JARINGAN KOMPUTER Pengalamatan IPv4 & IPv6 Rujianto Eko Saputro.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MANAJEMENT INTERNETWORKING & SECURITY Tahun Ajaran IP ADDRESS.
Advertisements

KONSEP TCP/IP.
Internet Protocols STMIK TASIKMALAYA
Komunikasi Data & Jaringan Komputer
IP ADDRES DAN SUBNET IP Address versi 4 (IPv4)
IP Address Pertemuan IX.
IP Address IP Address Versi 4 Crt : Abdul Kadir. IP Address versi 4 terdiri dari empat byte, dengan jumlah bit secara keseluruhan adalah 32 bit dan setiap.
Materi 3 Pelatihan Jaringan Komputer By Kustanto
ASRINAH_ _PTIK_”jaringan komputer
Jaringan Internet. Jaringan komputer merupakan fungsi / proses pengiriman data antara satu komputer menuju komputer lainnya. dalam jaringan komputer kita.
Jaringan komputer “IP Addres”.
IP Addressing dan Subnetting
IP Address Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Subnetting Cara Cepat I (IP Kelas C)
Rachmansyah,S.Kom. 1.  Setiap segmen fisik jaringan memerlukan suatu alamat (address) unik pada jaringan.
TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol) DENNY CHARTER, ST Pengantar Teknologi Informasi.
IP ADDRESS Oleh : Dahlan Abdullah.
Pertemuan-5. IP Address and Subnet Address
Subnetting Cara Analisis
IP Address.
1 IP Address dan Cara Konfigurasi Politeknik Elektronikan Negeri Surabaya Institut Tekonolgi Sepuluh Nopember Surabaya.
Jaringan Komputer Subnetting.
IP dan Netmask Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya – ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya
IP dan Netmask Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya – ITS Kampus ITS Sukolilo Surabaya
IP Address.  IP Address atau Alamat IP adalah alamat yang menjadi tanda pengenal untuk setiap host yang terhubung ke jaringan dengan TCP/IP (internet),
IMPLEMENTASI INTEGRASI JARINGAN IPv4 DAN JARINGAN IPv6 PADA LOCAL AREA NETWORK (LAN) DENGAN SISTEM TUNNELING Mardianto Basuki ( )
Materi 08 SUBNETTING.
OSI layer Network Subnetting & VLSM
Jaringan komputer Lasmedi Afuan, ST.,M.Cs.
Bab 4. Manajemen IP.
JARINGAN KOMPUTER I SUBNETTING.
Prio Handoko, S. Kom., M.T.I. 1.  Setiap segmen fisik jaringan memerlukan suatu alamat (address) unik pada jaringan tersebut  Setiap host pada suatu.
Pengenalan IP Putra Utama Eka S.
By : Gusti Bagus Umbhara Dharma Putra I Wayan Suardiana
JARINGAN KOMPUTER I SUBNETTING.
IP Address.
IP Subnetting Oleh: Idris Winarno.
Jaringan IP.
Kisi-kisi & Contoh Soal UAS
IPv6 By Kustanto.
IPv6.
Jaringan Komputer Dasar Oleh : Defi Pujianto, S.Kom.
& IP Address Subnetting Prio Handoko, S. Kom., M.T.I.
Lebih Jauh Tentang IP Address
IP ADDRESS DAN SUBNET.
6/8/2015JARINGAN KOMPUTER1 OSI Layer Network Layer Pembahasan Tugas PT.
TCP/IP.
IP Addressing.
IP Address Versi 6 (IPv6) Teknik Komputer & Jaringan
Internet Protocol (Network Layer)
IP ADDRESS & SUBNETMASK
TCP / IP (Transmission Control Protocol / Internet Protocol)
IP Address Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
PENGALAMATAN IPv4 IPv6.
TERMINOLOGI PENGALAMATAN IPV4 DAN IPV6
IP Address Versi 6 (IPv6) SMK Muhammadiyah 11 Sibuluan Tapanuli Tengah Teknik Komputer & Jaringan.
Bab 8 Konsep Network Layer
Electronic Engineering Polytechnic Institut of Surabaya – ITS
Kelompok V Classful Network
Bab 7 Konsep Network Layer
IP DAN NETMASK.
PERTEMUAN KEEMPATBELAS
PENOMORAN KOMPUTER DAN KONVERSI BILANGAN BINER
IP dan Netmask.
IP Addressing Schemes IP Address 32 bits.
PERTEMUAN KEEMPATBELAS
Subnetting.
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA
LAPISAN NETWORK.
IP Address IP Address Versi 4.
Transcript presentasi:

JARINGAN KOMPUTER Pengalamatan IPv4 & IPv6 Rujianto Eko Saputro

Pengalamatan IP Address Internet (International Network) merupakan “jaringan raksasa” yang terdiri atas komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lain. Untuk dapat saling berkomunikasi, masing-masing komputer harus mempunyai kartu jaringan. Kartu jaringan tersebut mempunyai nomor identitas yang unik. Rujianto Eko Saputro Rujianto Eko Saputro

contoh, nomor ID kartu jaringan (MAC Address) 00:50:FC:FE:B1:E9 ID tersebut sulit untuk diingat. Bayangkan bila untuk berkomunikasi sesama komputer dalam jaringan harus menghapalkan ID kartu jaringan masing-masing. Untuk memudahkan hal itu, maka digunakan protokol TCP/IP pada setiap komputer. Setiap komputer yang menggunakan protokol ini harus memiliki nomor yang disebut sebagai alamat IP Rujianto Eko Saputro

Untuk IPv4 nomor IP terdiri atas 32 bit dan dibagi menjadi 2 buah field, yaitu: Network address (Netid) = Nilai unik yg mengidentifikasikan grup network. Setiap mesin dalam network yg sama, akan memiliki network addressing yg sama pula. host address (hostid) = disebut juga node address, nilai unik yang mengidentifikasikan setiap mesin dalam sebuah network. Sebagai bagian dari address, nilai ini harus spesifik karena membedakan mesin-mesin individual dalam sebuah grup network. Rujianto Eko Saputro

Figure 4-2 IP addressing dibangun berdasarkan konsep “network” dan “host” Rujianto Eko Saputro Rujianto Eko Saputro

IP Addressing Membaca bit biner terlalu sulit Untuk memudahkan identifikasi, alamat IP yang terdiri dari 32 bit tadi dituliskan menjadi 4 nilai numerik yang masing-masing bernilai 8 bit 1010 0011 1001 0000 1010 1010 0101 1000 163 . 170 . 144 88 Rujianto Eko Saputro Rujianto Eko Saputro

Biner ke Desimal 1 1 1 1 1 1 1 1 = 1.27 + 1.26 + 1.25 + 1.24 + 1.23 + 1.22 + 1.21 + 1.20 = 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 = 255 1 1 0 0 0 0 0 1 = 1.27 + 1.26 + 0.25 + 0.24 + 0.23 + 0.22 + 0.21 + 1.20 = 128 + 64 + 0 + 0 + 0 + 0 + 0 + 1 = 193 Rujianto Eko Saputro

Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0. 0 - 255. 255. 255 Alamat IP yang dapat dipakai dari alamat 0.0.0.0 - 255.255.255.255 adalah 28 x28 x28 x28 = 4,294,967,296 IP Untuk memudahkan pengelolaan alamat IP dari jumlah IP address sebanyak itu dikelompokan menjadi beberapa kelas oleh badan yang mengatur pengalamatan Internet seperti InterNIC, ApNIC atau di Indonesia dengan ID-NICnya menjadi sebagai berikut ini : Rujianto Eko Saputro

Kelas A Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH Bit Pertama : 0 NetworkID : 8 bit HostID : 24 bit Bit Pertama : 0 -127 Jumlah subnet : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan) Range Netid : 1.x.x.x – 126.x.x.x Jumlah IP : 16.777.214 Misalnya IP address 120.31.45.18 maka Network ID = 120 HostID = 31.45.18 Untuk Subnetmask =255.0.0.0 Jadi IP address di atas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120 Rujianto Eko Saputro

Kelas B IP address kelas B terdiri dari 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama berikan angka 10, sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (128 – 191). Rujianto Eko Saputro

IP di atas mempunyai host dengan nomor 45.18 pada jaringan 150.70 Format : 10NNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH Bit Pertama : 10 NetworkID : 16 bit HostID : 16 bit Bit Pertama : 128 -191 Jumlah subnet: 16.384 Range Netid: 128.1.x.x – 191.155.x.x Jumlah IP : 65.532 Misalnya IP address 150.70.45.18 maka Network ID = 150.70 HostID = 45.18 Subnetmask =255.255.0.0 IP di atas mempunyai host dengan nomor 45.18 pada jaringan 150.70 Rujianto Eko Saputro

Kelas C IP address kelas C terdiri dari 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan untuk ukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Biasanya ini terdapat dalam Warnet-Warnet maupun sebuah sekolah. Pada 3 bit pertama berikan angka 110 sehingga bit awal IP tersebut mulai dari (192 – 223). Rujianto Eko Saputro

Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. Karakteristik IP Kelas C Format : 110NNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.HHHHHHHH Bit Pertama : 110 NetworkID : 24 bit HostID : 8 bit Bit Pertama : 192 – 223 Jumlah subnet : 16.384 Range IP : 192.0.0.x.x – 223.255.255.x.x Jumlah IP : 254 IP Misalnya IP address 192.168.1.1 maka Network ID = 192.168.1 HostID = 1 Ø Untuk Subnetmask =255.255.255.0 Jadi IP di atas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1. Rujianto Eko Saputro

Kelas D Format : 1110NNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN IP kelas D digunakan sebagai multicast address, yaitu sejumlah komputer yang memakai suatu aplikasi bersama. Salah satu penggunaan multicast address adalah aplikasi real-time video confrence yang melibatkan lebih dari 2 host (multipoint) menggunakan Multicast Backbone (MBone). Pada IP kelas D tidak mengenal bit-bit network dan host Rujianto Eko Saputro

Kelas E 1111NNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN.NNNNNNNN Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Rujianto Eko Saputro

Figure 4-3 Rujianto Eko Saputro

Figure 4-4 Pada kelas A mempunyai address host 2 pangkat 24 = 16.777.214 host ? 127.x.x.x.x digunakan untuk localhost/loopback Rujianto Eko Saputro Rujianto Eko Saputro

Network Address Nilai unik yg mengidentifikasikan grup network. Setiap mesin dalam network yg sama, akan memiliki network addressing yg sama pula Network address juga menyederhanakan proses routing di Internet. Router cukup melihat network address untuk menentukan ke router mana datagram harus dikirimkan. Network Address didapat dengan membuat bit host menjadi 0 Rujianto Eko Saputro

Ex : Sebuah IP 167.205.9.35 Biner : 10100111.11001101.00001001.00100011 (klas B) Network Address : 10100111.11001101.00000000.00000000 decimal : 167.205.0.0 Rujianto Eko Saputro

Broadcast Address IP khusus yang digunakan untuk mengirim atau menerima informasi yang harus diketahui oleh seluruh host pada suatu network. Broadcast address digunakan jika memang semua host pada suatu network harus menerima data atau untuk meminta informasi dari semua host Broadcast address diperoleh dengan membuat bit-bit host menjadi 1. Rujianto Eko Saputro

Ex : Sebuah IP 10.10.10.35 Biner : 00001010.00001010.00001010.00100011 (klas A) Broadcast Address : 00001010.11111111.11111111.11111111 decimal : 10.255.255.255 Rujianto Eko Saputro

Unicast Address Adalah IP address yang hanya memiliki satu host tujuan IP address ini hanya digunakan oleh sebuah host yang berkirim data Rujianto Eko Saputro

Multicast Address adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 224.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal. Rujianto Eko Saputro

Netmask Address Merupakan IP address khusus yang digunakan untuk menentukan “pembagian” panjang bit network dengan bit host. Kenapa dibutuhkan netmask? Komputer tidak dapat mengetahui perbedaan IP address kelas A,B dan C sehingga komputer tidak mengetahui panjang bit network dan bit host dari IP address. Untuk mengatasinya dibuatlah netmask address Rujianto Eko Saputro

Netmask dibentuk dengan cara mengganti semua bit network dengan 1 dan mengganti semua bit host dengan 0. Ex : IP 167.205.9.35 biner : 10100111.11001101.00001001.00000101 11111111.11111111.00000000.00000000 hasil : IP 255.255.0.0 Rujianto Eko Saputro

Bagaimana mencari network address menggunakan netmask? Yaitu dengan melakukan operasi bit menggunakan operator logika AND. Sifat operator AND adalah sebagai berikut : Jika bit 1 bertemu bit 1 hasilnya 1, sedangkan lainnya adalah 0 Rujianto Eko Saputro

Ex : IP 167.205.9.35 biner : 10100111.11001101.00001001.00000101 11111111.11111111.00000000.00000000 10100111.11000101.00000000.00000000 netid : 167.205.0.0 Subnetmask juga bisa direpresentasikan dengan notasi CIDR(Classless Inter-Domain Routing). CIDR merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengkategorikan alamat IP dengan tujuan pengalokasian alamat IP kepada user dan untuk efisiensi dalam proses routing paket-paket IP didalam internet yang akan menggunakan tanda”/” dibelakang sebuah alamat IP. Contoh IP 167.205.9.35/16 subnetmask 255.255.0.0 AND Rujianto Eko Saputro

Selain pengelompokan alamat diatas, alamat IP juga dibagi atas Private IP dan Public IP Private IP adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan LAN (Local Area Network) dan tidak dikenal oleh internet Public IP adalah alamat yang digunakan untuk pengalamatan internet. Sehingga apabila Private IP mengadakan komunikasi dengan Public IP Atau internet diperlukan suatu mekanisme yang disebut dengan NAT (Network Address Translation) lembaga resmi internasional pengelola alamat IP dan DNS adalah IANA (Internet Assigned Numbers Authority) Rujianto Eko Saputro

User mendapatkan IP publik dari ISP(internet Service Provider) ISP memperoleh alokasi alamat IP dari Local Internet Registery (LIR), National Internet Registry (NIR), atau dari Regional Internet Registry (RIR) antara lain : AfriNIC – Benua Afrika APNIC – Asia dan Australia ARIN – Amerika Utara, Amerika Selatan & Afrika selatan LACNIC – Amerika latin dan kepulauan karibia RIPENCC – Eropa, Afrika utara (sahara) dan Asia tengah Rujianto Eko Saputro

Alokasi IPv4 sudah mulai habis Rujianto Eko Saputro Sumber : http://www.potaroo.net

Dalam setiap komputer yang mempunyai sistem operasi juga terdapat sebuah IP Default yang digunakan sebagai loopback, yaitu alamat IP yang menunjuk kepada dirinya sendiri. Alamat IP ini adalah 127.0.0.1 yang biasanya mempunyai hostname localhost. Alamat IP ini biasanya hanya dipakai sebagai loopback saja (pengetesan lancard, sehingga alamat ini tidak dipakai untuk melakukan Pengalamatan kartu jaringan Rujianto Eko Saputro

Latihan soal Tentukan klas, network id, broadcast address dan netmask address pada IP berikut ini mengunakan biner! a. 172.15.10.12 b. 10.13.12.1 c. 192.168.15.16 Rujianto Eko Saputro

IPv6 Tahun 1991 terjadi kekhawatiran IPv4 jumlah host yang terhubung internet akan melebihi kapasitas, Hal-hal yang menjadi penyebab habisnya alokasi IPv4 antara lain: Seluruh perangkat komunikasi saat ini berbasis IP. Saat ini para provider memberikan layanan Broadband, di mana pengguna akan selalu terhubung dengan sentral tidak seperti pada layanan dial-up. Pengguna internet bertambah dengan pesat, terutama di negara berkembang. Pada awalnya, banyak perusahaan yang mendapatkan blok IP /8 (Class A) atau /16 (Class B) sehingga pemakaian IPv4 kurang efisien. Dengan ditemukannya teknologi virtualisasi, maka dalam satu perangkat seolah-olah terdapat beberapa mesin yang masing-masing mendapatkan IP address sendiri. Rujianto Eko Saputro

IPv4 Address Report Sumber : http://www.potaroo.net Rujianto Eko Saputro Sumber : http://www.potaroo.net

Internet Engineering Task Force (IETF), tahun 1994 merillis teknologi masa depan pengalamatan internet, yaitu IPv6. IPv6 memang secara resmi disebut sebagai IP Next Generation, disingkat IPng, yang di masa depan dipersiapkan menjadi inti dari teknologi internet masa depan. Berbagai kelebihan IPv6 dibandingkan IPv4 menjadikannya layak diimplementasikan dan menjadi solusi untuk kebutuhan penggunaan internet di waktu mendatang. Rujianto Eko Saputro

IPv6 Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format. Rujianto Eko Saputro

IPv5? Spesifikasi IPv5 dirancang pada akhir tahun 1980 Internet Stream Protocol (ST) dimasukan pada header v5. IPv5 tidak pernah dibuat untuk keperluan publik, hanya digunakan untuk protokol eksperimental Rujianto Eko Saputro

IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, atau sejumlah 2128 IP address Nilai diatas setara dengan 340.282.366.920.938.463.374.607.431.768.211.456 atau (3.4 x 1038) IP address bisa dikatakan setiap penduduk di dunia bisa memiliki 5140 IP address Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing. Rujianto Eko Saputro

Format penulisan IPv6 Ada 3 cara penulisan IPv6 address, yaitu : preferred, cara formal atau standar Compressed, cara kompresi atau penyingkatan Mixed, cara gabungan Rujianto Eko Saputro

Preferred Yaitu menggunakan 8 segmen bilangan heksa desimal yang masing-masing dipisahkan oleh colon atau simbol “:”, contoh : F10A:B000:0000:1201:9812:7341:2312:0AC1 IPv6 seringkali ditulis dalam bentuk xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx:xxxx Format penulisan diatas sering disebut dengan colon-hexadecimal format. Jika dikonversikan menjadi bentuk biner maka setiap segmen (x) panjanganya 16 bit atau 2 octet Rujianto Eko Saputro

21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A Ex : 0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A Penggunaan “:” membuat aplikasi browser kebingungan, karena simbol colon biasa digunakan sebagai pemisah alamat situs dengan port, untuk mengatasinya digunakan simbol “[]”,contoh : http://[2001:odb8:85a3:08d3:1319:8a2e:0370:7344]:8080 Rujianto Eko Saputro

Compressed Banyak digunakan untuk kasus-kasus IP yang beberapa segmennya menggunakan sejumlah bilangan 0, contoh : 1024:0176:0251:0000:0000:0000:0000:0005 dapat ditulis menjadi 1024:0176:0251:0:0:0:0:5 atau 1024:176:251::5 Rujianto Eko Saputro

khusus IP dengan alamat 0:0:0:0:0:0:0 dapat ditulis menjadi ::. Contoh lain : 0000.0000.0000.0000.0000.0000.0000.0001 dapat ditulis 0:0:0:0:0:0:0:1 atau ::1 khusus IP dengan alamat 0:0:0:0:0:0:0 dapat ditulis menjadi ::. Rujianto Eko Saputro

tidak boleh ditulis menjadi 1024:0176::7756::ff65 Penulisan kompresi bilangan 0 hanya boleh dilakukan satu kali, tidak boleh lebih contoh : 1024:0176:0000:0000:7756:0000:0000:ff65 tidak boleh ditulis menjadi 1024:0176::7756::ff65 kita bisa melakukan konversi 0 salah satu saja 1024:0176::7756:0:0:ff65 atau 1024:0176:0:0:7756::ff65 Rujianto Eko Saputro

Mixed banyak digunakan untuk menggabungkan IPv4 dengan IPv6 Alamat dapat didefinisikan dalam format : x:x:x:x:x:x:d.d.d terdapat 6 segmen bilangan heksadesimal sepanjang 16bit (x) yang dipasah oleh “:” dan 4 segmen bilangan desimal sepanjang 8 bit (d) yang dipisahkan oleh “.” Istilah yang diberikan untuk jenis alamat ini yaitu “IPv4-Compatible IPv6 address” Contoh : 0:0:0:0:0:0:27.23.113.1 Rujianto Eko Saputro

Manakala lingkungan IPv4 tidak mendukung IPv6, maka format penulisan berbeda. Alamat direpresentasikan dalam bentuk lain disebut “IPv4-Mapped IPv6 address” Contoh : 0:0:0:0:0:FFFF:27.23.113.1 Sebuah jaringan IPv6 dapat dihubungkan dengan jaringan IPv4 dengan bantuan Router yang melewatkan paket dengan format berbeda Paket IPv6 akan dibungkus sehingga dapat dipahami oleh router maupun host yang belum mendukung IPv6. kasus tersebut disebut tunneling IPv6 over IPv4 Rujianto Eko Saputro

Type IPv6 Address Pada IPv4 sebuah intreface (NIC) dapat memungkinkan memiliki IP address unicast dan multicast, sedang IPv6 dapat memiliki 3 kemungkinan, yaitu : - Unicast address Anycast address Multicast address Rujianto Eko Saputro

dari sekumpulan interface yang menggunakan alamat tersebut. Unicast address merupakan IP address yang digunakan untuk identifikasi sebuah interface saja. Secara umum unicast pada IPv4 dan IPv6 sama Anycast address merupakan IP address yang digunakan untuk identifikasi sekumpulan interface. Paket yang dikirimkan ke anycast addres akan diterima oleh interface terdekat (salah satu interface) dari sekumpulan interface yang menggunakan alamat tersebut. sebenarnya anycast adalah unicast yang diberikan kepada sekumpulan interface dengan persyaratan khusus. Rujianto Eko Saputro

Persyaratanya adalah ; - anycast address hanya digunakan pada router IPv6 saja. Tidak boleh digunakan untuk alamat host - anycast address tidak boleh digunakan sebagai alamat asal dari paket Ipv6 Multicast address digunakan untuk identifikasi sekumpulan interface. Paket yang dikirim ke multicast akan diterima oleh semua interface yang menggunakan alamat tersebut. Rujianto Eko Saputro

IPv6 tidak mengenal broadcast dan subnet mask. Multicast telah menggantikan fungsi broadcast address Rujianto Eko Saputro