MALAISE / CRISE D’ÉCONOMIE 1929

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
EKONOMI INTERNASIONAL
Advertisements

SERI KULIAH PENGANTAR SEJARAH PRANCIS
KETENAGAKERJAAN.
PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM
Dwi Maya Loka ZM Politik dan Pemerintahan Amerika Serikat (2012) Ekonomi Kapitalis Amerika Serikat dan Krisis Moneter Amerika Serikat.
LAPORAN KEUANGAN UNTUK PERSEROAN
BAB 12 PERDAGANGAN MARGIN.
Piutang Wesel/ Wesel Tagih (Notes Receivable)
Memahami Sekuritas dan Investasi
BAB 1 BUNGA SEDERHANA Matematika Keuangan Edisi bab 1.
Perang Dunia 1.
INVESTASI JANGKA PANJANG
LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS)
Pertemuan 21 PASAR SURAT-SURAT BERHARGA DERIVATIF
Pasar VaLAS SANTOSO.
TINGKAT DISKON DAN DISKON TUNAI
PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Tabungan, Investasi, dan Sistem Keuangan
DERIVATIF DAN MANAJEMEN RISIKO
ANALISA FINANSIAL DAN EKONOMI
ekmakro08-ittelkom-mna
Makroekonomi Perekonomian Terbuka: Konsep Dasar
Pertemuan 7 AKUNTANSI KEWAJIBAN TIDAK LANCAR BAGIAN 1
Pasar Keuangan Internasional
Dampak Krisis Energi Di Prancis SERI BAHAN KULIAH PENGANTAR SEJARAH PRANCIS PROGRAM STUDI PRANCIS.
KETENAGAKERJAAN.
Eropa Pasca Perang Dunia II
Tindakan yang mengakibatkan terjadinya perubahan terhadap keuangan perusahaan.
MANAJEMEN KEUANGAN MULTINASIONAL
Derivatif dan Manajemen Risiko
LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN (LPS)
PASAR KEUANGAN Pitchbook.
SEJARAH PERANG DUNIA I ( ).
LABA TIDAK DIBAGI Laba yang tidak dibagi merupakan elemen modal perusahaan. Laba tidak dibagi merupakan modal yang berasal dari dalam perusahaan yaitu.
Pasar uang dan pasar modal
INDEKS HARGA SAHAM INDIVIDUAL & INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN
(Jangka Pendek & Jangka Panjang) Accounting, Horngren & Harrison
Perdagangan Internasional
Hutang Luar Negeri.
PASAR KEUANGAN INTERNASIONAL
Mekanisme Penentuan Kurs
PENGARUH PEMERINTAH ATAS NILAI TUKAR
Mengapa Krisis Keuangan Terjadi dan Mengapa Hal Itu Begitu Merusak Ekonomi Chapter 8 Maria Ulfa Amanda Zahra Alviana A.A Widuri N.J Imam Z.
MANAJEMEN KEUANGAN MULTINASIONAL
Pasar Valuta Asing.
INFLASI.
AKUNTANSI INVESTASI JANGKA PENDEK & JANGKA PANJANG DAN EKUITAS
DERIVATIF HEDGING.
Sistem Moneter Internasional
Piutang Wesel/ Wesel Tagih (Notes Receivable)
Indeks Harga Saham dan Corporate Action
PASAR UANG DAN PASAR VALUTA ASING
29 Pasar Saham dan Perekonomian
DEPARTEMEN KEUANGAN RI 2007
PENGANTAR ILMU EKONOMI INFLASI DAN DEFLASI
Krisis Keuangan: Subprime Mortgage
Penawaran Uang dan Kegiatan Ekonomi Negara
PERMASALAHAN KETENAGAKERJAAN DI INDONESIA
SISTEM MONETER INTERNASIONAL
Makroekonomi Perekonomian Terbuka: Konsep Dasar
Kebijakan Moneter.
Sistem Perdagangan Efek
Sistem Perdagangan Efek
SMP Kelas 3 Semester 1 BAB VIII
PERTEMUAN 12 SAHAM (1).
EDISI KEDELAPAN BUKU II EUGENE F. BRIGHAM JOEL F. HOUSTON
Politeknik pos indonesia D4 logistik bisnis
Akuntansi keuangan 2 Liabilitas jangka pendek Indira shofia S.E.,M.M.
BANK DAN LEMBAGA KEUANGAN
Krisis keuangan global menunjukkan bagaimana sistem moneter internasional menjadi global. Meskipun krisis ternyata telah menghantam ekonomi maju.
Transcript presentasi:

MALAISE / CRISE D’ÉCONOMIE 1929 SERI KULIAH SEJARAH DAN KEBUDAYAAN PRANCIS (Kuliah 11)

APAKAH MALAISE ITU?? Malaise adalah suatu keadaan di mana menurunnya tingkat suku bunga dan harga saham secara drastis yang mengakibatkan timbulnya kekacauan ekonomi di seluruh dunia.

AWAL MULA Setelah Perang Dunia Pertama berakhir, dunia mengalami krisis ekonomi yang sangat parah. Negara-negara seperti Amerika Serikat atau Jepang telah menggantikan peranan negara-negara Eropa sebagai penghasil industri. Produsen di negara-negara Eropa mencari pembeli baru, tetapi secara umum di dunia hasil produksi terlampau banyak dan tidak ada yang membeli, sehingga tahun 1920-1921 mulailah dirasakan krisis ekonomi itu. Namun, kondisinya menjadi lebih baik. Krisis ini memuncak pada tahun 1929.

Depresi ekonomi 1929 merupakan depresi terparah sepanjang masa Depresi ekonomi 1929 merupakan depresi terparah sepanjang masa. Resesi ini dimulai dari Amerika Serikat. Depresi ekonomi ini bermula ketika pada 1925 dan 1927, The Fed menurunkan suku bunga untuk mendukung Bank Sentral Inggris (Bank of England) dalam menerapkan standar emas. Pada saat yang bersamaan, bursa efek sedang bergairah. Akibatnya, jutaan warga AS meminjam uang di bank dan kemudian menginvestasikannya di bursa saham. Saat itulah terjadi ledakan spekulatif yang menggiring terciptanya gelembung ekonomi (economic bubble). Harga-harga saham terus meningkat dan mencapai puncaknya tanggal 3 September 1929. Namun, Kamis, 24 Oktober 1929, harga saham mulai jatuh. Peristiwa itu dikenal dengan sebutan “Kamis Hitam” (Jeudi Noir / Black Thursday).

BLACK THURSDAY (KAMIS HITAM)‏ Terjadi pada tanggal 24 Oktober 1929 New York telah menjadi pusat finansial utama . NYSE (New York Stock Exchange) merupakan bursa efek terbesar di dunia pada saat itu; Pemegang saham terbesar Dow Jones Industrial Average (DJIA) mencapai puncak indeks tertinggi pada angka 381,17 pada tanggal 3 September 1929 yang kemudian dalam sekejap turun drastis pada 24 Oktober 1929.

12,9 juta lembar saham ditransaksikan → rekor transaksi Jumat, 25 Oktober, beberapa pimpinan bank terkemuka mengadakan pertemuan di lantai perdagangan di bursa NYSE. → Richard Whitney sebagai wakil presiden bursa Senin, 28 Oktober, banyak investor yang memutuskan untuk keluar dari bursa dengan menjual saham kepemilikannya

Pimpinan bank-bank terkemuka sudah melakukan tindakan untuk memperbaiki keadaan ekonomi saat itu. Namun, usaha yang dilakukan tetap tidak mampu mendongkrak perekonomian menjadi lebih baik. Minggu berikutnya terjadi penjualan saham massal dan mencapai puncaknya pada Selasa, 29 Oktober 1929, ketika pasar mengalami kerugian sebesar 14 miliar dolar AS. Hari itu dikenang sebagai “Selasa Hitam” (Black Tuesday).

BLACK TUESDAY (SELASA HITAM)‏ Terjadi pada tanggal 29 Oktober 1929 Terjadi transaksi 12,4 juta saham Menandai awal dari suatu konsekuensi yang meluas dan berkepanjangan bagi Amerika Serikat.

Total kerugian dalam minggu itu mencapai 30 miliar dolar AS Total kerugian dalam minggu itu mencapai 30 miliar dolar AS. Runtuhnya lantai bursa menyebabkan banyak bank gulung tikar. Awal tahun 1930, terdapat 60 bank gulung tikar, disusul 254 bank di bulan November, dan 344 bank di bulan Desember. Salah satu bank yang gulung tikar adalah Bank of the United States, bank keempat terbesar di New York, dengan 450.000 depositor.

MALAISE DI PRANCIS Prancis sebagai salah satu negara pemenang perang dalam PD I juga mengalami kerugian yang besar dalam perang sehingga awal pasca PD I Prancis mengalami krisis ekonomi. Dalam perjanjian Versailles, Jerman diharuskan membayar denda kepada Prancis, tetapi tidak mampu karena Jerman juga harus membayar hutang pada AS. Karena Prancis terus mendesak, diadakanlah kesepakatan yang ditengahi oleh AS bahwa Prancis bersedia menerima hutang dengan jumlah yang lebih kecil.

Tidak seperti negara lain, pada tahun 1920-an, krisis malaise belum dirasakan Prancis, bahkan bisa dikatakan pada masa itu Prancis merupakan negara yang ekonominya paling makmur. Pada tahun 1927, di tengah krisis yang melanda Eropa, Prancis menjadi negara yang paling baik ekonominya bahkan pada 1930 kas cadangan Prancis meningkat secara signifikan dari 18 milyar hingga 80 milyar franc.

DAMPAK DI PRANCIS Krisis ini baru dirasakan di Prancis setelah tahun 1932. Nilai uang Prancis merosot. Barang-barang Prancis di luar negeri menjadi mahal. Hal ini menyebabkan Prancis mengalami kerugian besar, karena barang-barangnya tidak laku di pasaran. Para pengusaha tidak dapat melanjutkan usahanya karena bahan mentah tidak ada dan kekurangan modal. Para pengusaha terpaksa melakukan pengurangan jam kerja yang berdampak pengurangan jumlah tenaga kerja. Hal tersebut mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah tindak kriminalitas. Oleh karena itu terjadilah krisis moral dan krisis sosial. Terjadi kerusuhan di Prancis pada tanggal 6 Februari 1934

Suasana lantai bursa New York Stock Exchange sesaat setelah terjadinya kehancuran pada tahun 1929. Kepanikan melanda Wall Street