“ANUITAS DIMUKA” BAB 6 Matematika Keuangan Oleh:

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TURUNAN/ DIFERENSIAL.
Advertisements

Nilai Waktu dan Uang (Time Value of Money)
NILAI WAKTU UANG (TIME VALUE OF MONEY)
Time Value of Money ROSIHAN ASMARA.
BUNGA A. PENGERTIAN Bunga (Interest) adalah tambahan uang sebagai jasa atas sejumlah modal yang ditanam atau kelebihan pembayaran dari yang seharusnya.
BUNGA VALUATION T E O R I TINGKAT MATEMATIKA BISNIS 1 tahun
BAB 02 PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI & PENCATATAN BERPASANGAN
Nilai Waktu Uang Time Value of Money.
NILAI WAKTU UANG Dua alasan nilai waktu uang penting :
NILAI WAKTU UANG (TIME VALUE OF MONEY)
DERET Cherrya Dhia Wenny, S.E..
Studi Kelayakan Bisnis
Matematika ekonomi.
Penerapan Barisan dan Deret
SIKLUS AKUNTANSI.
ANUITAS Anuitas adalah jumlah pembayaran periodik yang tetap besarnya dan di dalamnya sudah terhitung pelunasan hutang dan bunganya   Jika besar Anuitas.
adalah PPh yang tidak dapat dikreditkan dengan total utang pajak
Soal OBLIGASI Pengantar Akuntansi 2.
MATHEMATICS FOR BUSINESS
Bunga Sederhana Fn = P + Pin Atau Fn = P[1 + in]
Manajemen Pembiayaan Rumah Sakit Program Studi Kesehatan Masyarakat.
TRANSAKSI BISNIS PERUSAHAAN dan PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI
Anuitas Biasa.
BAB 4 ANUITAS BIASA.
BAB 12 PERDAGANGAN MARGIN.
Piutang Wesel/ Wesel Tagih (Notes Receivable)
PERSAMAAN AKUNTANSI.
MATEMATIKA EKONOMI Bagian 1 - Deret
BAB 1 BUNGA SEDERHANA Matematika Keuangan Edisi bab 1.
TIME VALUE OF MONEY.
SIMPANAN DARI BANK LAIN
Diskripsi Mata Kuliah Memberikan gambaran dan dasar-dasar pengertian serta pola pikir yang logis sehubungan dengan barisan dan deret bilangan yang tersusun.
BAB 3 BUNGA MAJEMUK.
Induksi Matematika Materi Matematika Diskrit.
ANUITAS DI MUKA DAN ANUITAS DITUNDA
Sesi : 3.
Bab 4 Akuntansi Koperasi SimpanPinjam
BAB 8 “AMORTISASI UTANG DAN DANA PELUNASAN” Matematika Keuangan
ANUITAS BERTUMBUH DAN ANUITAS VARIABEL
TINGKAT DISKON DAN DISKON TUNAI
BAB 9 “PENYUSUTAN” Matematika Keuangan Modifikasi Oleh:
BAB 10 “OBLIGASI” Matematika Keuangan Modifikasi Oleh:
HUtang dan Kewajiban Lain
LAPORAN KEUANGAN Catur Iswahyudi Manajemen Informatika (D3)
BAB 7 “ANUITAS DITUNDA & ANUITAS BERTUMBUH” Matematika Keuangan Oleh:
Pertemuan 7 AKUNTANSI KEWAJIBAN TIDAK LANCAR BAGIAN 1
Anuitas di Muka.
Penerapan Barisan dan Deret
MATA KULIAH: PENGANTAR BISNIS BAB VIII. Konsep Nilai Waktu Dari Uang
ANUITAS Apabila suatu pinjaman dilunasi dengan pembayaran yang tetap besarnya setiap periode yang tetap, maka pembayaran yang besarnya tetap ini disebut.
COURSE DESCRIPTION BUNGA SEDERHANA BUNGA MAJEMUK ANUITAS BIASA
Bab 1 Matematika Keuangan Edisi
Anuitas Akhir (immediate)
Matematika Keuangan “ANUITAS DIMUKA” Due-Annuity.
SINKING FUND DANA PELUNASAN
Bab viii Nilai Waktu dan Uang (Time Value of Money)
AMORTISASI UTANG DAN DANA PELUNASAN
Silabus Matematika Ekonomi
Bab 5 Konsep Nilai Waktu Uang (Time Value of Money)
ANNUITAS Arum H. Primandari.
ANUITAS BIASA DAN ANUITAS AKAN DATANG
Time Value of Money (Nilai Waktu Dari Uang)
Pertemuan 16 Anuitas dan Nilai Mendatang
Pertemuan 8 Matematika Keuangan Future Value dan Present Value
ANUITAS DI MUKA DAN ANUITAS DITUNDA
Konsep Nilai Waktu Uang
Rakhma Diana Bastomi, SEI, MM
AMORTISASI UTANG DAN DANA PELUNASAN
ANUITAS DI MUKA DAN ANUITAS DITUNDA
BAB 1 BUNGA SEDERHANA.
Transcript presentasi:

“ANUITAS DIMUKA” BAB 6 Matematika Keuangan Oleh: Mohammad Mustaqim, MM, AAAIJ Fakultas Ekonomi UI

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 PENDAHULUAN Pembayaran dilakukan setiap awal periode atau mulai pada hari ini Pembayaran pertama pada anuitas biasa (akhir periode 1) sama dengan pembayaran kedua pada anuitas dimuka (awal periode 2) Perbedaan anuitas di muka dengan anuitas biasa adalah pembayaran pertama pada anuitas di muka diganti dengan pembayaran terakhir pada anuitas biasa, sementara (n -1) pembayaran lainnya adalah sama. Pembayaran ke-2 pada anuitas di muka = pembayaran ke-1 anuitas biasa, pembayaran ke-3 anuitas di muka = pembayaran ke-2 anuitas biasa, demikian seterusnya. Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

ANUITAS DI MUKA UNTUK NILAI SEKARANG dengan PV = present value atau nilai di awal periode atau nilai sekarang i = tingkat bunga per periode n = jumlah periode A = anuitas atau pembayaran per periode Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.1 Hitunglah nilai sekarang dari Rp 2.000.000 yang diterima setiap bulan selama 5 kali mulai hari ini jika tingkat bunga yang relevan adalah 18% p.a. atau 1,5% per bulan. Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.3 Bimbi meminjam Rp 20.000.000 dengan bunga 12% p.a. Jika pinjaman harus dilunasi dalam 24 kali cicilan bulanan mulai hari ini, berapa besar cicilan? Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.5 Seorang karyawan yang sudah bekerja selama 30 tahun harus purnabakti dan mendapatkan uang pensiun sebesar Rp 200.000.000 sekaligus. Dia memutuskan untuk mengambil sebesar Rp 6.000.000 setiap 3 bulan mulai hari ini dan menyimpan sisanya dalam deposito 3 bulanan dengan bunga sebesar 6% p.a. Dalam berapa tahun depositonya akan habis? Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Jawab: Karena uang pensiun pertama sebesar Rp 6.000.000 akan langsung diambil dari Rp 200.000.000 maka PV = Rp 194.000.000 dengan i = 1,5% per 3 bulan, A = Rp 6.000.000 Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.6 Sebuah perhiasan berharga tunai Rp 30.000.000 bisa dibeli dengan 12 kali angsuran bulanan masing-masing sebesar Rp 2.758.973 dimulai pada hari pembelian. Berapa tingkat bunga yang dikenakan? Jawab: Karena pembayaran pertama adalah pada tanggal transaksi jual beli maka soal tersebut dapat disederhanakan menjadi utang Rp 27.241.027 (Rp 30.000.000 – Rp 2.758.973) dibayar dengan 11 kali cicilan bulanan sebesar Rp 2.758.973 mulai bulan depan. Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Sehingga mencari i pada kasus ini sama seperti mencari i pada kasus anuitas biasa. Dengan trial and error, diperoleh i = 1,85% per periode atau 22,2% p.a. Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

ANUITAS DI MUKA UNTUK NILAI AKAN DATANG dengan FV = future value atau nilai di akhir periode ke-n atau nilai akan datang i = tingkat bunga per periode n = jumlah periode A = anuitas atau pembayaran per periode Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.8 Hitunglah nilai akan datang dari tabungan Rp 2.000.000 yang disetorkan setiap tahun selama 5 kali mulai hari ini jika tingkat bunga 10% p.a. diperhitungkan tahunan. Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Latihan 1 Hitunglah nilai akan datang dari Rp 2.000.000 yang diterima setiap bulan selama 5 kali mulai hari ini jika tingkat bunga yang relevan adalah 18% p.a. atau 1,5% per bulan! Bandingkan dengan soal Contoh 6.1 Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.10 Seseorang ingin memiliki uang sebesar Rp 1.000.000.000 pada saat ia pensiun nanti, tepatnya 20 tahun lagi. Untuk tujuan itu, dia akan menyisihkan gajinya setiap bulan untuk ditabung mulai hari ini karena hari ini adalah hari gajian selama 20 tahun ke depan. Berapa besar tabungan bulanan yang harus ia lakukan jika tingkat bunga 9% p.a.? Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Jawab: Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.12 Seorang pedagang kecil berencana untuk menabung Rp 1.000.000 setiap bulan untuk bisa mendapatkan uang sebesar Rp 20.000.000. Jika tingkat bunga yang bisa didapatnya adalah 6% p.a., berapa lama waktu yang diperlukan? Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Jawab: Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006 Contoh 6.13 Delapan kali setoran masing-masing Rp 350.000 mulai hari ini menjadi Rp 3.342.500 pada akhir bulan ke-8. Berapa tingkat bunga per periode? Dengan trial and error, kita akan mendapatkan i = 3,92% Bab 6 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006