Perkembangan hidung dan telinga.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
FERTILISASI DAN PERKEMBANGAN EMBRIONAL
Advertisements

Struktur telinga bagian dalam. Pembagian daerah telinga.
Differensiasi susunan kemih.
Saluran respirasi. Perkembangan, diferensiasi, migrasi, kondensasi, sel, jaringan. Ekspresi gen yang mengontrol proses perkembangan. Regulasi gen. Paradigma.
Differensiasi susunan kemih.
Perkembangan pada masa janin Susunan saraf pusat.
Susunan respirasi. Gambaran anatomi sistem pernafasan
SISTIM PERNAFASAN. SISTIM PERNAFASAN Tujuan pembelajaran: Menjelaskan struktur dan fungsi kavitas nasalis dan faring Menjelaskan struktur laring dan.
ORGANOGENESIS (MORPHOGENESIS)
Otak dan Saraf Kranial By : Dyan & Aulia.
Kompentesi Dasar Materi Simulasi Next.
Listen to know how we hear
Telinga dan sistem keseimbangan
PANCA INDERA.
PEMBENTUKAN MATA DAN BAGIAN WAJAH Win darmanto
Blok 1.3 Fakultas Kedokteran
SISTEM SARAF.
Sistem Koordinasi dan Indra pada Manusia
Perkembangan bentuk (perkembangan morfologis) pada masa janin Saluran Respirasi. Perkembangan bentuk mulai dari satu sel zygote, pembentukan embrioblast,
Kelainan kongenital saluran pencernaan.
Persarafan susunan pencernaan.
SISTEM KOORDINASI Standar Kompetensi:
SISTEM SENSORIS II.
Proses menelan makanan atau minuman pada manusia
Hidung dan Sinus paranasal
Penciuman – penglihatan- pendengaran- peraba - pengecap
SISTEM SARAF PADA HEWAN VERTEBRATA
Perkembangan pada masa janin Susunan saraf pusat.
DI SUSUN OLEH :  sAMODRA KHARISMA AJI S (F )  gUSTIN FEBRIANA (F )  pENY AYU WINDASARI (F )  dwi PRASTIYANINGSIH (F )
Saluran nafas atas.
ANATOMI.
Anatomi tubuh manusia.
TUTORIAL KLINIK : ANATOMI MATA
ORGANON AUDITUS P E N D G A R.
Cavum Oris Fidya, DRG., MSI..
ANATOMI & FISIOLOGI TELINGA Prof. Sri Harmadji, dr. SpTHT- KL (K)
BIOLOGI - XI IPA SISTEM INDERA MANUSIA.
SISTEM KOORDINASI DAN INDRA
Perkembangan masa janin susunan otot dan tulang.
Anatomi sistem pencernaan
Differensiasi susunan kelamin.
SISTEM SARAF PERIFER DAN OTONOM
PHONORESEPTOR & STATORESEPTOR
Biopsikologi: Anatomi sistem saraf (Bagian 2)
Perkembangan masa janin susunan otot dan tulang.
KELUMPUHAN SARAF FASIALIS
FAAL PENDENGARAN.
Diferensiasi susunan kemih.
CROCODILE TEARS SYNDROME Dionissa shabira
FISIOLOGI Sistem Stomatognatik
CLEFT LIP AND PALATE ( CLP )
Perkembangan pada masa janin Susunan saraf pusat.
KULIAH BIOLOGI SEL FERTILISASI DAN PERKEMBANGAN EMBRIONAL
INDERA PENDENGARAN.
Pemeriksaan Fisik Head And Neck
ORGANOGENESIS.
SALURAN PENCERNAAN.
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN LABIOPALATOSKISIS
Proses pencernaan.
Persarafan susunan pencernaan.
Pembuluh darah kepala. Perdarahan arteri kepala berasal dari a.karotis komunis dan a.subklavia untuk mendarahi alat-alat di kepala yaitu tulang, jaringan.
MASA EMBRIOGENIK DAN MASA JANIN
Pembelahan Sel Pada Katak
INDERA PENDENGARAN Kelompok 2 : DIAN MONITA HENDRA ANDRIANTO ANNE NURHAYATI TOTOK YAKOBUS SHINTA PRATIWI INE.
Sistem pencernaan manusia adalah proses perubahan atau pemecahan zat makanan dari molekul kompleks menjadi molekul yang lebih sederhana dengan menggunakan.
1 JARINGAN SARAF Kelompok 4 Ines Gusti Pebri Gressha Vionalle Ademi Hidayati Hariska Andriani Fitria Sasmita Yezi Gita Rahayu Lisa Sya’baniar Rahma Erlis.
GANGGUAN SISTEM PENDENGARAN
PEMBIMBING : Zaenal Arifin, S.Kep.Ns, M.Kes
SISTEM GERAK. Rangka
Transcript presentasi:

Perkembangan hidung dan telinga. Organogenesis Bulan 2-3 perkembangan janin.

Bagian-bagian hidung dan telinga berkembang dari ektoderm, mesoderm, entoderm tengkorak, lengkung faring, somit Ektoderm: epidermis, saraf telinga-hidung Mesoderm Dermis Tengkorak, somit, dan lengkung faring Entoderm: mukosa Telinga-Hdg

Tengkorak, somit, dan lengkung faring tahap awal janin.

Asal hidung dan telinga Asal hidung dan telinga. Lengkung, kantong, celah faring, Lempeng telinga, lempeng hidung.

Minggu 8 : penglipatan janin dari bentuk diskus kearah bilateral dan sefalokaudal, akhir masa embrio.

Hidung dan langitan. Berhubungan dengan stomodeum: bagian depan usus sederhana depan. Bagian-bagian kepala yang berhubungan dengan stomodeum: Dasar tengkorak Membran bukofaringea Tonjol hidung medial Tonjol hidung lateral Tonjol maksila Tonjol mandibula Tonjol langit mulut primer

Hidung, langit-langit, dan mulut. Langitan mulut terdiri atas langitan primer dan sekunder. Langitan merupakan pemisah hidung dari mulut Segmen intermaksila, dibentuk oleh tonjol hidung medial kiri dan kanan, menjadi langitan primer tonjol maksila kiri dan kanan bersatu menjadi langitan sekunder. Batas kedua langitan adalah foramen insisivum Khoane primer terbentuk Membran bukonasal

Perkembangan hidung dilengkapi oleh diferensiasi miotom preoksipital, otot lengkung farink: membentuk pipi, palatum mole, dasar mulut. Otot-otot ini disarafi oleh serabut eferen viseral khusus. Lengkung farink 1: menjadi otot pengunyah, m.tensor tympani, m.tensor veli palatini, m.digastrikus venter anterior, m.milohioideus: Disarafi oleh portio minor n.trigeminus Lengkung farink 2: membentuk otot wajah (ekspresi); stapes, os hioid, m.stapedius, m.levator veli palatini, venter posterior m.digastrikus, platisma, m.stilohioideus: Disarafi oleh n.fasialis

Miotom preoksipital: bagian pembentukan dasar mulut dan khoane. Berjumlah 3-4 ruas Berkembang menjadi otot lidah, mesenkim dasar mulut dan langit-langit lunak Mesenkim berdiferensiasi menjadi fibroblast, beserta jaringan penyambung Disarafi oleh serabut eferen somatik umum N.hipoglosus dan serabut aferen somatik umum n.trigeminus.

Hidung dan langitan mulut lanjutan : perkembangan tonjol maksila, tonjol mandibula, tonjol hidung medial, tonjol hidung lateral, lengkung faring 1 dan 2. Palatum mole : m.tensor veli palatini, disarafi oleh saraf otak ke-5, dan m.levator veli palatini yang disarafi oleh n.fasialis Wajah dan palatum durum : langitan primer dan sekunder : tonjol hidung medial dan maksila Bibir dan hidungtonjol hidung medial dan maksila Tonjol hidung lateral dan maksila kheilognatoprosoposkisis

Pipi dan hidung Tonjol frontal Lempeng hidung Tonjol hidung lateral Alur nasolakrimal Tonjol hidung medial kiri dan kanan Segmen intermaksila Tonjol maksila Tonjol mandibula

Perkembangan rongga hidung. Sekat hidung Khonkha nasalis Khoane Sinus paranasalis

Telinga. Diferensiasi sel neuroepitel otak belakang membentuk lempeng otikum Vesikula otikum Celah faring-1 menjadi saluran telinga luar Kantong faring-1 menjadi tuba auditiva Tulang pendengaran : maleus, inkus, stapes

Telinga luar, telinga tengah, telinga dalam. Daun telinga Otot daun telinga Saraf otak 7 motorik Saraf otak 5 sensorik Saraf otak 9 sensorik Saraf otak 10 sensorik-motorik Celah faring-1 Kantong faring-1 Membran timpani Vesikula otikum membentuk labirin membran Labirin membran terbagi menjadi duktus kokhlearis, utrikulus, sakulus, duktus semisirkularis.

Hidung. Lempeng olfaktori Lempeng hidung Lamina kribrosa Os etmoidal Langitan primer Maksila Os frontal Os sfenoidal Sinus paranasalis

kalamhilbilbasyar Genetik Virus Zat teratogenik.