Rencana Lantai dan Rencana Plafon Pertemuan 17-18

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Tips Agar Rumah Menjadi Sehat dan Nyaman
Advertisements

SEGI YANG PENTING DALAM PERANCANGAN GEDUNG PABRIK
PERBAIKAN DAPUR UNTUK APA????. DEMI …. KESEHATAN PEREMPUAN DAN ANAK-ANAK 1. POLUSI UDARA DALAM DAPUR 2. KECELAKAAN DALAM DAPUR 3. ASPEK ERGONOMIK 4. MASALAH-MASALAH.
BAHAN AJAR VI Tata Dekorasi, banyak unsur-unsur pendukung untuk keberhasilan suatu penataan ruang. Salah satu diantaranya unsur dekorasi ruang yang meliputi.
PERSYARATAN HYGIENE SANITASI TPM
Aspek Ergonomik.
KONSEP ELEMEN PEMBENTUK RUANG Pertemuan 15 – 16
MODUL PERKULIAHAN JURUSAN ARSITEKTUR KELAS KARYAWAN
MINGGU XI PERANCANGAN DENAH LAYOUT KAMAR TIDUR UTAMA APARTEMEN .
Sanitasi dan Keamanan.
MENGIDENTIFIKASI ELEMEN RUANG DEKORASI INTERIOR DAN EKSTERIOR
GEDUNG BERTINGKAT RENDAH
PENGELOLAAN SARANA PUSAT INFORMASI
Aspek Ergonomi Dalam IMK
Rencana Kosen – Jendela dan Pintu Pertemuan 23-24
FLOOR PLAN Desain Interior II Pertemuan 28, 29 & 30
Pertemuan 3 Matakuliah : R0186 – Teknologi Bangunan IV Tahun : 2006
Matakuliah : R0116/ Studio Perancangan Arsitektur 6 Tahun : 2006
Peralatan instalasi.
KONSTRUKSI BATU BATA.
Sanitasi dan Keamanan Industri Pangan
BAHAN HABIS DAN ALAT-ALAT LABORATORIUM
Keramik Pengetahuan bahan bangunan II –week 4
TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds Prodi Desain Interior - FDIK
Irma Damayantie, S.Ds., M.Ds Prodi Desain Interior - FDIK
Persyaratan Tehnis Sarana & Prasarana RS
Sistem Utilitas – Sistem Pemipaan (Plambing) Pertemuan
Pembebanan Pada Struktur Beton Bertulang
Elemen-elemen Konstruksi Bangunan: Fondasi Pertemuan 2
METODA BENTUK Metoda yang menganalisa enerji lingkungan ( alamiah ataupun buatan ) ,baik eksterior ( jalan,sungai,bukit, pohon,dsb) maupun interior (
Teori Ilmu Konstruksi Bangunan Pertemuan 1
TATA RUANG DALAM MODUL PRAKTIKUM.
Sketsa Ide/Image Store Pertemuan 22-24
PEMBANGUNAN RUMAH DAN PENYUSUNAN PROPOSAL TEKNIS
SANITASI DAN KEAMANAN.
Sistem Utilitas – Jaringan Elektrikal Pertemuan 21-22
ONE ROOM LIVING – KONSEP DESAIN
Konsep dan Ide Desain Pertemuan 10-12
Aspek Ergonomi Dalam IMK
MEMASANG PANEL LISTRIK PEMBANGKIT
Floor Plan Pertemuan Matakuliah : W Desain Interior 1
Matakuliah : Konstruksi Bangunan II
Aspek Ergonomi dalam IMK
KONSEP DESAIN Pertemuan 2
DESAIN INTERIOR & RUANG LINGKUP KEILMUANNYA
BAHAN HABIS DAN ALAT-ALAT LABORATORIUM
<<Soal Desain Interior 3>> W 0186
Struktur Tangga dan Jenis-Jenis Tangga Pertemuan 15-16
Matakuliah : R0234/Perancangan Ruang Dalam
Bidang Bukaan pada Elemen Pembentuk Ruang Pertemuan 11
SKEMA BAHAN DAN MATERIAL week 13
(Matakuliah: Teknologi Hasil Perikanan 1)
KERAMIK SEBAGAI BAHAN BANGUNAN
Tugas tekhnologi bahan ( material yang di gunakan di rumah masing masing) FERA KARTIKA M.MALONDA F
Komponen / Elemen Desain Grafis
DESAIN INTERIOR & RUANG LINGKUP KEILMUANNYA
“BANGUNAN DAN FASILITAS” RIYANDA Sfarm.,Apt.
Pengudaraan / Penghawaan
Kepala Sprinkler (sprinkler head)
STRUKTUR BANGUNAN SIPIL I
Penggudangan Dalam Industri Modern
Studi Grouping & Studi Furniture Toko Pertemuan 16-18
Transportasi dalam Bangunan
KEMENTRIAN KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA
Komponen / Elemen Desain Grafis
RENCANA LANGIT-LANGIT
Apriyanto. 1. Bahaya listrik 2. Bahaya listrik bagi manusia 3. Bahaya kebakaran dan peledakan.
PERMENKES RI NO. 37 TAHUN 2012 dr. Melinda Wilma Dinas Kesehatan Kota Padang 17 Oktober 2019 KEBIJAKAN PELAYANAN KESEHATAN DI LABORATORIUM PUSKESMAS.
Konstruksi dan utilitas gedung. MENGGAMBAR PROYEKSI BANGUNAN PENGERTIAN Rancangan = desain Merancang = to design atau mendesain Perancang = desainer Rencana.
Transcript presentasi:

Rencana Lantai dan Rencana Plafon Pertemuan 17-18 Matakuliah : R0494 – Teknologi Bangunan III Tahun : 2008 Rencana Lantai dan Rencana Plafon Pertemuan 17-18

Rencana Plafon dan Lantai Mendesain pola plafon dan lantai adalah merupakan pekerjaan finishing dan bagian dari pekerjaan interior. Hasil dan kualitas pekerjaan ini sangat mempengaruhi tampilan dan citra dari bangunan. Mendesain plafon dapat dipisahkan menjadi masalah teknis (pemasangan, mutubahan, dsb.), dan yang non teknis (selera, citra, dsb). Kriteria desain secara umum sangat ditentukan oleh : Fungsi Ruang dan Tipologi Bangunan Tema Desain atau Konsep Desain Selera Pemilik dan Pemakai Ruangan (User) Anggaran Biaya yang tersedia Bina Nusantara

Pertimbangan Yang Perlu Diperhatikan Modul Bahan Pola atau Patern Tata Cahaya (Lighting) dan Perlengkapannya. Tata Suara (Acoustic) Pengkondisian Udara (AC) Tekstur dan Warna Bahan Gaya, Style atau Tema Citra atau Kesan (Image) Jaringan-Jaringan Instalasi Utilitas Cara pemasangan atau mengerjakan dan pemeliharaannya Bina Nusantara

Modul Integrasi modul ruang, modul struktur, modul bahan, modul perlengkapan furnitur. Garis-garis pola,nut, lis, garis ukuran bahan. Bahan Ukuran Bahan sesuai standar produk industri,30 x60, 60x120, 120x240, 120x180, dll. Jenis Bahan; metal/logam, asbes, kayu, plastik, fiber, dsb. Kualitas Bahan dengan standar yang ditetapkan, aman, tidak mengganggu kesehatan, dsb. Menghindari pemborosan penggunaan material, potongan, sisa-sisa yang tidak terpakai. Bina Nusantara

Tata Cahaya Pola atau Patern Perlu menyatukan pola-pola desain yang ada seperti garis, ukuran bahan, amartur/fixture lampu, sudut atau pengakhiran ruang, batas-batas ruang, nut, lis, ukuran furnitur. Arah garis-garis; grid, diagonal, melingkar, abstark, dsb. Tata Cahaya Pengaturan cahaya alami, buatan, bukaan jendela, pintu, skylight. Efek dan suasana yang dapat dihasilkan Karakter dan efek warna lampu. Bentuk dan model amarture/fixture lampu dan cara-cara pemasangannya, inbouw, outbouw, digantung, menempel, atau didinding, dsb. Bina Nusantara

Mengendaikan sumber suara dengan alat bantu pengeras suara. Tata Suara (Acoustic) Pada prinsipnya adalah mengendalikan suara, sumber suara dari dalam dan luar ruangan. Mengendaikan sumber suara dengan alat bantu pengeras suara. Mengatur efek suara yang diinginkan, seperti; suasana sunyi, ramai, romantis, riang, gemuruh, sakral, dsb. Pengkondisian Udara Perlu dipertimbangkan sejauh mana sistem jaringan pengkondisian udara mengganggu estetika ruang dalam. Ac split dengan indoor unit, atau ac sentral dengan diffuser, ducting, dsb. Mengingat dimensi perlengkapan ac berukuran besar. Bina Nusantara

Gaya, Style atau Tema Tekstur dan Warna Tekstur bahan, halus, kasar, keras, lunak, alami, artifisial, bergelombang, datar/flat. Warna dengan intensitas, monokrom, kontras, pastel, gradasi, primer. Warna dan kesan yang dihasilkan sejuk, panas, gelap, terang, remang-remang, dsb. Teknik Finishing; cat/coating, cladding, kamprot, airbrush Gaya, Style atau Tema Menentukan pasal ini sangat penting terhadap hasil dari pekerjaan. Peranan desainer sangat diperlukan, fisi, sensitifitas, pengalaman, selera, dsb. Bina Nusantara

Menciptakan icon, simbol-simbol adalah tugas desainer. Citra dan Kesan Pemberian citra sangat dipengaruhi pemilik, pemakai, nama atau pamor perusahaan, publik, desainer, nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Menciptakan icon, simbol-simbol adalah tugas desainer. Jaringan-Jaringan Instalasi Utilitas Jaringan instalasi pada umumnya tersembunyi dibalik plafon atau lantai, atau dinding ruang. Instalasi listrik, pipa, ac, hidran, umumnya disembunyikan dan ada yang disengaja diekpose untuk dijadikan elemen estetika interior. Perlu mengetahui alur-alur jaringan utama, jaringan sekunder, distribusi, detail, shaft, titik-titik inlet dan outlet. Perlu mengetahui titik-titik gantungan, stek, akses untuk pemasangan dan pemeliharaan. Bina Nusantara

Cara Pemasangan dan Pengerjaannya Memperhatikan cara-cara menggantung jaringan utilitas dan rangka-rangka plafon, baik yang pabrikasi atau yang buatan. Sistem hanger dan pengaruh beban, gempa, goyangan, getaran, ledakan, kebakaran, dsb. Manhole untuk pemasangan atau pemeliharaan sistem utilitas pada langit-langit Bina Nusantara

Rencana Lantai Prinsip dasar desain sama dengan mendesain plafon; ada pola, tema, style, dll. Memahami berapa besar beban yang akan menumpu, melewati/diatas lantai tsb.; manusia, barang, alat-alat berat, furnitur, kendaran, statik, bergerak, dsb. Dan mempelajari sejauh mana kerusakan yang akan ditimbulkan. Memilih material sesuai kebutuhan fungsi dan aktifitas dalam ruangan, seperti; kantor, hunian, lab, pabrik, bengkel, gudang, toko, sport, dsb. Memilih material disesuaikan dengan sifat lantai; kering, basah, tergenang air, lembab. Bina Nusantara

Pertimbangan warna bahan. Bahan semen, marmer, terasso, batu alam, batu buatan, keramik, vinil, kayu, metal/logam, karpet. Pertimbangan jenis bahan lantai yang tahan benturan, zat kimia, kedap air, tahan api, tahan gerusan, gesekan, elastis, licin, kasar, dsb. Pertimbangan warna bahan. Kemiringan atau perbedaan ketinggian permukaan lantai, terkait dengan aliran air, floordrain, teras, dapur, kolam, dsb. Memperhatikan peraturan dan keselamatan pemakai, anak tangga, seperti trap, kemiringan, ram, detail sudut-sudut, dsb. Lantai untuk aksessibilitas penyandang cacat, tuna netra, kursi roda, dll. Bina Nusantara