PANCA INDERA.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Biologi mengasikkan Nim : NAMA : Nina Novita Sari
Advertisements

Sistem Indera SiswaNF.com.
Struktur telinga bagian dalam. Pembagian daerah telinga.
HISTOLOGI FUNGSIONAL KULIT
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM INTEGUMEN
KULIT.
ALAT INDRA MANUSIA BAB 2 IPA.
Sistem Ekskresi t K i u l by : Beryl Sadewa.
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bahan Ajar Sains SD kelas VI ALAT INDERA Oleh:.
SISTIM PERNAFASAN. SISTIM PERNAFASAN Tujuan pembelajaran: Menjelaskan struktur dan fungsi kavitas nasalis dan faring Menjelaskan struktur laring dan.
Biology / Natural Science / 11st grade 46 Senior High School Jakarta
Otak dan Saraf Kranial By : Dyan & Aulia.
Kompentesi Dasar Materi Simulasi Next.
Listen to know how we hear
Telinga dan sistem keseimbangan
DIREKTORAT JENDERAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
SISTEM SARAF.
PANCA INDRA PADA MANUSIA
SISTEM KOORDINASI Standar Kompetensi:
SISTEM SENSORIS II.
SISTEM INDERA MANUSIA Kelompok 7: Tutut Widiyanti
Hidung dan Sinus paranasal
Penciuman – penglihatan- pendengaran- peraba - pengecap
SISTEM SARAF PADA HEWAN VERTEBRATA
DI SUSUN OLEH :  sAMODRA KHARISMA AJI S (F )  gUSTIN FEBRIANA (F )  pENY AYU WINDASARI (F )  dwi PRASTIYANINGSIH (F )
STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK
Ekskresi Melalui Kulit
Assalamualaikum wr.wb Selamat Siang.
Oleh : maria poppy herlianty
SISTEM INTEGUMEN Retno Sumara.
Rangka manusia terbagi menjadi 3 kelompok yaitu : a
ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENGINDERAAN
ORGANON AUDITUS P E N D G A R.
KULIT DAN ADNEKSA    .
Assalamualaikum wr. wb Kelompok 2: M. Ichsanudin ( )
STKIP BINA BANGSA MEULABOH Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan
Sistem Indera Fungsi Indera : menanggapi rangsang dari luar tubuh (cahaya, suhu, tekanan, suara, sentuhan)
ANATOMI & FISIOLOGI TELINGA Prof. Sri Harmadji, dr. SpTHT- KL (K)
Oleh: NURUL HIDAYAH,S.Kep.Ns
2. LAPISAN DERMIS Batas dermis sukar ditentukan krn lapisan ini menyatu dg lapisan subkutis (hipodermis) dan ketebalannya antara 0,5 – 3 mm. Derivat dermis.
STRUKTUR JARINGAN SPESIFIK
BIO AKUSTIK WLCOME TO BIO AKUSTIK KULIAH PEMBUKAAN POINT OF LEARNING: DESKRIPTION SOUND SENDING PROCESS ANATOMIC IN PROCES OF SENDING SOUND EFFECT.
PENDENGARAN, INDRA TUBUH DAN INDRA KIMIAWI
BIOLOGI - XI IPA SISTEM INDERA MANUSIA.
PHONORESEPTOR & STATORESEPTOR
By Sonianto Kuddi S.Pd, B.Sc
PERABA & PERASA (KULIT).
INTEGUMEN / CUTIS / CUTAN
ANATOMI & FISIOLOGI.
FAAL PENDENGARAN.
SISTEM INDERA PERABA.
OLEH Dr. Moh. Natsir M. Abdul
HISTOLOGI KULIT.
INDERA PENDENGARAN.
BIOLOGI 3 “ SISTEM KOORDINASI “.
SISTEM EKSKRESI KULIT.
Yustisio arya nugroho dan naufal fawaz zahran
Nama Kelompok : Albert B M Alberthus Andre K Anthony David V G Edwin.
STRUKTUR DAN FUNGSI ORGAN HEWAN DAN MANUSIA
INDERA PENDENGARAN Kelompok 2 : DIAN MONITA HENDRA ANDRIANTO ANNE NURHAYATI TOTOK YAKOBUS SHINTA PRATIWI INE.
JARINGAN PADA KULIT.
GANGGUAN SISTEM PENDENGARAN
Reseptor Khusus. Merupakan unit sensoris yang berfungsi menyampaikan informasi dunia luar ke susunan saraf pusat.
SISTEM SARAF DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL SMK AR-RAIHAN CIKAMPEK OLEH: DINA TRISNAWATI,Skep.
APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN SISTEM SARAF Adalah bagian dari tubuh yang berfungsi melakukan pengaturan kegiatan tubuh dengan cara mengirimkan pesan-pesan.
Transcript presentasi:

PANCA INDERA

PANCA INDERA Panca indera adalah organ-organ akhir yang dikhususkan untuk menerima rangsangan tertentu. Serabut saraf merupakan alat perantara yang membawa stimulus rasa (sensory impuls) dari organ indera menuju otak. Impuls sensoris ini bisa berupa sentuhan, penglihatan, pendengaran, penciuman dan pengecapan Serabut saraf sensorik dilengkapi dengan ujung akhir-khusus  mengumpulkan rangsangan perasaan yang khas  berhubungan dengan organ tertentu.

Reseptor Dibedakan menjadi : Jenis-Jenis Reseptor Termoreseptor Mekanoreseptor Kemoreseptor Osmoreseptor Jenis-Jenis Reseptor Vater Paccini  Terstimulasi oleh tekanan dan getaran Meissner  Peka terhadap sentuhan Krause  Peka terhadap dingin  bukan reseptor asli Ruffini  Peka terhadap panas Spindel Neuromuskular  terstimulasi oleh regangan (pada otot)

Kulit Kulit melindungi tubuh, dengan cara : Menghalangi serangan mikroorganisme Membantu pengaturan suhu tubuh, dengan mengeluarkan keringat dan berbagai limbah katabolisme Menjadi organ pengindera yang luas bagi tubuh untuk menerima rangsangan raba, suhu dan nyeri Mempunyai kemampuan eksretori, sekretori dan absorbsi

Fungsi Kulit Sebagai Organ Pengatur Panas Sebagai Indera Peraba Panas dapat dilepas oleh kulit dengan cara ; penguapan, pemancaran, konduksi dan konveksi Sebagai Indera Peraba Rangsangan raba pada ujung saraf sensorik yang terdapat di dalam kulit berbeda-beda menurut ujung saraf yang di rangasang. Sebagai Tempat Penyimpanan Kulit dan jaringan di bawahnya bekerja sebagai tempat penyimpanan air, dan jaringan adiposa dibawah kulit merupakan tempat penyimpanan lemak yang utama pada tubuh.

Kulit Kulit terdiri dari 2 lapisan : Epidermis (Lapisan tanduk) Tersusun atas epitelium berlapis gepeng dengan lapisan tandukdan terdiri atas 4 jenis sel  sel keratinosit, sel melanosit, sel lanerhans dan sel merkel. Tidak berisi pembuluh darah. Saluran kelenjar keringat menembus epidermis dan mendampingi rambut. Sel epidermis membatasi folikel rambut. Dermis Tersusun atas jaringan fibrous dan jaringan ikat yang elastik. Pada permukaan  papil-papil kecil  berisi ranting-ranting pembuluh darah. Di dalam dermis terdapat : Ujung akhir saraf sensoris, kelenjar keringat

Epidermis Epidermis (Lapisan tanduk), terdiri dari 5 lapis / stratum, yaitu : Stratum Korneum  Paling luar, tipis, datar, seperti sisik dan terus-menerus dilepaskan Stratum Lusidum  Selnya mempyai batas tegas, tetapi tidak ada intinya. Stratum Granulosum  Selapis sel yang jelas tampak berisi inti dan granula Stratum Spinosum  Sel dengan fibril halus yang menyambung sel yang satu dengan yang lainnya di dalam lapisan ini, sehingga setiap sel seakan-akan berduri Stratum Basal  Sel ini terus-menerus memproduksi sel epidermis. Sel ini disusun dengan teratur, berderet dan rapat.

Pelengkap Kulit : Rambut  folikel rambut Kuku  kulit yang telah berubah Kelenjar Sebaseous  mengeluarkan sebum  memelihara kulit tetap empuk dan halus.

Indera Pendengaran / Telinga Indera pendengaran  dipersarafi oleh N. Auditorius. Telinga terdiri dari : Telinga Luar Telinga Tengah Telinga Dalam

Bagian Telinga Telinga Luar  aurikel/pinna (daun telinga), meatus akustikus eksterna (1/3 luar  cartilage & 2/3 dalam  tulang), dan membrana timpani (menghantarkan getaran suara)

Telinga Tengah Merupakan rongga timpani yang berbentuk seperti lensa bikonkaf Dinding lateral  membrana timfani Dinding medial  permukaan luar dari telinga dalam, Dilewati oleh 3 tulang  malleus/palu, inkus/landasan dan stapes/sanggurdi (membentang dari membrana timpani  telinga dalam) menghantarkan getaran suara dari membrana timpani ke rongga telinga dalam Berhubungan dengan nasopharings  tuba eustachius Bagian belakang bersambung dengan antrum mastoid dalam prosesus mastoideus  celah ‘aditus’

Telinga Dalam Berada dalam os.petrosum tulang temporalis. Terdiri dari suatu sistem saluran yang tak beraturan (labirin membranosa) yang dibatasi oleh tulang (labirin tulang) Saluran bermembran ini mengandung cairan dan ujung-ujung akhir saraf pendengaran dan keseimbangan.

Labirin tulang terdiri dari 3 bagian: vestibula  bagian tengah Saluran ½ lingkaran  bersambung dengan vestibula  Tdd: saluran superior, posterior dan lateral. Ujung saluran  ampula. Bagian telinga dalam ini berfungsi membantu cerebellum dalam mengendalikan keseimbangan, serta kesadaran akan kedudukan tubuh). Koklea  tabung berbentuk spiral yang membelit dirinya seperti rumah siput.

Belitan-belitan itu melingkari modiulus (sumbu berbentuk kerucut & terdapat tulang pada bagian tengahnya) Dalam setiap belitan  saluran membranosa  terdapat ujung-ujung akhir saraf pendengaran Cairan dalam labirin membranosa  endolimfe Cairan di luar labirin membranosa dan di dalam labirin tulang  perilimfe (cairan praktis tidak dapat dipadatkan) Adanya tingkap fenestra vestibuli dan fenestra kokhlea dalam labirin bertujuan agar getaran dapat dialihkan dari rongga telinga tengah  dalam perilimfe  dialihkan ke endolimfe  merangsang ujung-ujung akhir saraf pendengaran

Indera Pengecap Indera Pengecap  lidah  Otot  Otot Intrinsik (melakukan gerakan halus) dan Otot Ekstrinsik (melakukan gerakan kasar  mengunyah dan menelan Lidah terdapat pada dasar mulut Permukaan atasnya  seperti beludru dan ditutupi papil-papil 4 rasa kecapan  manis dan asin (pada ujung lidah), pahit (pada daerah sekitar papila sirkumvalata), dan asam (pada samping lidah).

Papil pada lidah terdiri dari : Papil Sirkumvalata 8-12 buah terletak pada dasar lidah. Merupakan papil terbesar dan dikelilingi oleh lekukan seperti parit, serta membentuk huruf V pada bagian belakang lidah. Papil Fungiformis  menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah, serta berbentuk jamur. Papil Filiformis  terbanyak dan tersebar di seluruh permukaan lidah  fx >> untuk menerima rasa sentuhan Papil Foliata  terletak pada samping dan belakang lidah, berbentuk lipatan-lipatan mirip daun.

Indera Penciuman Indera penciuman  Hidung dipersarafi oleh N. Olfaktorius. Rasa penciuman dirangsang oleh gas / unsur-unsur halus yang terhirup. Rasa penciuman sangat peka Selaput lendir yang sangat kering, sangat basah, atau membengkak  rasa penciuman melemah.

Hidung Hidung  bangunan berongga Rongga hidung disusun oleh dinding kaku  tulang & hialine cartilage (Naris anterior dindingnya  jaringan ikat fibrosa dan cartilage) Permukaan luar  kulit yang memiliki kelenjar sebasea, kelenjar keringat dan folikel rambut Rongga hidung terbagi oleh 2 sekat (septum mediana) & dinding lateral  3 lengkungan tulang yang dilapisi mukosa, yaitu konka nasalis superior, konka nasalis medius dan konka nasalis inferior.