SISTEM PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Proses Manajemen Kinerja
Advertisements

Disusun oleh: Desy Herma Fauza, SE., MM
Manajemen Integrasi Proyek
AUDIT SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET BERDASARKAN PERSPEKTIF PROSES BISNIS INTERNAL BALANCED SCORECARD DAN STANDAR COBIT 4.1 (Studi Kasus: PT. Pertamina.
Bab 9 Pengembangan Produk Baru dan Strategi Siklus Hidup Produk
BAB 4 PENILAIAN INTERNAL.
PENGEVALUASIAN STRATEGIS
STRATEGI Oleh : Ismik Kurniaty H. ( )
STAKEHOLDER DAN SOCIAL CONTRACT
MATA KULIAH : MANAJEMEN STRATEGIS
Sistem Penilaian Kinerja [Performance Measurement Systems]
Analisis Persyaratan Perangkat Lunak dan Spesifikasi
Performance Indicators Journal Review
AUDIT MANAJEMEN.
AUDIT PEMASARAN PERTEMUAN KE-3 09 MARET 2011.
CRM : Memahami CRM.
HUMAN RESOURCE SCORECARD
AUDIT MANAJEMEN Yulazri M.Ak., CPA Universitas Esa Unggul.
PERILAKU DALAM ORGANISASI ·  Tujuan (Goals) ·  Tujuan Lain (Survei Posner & Schmidt 1984) ·  Keselarasan Tujuan (goal Congruence) ·  Faktor Informal yang.
MODUL XIV PENGUKURAN KINERJA DENGAN BALANCED SCORECARD Pendahuluan
EVALUASI DAN PENGENDALIAN STRATEGI
PENGUKURAN KINERJA (PERFORMANCE MEASUREMENT) DAN BALANCE SCORECARD    Pengukuran Kinerja (Performance Measurement) ·   Sistem Penilaian Kinerja ·   Keterbatasan.
Pengukuran Kinerja Sektor Publik
kinerja "BALANCE SCORECARD"
sistem pengukuran dan indikator kinerja kebijakan publik
Strategi, Balanced Scorecard dan Analisis Profitabilitas Strategis
Presentasi Knowledge Management
Analisis strategik dan manajemen biaya strategik
PERTEMUAN XII KINERJA KOPERASI INDONESIA
Strategi & Pengukuran Manajemen Pengetahuan
Pengembangan Produk Baru dan Strategi Siklus Hidup Produk
Pengukuran Kinerja Sektor Publik
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
AUDIT MANAJEMEN.
AUDIT MANAJEMEN Asas asas manajemen.
Nilai Teknologi Informasi
PENERAPAN BALANCED SCORECARD DI PERPUSTAKAAN
HUMAN RESOURCE SCORECARD
PENGUKURAN & PENGENDALIAN ASET
Pedoman Implementasi TK TI
MSDM : Mencapai Keunggulan Bersaing
PERTEMUAN 10 KM PERFORMANCE ASSESSMENT
Pengukuran Nilai Bisnis TIK
AUDIT MANAJEMEN. AUDIT MANAJEMEN KONSEP DASAR AUDIT Perencanaan, Pengorganisasian Pengarahan Sumber Daya Informasi Tujuan Perusahaan Teknologi Tujuan.
Strategi & Pengukuran Manajemen Pengetahuan
Balance Scorecard OLEH KELOMPOK 10 Adinda Putra K ( )
Bab X LAPORAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK
BALANCED SCORECARD : KUALITAS, WAKTU, DAN, TEORI KENDALA
Sistem Penilaian Kinerja [Performance Measurement Systems]
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
Managers ’ Performance and
Proses Manajemen Kinerja
EVALUASI STRATEGI DAN KINERJA.
BALANCED SCORECARD (BSC)
Proses Manajemen Kinerja
Proses Manajemen Kinerja
Analisis Laporan Keuangan Internasional
Kerangka Kerja IT Balanced Scorecard
Proses Manajemen Kinerja
Pengukuran Kinerja Sektor Publik
MATA KULIAH : MANAJEMEN STRATEGIS
PERANAN STRATEGIS SDM DAN HUMAN RESOURCES SCORECARD
Analisis Persyaratan Perangkat Lunak dan Spesifikasi
Proses Manajemen Kinerja
Balance Scorecard.
Proses Manajemen Kinerja
AKUNTANSI PERTANGGUNGJAWABAN BERDASARKAN AKTIVITAS DAN STRATEGI
Bab 9 Pengembangan Produk Baru dan Strategi Siklus Hidup Produk
Kebutuhan akan Sistem Manajemen Kinerja Baru
Pengembangan Sistem Informasi Erliyan Redy Susanto.
Transcript presentasi:

SISTEM PENGUKURAN MANAJEMEN PENGETAHUAN

PENDAHULUAN Kategori pengukuran modal intelektual antara lain sbb. Sumber daya manusia Kategori ini mencakup pernyataan tentang komposisi, manajemen, dan kepuasan sumber daya manusia (karyawan). Pelanggan Kategori ini mencakup pernyataan mengenai komposisi, manajemen, dan kepuasan pelanggan. Teknologi Kategori ini mencakup pernyataan mengenai ruang lingkup, fungsi, dan penerapan sistem teknologi informasi. Proses Kategori ini secara khusus mencakup pernyataan mengenai ruang lingkup, peralatan, dan efisiensi aktivitas bisnis.

PENDAHULUAN Keempat kategori tersebut di atas merupakan isi laporan modal intelektual. Pengukuran dan pelaporan atas aspek dari perusahaan ini dapat mengungkapkan sumber daya yang akan menciptakan hasil finansial dan pertumbuhan di masa depan. Dengan kata lain, laporan hasil pengukuran modal intelektual mengungkapkan pertumbuhan atau faktor- faktor kemajuan perusahaan.

PENDAHULUAN Audit modal intelektual dapat digunakan dalam konteks yang lebih luas dibandingkan dengan audit keuangan, karena : Audit modal intelektual bertujuan memonitor dan mengatur modal intelektual perusahaan. Audit modal intelektual memerlukan satu tim yang terdiri dari ahli yang berbeda, ahli strategi organisasi, ahli keuangan, ahli sumber daya manusia, analis pengetahuan, ahli properti intelektual dan ahli pemasaran.

Alasan Perlunya Audit terhadap Modal Intelektual Membantu mengisi kesenjangan yang terjadi dalam strategi sehingga strategi tersebut sukses. Membantu mengevaluasi program desain yang dilakukan oleh bagian riset dan pengembangan. Menyediakan pengetahuan dalam merekayasa sebuah perusahaan yang mampu mempertahankan kemampuan serta keterampilan yang bernilai dari para karyawan dan organisasi. Menyediakan informasi bagi perencanaan pendidikan dan pelatihan yang saling menguntungkan antara karyawan dan organisasi.

Alasan Perlunya Audit terhadap Modal Intelektual Menyediakan informasi mengenai aset yang tidak tercatat di dalam audit tradisional (audit keuangan) yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Meningkatkan kemampuan memperluas memori organisasi. Dengan mengaudit modal intelektual paling tidak organisasi telah berupaya untuk menangkap nilai dari keseluruhan aset tak berwujudnya termasuk kemampuan organisasi menggunakan aset tersebut sebagai kompetensi inti, sekaligus memberikan gambaran kepada pemilik modal tentang potensi aset yang dimiliki oleh organisasi.

Langkah yang dapat dilakukan ketika menjalankan audit intelektual : Perusahaan harus menentukan tujuan audit yang akan dilakukan, apakah ditujukan untuk menghitung hasilnya secara moneter, untuk menyusun perbandingan, atau sebagai pembanding. Identifikasi masalah sehingga audit menyediakan fokus serta dapat dikelola. Menentukan aspek dari aset yang akan diinvestigasi (misalnya berbasis pelanggan, pengulangan bisnis, profil pelanggan atau loyalitas merk). Menentukan nilai yang tinggi sebagai pembanding terhadap aspek aset untuk diinvestigasi. Memilih metode audit.

Tipe Audit Manajemen Pengetahuan Audit core competency Audit didasarkan kepada kompetensi inti, untuk mengaudit aset tanpa wujud (intangible asset). Cara yg digunakan sbb: Aset tanpa wujud didefinisikan terlebih dahulu, kemudian dikaitkan dengan kompetensi inti perusahaan. Masing- masing kompetensi inti tersebut merupakan kombinasi dari aset tanpa wujud. Penciptaan pengetahuan merupakan kompetensi inti sebuah perusahaan. Kekuatan masing-masing kompetensi inti tersebut selanjutnya diestimasi dengan bantuan checklist dengan menggunakan kriteria-kriteria tertentu. Kriteria tersebut antara lain : keuntungan pelanggan, keunggulan di dalam bersaing, potensi di masa depan, kesolidan. Masing-masing kriteria diberi nilai antara 0-5.

Tipe Audit Manajemen Pengetahuan Nilai masing-masing kompetensi inti tersebut dikaitkan dengan 5 nilai pendorong seperti nilai tambah, keunggulan kompetitif, potensi, keberlangsungan dan kesehatan. Pengawasan. Sekali nilai aset tanpa wujud ditentukan untuk beberapa tahun, aset tersebut dapat diubah ke dalam satu indeks, dan perubahannya dapat dijelaskan dalam terminologi kualitatif. Keterbatasan metode ini : Prasyarat utama yaitu pengelolaan waktu dan komitmen, sehingga organisasi/perusahaan harus mempunyai strategi yang jelas untuk meningkatkan aset tanpa wujudnya sebagai sumber daya saing organisasi.

Tipe Audit Manajemen Pengetahuan Audit Individu atau Spektrum Itemnya Beberapa hal untuk menentukan nilai moneter untuk item modal intelektual individu, sbb : Mengaudit nilai moneter pelanggan dan nilai kontrak merupakan salah satu contohnya. Metode pengukuran moneter mengusulkan beberapa item untuk audit modal intelektual. Metode pengukuran dapat dilakukan melalui pendekatan pasar, menggantikan pendekatan biaya, atau pendekatan pendapatan, tergantung kepada kuantitas dan kualitas daya yang tersedia, tujuan audit, dan pengalaman serta penilaian akuntan.

Tipe Audit Manajemen Pengetahuan Mengaudit hak paten dipandang sebagai satu area yang sudah mapan. Hak paten merupakan properti yang paling nyata dimiliki oleh organisasi serta telah memiliki perlindungan hukum. Mengaudit nilai keuangan. Mengaudit modal intelektual eksternal dapat dilakukan dengan cara wawancara, survei, analisis isi, kelompok terfokus dan metode yang paling populer digunakan adalah studi kasus. Karena studi kasus membantu manajer melahirkan pengetahuan bertindak dan merupakan pembelajaran yg sangat kuat bagi perusahaan.

Tipe Audit Manajemen Pengetahuan Dalam melakukan audit, audit individu atau spektrum itemnya dapat dilakukan dengan dua cara, riset dan audit objek: Riset Riset dilakukan dengan beberapa metode untuk keperluan audit intelktual, misalnya aset pasar dapat dievaluasi dengan menggunakan riset pasar, interview pelanggan, survei, analisis persaingan, Return On Investment (ROI), analisis penjual dan pengeluaran. Audit Objek Audit objek dapat diklasifikasi ke dalam beberapa bentuk pengujian melalui bukti-bukti dokumen yang ada, misalnya dokumen tertulis, proses dan nilai perusahaan, aspek-aspek karyawan dan hubungannya dengan yang lain (baik orang maupun institusi).

Pendekatan Audit Kinerja Manajemen Pengetahuan Dalam melakukan audit kinerja manajemen pengetahuan, ada beberapa metode populer yang dapat digunakan oleh organisasi untuk mengukur performansi atau kinerja organisasi. Dalam hal ini, mengacu pada pendapat Tobing (2007) dan Sangkala (2007), yang mengemukakan pendapat beberapa pakar dan ahli tentang pendekatan audit kinerja manajemen pengetahuan sbb.

Pendekatan Audit Kinerja Manajemen Pengetahuan Balanced Scorecard (BSC) Pendekatan BSC pertama kali dikembangkan oleh Kaplan dan Norton (awal 1990-an), kemudian dikembangkan oleh Bose (2004). Pendekatan BSC dalam konteks manajemen pengetahuan secara langsung menghubungkan “learning” ke performansi proses, yang selanjutnya akan terhubung ke performansi organisasi scr keseluruhan. BSC menghubungkan strategi organisasi dan objektif-objektif yg diukur dlm 4 perspektif utama, yaitu sbb. Finansial, menyangkut bagaimana perusahaan memberi nilai tambah kepada pemegang sahamnya, contoh profitability dan aliran kas. Customer, menyangkur manfaat apa yang diperoleh pelanggan dari perusahaan? Apakah kebutuhan dan ekspektasi pelanggan dipenuhi? Contoh : kepuasan pelanggan dan pangsa pasar. Proses bisnis internal, menyangkut tindakan-tindakan apa saja yang harus dilakukan dengan bagus agar berhasil. Contoh : kecepatan keberhasilan tender dan kecepatan penanganan keluhan pelanggan. Learning and growth, menyangkut orientasi ke sukses di masa depan, bagaimana sebuah perusahaan dapat dengan konsisten menambah value, misalnya : biaya per unit dan produk-produk baru yang diluncurkan.

Pendekatan Skema Karl Erik Sveiby Sveiby mengidentifikasi 3 tipe pendekatan aset intangible dan menganjurkan 3 tipe ukuran, yang mencakup : pertumbuhan, efisiensi dan stabilitas. Ketiga tipe pendekatan aset tersebut adalah sbb. Struktur eksternal : merk, pelanggan dan hubungannya Indikator pertumbuhan seperti keuntungan per pelanggan. Indikator efisiensi seperti kepuasan pelanggan. Indikator stabilitas seperti daya tahan pelanggan. Struktur internal organisasi : manajemen, struktur resmi, sistem manual, sikap, riset, pengembangan dan software. Indikator pertumbuhan seperti investasi dalam teknologi informasi. Indikator efisiensi seperti penjualan per dukungan staf. Indikator stabilitas seperti pendukung pergantian staf. Kompetensi individu, Pendidikan dan pengalaman karyawan. Indikator pertumbuhan seperti tingkat pendidikan profesonal. Indikator efisiensi seperti keuntungan per profesional. Indikator stabilitas seperti pergantian profesi.

Pendekatan IMPaKT Pendekatan lainnya dikemukakan oleh Carrillo, et al. (2003), yang menawarkan sebuah kerangka yang mengintegrasikan manajemen pengetahuan dengan performansi bisnis perusahaan, yang disebut IMPaKT (Improving Management Performance Through Knowledge Transformation). Kerangka IMPaKT menggambarkan bahwa untuk dapat mengakses dampak dari kerangka yang menghubungkan inisiatif manajemen pengetahuan dengan kinerja bisnis, maka inisiatif- inisiatif manajemen pengetahuan harus diselaraskan dengan objektif strategis dari perusahaan melalui 3 tahapan, yaitu : Perumusan strategi bisnis korporasi. Perumusan stratei manajemen pengetahuan. Evaluasi dari strategi manajemen pengetahuan.

Pendekatan dari Department of the Navy (DON) Pendekatan ini dikembangkan oleh Department of the Navy (DON) Amerika Serikat. Dalam melakukan pengukuran kemanfaatan manajemen pengetahuan, DON mengembangkan sebuah kerangka yg mengaplikasikan 3 bentuk pengukuran performansi inisiatif manajemen pengetahuan, yaitu sbb. Indikator outcome, mengukur semua karakteristik organisasional, seperti peningkatan produktivitas dan pendapatan. Indikator output, mengukur kualitas upaya, misalnya efektivitas dari lesson learned. Indikator sistem, mengukur efektivitas, fungsionalitas, kegunaan dan responsivitas dari manajemen pengethauan, tool dan inisiatif-inisiatif manajemen pengetahuan lainnya, seperti pembentukan special interest group.

Skandia Navigator Pendekatan Skandia Navigator dikemukakan oleh perusahaan Swedia yang bergerak dalam bidang jasa keuangan, Skandia AFS. Skandia Navigator adalah sebuah tool untuk evaluasi soft asset dari suatu organisasi, seperti sistem manajemen pelaporan yang membantu manajer memvisualisasikan dan mengembangkan indikator-indikator yg merefleksikan aset-aset intangible, yang menuntun mereka memasuki masa depan. Definisi modal intelektual : Modal intelektual = modal manusia + modal struktural Keterangan : Modal manusia : nilai akumulasi dan investasi pada pelatihan dan kompetensi yang dikategorikan sebagai kompetensi pekerja, kemampuan relationship dan values. Modal Struktural : nilai yang tertinggal jika pekerja atau modal manusia pergi, misalnya basis data, daftar customer, manual, merk dagang dan struktur organisasi.

Pendekatan dari KEMA Pendekatan ini dikembangkan di KEMA, yaitu perusahaan rekayasa Belanda. Perusahaan ini melakukan perhitungan nilai dari seluruh pekerjanya dan membandingkannya dengan keuntungan yang diperolehnya dari knowledge investment. Jika returnnya tidak baik, maka perusahaan KEMA membuat langkah-langkah dan strategi manajemen bagaimana mendapatkan lebih banyak keuntungan dari modal intelektual yang dimiliki oleh KEMA untuk masa mendatang.

Soal Review Menurut Anda, pendekatan yang mana yang terbaik dalam melakukan audit, menggunakan satu metode saja atau melakukan kombinasi metode? Jelaskan alasannya!