FOKUS DAN SKALA PEMBANGUNAN LANSKAP KOTA (Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, Dep ARL, Faperta IPB 2008) Sejarah kota (fungsional) Hunting and gathering.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERATURAN KONSERVASI Fredinan Yulianda, 2009.
Advertisements

Lanskap Sejarah Historical Landscape Naniek Kohdrata
Lanskap Sejarah dan Lanskap Budaya
Perkeretaapian Khusus Tahap III Tahapan Menuju Perubahan Regulasi Jakarta 21 Juni 2011.
Bab 1 Pemasaran Mengatur Hubungan Pelanggan yang Menguntungkan
Memahami Etimologi Multimedia
assalamu’alaikum wr. wb
KEBIJAKAN IZIN TATA RUANG PADA KAWASAN PERUMAHAN
Garden City Handout kuliah Lanskap Kota dan Daerah, PS ARL disarikan dari Garden Cities 21 (Simonds, 1994) •Kota memberikan pengalaman hidup yang terbaik.
Komponen Dan Model Sistem Informasi
Green Recovery And Reconstruction: Training Toolkit For Humanitarian Aid Air dan Sanitasi Sesi 1: Pengantar Air dan Sanitasi Berkelanjutan Pemulihan dan.
KEBIJAKAN PENYEDIAAN PRASARANA OLAH RAGA DI DAERAH PERMUKIMAN
IndII and Urban Transport Infrastructure SESI IV: STUDI KASUS: TRANS-JOGJA Achmad Hanifa A.I., ST.
STUDIOPERANCANGAN KOTA
SUMBER: Pokok-Pokok Substansi PERATURAN PEMERINTAH NO 24 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN INDUSTRI SUMBER:
Perencanaan Kota Minggu 8.
TINJAUAN UMUM DATA DAN STATISTIKA
TABEL INPUT OUTPUT REGIONAL.
Teori kota sebagai fenomena spatial
Green Recovery And Reconstruction: Training Toolkit For Humanitarian Aid ORGANISASI PELAKSANA SesI 2: Analisis Awal dan Penentuan Standar Pembanding Pemulihan.
ELEMEN URBAN DESIGN Perancangan Kota (Urban design) bertujuan untuk mewujudan proses ruang kota yang berkualitas tinggi dilihat dari kemampuan ruang tersebut.
ANALISIS DATA DAN INFORMASI
GRAFIK PRESENTASI DR. AGUNG MURTI NUGROHO JOHANNES P.
Pandangan Tentang Tantangan Penataan Ruang Kedepan

PERATURAN KONSERVASI Fredinan Yulianda, 2010.
Luas Daerah ( Integral ).
SUMBER DAYA AIR DAS (Daerah Aliran Sungai)
Dr. Ir. Heru Purboyo Hidayat P, DEA
Chapter 6 Merancang Struktur Organisasi : Spesialisasi dan Koordinasi
KOTA BERKELANJUTAN dan PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, S2 ARL IPB, 2007 (Sumber: Sarosa, W A Frame Work for the Analysis.
PENGELOLAAN SUNGAI PERKOTAAN
GRAFIK PRESENTASI DR. AGUNG MURTI NUGROHO JOHANNES P.
ISU-ISU PERENCANAAN KONTEMPORER PERMUKIMAN KUMUH PERKOTAAN
Tahapan Proyek Pembuatan Situs Web
Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH
PERTEMUAN 9 Otoritas, Pendelegasian Wewenang dan Sentralisasi
Oleh Cecep Kusmana Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB
KOTA SEHAT BERAWAL DARI LINGKUNGAN YANG SEHAT
22 September 2014 Bappeda Jabar
KEGIATAN EKONOMI KESEHATAN Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH.
Munandar, A (2007) Kebijakan dan Pengeloaan Ekowisata 1 DAMPAK LINGKUNGAN, EKONOMI DAN SOSIAL BUDAYA Hand-out Mata Kuliah Kebijakan dan Pengelolaan Ekowisata,
PENGELOLAAN SAMPAH (KEBERSIHAN) DAN RTH
BEDAH KISI-KISI IPA UN SD/MI TAHUN 2013 GURU KELAS VI SD/MI KECAMATAN
STUDIO PERENCANAAN KOTA
CREATED BY: WICKY BARIREZA Xi ips
WISNU HENDRO MARTONO,M.Sc
PERTEMUAN 9 Otoritas, Pendelegasian Wewenang dan Sentralisasi
Manajemen Umum PERTEMUAN 7 Pengorganisasian dan Struktur Organisasi
Dampak Pariwisata dan Lingkungan Binaan
PT. INDULEXCO Consulting Group
TATA LETAK BANGUNAN DAN PERANCANGAN RUANG TERBUKA
MANAJEMEN LINGKUNGAN PERTEMUAN KE-2.
Daya Tarik dan Daya Dorong Kota-Desa
Kota yang berkelanjutan
FUNGSI HUTAN.
ELEMEN KOTA MATERI MK PLANOLOGI.
STRUKTUR KOTA DAN SISTEM KOTA
(KASUS ECO-VILLAGE DAN ECO-CITY PADA KAJIAN EKOLOGI LANSKAP)
Kelestarian Lingkungan dalam Sistem Penataan Ruang
REVITALISASI PROGRAM ADIPURA
TRANSPORTASI PERKOTAAN
Ira Swara Febyola Manik Vina Rosmauli Pardede Fauzul Yusri
STIEPAR YAPARI AKTRIPA BANDUNG
IMAGE OF THE CITY - KEVIN LYNCH -
PENATAAN RUANG 14/01/ :10.
PENYUSUNAN Rencana Detail Tata Ruang PUSAT IBUKOTA KARANG BARU DAN KOTA KUALA SIMPANG Tahun 2018 – 2038.
I. Rencana Perkuliahan. Penilaian Akhir 1. Kehadiran: 10 % 2. Tugas kecil/diskusi/presentasi: 10 % 3. UTS: 25 % 4. Tugas Besar: 30 % 5. UAS: 25 %
PELATIHAN DASAR TEKNIS BIDANG SUMBER DAYA AIR
RDTR Tata ruang untuk investasi. Analisis pengembangan kawasan  Analisis ekternal yang mempengaruhi pengembangan kawasan 1.Arahan pengembangan kawasan.
Transcript presentasi:

FOKUS DAN SKALA PEMBANGUNAN LANSKAP KOTA (Hand-out MK Sistem Lanskap Kota, Dep ARL, Faperta IPB 2008) Sejarah kota (fungsional) Hunting and gathering Sistem logistik dan sistem distribusi  Infrastruktur dan transportasi Sistem statistik Sentralisasi fungsi-fungsi Munandar, A (2008)

Sejarah pembangunan kota dan wilayah (Soegijoko, 1989) 4000 SM Kehidupan kota terpusat pada bangunan tinggi yang dikelilingi tembok Pra-revolusi industri (abad-18) Pemb bangunan2 megah dan monumental (zaman Barogue). Tidak cukup mensejahterakan Revolusi industri Urbanisasi, kepadatan, kemacetan lalu lintas  transport, air bersih, sanitasi, fasilitas kesehatan Aliran romantik, munculnya kota-kota baru di luar pusat industri Munandar, A (2008)

Garden Cities Ebenezer Howard Lanjutan Revolusi industri Garden Cities Ebenezer Howard Tata hubungan dengan kawasan belakang (hinterland) Patrick Geddes -- kewilayahan Kota Putih Daniel Buruham City Beautiful Movement di US: landmark, monumen, plaza, jalan protokol, bangunan klasik, master plan kota Awal abad 20 Zoning yang komprehensif -- kewilayahan Tahun-tahun depresi dan peperangan Konsep New Dealt Roosevelt: peningkatan kesejahteraan, perenc skala nasional dan regional (wilayah) Green belt cities -- kewilayahan Munandar, A (2008)

Kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi Lanjutan Pengendalian banjir, reklamasi lahan, pembangunan fisik/ekonomi terpadu  berbasis DAS, TVA (Tennessee Valley Authority) Era Pasca perang (1950-an) Kebangkitan dan pertumbuhan ekonomi 1960-an Perlindungan lingkungan (environmental protection) – Carson “Silent Spring” 1970-an Peningkatan kesejahteraan penduduk – paket-paket bantuan keuangan Kesadaran untuk investasi Munandar, A (2008)

Konservasi dan penggunaan ulang bangunan tua Lanjutan Kecende-rungan baru Pengendalian pertumbuhan untuk menangani kemunduran: dengan mekanisme peraturan bangunan, tataguna lahan, perencanaan lingk permukiman, pengendalian migrasi ke kota Perencanaan community: kampoeng improvement project (KIP), pelestarian kota-kota lama dan lingk permukiman Konservasi dan penggunaan ulang bangunan tua Munandar, A (2008)

Suitability dan community goal Kecenderungan baru Landscape development menurut values arsitek lanskap (Simonds, 1983) Suitability dan community goal Tidak melampaui carrying capacity lahan dengan konsideran elemen berikut: * Ekosistem * Tapak bersejarah * Suplai dan kualitas air * Fitur lanskap * Kualitas udara * Flora dan fauna * Polusi suara (rare & endangered * Erosi species) Banjir * Integritas ruang-terbuka Komplementer dan complimentary thd komuniti Meningkatkan layanan publik Munandar, A (2008)

Kecenderungan baru (Eisner et al. 1993) Scoupe Form (keindahan dan fungsi) pada sebagian atau keseluruhan kota dan wilayah Urban/regional component: lokasi, massa dan desain Perencanaan kota/wilayah, arsitektur dan ARL Kecenderungan baru Partisipasi masyarakat Kerjasama komuniti via meeting, hearing dll Penggunaan local group, sekolah dll. Kerjasama antar badan publik Munandar, A (2008)

Penetrasi ruang Congestion/crowding Freeway ~ freedom of movement Keberfungsian jalan: jalan arteri yang arterial, jalan kolektor yang collecting Ketersediaan open space di sentra-sentra aktivitas Peran leaders dalam penyediaan open space Congestion/crowding Menghindari atau mencegah kemacetan Paradox desentralisasi: unplanned atau disorder Struktur vertikal (simbiosis density & nature) Munandar, A (2008)

4. Membangun sense of place Gerbang kota Portal: bandara, stasiun, terminal Pusat budaya CBD Mendayagunakan elemen mental map: Jalur (paths) Distrik Sentra aktivitas (nodes) Batas tepi (edges) Mercu tanda (landmarks) Menghindari capsule image Munandar, A (2008)

Komponen utama desain kota dan wilayah 5. Membangun neighborhood unit Ketetanggaan diyakini sebagai unit territoriality yang efektif Komponen utama desain kota dan wilayah Pergerakan, sirkulasi dan waktu Suara ~ buffering Unity: skala dan karakter dalam hub antar elemen Cahaya dan sirkulasi udara Warna ~ identitas kota Aroma Tekstur Munandar, A (2008)

Kecenderungan baru: Sustainable City (Kurokawa, 2004) Compact city Ecological corridors Recycling Alternative energy Sustainable transport system Munandar, A (2008)

Compact City: Mengurangi perluasan area (urban sprawl, kota baru, kota satelit) Simbiosis antara alam dan populasi tinggi -- compact cities Ecological Corridors: Interkoneksi hutan pegunungan, tegakan, sungai, danau, rawa, sawah, padang rumput -- kewilayahan Menciptakan suatu jejaring RTH kota/wilayah Munandar, A (2008)

Sustainable transport systems Recycling Kota dan wilayah bermetabolisme Mendaur-ulang sampah aktivitas pertanian, rumah tangga dsb Memperbaiki siklus air di hulu maupun di hilir Energi alternatif Sumber energi alternatif: biomas, matahari, angin, ombak ~ fitur lanskap kota & wilayah: pembangkit energi sebagai elemen lanskap, kawasan pertanian sebagai sumber bio-energy Sustainable transport systems Sebanyak mungkin pedestrian dan sepeda Munandar, A (2008)

Kecenderungan baru: perhatian akan kelompok (the group imperative) - Simonds & Stark (2006) Kelompok ~ cluster, neighborhood & community Masalah lanskap sekitar komuniti Monoton, penggunaan elemen introduksi Inefisien (energi, jangkauan jelajah atau akses ke fasilitas publik, sempadan bangunan, infrastruktur (drainase, listrik, telpon dll) yang terlalu masif/ekstensif dsb) Kondisi yang tidak sehat Kondisi membahayakan Munandar, A (2008)

Peluang untuk menata lebih baik Building (landscape structure) arrangement - lay out Modul-modul perencanaan komuniti (Planned unit development [PUD]) – agar manageable, cukup menginduksi perilaku home base dan home range yang baik Perbaikan dan peningkatan keamanan akses dan sirkulasi Kebutuhan akan sentra aktivitas komuniti Kebutuhan akan ruang terbuka hijau/biru Perencanaan komuniti berbasis PCD (preserved, conserve & develop) Dasar teori: perilaku keteritorialan (territoriality) Munandar, A (2008)

Arah-arah baru landscape development skala komuniti ~ teori kebutuhan dasar Maslow Membangun dg pendekatan modul perencanaan (PUD) -- manageability Zonasi yang fleksibel – dengan optimalisasi tujuan komuniti Mentransfer (semacam tukar guna) kawasan sensitif Memelihara sumberdaya air Menyediakan penyangga peruntukan Membangun portal komuniti – sirkulasi yang kohesif, gerbang yang atraktif Memastikan akses ke wilayah home range Menyediakan prasarana logistik Munandar, A (2008)

Merencanakan jejaring RTH (greenery dan blue ways) Merencanakan hirarkhi jalan ~ kebutuhan safety Membatasi front terhadap jalan raya Membuka persimpangan (intersection, junction) yang aman dan multiguna Menyediakan jalan yang tidak macet Mengintegrasikan pergerakan (path movement) atau alur sirkulasi Meningkatkan keragaman tipe rumah Mensistematisasi instalasi street-furniture Mengelompokkan bangunan Mengintegrasikan taman-taman sekolah dan ketetanggaan Munandar, A (2008)

Menyediakan community centers dan menghubungkan dengan pusat wilayah Menyediakan jasa ketenagakerjaan Merencanakan sarana dan prasarana akomodasi Mengaktifkan rekreasi sebagai way of life Mendorong program-program, aktivitas dan event pada level komuniti Meningkatkan pemeliharaan kompleks Menghargai dan mengangkat landmarks bersejarah Mempreservasi alam Mendayagunakan para ahli dari anggota komuniti Mendidik petugas kompleks komuniti Munandar, A (2008)

Membentuk tim reviewer desain Membuat manual pengembangan kompleks Membangun ketatapamongan Membangun organisasi atau paguyuban Memastikan adanya mekanisme keseimbangan antara fleksibilitas dan pengendalian Kevin Lynch (1981) Good City Form. Massachusetts: MIT Values Teori Good City Form dan aplikasinya: dimensi 1 (vitalitas, sense, fit, akses, control) dan dimensi 2 (efisiensi dan keadilan) Munandar, A (2008)

Kesimpulan Pergeseran fokus intervensi perencana atau desainer kota atau lanskap kota dan wilayah (skala meso hingga makro) pada akhirnya kembali merujuk kepada kebutuhan dasar manusia (Maslow) Munandar, A (2008)