Konsep dasar Algoritma Contoh Problem

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
MLP Feed-Forward Back Propagation Neural Net
Advertisements

JARINGAN SYARAF TIRUAN
Algoritma JST Backpropagation
PERCEPTRON. Konsep Dasar  Diusulkan oleh: Rosenblatt (1962) Minsky and Papert (1960, 1988)  Rancangan awal: Terdiri dari 3 layer:  Sensory unit  Associator.
Yanu Perwira Adi Putra Bagus Prabandaru
Perceptron.
Aplikasi Matlab untuk Jaringan Syaraf Tiruan
METODE HEBB~3 Sutarno, ST. MT..
JaRINGAN SARAF TIRUAN (Neural Network)
Ir. Endang Sri Rahayu, M.Kom.
Dr. Benyamin Kusumoputro
Supervised Learning Process dengan Backpropagation of Error
Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
PERCEPTRON Arsitektur jaringannya mirip dengan Hebb
JST BACK PROPAGATION.
Jaringan Syaraf Tiruan
Rosenblatt 1962 Minsky – Papert 1969
MULTILAYER PERCEPTRON
Clustering (Season 2) Self-Organizing Map
JARINGAN SARAF TIRUAN LANJUTAN
MODEL JARINGAN PERCEPTRON
Jaringan Syaraf Tiruan (JST) stiki. ac
JST BACK PROPAGATION.
Perceptron.
Jarringan Syaraf Tiruan
Pertemuan 3 JARINGAN PERCEPTRON
SISTEM CERDAS Jaringan Syaraf Tiruan
Week 2 Hebbian & Perceptron (Eka Rahayu S., M. Kom.)
Artificial Intelligence Oleh Melania SM
BACK PROPAGATION.
Pertemuan 12 ARTIFICIAL NEURAL NETWORKS (ANN) - JARINGAN SYARAF TIRUAN - Betha Nurina Sari, M.Kom.
Perceptron Algoritma Pelatihan Perceptron:
Pelatihan BACK PROPAGATION
JST (Jaringan Syaraf Tiruan)
Jaringan Syaraf Tiruan
JST PERCEPTRON.
Ir. Endang Sri Rahayu, M.Kom.
Aplikasi Kecerdasan Komputasional
Anatomi Neuron Biologi
Jaringan Syaraf Tiruan Artificial Neural Networks (ANN)
Jaringan Syaraf Tiruan
SOM – KOHONEN Unsupervised Learning
Jaringan Syaraf Tiruan (JST)
Jaringan Syaraf Tiruan (Artificial Neural Networks)
MLP Feed-Forward Back Propagation Neural Net
Artificial Intelligence (AI)
Jaringan Syaraf Tiruan Artificial Neural Networks (ANN)
Struktur Jaringan Syaraf Tiruan
D. Backpropagation Pembelajaran terawasi dan biasa digunakan perceptron dengan banyak lapisan untuk mengubah bobot-bobot yang terhubung dengan neuron-neuron.
Jaringan Syaraf Tiruan
Artificial Neural Network
McCulloch – Pitts Neuron
Neural Network.
JARINGAN SYARAF TIRUAN
Clustering (Season 2) Self-Organizing Map
Pelatihan BACK PROPAGATION
Pertemuan 12 ARTIFICIAL NEURAL NETWORKS (ANN) - JARINGAN SYARAF TIRUAN - Betha Nurina Sari, M.Kom.
Jaringan Syaraf Tiruan
JARINGAN SYARAF TIRUAN
Pengenalan Pola secara Neural (PPNeur)
JARINGAN SYARAF TIRUAN
Single-Layer Perceptron
JARINGAN SYARAF TIRUAN
Jaringan Syaraf Tiruan
Jaringan umpan maju dan pembelajaran dengan propagasi balik
JARINGAN SYARAF TIRUAN BERBASIS KOMPETISI
Asosiasi Pola Kuliah 8.
Arsitektur jaringan Hebb Jaringan syaraf tiruan
Teori Bahasa Otomata (1)
Simple Networks Jaringan Sederhana Machine Learning Team PENS - ITS 2006 Modification By Agus SBN.
Transcript presentasi:

Konsep dasar Algoritma Contoh Problem Perceptron Konsep dasar Algoritma Contoh Problem

Konsep Dasar Salah satu bentuk JST yang sederhana Terdiri dari satu layer unit input (dimana jumlah neuronnya sesuai dengan banyaknya jumlah komponen dari data yang dikenali) dan satu unit output x1 x2 x3 w1 w2 w3 1 b y_in f(y_in) y

Konsep Dasar Fungsi aktivasi Fungsi aktivasi yang biasa digunakan adalah fungsi step bipolar dengan threshold tetap (θ) f(y_in)=1, jika y_in>θ 0, jika –θ ≤ y_in ≤ θ -1, jika y_in < -θ Apabila kesalahan terjadi untuk suatu pola masukan pelatihan, bobot akan diubah dengan rumus: wi (new)= wi (old) + α.t.xi Jika tidak terjadi kesalahan bobot tidak berubah. Pelatihan akan terus dilakukan sampai tidak ada kesalahan

Konsep Dasar Biasanya digunakan untuk mengklasifikasikan suatu tipe pola tertentu yang sering dikenal dengan pemisahan linier Garis pemisah antara daerah positif dan daerah nol memiliki pertidaksamaan: Garis pemisah antara daerah negatif dan daerah nol memiliki pertidaksamaan: Bobot bisa diatur

Konsep Dasar Algoritma mengatur parameter2 bebasnya melalui proses pembelajaran Fungsi aktivasi dibuat agar terjadi pemisahan antara daerah positif dan negatif + - x1 x2 Daerah positif Daerah negatif

Konsep Dasar Arsitektur Arsitektur spt pada gbr. Ada n unit masukan dan satu unit keluaran Terdapat satu unit bias yg selalu memberikan sinyal +1 Tujuan jaringan adalah mengklasifikasi setiap pola masukan apakah termasuk atau tidak termasuk kedlam suatu kelas. Jika termasuk unit keluaran memberi respon +1 dan jika tidak unit keluaran memberi respon -1 x1 xi xn Y 1 b wi wn w1 ...

Algoritma Algoritma Pelatihan Algoritma Pengujian

Algoritma Pelatihan Step 0. Inisialisasi seluruh bobot dan bias ( agar sederhana set bobot dan bias menjadi 0) set laju pembelajaran α (0<α≤1) ( agar sederhana set α menjadi 1) Step 1. Selama kondisi berhenti adalah salah, lakukan step 2-6 Step 2. Untuk setiap pasangan pelatihan s:t, lakukan step 3-5 Step 3. Set aktivasi dari unit masukan xi = si Step 4. Hitung Respon dari unit keluaran y = 1, jika y_in > θ 0, jika -θ ≤ y_in ≤ θ 1, jika y_in < -θ Step 5. Sesuaikan bobot dan Bias jika kesalahan terjadi untuk pola ini Jika y ≠ t, maka wi(new) = wi(old) + α.t.xi b(new) = b(old) + α.t jika tidak, maka wi(new) = wi(old) b(new) = b(old) Step 6. Tes Kondisi berhenti: Jika masih ada bobot yang berubah pada step 2, kembali ke step 1; jika Tidak, kembali ke step 2

Algoritma Pengujian Setelah pelatihan, sebuah jaringan perceptron bisa digunakan untuk mengklasifikasikan pola masukan. Langkah2 pengujian adalah sbb: Step 0. Inisialisasi bobot dan bias (digunakan nilai bobot yang diperoleh dari algoitma pelatihan) Step 1. Untuk setiap vector masukan x, lakukan step 2-4 Step 2. Set aktivasi dari unit masukan xi = si Step 3. Hitung Total masukan ke unit keluaran Step 4. Gunakan Fungsi aktivasi y =f(y_in)= 1, jika y_in > θ 0, jika -θ ≤ y_in ≤ θ 1, jika y_in < -θ Dimana nilai f(y_in) menjadi nilai kjeluaran dari unit keluaran (Y)

Contoh Problem Bipolar input dan target X1 x2 t 1 1 1 1 -1 -1 -1 1 -1 Digunakan untuk mengklasifikasikan fungsi and Bipolar input dan target X1 x2 t 1 1 1 1 -1 -1 -1 1 -1 -1 -1 -1