KONSEP DAN PEMODELAN ARCH/GARCH

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Evaluasi Model Regresi
Advertisements

UJI ASUMSI KLASIK.
UJI HIPOTESIS.
William J. Stevenson Operations Management 8 th edition PENYIMPANGANREGRESI Rosihan Asmara
PENGERTIAN DAN PROSEDUR PENDUGA BEDA DAN PENDUGA REGRESI
Analisis Regresi Berganda & Pengujian Asumsi OLS
TIME SERIES DAN STASIONERITAS
Vector Auto Regression (VAR) SEKOLAH TINGGI ILMU STATISTIK
BETYARNINGTYAS CYNTHIA LA SARIMA MUH Tabrani Nuri NURWAHIDA VIEVIEN
Operations Management
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2011
Heteroskedastisitas Penyimpangan asumsi ketika ragam galat tidak konstan Ragam galat populasi di setiap Xi tidak sama Terkadang naik seiring dengan nilai.
UJI ASUMSI KLASIK.
Erni Tri Astuti Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
Analisis Data: Memeriksa Perbedaan
Uji Asumsi Klasik Oleh : Boyke Pribadi.
Uji Asumsi Klasik Pada Regresi Dengan Metode Kuadrat Terkecil (OLS)
PEMULUSAN/SMOOTHING DATA
Financial Econometric Variance Process: ARCH dan GARCH Process
BAB XIII REGRESI BERGANDA.
RANK FULL MODEL (ESTIMATION)
Threshold Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (TGARCH) Eni Sumarminingsih, SSi, MM.
RANK FULL MODEL (VARIANCE ESTIMATION)
KONSEP DAN PENGUJIAN UNIT ROOT
11 Pebruari 2008 hadi paramu ekonometrika dan analisis multivariat 1 Asumsi Dalam Metode OLS Kuliah III.
Regresi Linier Berganda
Pemodelan Volatilitas
PERTEMUAN 6 Teknik Analisis dan Penyajian Data
K O N S E P D A S A R A N A L I S I S R E G R E S I
Regresi Linear Dua Variabel
Anas Tamsuri UJI STATISTIK UJI STATISTIK.
(Guru Besar pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Richard Matias A.muh.Awal Ridha s Alfiani Nur Islami
REGRESI LINIER BERGANDA (MULTIPLE LINEAR REGRESSION)
FEB Univ. 17 Agustus 1945 Jakarta
Presented by Kelompok 7 Mirah Midadan Richard Pasolang Reski Tasik
Ekonometrika Lanjutan
METODE-METODE PERAMALAN BISNIS
UJI ASUMSI KLASIK & GOODNESS OF FIT MODEL REGRESI LINEAR
Bab 4 Estimasi Permintaan
ANALISIS REGRESI DAN KORELASI BERGANDA
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
EKONOMETRIKA Pertemuan 4,5 Estimasi Parameter Model Regresi
Pemodelan Ekonometrika
Heterokedastisitas Model ARACH dan GARCH
Analisis Regresi Berganda
EKONOMETRIKA Pertemuan 11: Pengujian Asumsi-asumsi Klasik (Bagian 2)
ANALISIS REGRESI BERGANDA
Program Studi Statistika, semester Ganjil 2012/2013
Program Studi Statistika Semester Ganjil 2012
Regresi Sederhana : Estimasi
Operations Management
EKONOMETRIKA Pertemuan 11: Pengujian Asumsi-asumsi Klasik (Bagian 2)
Operations Management
PERTEMUAN KE-14 STATISTIK DESKRIPTIF
EKONOMETRIKA Pertemuan 4,5 Estimasi Parameter Model Regresi
Muchdie, Ir, MS, Ph.D. FE-Uhamka
Pengujian Asumsi OLS Aurokorelasi
Asumsi Non Autokorelasi galat
MUHAMMAD HAJARUL ASWAD
REGRESI BERGANDA dan PENGEMBANGAN Nori Sahrun., S.Kom., M.Kom
REGRESI LINIER BERGANDA (MULTIPLE LINEAR REGRESSION)
Disampaikan Pada Kuliah : Ekonometrika Terapan Jurusan Ekonomi Syariah
Agribusiness Study of Programme Wiraraja University
Uji Asumsi Analisis Regresi Berganda Manajemen Informasi Kesehatan
BAB 6 MULTIKOLINIERITAS
Agribusiness Study of Programme Wiraraja University
Uji Asumsi Model Part 1 – Deteksi Pelanggaran Asumsi*
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE) DAN EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.
Analisis Regresi Berganda & Pengujian Asumsi OLS
Transcript presentasi:

KONSEP DAN PEMODELAN ARCH/GARCH Pertemuan 6 KONSEP DAN PEMODELAN ARCH/GARCH Oleh: FITRI KARTIASIH, S.ST, S.E, M.Si

Pengantar Data deret waktu, terutama data keuangan seringkali memiliki volatilitas yang tinggi. Volatilitas mengacu pada kondisi yang berkonotasi tidak stabil, cenderung bervariasi dan sulit diperkirakan. Implikasi data yang bervolatilitas tinggi adalah variance dari error tidak konstan (mengalami heterokedastisitas) ARCH dan GARCH adalah dua model estimasi untuk perilaku data dengan volatilitas tinggi

Kenapa menggunakan ARCH/GARCH Metode OLS harus memenuhi Asumsi Teorema gauss Markov (asumsi klasik). OLS akan menghasilkan estimator yang BLUE (Best linear Unbiased estimator) jika memenuhi kriteria teretentu, al: Normalitas Tidak mengandung autokorelasi Tidak mengandung multikolinear Homoskedastisitas Sementara itu banyak fenomena ekonomi dengan sendirinya mengandung heteroskedastisitas, ex: return pasar modal, inflasi, tingkat suku bunga, dll.

“high risk high return” -kelompok perusahaan risk rendah >> return rendah --kelompok perusahaan risk tinggi >> return tinggi Hal ini yang menyebabkan variannya tidak konstan. Jika diestimasi menggunakan OLS >> syarat: homos. Jika dipaksa homos maka informasi2 tentang return tinggi /rendah akan hilang Jadi dicari model yang bisa mengakomodasi masalah heteros >>>> ARCH/GARCH

Volatilitas / Fluktuasi

Pada model ARCH/GARCH, ada suatu periode dimana volatilitasnya sangat tinggi dan ada volatilitasnya sangat rendah. Pola volatilitas ini menunjukkan adanya heteroskedas karena terdapat varian error yang besarnya tergantung pada volatilitas error masa lalu Adakalanya varian error tidak hanya tergantung pada variabel bebasnya saja melainkan varian tsb berubah-ubah seiring dengan perubahan waktu

Model ARCH Engle (1982) mengembangkan model dimana rata-rata dan varians suatu data deret waktu dimodelkan secara simultan. Model tersebut dikenal dengan model autoregressive conditional heteroscedasticity (ARCH). Model ARCH(p) dinyatakan sebagai: Persamaan kedua menunjukkan varians residual (σ2t) memiliki dua unsur: konstanta (0) dan kuadrat residual periode lalu (e2t-p). Persamaan pertama model linear, persamaan kedua model non- linear, sehingga metode OLS tidak bisa untuk estimasi model. Hanya bisa diestimasi dengan metode ML (Maximum Likelihood) Melalui metode ML didapatkan estimator yg lebih efisien dibandingkan dgn estimator OLS.

Model GARCH Bollerslev (1986) mengembangkan model ARCH dgn memasukkan unsur residual periode lalu dan varians residual. Dikenal sebagai model Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Model GARCH(p,q) dinyatakan sebagai: Persamaan tsb menunjukkan varians residual (σ2t) tidak hanya dipengaruhi oleh kuadrat residual periode yang lalu (e2t-p), tetapi juga oleh varians residual periode yang lalu (σ2t-q). Model GARCH seperti model ARCH, juga diestimasi menggunakan metode Maximum Likelihood (ML).

Beberapa Variasi ARCH/GARCH Engle(1982) ARCH Model GARCH (Bollerslev(1986))  Nelsons’ EGARCH model Non-linear ARCH model NARCH Threshold ARCH (TARCH) ARCH in MEAN/GARCH- M IGARCH FACTOR ARCH Asymmetric Component FIGARCH FIEGARCH Component SQGARCH CESGARCH Student t GED SPARCH GJR-GARCH STARCH AARCH MARCH SWARCH SNPARCH APARCH TAYLOR-SCHWERT Model Component ARCH

ARCH in Mean (ARCH-M) Residual yang memiliki volatilitas tinggi seringkali memengaruhi dependent variable, sehingga residual yang tidak konstan itu menjadi salah satu independent variable dalam persamaan regresi. Jika varians residual dimasukkan dalam persamaan regresi, maka modelnya disebut ARCH in mean (ARCH-M), dapat dituliskan sebagai:

Dengan memodifikasi unsur ARCH(p) dan unsur GARCH(q) pada persamaaan (2), maka ARCH-M memiliki beberapa variasi model: 1. ARCH-M dengan unsur ARCH(p) dan unsur GARCH(q) 2. ARCH-M dengan unsur ARCH(p) 3. ARCH-M dengan unsur GARCH(q)

Treshold ARCH (TARCH) Kadangkala besaran varian errot diduga tidak hanya tergantung pada 𝑒 2 𝑑𝑎𝑛 𝜎 2 , tetapi juga pada salah satu regresor (variabel independent) Jika variabel dependent tsb merupakan dummy variabel pada waktu lalu dengan lag 1 ( 𝑑 𝑡−1 ), maka model TARCH dituliskan sbg: Secara umum dapat dituliskan sebagai: 𝑑 𝑡−1 =1 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑒 𝑡−1 <0, 𝑑 𝑡−1 =0 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑒 𝑡−1 >0

Tahapan Estimasi Model ARCH dan GARCH 1. Identifikasi efek ARCH Regresikan model secara OLS Uji asumsi klasik terutama homoskedastisitas Jika heteros, lakukan transformasi Jika setelah transformasi, varian error masih heteros maka deteksi apakah terdapat efek ARCH pada residual (errornya) Dua cara umum menguji efek ARCH: (1) Pola residual kuadrat melalui korelogram; (2) Uji ARCH-LM 2. Estimasi Model Estimasi dan simulasikan beberapa model persamaan varians berdasarkan persamaan rata-rata yang telah dibentuk Pilih model terbaik dgn memperhatikan signifikansi parameter estimasi, Log Likelihood serta kriteria AIC dan SIC terkecil.

3. Evaluasi Model Beberapa pengujian: (1) normalitas error; (2) keacakan residual; dan (3) efek ARCH 4. Peramalan Lakukan peramalan dengan menggunakan model terbaik Evaluasi kesalahan peramalan: Root Mean Squares Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE) atau Mean Absolute Percentage Error (MAPE)