Teori Distribusi Pendapatan dan kemiskinan

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
APLIKASI TEORI PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Advertisements

PASAR PERSAINGAN SEMPURNA oleh: YUYUN ANDRIANI
PERMINTAAN UANG & TINGKAT BUNGA EKUILIBRIUM
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
PROBLEMATIK EKONOMI Pertemuan 2.
Kebijakan Ekonomi Fiskal
Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan
POLA KEGIATAN EKONOMI.
2. Arus Dana Internasional
Pola Kegiatan Perekonomian
TEORI KONSUMSI Pertemuan ke-4 Teori Ekonomi Makro I.
Pendapatan nasional.
TEORI EKONOMI MAKRO Bab I Pendahuluan
Lima Debat Selama Kebijakan Makroekonomi
KEBIJAKAN FISKAL DAN MONETER
KEBIJAKAN EKONOMI MAKRO DAN MIKRO Eny Lia purwandari A
Kebijakan Pemerintah dalam Menghadapi Masalah Ekonomi
POKOK BAHASAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
Ekonomi Kesejahteraan
MATAKULIAH PENGANTAR EKONOMI
Pola Kegiatan Perekonomian
ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.. KELOMPOK 2 Akhmad Hidayat Al-Mursidi Dede Zulhaj Gigin Fergiansyah
Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro kuliah ke 1
PENDAHULUAN MIKROEKONOMI.
Ketidakmerataan Distribusi
PERMINTAAN ATAS FAKTOR PRODUKSI
BAB 6 EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO.
PERANAN EKONOMI MIKRO DAN PERMASALAHANNYA DI INDONESIA
Ekonomi Kesejahteraan
Penentuan Kegiatan Ekonomi
Matrikulasi PENGANTAR EKONOMI MAKRO Dosen: Dr. Ir
Garapan Drs. Puji Suharjoko
BAB 3 PENENTUAN KEGIATAN EKONOMI : PANDANGAN KLASIK, KEYNES, DAN PENDEKATAN MASA KINI.
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
Konsep dan Analisis Sistem Neraca di Indonesia
Pendapatan Nasional dan Pendapatan Disposibel
Pengantar Ekonomi Mikro
PERKEMBANGAN EKONOMI MAKRO
PRODUKSI NASIONAL PERPUTARAN PEREKONOMIAN
Nama Kelompok 5 : Khoirunnisah ( )
POLA KEGIATAN EKONOMI.
BAHAN AJAR EKONOMI Kelas X Semester 2.
PERMINTAAN TERHADAP FAKTOR- FAKTOR PRODUKSI
Assalamualaikum.Wr.Wb Kelompok 2 Nurta Yuwanita
PERMINTAAN ATAS FAKTOR PRODUKSI
PROSES PEMBANGUNAN DALAM PEREKONOMIAN DENGAN KELEBIHAN TENAGA KERJA
PERMINTAAN ATAS FAKTOR PRODUKSI
TINJAUAN RINGKAS MENGENAI TEORI, MASALAH DAN KEBIJAKAN MAKROEKONOMI
REDISTRIBUSI PENDAPATAN
HAKEKAT ILMU EKONOMI Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku individu dan masyarakat dalam menentukan pilihan penggunaan sumberdaya yang langka.
PTE MIKRO - MASALAH EKONOMI
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
Ahmad Yusuf Rambe Cindy Febriani Halimatusadiaah Jesi Herda Valentina Nadailla Mahsyuri Putra Kurniawan Putri Nursyahfitri Kelompok 1.
Kemiskinan, Ketimpangan, dan Pembangunan
Assalamualaikum.Wr.Wb Kelompok 2 Nurta Yuwanita
TEORI KONSUMSI Pertemuan ke-4 Teori Ekonomi Makro I.
TEORI KONSUMSI Pertemuan ke-4 Teori Ekonomi Makro I.
Matrikulasi PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Pengertian Barang Publik adalah barang milik pemerintah yang dibiayai melalui anggaran belanja negara tanpa melihat siapa yang melaksanakan pekerjaannya.
PERDAGANGAN LUAR NEGERI, PROTEKSI DAN GLOBALISASI
PENGANTAR EKONOMI MAKRO
Ketidakmerataan Distribusi
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGHADAPI MASALAH EKONOMI
TEORI KONSUMSI Pertemuan ke-4 Teori Ekonomi Makro I.
EKONOMI MIKRO DAN EKONOMI MAKRO. Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Ekonomi Mikro Ilmu ekonomi yang mempelajari fungsi ekonomi individu dan perilaku sistem pembuatan.
JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN UNIVERSITAS TERBUKA
TEORI KONSUMSI Pertemuan ke-4 Teori Ekonomi Makro I.
EKONOMI MIKRO dan EKONOMI MAKRO STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR MATERI PEMBELAJARAN.
PRINSIP EKONOMI DALAM AGRIBISNIS. Sistem Perekonomian Sistem Pasar Bebas Sistem Ekonomi Perencanaan Sistem Ekonomi Campuran Ekonomi Makro Ekonomi Mikro.
TEORI EKONOMI MAKRO Bab I Pendahuluan
Transcript presentasi:

Teori Distribusi Pendapatan dan kemiskinan Pertemuan 23 Teori Distribusi Pendapatan dan kemiskinan

Dasar Pemikiran Pasar Persaingan Sempurna berhasil sebagai alat alokasi yang efisien

Efisiensi versus Keadilan Dipertanyakan apakah alokasi yang efisien juga merupakan alokasi yang adil Digunakan model Pareto untuk menganalisis proses pertukaran antara kelompok kaya dengan kelompok miskin di suatu negara

Kurva Batas Kemungkinan Utilitas (Utility Possibilities frontier-UPF) Utilitas kelompok A Ua D UPF E F H Ub O Utilitas kelompok B

Teori Keadilan Ajaran Egalitarian (Egalitarianism) Ajaran Rawlsian (Rawlsianism) Ajaran Utilitarian (Utilitarianism) Ajaran Orientasi Pasar

Ajaran Egalitarian Ajaran ini mengatakan bahwa keadilan tercapai bila setiap kelompok masyarakat mendapatkan jumlah barang (kepuasan) yang sama. Dalam kurva ditunjukkan oleh titik E

Ajaran Rawlsian Menurut ajaran ini kondisi yang paling adil adalah bila tingkat utilitas masyarakat miskin dimaksimumkan. Dalam kurva ditunjukka oleh titik D

Ajaran Utilitarian Ajaran ini memandang keadilan akan tercapai apabila tingkat kepuasan masyarakat di maksimumkan. Berdasarkan konsep ini maka titik D dan F lebih adil dibandingkan titik E karena total utilitas kelompok A dan B lebih besar di titik D dan F dibandingkan di titik E

Ajaran Orientasi Pasar Menurut ajaran ini keadilan merupakan hasil interaksi permintaan dan penawaran. Karena itu titik – titik dimana saja sepanjang UaUb adalah adil selama berlandaskan persaingan sempurna

Teori Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan (lanjutan) Pertemuan 24 Teori Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan (lanjutan)

Distribusi Pendapatan dan Kekayaan Konsep pendapatan Konsep kekayaan Pendapatan uang san pendapatan ekonomi Kemiskinan Pengukuran distribusi pendapatan

Konsep Pendapatan (income) Pendapatan dari gaji dan upah, yang dipengaruhi oleh : - keahlian (skill) - mutu modal manusia (human capital) - kondisi kerja (working condition) 2. Pendapatan dari aset produktif 3. Pendapatan dari pemerintah (transfer payment)

Konsep kekayaan Kekayaan adalah nilai aset (baik produktif maupun tidak produktif) seseorang yang diukur pada waktu tertentu Kaya dengan berpendapatan tinggi adalah dua hal berbeda (berpendapatan tinggi belum tentu kaya)

Pendapatan Uang dan Pendapatan Ekonomi Pendapatan ekonomi adalah sejumlah uang yang dapat digunakan oleh keluarga dalam suatu periode tertentu untuk membelanjakan diri tanpa mengurangi atau menambah aset netto, misalnya gaji, upah, bunga deposito, sewa, pembayaran transfer, dll Pendapatan uang adalah sejumlah uang yang diterima keluarga pada periode tertentu sebagai balas jasa atas faktor produksi yang diberikan

Kemiskinan Kemiskinan adalah kondisi dimana seseorang atau keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan mendasarnya (makanan, pakaian , perumahan, pendidikan dan kesehatan)

Jenis Kemiskinan 1. Kemiskinan absolut, yaitu ukuran kemiskinan dengan berpatokan kepada nilai pendapatan tertentu (misal : di Amerika garis kemiskinan di ukur dengan tiga kali dari anggaran untuk makan dan minum) 2. Kemiskinan relatif, yaitu kemiskinan yang di bandingkan dengan rata-rata atau ukuran dimana ia tinggal sehingga walaupun ia secara absolut tidak miskin apabila tinggal di wilayah yang sangat kaya (pondok indah) maka dinamakan miskin

Pengukuran Distribusi Pendapatan Kurva Lorenz Koefisien Gini

Pengukuran Distribusi Kekayaan Di negara maju alternatif individu untuk menyimpan kekayaannya lebih beragam dibandingkan di negara berkembang misalnya kepemilikan saham, obligasi, deposito, dll

Re Distribusi Pendapatan Tujuan re distribusi pendapatan adalah memperbaiki distribusi pendapatan

Ukuran Distribusi Pendapatan Menurut bank dunia jika 16% atau lebih pendapatan nasional dinikmati oleh 20% penduduk paling miskin, distribusi pendapatan dikatakan relatif baik Menurut koefisien Gini distribusi pendapatan baik kalau nilainya dibawah 0,3 dan dikatakan buruk jika nilainya diatas 0,5

Alat Re Distribusi Pendapatan Pajak progresif, fungsinya adalah sebagai sumber penerimaan pemerintah dan mengendalikan keinginan pekerja (mengendalikan sisi penawaran tenaga kerja) Subsidi merupakan pajak negatif artinya masyarakat justru bertambah pendapatannya

Pro Kontra Re Distribusi Pendapatan Bagi yang tidak setuju re distribusi pendapatan melalui pajak dan subsidi akan menurunkan tingkat produksi dan produktivitas perekonomian Pajak progresif membuat orang yang rajin dan produktif akan mengurangi jam kerja

Alasan yang Pro Re Distribusi Pendapatan Re distribusi pendapatan menimbulkan dampak positif jangka pendek dan jangka panjang Mekanisme pasar justru dipandang sering menyebabkan pendapatan terdistribusi secara tidak adil ( yang kuat akan megalahkan yang lemah ).