Kedaulatan Negara di Ruang Udara dan di Ruang Angkasa

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
TATA CARA PENGAJUAN PERMOHONAN PATEN DI DALAM DAN DI LUAR NEGERI
Advertisements

WILAYAH LAUT.
Eksistensi Barang Publik
Terorisme dan Penggunaan Kekuatan Militer ( Terrorism and the Use of Force) IB Surya Dharmajaya.
HUKUM LAUT INTERNASIONAL Preview
Tata Cara Pengisian Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin)
KONSEP DASAR HAK ASASI MANUSIA
PENGHORMATAN DAN PELAKSANAAN ATAS PERJANJIAN INTERNASIONAL
TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM HUKUM INTERNASIONAL
Wilayah Negara Dalam Hukum Internasional
Hukum Laut Indonesia.
Pengantar dan Definisi Hukum Perdagangan Internasional
Lingkungan Legal, Politik dan Hukum
P ERIZINAN DALAM PENGANGKUTAN UDARA By. Fauzul FAKULTAS HUKUM UPN “VETERAN” JAWA TIMUR 22 Oktober /30/
KAJIAN HUKUM INTERNASIONAL
Instrumen Hukum HAM International dan Peradilannya
Dr. Ramlan Ginting, S.H., LL.M
RESERVASI Banyak negara mau meratifikasi suatu perjanjian internasional dengan beberapa kondisi : 1. ketentuan tegas dalam traktat itu sendiri; 2. melalui.
JENIS TARIF ANGKUTAN.
Perjanjian Ekspor Impor
Hukum Pidana Internasional (Istilah, Pengertian dan sejarah)
ANGLO-NORWEGIAN FISHERIES CASE 1951
PRINSIP-PRINSIP DASAR GATT/WTO
Rika Kharlina E., S.E.,M.T.I. Keseluruhan norma-norma (kebiasaan atau traktat) internasional, yang membatasi kedaulatan dari suatu negara dalam soal pajak.
HUKUM PERJANJIAN INTErNASIONAL
STRAITS USED FOR INTERNATIONAL NAVIGATION
Hikmahanto Juwana Guru Besar Hukum Internasional FHUI 1 Copyright by Hikmahanto Juwana 2011(c)
CONTIGUOUS ZONE DAN CONTINENTAL SHELF
Yurisdiksi Negara.
LAHIRNYA ORG. PERDAGANGAN MULTILATERAL DARI HAVANA KE MARAKESH
An Overview of International Business
ZONA EKONOMI EKSKLUSIF
NEGARA KEPULAUAN (ARCHIPELAGIC STATE ) Pasal UNCLOS 1982
Sumber Hukum Internasional
Copyright by dhoni.yusra
TANGGUNG JAWAB NEGARA Ikaningtyas.SH.LLM.
PENGERTIAN UMUM HUKUM INTERNASIONAL
KONSEP DASAR HAK ASASI MANUSIA
HUKUM LAUT INTERNASIONAL hukum udara dan luar angkasa
Yurisdiksi Kekuasaan atau kompetensi hukum sebuah negara terhadap orang, benda ataupun peristiwa hukum. Yurisdiksi: Legislatif: membuat dan menetapkan.
PELAKSANAAN PERJANJIAN INTERNASIONAL
PENDAHULUAN Ikaningtyas,SH.LLM.
Kedaulatan Negara di Ruang Udara dan di Ruang Angkasa
PEMBATALAN, PENANGGUHAN, PENARIKAN DIRI DAN BERAKHIRNYA PERJANJIAN INTERNASIONAL Agis Ardhiansyah.
By: Bianca, Jennifer, Anny.
Sipadan dan Ligitan.
HUKUM LAUT INTERNASIONAL
Iman Prihandono, S.H., MH., LL.M
Prof. Hikmahanto Juwana
Hanif Nur Widhiyanti, S.H.,M.Hum.
Tax Treaty Provision (I)
Capital Gain Dependent vs Independent Services Other Income
Tax Treaty Provision (II)
International Tax Law Principles
 International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination (CERD) Dafri Agussalim.
ILMU NEGARA Jamaludin Ghafur.
HUKUM INTERNASIONAL KEDAULATAN NEGARA PERTEMUAN XVIII & XIX
Copyright by Hikmahanto Juwana 2012(c) Hikmahanto Juwana
Pengantar dan Definisi Hukum Perdagangan Internasional
KEUNTUNGAN ARBITRASE dan KLAUSULA ARBITRASE
Landasan Kontinen O L E H Tim Pengajar Kelompok 9.
Hukum Diplomatik dan Konsuler Resiprositas dan Atribusi
KONFERENSI KODIFIKASI HUKUM LAUT INTERNASIONAL
HUKUM PENERBANGAN SUHARMOKO, S.H., M.H.
(SPACE DEBRIS) BERDASARKAN Pembimbing I Pembimbing II
HUKUM DAGANG INTERNASIONAL PERTEMUAN I
HUKUM PERDAGANGAN INTERNASIONAL
HUKUM INTERNASIONAL HAK LINTAS KAPAL DAN PESAWAT UDARA ASING.
Transcript presentasi:

Kedaulatan Negara di Ruang Udara dan di Ruang Angkasa Prof. Hikmahanto Juwana Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Kedaulatan Teritorial Disamping Kedaulatan di wilayah darat dan laut, Negara dalam hukum internasional memiliki kedaulatan di wilayah udara Instrumen internasional yang mengakui wilayah Negara di ruang udara saat ini adalah Convention on International Civil Aviation 1944 atau yang lebih dikenal dengan Chicago Convention Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Berdasarkan Pasal 1 Chicago Convention disebutkan bahwa “The Contracting States recognize that every State has complete and exclusive sovereignty over the airspace above its territory.” Selanjutnya dalam Pasal 2 disebutkan bahwa “For the purpose of this Convention the territory of a State shall be deemed to be the land areas and territorial waters adjacent thereto under the sovereignty, suzerainty, protection or mandate of such State.” Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Dampak Kedaulatan Negara di Ruang Udara Setiap pesawat udara yang memasuki wilayah udara negara lain harus memperoleh izin Bila izin tidak diperoleh maka dianggap sebagai pelanggaran wilayah udara nasional Terhadap pelanggar dapat dikenakan sanksi, termasuk menurunkan secara paksa pesawat hingga menembak jatuh Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Izin ini juga dapat dikomersialkan oleh Negara terhadap pesawat udara dari Negara lain yang mengangkut penumpang dan barang (traffic purposes) Izin dapat diberikan di depan dan dituangkan dalam perjanjian internasional yang disebut sebagai Bilateral Air Agreement Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Freedoms of the Air Five Freedoms of the Air: 1. Fly across foreign country without landing; 2. Land for non-traffic purposes; 3. Disembark in a foreign country traffic originating in the State of origin of the aircraft; 4. Pick up in a foreign country traffic destined for the State of origin of the aircraft; 5. Carry traffic between two foreign countries. Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Fly across foreign country without landing Country A Country B Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Land for non-traffic purposes Country A Country B Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Disembark in a foreign country traffic originating in the State of origin of the aircraft Country A Country B Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Pick up in a foreign country traffic destined for the State of origin of the aircraft No Passengers Country A Country B Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Carry traffic between two foreign countries Country A Country B Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Ruang Angkasa Di ruang angkasa (ruang yang berada diatas ruang udara) Negara tidak boleh memiliki kedaulatan ataupuan mengklaim kedaulatan Ini tertuang dalam Treaty on Principles Governing the Activities of States in the Exploration and Use of Outer Space, including the Moon and Other Celestial Bodies Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Dalam Pasal II disebutkan bahwa “Outer space, including the moon and other celestial bodies, is not subject to national appropriation by claim of sovereignty, by means of use or occupation, or by any other means.” Di ruang angkasa yang berlaku adalah kebebasan Kebebasan untuk keuntungan dan kepentingan semua negara Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)

Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c) Kebebasan ini mencakup: Kebebasan melakukan eksplorasi Kebebasan untuk memanfaatkan Kebebasan melakukan penyelidikan ilmiah Copyright by Hikmahanto Juwana 2006(c)