH4Cl+pnp 20,40,60,80,100 dan 120 ppm~suhu 37o C 150 rpm Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil

Variasi konsentrasi pnp pada media MMA Tumbuh MM+glu+NH4Cl Ya MM+glu+NH4Cl+pnp 20 ppm MM+glu+NH4Cl+pnp 40 ppm MM+glu+NH4Cl+pnp 60 ppm MM+glu+NH4Cl+pnp 80 ppm MM+glu+NH4Cl+pnp 100 ppm MM+glu+NH4Cl+pnp 120 ppm Tidak MM+glu+NH4Cl+pnp 137 ppm

Kurva pertumbuhan pd MM+PNP

Penentuan kegunaan PNP Pemindahan bakteri dari media LB padat ke media MM cair (starter)~suhu 37o C 150 rpm Inokulasi pada media MM - glukosa + NH4Cl + pnp 100 ppm~suhu 37o C 150 rpm Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil

Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil Pemindahan bakteri dari media LB padat ke media MM cair (starter)~suhu 37o C 150 rpm Inokulasi pada media MM + glukosa - NH4Cl + pnp 100 ppm~suhu 37o C 150 rpm Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil

Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil Pemindahan bakteri dari media LB padat ke media MM cair (starter)~suhu 37o C 150 rpm Inokulasi pada media MM - glukosa - NH4Cl + pnp 100 ppm~suhu 37o C 150 rpm Pengukuran OD pada 600 nm dan diperoleh hasil

Kurva Pertumbuhan pada MM+glu+PNP,MM+NH4Cl+PNP dan MM+PNP

Optimasi temperatur Pemindahan bakteri dari media LB padat ke media MM cair+glukosa+NH4Cl (starter)~suhu 30,35,40 dan 45 o C 150 rpm Inokulasi 1% kedalam media MM+NH4Cl+glu+PNP 100 ppm~suhu 30,35,40 dan 45 o C 150 rpm Pengukuran OD pada 600 nm pada suhu 30,35,40,dan 45 oC

Menentukan penurunan konsentrasi PNP Pemindahan bakteri dari media LB padat ke media MM cair (starter) Inokulasi pseudomonas aeruginosa pada media MM+glu+pnp 100 ppm Sentrifugasi larutan (5000 rpm,5 menit) ambil supernatan dan pembuatan lar.standar PNP dan hidrokuinon Pengukuran kadar PNP dan hidrokuinon sampel dan lar.standar menggunakan HPLC,kolom C-18 dan didapat hasil

KESIMPULAN (sementara) Kehadiran pnp dalam media kaya nutrisi (LB) dapat di toleransi dengan maksimum konsentrasi 100 ppm. Kehadiran pnp dalam media minimal (MM) dapat di toleransi dengan maksimum konsentrasi 100 ppm. Para-nitrofenol dapat dimanfaatkan oleh Pseudomonas aeruginosa sebagai sumber makanan namun masih tetap membutuhkan sumber Cdan N dari glukosa dan NH4Cl.

REFERENSI http://pksplipb.or.id/index.php?option=com_ content&task=view&id=39&Itemid=1 http://www.textbookofbacteriology.net/pseu domonas.html

TERIMAKASIH