Pokok Bahasan 3 KATEGORI KAWASAN KONSERVASI

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PERATURAN KONSERVASI Fredinan Yulianda, 2009.
Advertisements

PERUNDANG-UNDANGAN LINGKUNGAN HIDUP
Di ekosistem hutan, biasanya konflik konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Karena habitatnya menciut dan kesulitan.
Dasar hukum amdal (UUPLH) TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP:
KONSERVASI BIOLOGI Bambang Irawan.
MATERI PENGERTIAN TENTANG FAUNA
PERATURAN KONSERVASI Fredinan Yulianda, 2010.
Oleh Baharuddin Nurkin
DAMPAK PADA FLORA DAN FAUNA
DRAFT PERMENHUT Tentang PEMANFAATAN AIR DAN ENERGI AIR DI SM, TN, TAHURA DAN TWA. Oleh: Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi.
SUAKA MARGASATWA Suaka margasatwa (Suaka: perlindungan; Marga: turunan; satwa: hewan) adl Hutan suaka alam yg ditetapkan sbg suatu tempat hidup margasatwa.
1. Kawasan Hutan sebagai ODTW
Definisi Protected Areas An area of land and/or sea especially dedicated to the protection and maintenance of biological diversity, and of natural and.
TAMAN NASIONAL SEMBILANG SEBAGAI KAWASAN PARIWISATA DAN EKONOMI
TAMAN NASIONAL Taman Nasional adl perlindungan alam yg meliputi daerah luas, tanpa adanya tempat tinggal & biasanya berfungsi sbg tempat rekreasi Menurut.
ASSALAMU’ALAIKUM KELOMPOK 6: 1. Lian Yustiatin
Oleh Cecep Kusmana Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB
Pengelolaan dan Pengembangan Hutan Rakyat
Perencanaan Tata Guna Lahan
DAMPAK PARIWISATA TERHADAP LINGKUNGAN DAN BUDAYA
PAPUA, KEPULAUAN INDONESIA YANG TAK TERPANDANG
CREATED BY: WICKY BARIREZA Xi ips
Dampak Pariwisata dan Lingkungan Binaan
Disusun oleh : YULIA WIJAYANTI 23 XAP.  Keanekaragaman hayati adalah keseluruhan variasi berupa bentuk,penampilan,jumlah dan sifat yang dapat ditemukan.
PENGANTAR ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
Aspek lingkungan PERTANIAN INDUSTRIAL
KEHUTA NAN KETENTUAN UMUM UNDANG- UNDANG REPUBLIK INDONESIA
KONSEP MODERN KAWASAN DILINDUNGI BAGI OBYEK EKOWISATA
TATA KELOLA DATA & INFORMASI LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN
Persyaratan dalam perencanaan perumahan
KRITERIA KAWASAN KONSERVASI
OLEH KELOMPOK KAYU PUTIH
KEBIJAKAN PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE
Perencanaan Hutan Berbasis Ekosistem
Ancaman Bagi Keanekaragaman Hayati
Dr. Ir. H. E. Herman Khaeron, M.Si. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI
PENANGANAN TERPADU DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DI WILAYAH PESISIR, LAUTAN DAN PULAU.
KONSERVASI LANSKAP : BENTANG ALAM EKOSISTEM PESISIR DAN PULAU KECIL
FUNGSI HUTAN.
KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP
KRITERIA KAWASAN KONSERVASI
Dr. Ir. F. DIDIET HERU SWASONO, M.P.
PENGANTAR ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
PRINSIP DASAR PENGELOLAAN KONSERVASI
Kelompok 2 (M02) Rizka Okti Maulani Rohmatul Uma Luthfia Hikmah
PRINSIP KONSERVASI (EKOLOGI HEWAN)
SUMBERDAYA PERIKANAN Kuliah Ke-4.
Hutan Lindung Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan.
PENDAHULUAN PENGERTIAN Kawasan Konservasi
ASAS PENGELOLAAN KONSERVASI
KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM
PRINSIP DASAR PENGELOLAAN KONSERVASI
Judul-judul Penelitian PSL
PENGANTAR ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
HUBUNGAN SEBARAN FLORA DAN FAUNA DENGAN KONDISI FISIK
1. Kawasan Hutan sebagai ODTW
TUGAS GEOGRAFI CAGAR ALAM
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Manajemen Destinasi Pariwisata
PENGANTAR ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN
PERUNDANG-UNDANGAN LINGKUNGAN HIDUP
Pariwisata Bekelanjutan
tugas mata kuliah Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
KEANEKARAGAMAN HAYATI PEAIRAN
KONSERVASI KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
KULIAH HUTAN LINDUNG (4) PENGELOLAAN KAWASAN LINDUNG
PEMANFAATAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA KONSERVASI FLORA DAN FAUNA
Di ekosistem hutan, biasanya konflik konservasi muncul antara satwa endemik dan pengusaha HPH (Hak Pengusahaan Hutan). Karena habitatnya menciut dan kesulitan.
KEPARIWISATAAN.
Plasma Nutfah & Konservasi
Transcript presentasi:

Pokok Bahasan 3 KATEGORI KAWASAN KONSERVASI

TUJUAN DAN MANFAAT PENGKATEGORIAN Untuk membedakan unit-unit kawasan konservasi berdasarkan tujuan pengelolaannya, terlepas dari nama dan lokasinya, dengan kriteria yang jelas Untuk menghindari sejauh mungkin terjadinya konflik atau persaingan antar beberapa bentuk pemanfaatan

Manfaat : Pengembangan aspek manajerial pengelolaan (perpu, strategi, pengambilan keputusan, intensitas pengelolaan, dll.) Perumusan tanggung jawab dan mekanisme koordinasi pengelolaan (sentralisasi, desentralisasi, badan swasta, koperasi, bahkan LSM) Pengkaitan dengan sistem kategori internasional (PADU IUCN) guna mendapatkan bantuan teknis dan pertukaran pengalaman Penilaian manfaat kawasan Pengintegrasian ke dalam tata guna lahan dan pembangunan regional

Kategori Nasional Kawasan Konservasi (UU. No. 5 / 1967) Hutan Suaka Alam Cagar alam Suaka margasatwa Hutan Wisata Taman wisata alam Taman buru

Kategori Nasional Kawasan Konservasi (UU. No. 5 / 1990) Kawasan Suaka Alam Cagar alam Suaka margasatwa Kawasan Pelestarian Alam Taman nasional Taman wisata alam Taman hutan raya Taman Buru

KATEGORI KAWASAN KONSERVASI Kawasan suaka alam Kawasan pelestarian alam Taman buru Cagar alam Suaka margasatea CA Darat CA Laut SM Darat SM Laut Taman Nasional Taman Wisata Alam TN Darat TN Laut TWA Darat TWALaut TAHURA

KRITERIA PENUNJUKKAN SUATU KAWASAN SESUAI FUNGSI

CAGAR ALAM Mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa dan tipe ekosistem, Mewakili formasi biota tertentu dan atau unit-unit penyusunnya, Mempunyai kondisi alam, baik biota maupun fisiknya yang masih asli dan tidak atau belum diganggu manusia, Mempunyai ciri khas potensi, dan dapat merupakan contoh ekosistem yang keberadaannya memerlukan upaya konservasi; dan atau Mempunyai komunitas tumbuhan dan atau satwa beserta ekosistemnya yang langka atau yang keberadaannya terancam punah. Mempunyai luas yang cukup dan bentuk (geometri) tertentu agar menunjang pengelolaan yang efektif dan menjamin berlangsungnya proses ekologis secara alami,

SUAKA MARGASATWA Merupakan tempat hidup dan perkembangbiakan dari jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasi, dan atau Memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi, dan atau Merupakan habitat dari suatu jenis satwa langka dan atau dikhawatirkan akan punah, dan atau Merupakan tempat dan kehidupan bagi jenis satwa migran tertentu; Mempunyai luas yang cukup sebagai habitat jenis satwa yang bersangkutan.

TAMAN NASIONAL Memiliki sumberdaya alam yang khas dan unik baik berupa jenis tumbuhan maupun satwa dan ekosistemnya serta gejala alam yang masih utuh dan alami, dan atau Memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh, Memiliki keadaan alam yang asli dan alami untuk dikembangkan sebagai pariwisata alam, Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis secara alami.

TAMAN WISATA ALAM Mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa atau ekosistem, gejala alam serta formasi geologi yang menarik Kondisi lingkungan di sekitarnya mendukung upaya pengembangan pariwisata alam Mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelestarian potensi dan daya tarik untuk dimanfaatkan bagi pariwisata dan rekreasi alam

TAMAN HUTAN RAYA Merupakan kawasan dengan ciri khas baik asli maupun buatan, baik pada kawasan yang ekosistemnya masih utuh ataupun kawasan yang ekosistemnya sudah berubah Memiliki keindahan alam dan atau gejala alam Mempunyai luas wilayah yang memungkinkan untuk pembangunan koleksi tumbuhan dan atau satwa, baik jenis asli atau bukan asli.

LUAS DAN BENTUK KAWASAN KONSERVASI Better worse A B C D E F

JUMLAH UNIT KAWASAN KONSERVASI (Data Th. 2000) Kategori Jumlah Unit Luas Terkecil (ha) Luas Terbesar (ha) TN 39 5.000 (Kelimutu, NTT) 2.505.600 (Lorentz , Irja) THR 12 500 (Dr. M. Hatta, Sumbar) 25.000 (R. Suryo, Jatim) TWA 89 10 (Tretes, Jatim) 32.248 (Ruteng, NTT) CA 179 0,08 (Konak, Bengkulu) 300.000 (Enarotali, Irja) SM 51 25,02 (Muara Angke, DKI Jkt) 1.018.000 (Foja, Irja) TB 15 1.500 (Pulau Rusa, NTT) 30.000 (Tambora Selatan, NTB)

ISU-ISU PENTING MANAJEMEN KAWASAN KONSERVASI Dukungan publik lemah Konflik dengan penduduk setempat Konflik dengan instansi pemerintah lain Ketidakcukupan teknik manajemen (dasar ilmiah, tenaga terlatih, lebih mengutamakan pertimbangan ekologi daripada faktor lain) Anggaran tidak kokoh dan tidak cukup (kaitan dengan pertumbuhan ekonomi terlalu jauh)

TANTANGAN MANAJEMEN KAWASAN KONSERVASI Dari dalam, manajemen kawasan konservasi adalah manajemen ekosistem tropika Iklim keras Vegetasi alami sulit pulih, gulma invasif Kekayaan spesies sangat tinggi, sehingga untuk melestarikan keanekaragaman hayati diperlukan wilayah yang luas Pemahaman ekologi sangat kurang Jumlah individu spesies dan luas kawasan konswervasi minimum belum ditentukan

ANCAMAN MANAJEMEN KAWASAN KONSERVASI Dari luar, kawasan konservasi berada dalam sistem sosial dan ekonomi, daerah antropogenik Ancaman Global Populasi manusi Polusi Kemiskinan politik

Ancaman Lokal atau Regional Pemanfaatan spesies berlebih Bahan-bahan beracun Desertifikasi Penyederhanaan ekosistem dan genepool Penyebarluasan spesies ekositik Fragmentasi habitat Konversi lahan alami

ASPEK-ASPEK MANAJEMEN KAWASAN KONSERVASI Manajemen sumberdaya (manajemen konservasi) Manajemen estate Manajemen pengunjung Manajemen spesies terancam punah Law enforcement Manajemen daerah penyangga

terima kasih