Teknik Numeris (Numerical Technique)

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MEDIAN Median digunakan untuk menentukan letak data setelah data disusun menurut urutan nilainya. Contoh: 4, 12, 5, 7, 8, 10, 10 Dit: median ? Jwb: 4,
Advertisements

UKURAN NILAI PUSAT UKURAN NILAI PUSAT ADALAH UKURAN YG DAPAT MEWAKILI DATA SECARA KESELURUHAN JENIS UKURAN NILAI PUSAT : MEAN , MEDIAN, MODUS KUARTIL,
Teori Graf.
PENYEBARAN DATA Tujuan Belajar :
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
FUNGSI KUADRAT Titik potong dengan sumbu-Y jika x = 0
Wido Hanggoro ` Research and Development Department Indonesia Meteorological Climatological and Geophysical Agency.
Bulan maret 2012, nilai pewarnaan :
PENYAJIAN DATA DAFTAR TUNGGAL DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI No. Nama

TENDENSI SENTRAL.
Evaluasi kualitas pembelajaran
di Matematika SMA Kelas XI Sem 1 Program IPS
PEMBANDINGAN BERGANDA (Prof. Dr. Kusriningrum)
BAHAN AJAR Tabel Distribusi Frekuensi Oleh: ENDANG LISTYANI
Statistika Deskriptif
Bab 6B Distribusi Probabilitas Pensampelan
DISTRIBUSI FREKUENSI By. Raharjo
Contoh DAFTAR Subjek Frekuensi (f) a – b 1 c – d 2 e – f 3 .. Jumlah.
STATISTIKA CHATPER 4b (Ukuran Nilai Letak)
PENYAJIAN DATA Penyajian Data: Tujuan :
UKURAN PENYEBARAN DATA
Median Lambangnya: Mdn, Me atau Mn
DISTRIBUSI FREKUENSI Daftar yang memuat data berkelompok.
Uji Normalitas.
STATISTIKA kelas XI/I PENYAJIAN DATA Sri Wahyuni ( )
DISTRIBUSI FREKUENSI Presented by Ast_Dika.
By : Meiriyama Program Studi Teknik Informatika Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Global Informatika Multi Data Palembang.
Ukuran Pemusatan dan Ukuran Penyebaran
DISTRIBUSI FREKUENSI oleh Ratu Ilma Indra Putri. DEFINISI Pengelompokkan data menjadi tabulasi data dengan memakai kelas- kelas data dan dikaitkan dengan.
Pengolahan Citra Digital: Konsep Dasar Representasi Citra
Rabu 23 Maret 2011Matematika Teknik 2 Pu Barisan Barisan Tak Hingga Kekonvergenan barisan tak hingga Sifat – sifat barisan Barisan Monoton.
Soal Latihan.
UKURAN DISPERSI (PENYEBARAN DATA)
Pengujian Hipotesis Parametrik 2
Analisis & Interpretasi Data
Pengantar Praktikum Dinamika Populasi
PRAKTIKUM STATISTIKA Pertemuan 2.
NILAI RATA-RATA (CENTRAL TENDENCY)
UKURAN PEMUSATAN DATA Sub Judul.
UKURAN PEMUSATAN DAN LETAK DATA
PENGUKURAN GEJALA PUSAT / NILAI PUSAT/UKURAN RATA-RATA
PENDAHULUAN: Pengertian Statistik dan Statistika Pertemuan 01
Bab 16 Sekor Komposit dan Seleksi Sekor Komposi dan Seleksi
Bulan FEBRUARI 2012, nilai pewarnaan :
AREAL PARKIR PEMERINTAH KABUPATEN JEMBRANA
EVALUASI KINERJA LABORATORIUM OLEH: WAHYU WIDODO.
Teori Graf.
KINERJA SAMPAI DENGAN BULAN AGUSTUS 2013
Bab 13A Nonparametrik: Data Peringkat I Bab 13A
Nonparametrik: Data Peringkat 2
Graf.
PENYAJIAN DATA.
Statistika Deskriptif: Statistik Sampel
DISTRIBUSI FREKUENSI.
Penyajian Data dan Distribusi Frekuensi
Statistika Deskriptif: Distribusi Proporsi
Nilai Ujian Statistik 80 orang mahasiswa Fapet UNHAS adalah sebagai berikut:
Distribusi frekuensi Yeni puspita, SE., ME.
BAB2 QUEUE 6.3 & 7.3 NESTED LOOP.
Bab 7 Nilai Acuan Norma.
Bab 3B Statistika Deskriptif: Parameter Populasi 2.
UKURAN PEMUSATAN DAN LETAK DATA
DISTRIBUSI FREQUENSI WAHYU WIDODO. 2 ASSALAAMU ‘ALAIKUM WARAKHMATULLAAHI WABAROKAATUH BISMILLAHIRAHMANIRRAHIM.
Membuat Data Menjadi informasi untuk pengambilan keputusan manajerial
DAFTAR DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIKNYA (1)
UKURAN PEMUSATAN MK. STATISTIK (MAM 4137) 3 SKS (3-0)
DESKRIPSI DATA (STATISTIKA DESKRIPTIF)
DISTRIBUSI FREKUENSI.
STATISTIKA DISTRIBUSI FREKUENSI aderismanto01.wordpress.com.
Transcript presentasi:

Teknik Numeris (Numerical Technique) Untuk data yang banyak sekali jumlahnya  data tersebut diorganisasikan ke dalam sejumlah kelas, kemudian menentukan banyaknya data yang termasuk dalam masing-masing kelas (frekuensi kelas)  distribusi frekuensi. Data ini sering dinamakan data terkelompok (grouped data).

Penyusunan distribusi frekuensi 1. Interval kelas harus dipilih dengan ketentuan : - seluruh data harus disertakan - data harus dimasukkan sekali, hanya di satu kelas. 2. Umumnya banyaknya kelas interval antara 5 sampai 20. 3. Lebar interval kelas dianjurkan sama (biasanya kelipatan angka 5). Sebagai perkiraan awal lebar interval kelas digunakan rumus : c = R/k dengan c = lebar interval kelas, R = kisaran data (range) k = banyaknya kelas

Interval kelas dapat dihitung dengan rumus Sturge : k = 1 + 3,3 log(n) dengan k = banyaknya kelas dan n = ukuran sampel data (sample size) Range : Nilai maks – nilai min Dihindari interval kelas terbuka karena untuk keperluan analisis tidak bisa digunakan Jika mungkin, interval kelas dipilih sedemikian rupa sehingga nilai tengah kelasnya bersesuaian dengan nilai dimana data aktual terkonsentrasi

Contoh Distribusi Frekuensi Diketahui data nilai ujian statistika untuk 80 orang mahasiswa sebagai berikut: 79 79 48 74 81 98 87 80 80 84 90 70 91 93 82 78 70 71 92 38 56 81 74 73 68 72 85 51 65 93 83 86 90 35 83 73 74 43 86 88 92 93 76 71 90 72 67 75 80 91 61 72 97 91 88 81 70 74 99 95 80 59 71 77 63 60 83 82 60 67 89 63 76 63 88 70 66 67 79 75

Data terbesar = 99; Data terkecil = 35 Rentang = 99-35 = 64 Banyak kelas = 1 + 3,3 log(n) = 1 + 3,3 log(80) = 1 + 3,3 (1,9031) = 7,2 (7 atau 8) P=rentang/banyak kelas = 64/7 = 9,14 (Gunakan 9 atau 10)

Pilih batas bawah kelas interval pertama Pilih batas bawah kelas interval pertama. Bisa diambil sama dengan data terkecil atau nilai data yang lebih kecil dari data terkecil tetapi selisihnya harus kurang dari panjang/lebar kelas yang telah ditentukan. Dengan p=9 dan mulai dengan data yang lebih kecil dari data terkecil, dipilih 31 maka kelas interval pertama 31-40, 41-50 dst. Buatlah tabel untuk memasukkan kelas- kelas interval yang sudah dibentuk.

Nilai Ujian Mahasiswa

Interval kelas (Class interval) : interval yang mendefinisikan sebuah kelas, sebagai contoh pada tabel adalah 31-40, 41-50, . . . , dst . Batas kelas (class limit) : angka-angka pada ujung interval kelas , sebagai contoh 31, 40, 41, 50 , dst. Batas kelas bawah (lower class limit) : batas kelas untuk angka yang lebih kecil dibandingkan batas kelas lain pada interval kelas yang sama, sebagai contoh 31, 41, 51, dst.

Batas kelas atas (upper class limit) : batas kelas untuk angka yang lebih besar dibandingkan batas kelas lain pada interval kelas yang sama, sebagai contoh 40, 50, 60, dst. Batas Nyata kelas (class boundary) : batas kelas atas suatu interval ditambah batas kelas bawah interval kelas berikutnya dibagi dua, sebagai contoh 30,5 dan 40,5, dst. Lebar Interval Kelas (width of interval class) : selisih antara batas atas nyata kelas dengan batas bawah nyata kelas, sebagai contoh c = 40,5-30,5 = 10.

Nilai Tengah Kelas (Class Midpoint/Class Mark) : nilai yang diperoleh dengan membagi dua jumlah dari batas kelas bawah dan batas kelas atas suatu interval kelas, sebagai contoh untuk interval kelas 31-40 nilai tengah kelasnya adalah (31+40)/2=35,5.

Dari tabel distribusi frekuensi tersebut dapat juga dibuat : - Histogram frekuensi - Poligon frekuensi - Distribusi frekuensi kumulatif : * Kurang dari  disusun dengan menjumlahkan seluruh frekuensi dari semua nilai yang lebih kecil dari pada batas nyata interval kelas. * Lebih dari disusun dengan menjumlahkan seluruh frekuensi dari semua nilai yang lebih besar dari pada atau sama dengan batas bawah nyata interval kelas.