Drs.ima ismara, MPd.,MKes. 1. Pemilihan pekerjaan lebih merupakan proses daripada peristiwa 2. Pemilihan dan penyesuaian pekerjaan dimulai dengan pengetahuan.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Penyusunan Tes Oleh: Budi Usodo.
Advertisements

Assalamu'alaikum....
Ruang Lingkup Psikologi Pendidikan
RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP
PENILAIAN AUTENTIK DALAM PEMBELAJARAN
PEMAHAMAN INDIVIDU DAN TEKNIK TES
Teknik Pengembangan Instrumen Tes Lisan
ALTERNATIVE ASSESMENT (Penilaian Alternatif)
PENDALAMAN EVALUASI PENDIDIKAN TK SEKOLAH
Dipresentasikan Sabtu, 14 Februari 2009
RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP
RAMBU-RAMBU PENYUSUNAN RPP
Psikologi ANAK BERBAKAT
Tri Hartiti Retnowati Jurusan Pend. Seni rupa FBS UNY
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR
BAKAT.
Pengembangan Bahan Ujian/Ulangan.
PENGUKURAN KECERDASAN, BAKAT, DAN MINAT PESERTA DIDIK
PEMECAHAN MASALAH DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
PENILAIAN HASIL BELAJAR (PENILAIAN OTENTIK)
Komponen dalam RPP IDENTITAS NILAI KARAKTER STANDAR KOMPETENSI
MATERI-4 EVALUASI PEMBELAJARAN
BAB VI TES “WHO AM I” DWI ATMAJA, SPd MPsi
BAGAN TENTANG VALIDITAS TES DAN VALIDITAS ITEM
ASESMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING
PENGUKURAN KECERDASAN, BAKAT, DAN MINAT PESERTA DIDIK
PENGKOMUNIKASIAN HASIL TES BAKAT DAN MINAT DALAM KONSELING UNTUK PENJURUSAN SISWA SMA.
Intelligence Akademi Perawat Panti Waluya
FLASH CHART DAYA INGAT & PRESTASI BELAJAR
Topik III : LOGIKA DAN BAHASA
TES BAKAT DIFERENSIAL (DAT)
TES BAKAT.
TES INTELIGENSI Pertemuan 5
Psikodiagnostik VII Bakat dan Prestasi
Validitas & Reliabilitas Instrumen
Asesmen dalam BK BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DAN PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.
MERANCANG PEMBELAJARAN IPA DI SD PERTEMUAN 13
TEKNIK PENILAIAN Jurusan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar
PROGRAM STUDI PGSD 3 SKS 3 JS
INTELIGENSI.
Psikotes (Psikologi Test)
KRITERIA KOMPETENSI / MATERI PENTING
Intelegensi dan Kreativitas
SOLIKUL WAKID, PENGARUH HASIL LATIHAN PIVOT POROS KAKI KIRI DIAKHIRI SHOOTING DAN PIVOT POROS KAKI KANAN DIAKHIRI SHOOTING PADA PERMAINAN BOLA.
META INDRIANA, UPAYA MENINGKATAKN HASIL BELAJAR AKUNTANSI DENGAN PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN BERBALIK (RECIPROCAL TEACHING) PADA POKOK BAHASAN.
KONSTRUKSI ALAT UKUR (Pertemuan 1).
TES BAKAT.
Oleh : Evita Felecia Audrey Manik (15-079)
RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
Pembelajaran Membaca-Menulis
KOMPUTER/MEDIA GRAFIS
TES INTELIGENSI Pertemuan 5
TES BAKAT DIFERENSIAL (DAT)
DIANITA WIJAYANTI, Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Pokok Bahasan Pengurutan Bilangan Melalui Penggunaan Media Gambar Pada Siswa Kelas.
Evaluasi Pendidikan “TES STANDAR dan TES BUATAN GURU
KESIMPULAN/KEPUTUSAN YANG BENAR DATA VALID RELIABEL
Teknik memahami perkembangan siswa SD
WECHSLER ADULT INTELLIGENCE SCALE (WAIS) NOVENDAWATI WAHYU SITASARI
Oleh: Dra. Sri Wahyuni, M.Pd
Interpretasi Tes Kemampuan Diferensial
Kesulitan Belajar.
KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA
Makalah Proses & Evaluasi Belajar Matematika Disusun Oleh : Kelompok 2
Raven’s Progressive Matrices (RPM) dan CFIT
Bab VI Bakat Untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Perkembangan Peserta Didik Yang Dibina Oleh Prof. Dr. Sumarmi, M.Pd Tahun 2013 Oleh : 1.Ghossi Fafengki.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Lubuk Pakam OLEH : JIHAN HIDAYAH.
Berbagai Kemampuan Manusia Agus Riyanto,M.T
Tes I Q (Intelligence Quotient)
SPM (Standart Progressive Matrics)
Transcript presentasi:

Drs.ima ismara, MPd.,MKes

1. Pemilihan pekerjaan lebih merupakan proses daripada peristiwa 2. Pemilihan dan penyesuaian pekerjaan dimulai dengan pengetahuan tentang diri 3. Bimbingan karir harus merupakan konsep pengembangan diri 4. Bibingan karir membantu pemahan terhadap dunia kerja 5. Dalam bimbingan juga diberkan cara untuk mendapatkan keterampilan dalam dunia kerja

1. Agar siswa mampu mengenali aspek-aspek dirinya 2. Siswa mampu untuk menerima keadaan dirinya secara lebih objektif 3. Membantu siswa mengemukakan berbagai aspek dalam dirinya 4. Membantu siswa untuk mengelola informasi dirinya 5. Membantu siswa merencanakan masa depannya

1. Tes yang mengukur Inteigensi umum 2. Tes yang mengukur kemampuan umum 3. Tes yang mengukur prestasi 4. Tes yang mengungkap aspek kepribadia n

P ENGUKURAN I NTELIGENSI U MUM Untuk tujuan program layanan bimbingan di sekolah adaah tes inteligenci kelompok berupa: 1. The California Test of Mental Maturity (CTMM) 2. The Henmon-Nelson Test Mental Ability 3. Otis Lennon Mental Ability Test 4. Progressive matrices

T HE C ALIFORNIA T EST OF M ENTAL M ATURITY (CTMM) Tujuan ten CTMM adalah untuk mendistribusikan terhadap empat skor faktor (Penalaran Logika, penalaran angka, konsep- konsep verbal, dan daya ingatan) Terdapat 12 tes dengan 5 jenis faktor penalaran

D ESKRIPSI CTMM 1. Faktor 1. Penalaran secara logis  Tes 1. Kebalikan (Opposities)  Tes 2. Kesamaan (Similiarities)  Tes 3. Anslogis 2. Faktor 2. Relasi Ruang (Spatial Relationship)  Tes 4. Pengertian Kanan dan Kiri  Tes 5. Manipulasi Bidang/ Daerah

3. Faktor 3. Penalaran Angka  Tes 6. Deretan Bilangan  Tes 7. Menilai Angka-angka  Tes 8. Problem bilangan-bilangan 4. Faktor 4. Konsep-konsep nilai verbal  Tes 9. Kesimpulan (Inferences)  Tes 10. Pengertian Verbal 5. Faktor 5. Ingatan (Memori)  Tes 11. Mengingat segera  Tes 12. Mengingat tidak segera

Tes yang Mengukur Kemampuan Umum (Bakat) Untuk mengetahui bakat individu siswa secara tepat, perlu dilaksanakan pengukuran psikologis dengan menggunakan beberapa instrumen tes bakat Tes bakat dibagi ke dalam dua golonga luas, yaitu yang dikenal sebagai tes bakat umum dan tes bakat khusus. Salah satu instrumen bakat yang digunakan adalah Diferential Aptitude Test (DAT) / Tes Bakat Pembedaan

Deskripsi materi DAT 1. Penalaran Verbal (Verbal Reasoning) 2. Kemampuan Angka (Numerical Ability) 3. Penalaran Abstrak (Abstrak Reasoning) 4. Kecepatan dan Keteitian Klerikal 5. Penalaran Mekanikal (Mechanical Reasoning) 6. Relasi Ruang (Space Reasoning) 7. Pemakaian Bahasa: Mengeja 8. Pemakaian Tata Bahasa

Cara Menentukan Tes yang Baik Secara ringkas, tes yang baik memiliki kualitas pokok sebagai berikut: 1. Baku  Berarti bahwa pelaksanaan dan penskoran setiap saat digunakan adalah sama. 2. Objektif  Berarti bahwa penskoran adalah bebas dari klesubjektifan opini pembeiri skor.

3. Reliabel  Berarti bahwa memberikan hasil yang sama pada percobaan yang dilakukan secara berulang-ulang 4. Valid  Berarti bahwa ini mengukur apa yang diharapkan untuk diukur.