Peluang Pasar Pemanfaatn Kompos Hasil Pengomposan Sampah Pasar

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Berbagi Pengetahuan pada Inisiatif Pemasaran Beras Organik
Advertisements

“Penggalakkan Aplikasi Teknik Biopori dan Metode Konservasi Secara Vegetatif Sebagai Upaya Memperbaiki Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS)” Oleh : Septia.
KULIAH PEMBEKALAN KULIAH KERJA PROFESI DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012 TANAH SAWAH.
UJI TANAH DAN INTERPRETASINYA SERTA PERAN BAHAN ORGANIK
Logam berat ? Berbahaya ? Solusi ?
PENCEMARAN LINGKUNGAN
TEKNOLOGI PODUKSI TANAMAN PANGAN UTAMA
ANALISIS DATA DAN INFORMASI
Dosis Pupuk KIMIA Semakin TINGGI
Makalah Kunci (Keynote Speech)
Prospek Perusahaan Perkebunan
Kredit : 3 SKS (2 + 1) Dosen : Kasiono SP
PENGELOLAAN TANAH PROF.DR.IR. SUNTORTO WONGSOATMOJO. MS.
Workshop Rehabilitasi & Rekonstruksi Usaha Peternakan Sapi
PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS PERTANIAN PROVINSI NTB
(Capsicum frustescens L)
INTENSIFIKASI, EKSTENSIFIKASI DAN DIVERSIFIKASI
Universitas Brawijaya
Dipersembahkan oleh : Ruri Arista Claudia Sharita Aulia Rochmi
KAPASITAS PRODUKSI GULA
Capt. Dr. Anthon Sihombing (Anggota DPR RI Fraksi Golkar)
PELUANG AGROINDUSTRI PEDESAAN BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN
PERTANIAN PERTEMUAN 8 Powerpoint Templates.
KEBIJAKAN DAN REVITALISASI PERTANIAN
Kuliah 1 : Pupuk Organik Dr. Ir. Dja’far Shiddieq, M.Sc. JURUSAN TANAH FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA 2006 TEKNOLOGI BAHAN PUPUK & PEMUPUKAN.
HUMUSTAR (Humic Acid) PT. NOVAGRO INDONESIA
oleh: Mentari Rahma DPS ( ) Maryanto ( )
PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN
PENGELOLAAN AIR LIMBAH INDUSTRI
PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU
PERTEMUAN II Permasalahan Umum Nutrisi Tanah Dan OPT
DASAR AGRONOMI.
SERTIFIKASI PRODUK PANGAN SEGAR HASIL PERTANIAN
KELOMPOK FAKTOR ESSENSIIL
Administrasi, Persoalan Pangan, dan Urbanisasi
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PADAT DENGAN PROSES AEROB
PENYUSUNAN REKOMENDASI PENGELOLAAN LAHAN YANG OPTIMAL BERDASARKAN KARAKTERISTIK LAHAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI (>20%) DI SENTRA PRODUKSI BERAS.
Mengidentifikasi dan menilai mutu pangan
PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH SULFAT MASAM
SISTEM PERTANIAN INDONESIA
PEMELIHARAAN TANAMAN BUDIDAYA
RISET INSENTIF KNRT 2010 PENGEMBANGAN SOIL CONDITIONER BERBASIS BAHAN ALAMI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN LAHAN KERING BERKELANJUTAN Prof.
Peranan Pertanian dalam Pembangunan Perekonomian Di Indonesia
Kesuburan Tanah.
UJI FORMULASI KUALITAS PUPUK KOMPOS YANG BERSUMBER DARI SAMPAH ORGANIK DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH TERNAK AYAM, SAPI, BABI DAN TANAMAN PAHITAN Kelompok.
NAMA KELOMPOK : DESI AYU ARUM S. ( 176 ) BAYU ADI SURYONO ( 193 )
MELAKUKAN PEMUPUKAN PADA BIBIT TANAMAN
Lahan Potensial dan Lahan Kritis
APLIKASI PUPUK BERIMBANG PADA TANAMAN CENGKEH
REVOLUSI HIJAU.
ENERGI BIOMASSA.
TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN
AMUKTI SADAT JATI Teknik Industri Mercu Buana
Permasalahan Agronomi, Persepsi dan Berbagi permasalahan yang timbul
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Pemanfaatan SDA dengan Pembangunan Berkelanjutan
BAB VI. KESUBURAN TANAH DAN PEMUPUKAN
PRODUKSI PUPUK ORGANIK DIPERKAYA ASAM HUMAT DAN FULVAT MENGGUNAKAN CENTROSEMA, RUMPUT GAJAH DAN PUPUK KANDANG AYAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS.
PENINGKATAN PRODUKSI PADI DENGAN METODE SRI
Kesuburan Tanah Dan Pemupukan
Rizal Fahmi Yandari Amri Syahputra Rizal Fahmi Yandari Amri Syahputra.
Sebagai Pemenuhan Tugas “pengelolaan tanah berlanjut”
Ketahanan Pangan dan Gizi Ade Saputra Nasution. Peraturan Pemerintah No.68 Tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan sebagai peraturan pelaksanaan UU No.7 tahun.
1. Pengolahan Lahan 2. Persiapan Benih dan Tanaman 3. Pemupukan 4. Pemeliharaan 5. Pengendalian OPT (organisme pengganggu tanaman) 6. Panen dan Pascapanen.
PENCEMARAN LINGKUNGAN Oleh: Titan Sulistia, S.Pd..
SISTEM PERTANIAN TERPADU (INTEGRATED FARMING SYSTEM) PADA EKOSISTEM PERKEBUNAN AGROPASTURAL - 2 Ade Wachjar Adiwirman DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA.
Peluang dan potensi Pertanian Organik
LUAS LAHAN PERTANIAN INDONESIA LAHAN SEMENTARA TDK DIGUNAKAN
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP PEMBERIAN BAHAN ORGANIK DALAM BUDIDAYA TANAMAN KELOMPOK II AGROTEKNOLOGI III AULIA DELFIYANTY
PENGELOLAAN KESUBURAN TANAH BERKELANJUTAN DI DAERAH TROPIKA BASAH INDONESIA Syekhfani Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya 1.
Transcript presentasi:

Peluang Pasar Pemanfaatn Kompos Hasil Pengomposan Sampah Pasar Oleh Sri Wahyuni SE, MP SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR

I. Latar Belakang Program pembangunan pertanian tahun 2005-2009 meliputi peningkatan ketahanan pangan, peningkatan Nilai Tambah dan Daya Saing Produk Pertanian, serta peningkatan Kesejahteraan Petani. Ketahanan pangan Nasional diperlukan terutama dalam memenuhi kebutuhan beras bagi lebih dari220 juta penduduk Upaya yang di tempuh selama 3dekade ini adalah memberdayakan lahan sawah seluas ± 7,5 juta Ha dengan teknologi intensifikasi tanaman padi sawah antara lain dengan benih yang bermutu dan pemupukan intensif Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan berlangsung lama dan terus menerus ternyata menurunkan kualitas kesuburan tanah yang ditengarai dengan menipisnya kandungan bahan organik dalam tanah Kondisi ini sangat merugikan karena produktivitas tanaman tidak mampu ditingkatkan lagi, bahkan cenderung menurun meskipun dosis pemberian pupuk ditingkatkan namin tidak efektif

Solusi Keunggulan Kompos Pemberian bahan organik dalam jumlah besar untuk mengembalikan kesuburan lahan, mis : kompos. Keunggulan Kompos Dapat digunakan untuk memperbaiki sifat tanah/kesuburan tanah sawah Digunakan pada budidaya tanaman hortikultura,tanaman perkebunan dan kehutanan Berpeluang besar untuk dimanfaatkan pada budidaya pertanian,selain dapat meningkatkan produksi pertanian,juga memperbaiki kondisi lahan Kompos yang diperoleh dari sampah kota, dapat memberi nilai tambah bagi sektor pertanian,dan membantu mengatasi masalah pencemaran limbah perkotaan serta memberikan nilai ekonomi

II. Manfaat Penggunaan Pupuk Organik Mengandung unsur hara yang berguna bagi tanaman sehingga dapat mensubstitusi sebagian pemberian pupuk kimia sehingga lebih efisien. Dapat memperbaiki sifat-sifat tanah, baik secara fisik, kimia dan biologis tanah. Umumnya, selain dapat memperbaiki kesuburan lahan, dapat juga menghemat penggunaan pupuk kimia/an-organik antara 10 – 20 % serta meningkatkan hasil produksi padi 10 - 20 %. Banyak digunakan untuk tanaman hortikultura terutama sayuran dan buah-buahan Dosis jumlah penggunaan bervariasi tergantung jenis dan umur tanaman,tetapi relatif banyak.

III. Potensi dan Peluang Pasar Jika di asumsikan 10 % dari 3,8 juta Ha lahan sawah di Indonesia yang potensional dengan kebutuhan 2 ton/ha/tahun pupuk organik kompos = 760 ribu ton/Ha. Asumsi rata-rata penggunaan kompos/pupuk organik pada tanaman hortikultura, maka potensi kebutuhan kompos untuk hortikultura sebanyak 3,4 juta ton/Ha Tanaman perkebunan jugajuga merupakan salah satu peluang pasar yang besar bagi pupuk organik Pemerintah menyediakan KKP (Kredit Ketahanan Pangan) melalui Perbankan yang kemungkinan dapat diakses.

IV. Regulasi Bidang Pertanian UU No. 12 Th. 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman Pasal 37 Penggunaan Pupuk Kimia/An-Organik : Peraturan Pemerintah No. 8 tahun 2001, tentang Pupuk Budidaya tanaman Keputusan menteri Pertanian No.09/Kpts/TP.260/1/2003, tentang Syarat dan Tatacara Pendaftaran Pupuk An-Organik Keputusan Menteri Pertanian No. 237/Kpts?OT.210/4/2003, tentang Pedoman Pengawasan Pengadaan,Peredaran dan Penggunaan Pupuk An-Organik Pengaturan Terhadap Pupuk Organik Rancangan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pupuk Organik dan Pembenah Tanah

Syarat Mutu Pupuk Organik Spesifikasi mutu pupuk organik No Parameter Satuan Kandungan Padat Cair 1 C-Organik % Min 15 ≥ 4,5 2 C/N ratio 12 - 25 - 3 Bahan ikutan Maks 2 (Kerikil,beling,plastik) 4 Kadar Air Min 20 Max 35 5 Kadar Logam Berat Pb ppm ≤ 100 Cd ≤ 20 Hg ≤ 2 As 6 pH ≥ 4 - ≤ 8 7 Kadar total (N + P2O5 + K2O ) Dicantumkan 8 Mikroba Patogen (E.Coli, Salmonella) Cell/ml 9 Kadar unsur mikro (Zn,Cu,Mn,Co,Fe) Untuk C –Organik di bawah 15 % akan dimasukan ke dalam pembenah tanah organik

V. Permasalahan Pemahaman tentang manfaat penting pupuk organik bagi pertanian dan kelestarian lingkungan belum sepenuhnya disadari baik oleh masyarakat maupun pemerintah/petugas lapangan. Penggunaan pupuk organik untuk pertanian belum tersosialisasi secara optimal, terutama pupuk organik untuk lahan sawah. Teknologi pembuatan pupuk organik yang praktis dan tepat guna belum banyak diketahui ditingkat petani. Pembuatan kompos dari sampah kota merupakan peluang yang baik namun harus dilakukan secara hati-hati terutama untuk memisahkan bahan organik dari bahan lain termasuk cemaran logam berbahaya.

VI. Penutup Pupuk organik antara lain kompos mempunyai peluang besar untuk dimanfaatkan di sektor prtanian sehingga diperoleh nilai tambah bagi peningkatan produksi pertanian dan perbaikan mutu lahan pertanian. Kompos yang di proses dari sampah kota perlu dicermati kemurnian bahan organiknya dari kemungkinan bahan lain yang berdampak terhadap kesehatan lingkungan.