Azaz-azaz dan Ruang Lingkup Antropologi Oleh : Koentjaraningrat

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Pengantar Antropologi
Advertisements

BAB 01 ASAL MULA DAN PERKEMBANGAN SOSIOLOGI
KORELASI ANTROPOLOGI DAN ILMU LAIN
SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU DAN METODE DALAM MENGKAJI FENOMENA SOSIAL
Perubahan Sosial.
Antropologi Ana/Ani Fisip
ANTROPOLOGI.
Pengantar Antropologi Ragawi
SEJARAH, KEBUDAYAAN, IPTEK DAN MASALAH SOSIAL
SEJARAH & PENDEKATAN ILMU POLITIK LENI ANGGRAENI, S.PD., M.PD.
Identitas Nasional.
Perkembangan Antropologi Oleh: Coleman dan Helen
Diferensiasi Sosial Artinya klasifikasi masyarakat secara mendatar/horizontal/tidak menimbulkan kelas-kelas sosial. Misalnya perbedaan agama, suku, klan,
Pertemuan 3 KONSEP SUKU BANGSA
IPS Untuk Anak Usia Dini
SOSIO ANTROPOLOGI KESEHATAN
Teori ETNISITAS.
ANTROPOLOGI??.
ANTROPOLOGI Minggu ke 3.
FINA WASI’ATUL MAGHFIROH ( )
Minggu ke 2 LIA AULIA FACHRIAL, S.Psi., M.Si
SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
ANTROPOLOGI Sejarah – Pengertian - Cabangnya
Dr. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si.
Dr. Dewi Kurniasih, S.IP.,M.Si.
AGAMA DALAM PERUBAHAN SOSIAL
Minggu ke I Lia Aulia Fachrial, S. Psi., M. Si
Pertemuan ke-11 TERAPAN DAN ANTROPOLOGI PEMBANGUNAN
ANTROPOLOGI SOSIAL Oleh: Tim Pengajar Dra. Winati Wigna, MDS
Muhammmad Noor Hidayat
Pengantar Antropologi Sosial Pertemuan 1
Ruang lingkup antropologi
Antropologi.
D. Hubungan antara Antropologi-Sosial dan Sosiologi
Istilah Antropologi Hukum
PENGANTAR ANTROPOLOGI
Pertemuan ke -2 Ruang lingkup antropologi
What is Antropology ? Why Antropology? What for ?
Teori ETNISITAS.
PENGANTAR ANTROPOLOGI BUDAYA
BAB 3 MUNCULNYA NASIONALISME INDONESIA
Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi Politik
PENGERTIAN DAN HAKIKAT IPS DALAM PROGRAM PENDIDIKAN
PENGANTAR ANTROPOLOGI BUDAYA
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
ANTROPOLOGI HUKUM.
Tipe-tipe kurikulum Integrated curriculum
KEDUDUKAN ANTROPOLOGI SOSIAL DALAM ANTROPOLOGI
IDENTITAS NASIONAL MASYARAKAT MADANI
Welcome to the gate of Sociology
KONSEP DASAR ANTROPOLOGI Konsep Dasar Antropologi
Pengertian dan Ruang Lingkup Sosiologi Politik
APA DAN BAGAIMANA ANTROPOLOGI
ANTROPOLOGI BUDAYA (Pertemuan Kedua)
Loading…!!!.
PENGENALAN FILSAFAT A. Arti Filsafat a. Dari segi etimologi FALSAFAH
ANTROPOLOGI. BAHAN BACAAN Glinka, Joseph Perkembangan Alam Hidup. Flores, Nusa Indah Glinka, Joseph Sekitar Terjadinya Manusia (Antropogenese).
A. Makhluk manusia di antara Makhluk-makhluk lain Dipandang dari sudut biologi, Manusia hanya merupakan satu jenis makhluk di antara lebih dari sejuta.
HUBUNGAN ANTROPOLOGI DENGAN ILMU SOSIAL LAINNYA
PERUBAHAN SOSIAL BUDAYA
Antropologi Minggu ke 2.
UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA
Pengantar Sosiologi.
Pertemuan 3 KONSEP SUKU BANGSA
Shrimarti Rukmini Devy, dra.,MKes. Modified by Riris Diana SKM., M.Kes
ANTROPOLOGI.
URBANISASI : MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN Sumber : Sosiologi Suatu Pengantar. Prof. DR. Soerjono Soekanto, Dra. Budi Sulistyowati MA. MATA KULIAH.
SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI
“PANCASILA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL”
PROSES PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN. SEBAGAIMANA DIKETAHUI BAHWA KEBUDAYAAN ADALAH HASIL CIPTA, KARSA DAN RASA MANUSIA OLEH KARENANYA KEBUDAYAAN MENGALAMI.
Transcript presentasi:

Azaz-azaz dan Ruang Lingkup Antropologi Oleh : Koentjaraningrat Kuliah ke 3 Azaz-azaz dan Ruang Lingkup Antropologi Oleh : Koentjaraningrat

Fase Perkembangan Ilmu Antropologi Fase Pertama (Sebelum 1800) Ditandai dengan kedatangan orang Eropa Barat akhir abad ke-15 di masyarakat pribumi Afrika, Asia, Amerika, dan Oceanea. Mereka adalah para musafir, pelaut, missionaris, penerjemah Kitab Injil, dan pegawai pemerintah jajahan. Dari mereka terkumpul suatu himpunan besar buku yang memuat pengetahuan berupa deskripsi tentang adat-istiadat, susunan masyarakat, bahasa dan ciri-ciri fisiknya.

Lanjutan Bahan pengetahuan etnografi  bersifat kurang teliti, kabur, kebanyakan tentang hal- hal yang tampak aneh bagi orang Eropa, tetapi ada juga yang lebih baik dan lebih eliti. Timbul tiga macam sikap terhadap karangan tersebut Pandangan negatif savages dan primitif Pandangan positif  noble savages Bahan-bahan tadi terutama artefak memunculkan museum kebudayaan bangsa di luar Eropa

Lanjutan Pada permulaan abad ke 19 muncul usaha pertama untuk mengintergrasikan seluruh bahan himpunan etnografi tadi menjadi satu

Fase kedua (Kira-kira Pertengahan Abad ke-19) Usaha integrasi bahan etnografi itu baru ter wujud pada pertengahan abad ke 19 Karangan itu disusun berdasarkan cara berfikir evolusi Pemikirannya; Masyarakat an kebudayaan manusia telah berevolusi dengan sangat lambat dalam suatu jangka waktu beribu-ribu tahun lamanya, dati tingkat yang rendah, melalui beberapa tingkat antara, sampai ke tingkat tingkat tertinggi.

Lanjutan Dengan usaha menyusun bahan-bahan etnografi berdasarkan kerangka berfikir evolusi maka tahun1860 timbullah ilmu antropologi Pada fase kedua ini antropologi berupa ilmu yang akademikal, tujuannya Mempelajari masyarakat dan kebudayaan primitif dengan maksud untuk mendapatkan pengertian tentang tingkat-tingkat kuno dalam sejarah evolusi dan sejarah penyebaran kebudayan manusia.

Fase Ketiga (Permulaan Abad ke-20) Pada awal abad ke-20 Eropa sebagai negara penjah berhasil mencapai kemantapan kekuasaan di negara jajahannya. Untuk itu antropologi sebagai suatu ilmu yang mempelajari bangsa-bangsa di luar Eropa menjadi sangat penting bagi negara jajahan tersebut.

Lanjutan Dalam fase ketiga ini ilmu antropologi menjadi suatu ilmu yang praktis, dan tujuannya dapat dirumuskan, sbb: Mempelajari masyarakat dan kebudayaan suku-suku bangsa di luar Eropa guna kepentingan pemerintah kolonial dan guna mendapat suatu pengertian tentang masyarakat masa kini yang kompleks

Fase Keempat (Sesudah Kira-kira 1930) Pada fase ini antropologi telah mengalami perkembang yang luas, baik mengenai bertambahnya bahan pengetahuan yang jauh lebih teliti, maupun ketajaman metode ilmiahnya. Pada masa ini ada dua peruahan besar terjadi di dunia Timbul antipati trhadap kolonialisme sesudah PD II Cepat hilangnya bangsa-bangsa primitif

Lanjutan Proses tersebut menyebabkan bahwa ilmu antropologi seolah-olah kehilangan lapangan  mendorong munculnya lapangan dengan pokok tujuan yang baru Akan tetapi warisan dari fase-fase sebelumnya berupa bahan etnografi dan metode ilmiahnya dijadikan landasan bagi perkembangan yang baru. Perkembangan itu terjadi univ-univ di AS, pada tahun 1951, 60 orang di Amerika dan Eropa mengadakan simposium merumuskan tujuan pokok dan ruang lingkup ilmu antropologi yang baru

Lanjutan Sejak sekitar tahun 1930 tidak hanya suku-suku bangsa primitif yang menjadi pusat kajian, melainkan sudah berali ke masyarakat pesedaan pada umumnya ditinjau dari aneka warna fisiknya, kebudayannya, dan masyarakatnya Tujuannya menjadi dua Tujuan akademikal mencapai pengetian tentang makhluk manusia pada umumnya dan mempelajari aneka warna bentuk fisiknya, masyarakatnya, dan kebudayaannya. Tujuan praktis mempelajari manusia dalam aneka warna masyarakat suku bangsa guna membangunan masyarakat suku bangsa itu.

Antropologi Masa Kini Perbedaan di berbagai pusat Ilmiah  aliran antropologi dapat digolongkan di beberapa negara antropologi berkembang; Di Amerika Serikat Inggris Eropa Tengah Eropa Utara Uni Soviet, dan Di negara-negara Berkembang

Lanjutan Di Amerika Serikat ilmu antropologi mengintegrasikan fase 1, 2, dan 3. fase 4 sudah berkembang seluas-luasnya Di Inggris serta nega yang di bawah pengaruhnya fase 3 masih dilakukan, tapi setelah negara jajahannya hilang metode antropologi yang berkembang di AS juga mempengaruhi Inggris Di Eropa Tengah seperti Jerman, Austria, dan Swiss hampir setengah abad yang lalu sifat antropologi masih seperti pada fase 2.

Lanjutan Di Eropa Utara, di negara-negara Skandivavia, ilmu antropologi masih bersifat akademikal (fase 2) tetapi kelebihannya terletak pada hasil penelitian terhadap bangsa Eskimo. Para sarjananya anyak menggunakan metode yang berkembang di AS Di Uni Soviet tidak banyak dikenal karena hingga sekitar tahun 1960 mereka seolah- olah mengisolasi diri

Lanjutan Namun, beberapa tulisan memperlihatkan bahwa penelitian antropologi di sana cukup besar. Ilmu antropologi Soviet berdasarkan konsep Karl Marx dan F. Engels mengenai tingkat-tingkat evolusi masyarakat ilmu antropologi di Soviert bersifat praktis Di negara jajahan Inggris seperti India, ilmu antropologi dari metodenya mendapat pengaruh dari Inggris bersifat praktis di sini Ilmu Antropologi dan Sosiologi bukan ilmu yang berbeda, tetapi dua metode menjadi satu, sebagai suatu ilmu sosial yang baru

Lanjutan Di Indonesia baru mengembangkan suatu ilmu antropologi yang khusus belum terikat tradisi sehingga bebas memilih dan mengombinasikan

Perbedaan Istilah Ethnography berarti “pelukisan bangsa- bangsa”umum dipakai di Eropa Barat Ethnology berarti “ilmu bangsa- bangsa”istilah yang digunakan dipermulaan antropologi. Sekarang sudah banyak ditinggalkan Amerika dan Inggris masih memakai untuk mempelajari yang berhubungan dengan sejarah perkembangan manusia

Lanjuan Vőlkerkunde (Volkenkunde) berarti “ilmu bangsa-bangsa”istilah yang banyak digunakan di Eropa Tengah Kulturkunde berarti “ilmu kebudayaan”pernah dipakai di Jerman dengan arti yang sama dengan ethnology di Amerika. Pernah dipakai guru besar Universitas Indonesia G.J. Held dalam bahasa Indonesia artinya “ilmu kebudayaan”

Lanjutan Anthropology berarti “ilmu tentang manusia”di pakai di Inggris dan Amerika pada fase ke 3 dalam arti yang sama dengan ethnology di Eropa Barat dan Tengah  antropologi dipakai dalam arti khusus ilmu tentang ras manusia dipandang dari ciri-ciri fisik Cultural Anthropology  dipakai di Amerika ilmu antropologi dalam arti yang luas

Lanjutan Physical anthropologymempelajari manusia dari sudut fisiknya Social anthropologydipakai di Inggris untuk menyebut antropologi (Fase 3) sebagai lawan dari ethnology (antropologi pada fase-fase sebelum fase 3)

Ilmu-ilmu Bagian dari Antropologi Di universitas-universitas AS berkembang luas  menimbulkan 5 masalah penelitian Masalah sejarah asal dan perkembangan manusia (evolusinya) secara biologi Masalah sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia, di pandang dari ciri-ciri fisiknya Masalah sejarah asal, perkembangan, dan penyebaran aneka warna bahasa yang diucapkan manusia di seluruh dunia Masalah perkembangan, penyebaran, dan terjadinya aneka warna kebudayaan manusia di seluruh dunia Masalah mengenai azas-azas dari kebudayaan manusia dalam kehidupan masyarakat dari semua suku bangsa yang tersebar di seluruh muka bumi

ras kaukasoid

ras mongoloid

Lanjutan Lima ilmu bagian berkaitan dengan penelitian khusus Paleo-antropologi antropologi fisik Antropologi fisik Etnolinguistik antropologi budaya Prehistori etnologi

Lanjutan Paleoantropologi adalah ilmu bagian yang meneliti asal-usul atau soal terjadinya dan evolusi makhluk manusia dengan mempergunakan sebagai bahan penelitian sisa-sisa tubuh yang telah membantu, atau fosil-fosil manusia dari zaman dahulu, yang tersimpan dalam lapisan-lapisan bumi yang harus didapat oleh si peneliti dengan berbagai metode panggalian

Lanjutan Antropologi fisik adalah bagian dari ilmu antropologi yang mencoba mencapai suatu pengertian tentang sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya, baik yang lahir (fenotopik) seperti warna kulit, warna dan bentuk rambut, indeks tengkorak, bentuk muka, warna mata, bentuk hidung, tinggi dan bentuk tubuh, maupun yang dalam (genotopik) seperti frekuensi golongan darah dan sebagainya

Lanjutan Etnolinguistik atau antropologi linguistik adalah suatu ilmu bagian yang pada mulanya bersangkut erat dengan antropologi. Penelitian berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dari beratus- ratus suku banga yang tersebar di berbagai tempat di muka bumi ini, terkumpul bersama dengan bahan kebudayaan suku bangsa

Lanjutan Prehistori mempelajari sejarah perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia di muka bumi dalam zaman sebelum manusia mengenal huruf Etnololgi adalah ilmu bagian yang mencoba mencapai pengertian mengenai azas-azas manusia dengan mempelajari kebudayaan- kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari sebanyak mungkin suku bangsa yang tersebar di muka bumi pada masa sekarang

Ilmu bagian baru Etnopsikologi atau antropologi psikologi Antropologi ekonomi Antropologi pembagunan Antropologi pendidikan Antropologi kesehatan Antropologi penduduk Antropologi politik Antropologi dalam kesehatan mental

Hubungan Antropologi Sosial dan Sosiologi Ditinjau sepintas lalu seperti tidak ada perbedaan dari kedua ilmu tersebut bila ditinjau dari tujuan. Tetapi apabila ditinjau lebih khusus akan terlihat perbedan itu Kedua ilmu itu masing-masing mempunyai asal- mula dan sejarah perkembangan yang berbeda --- menyebabkan adanya suatu perbedaa pengkhususan pada pokok dan bahan penelitian dari kedua ilmu --- menyebabkan berkembangnya beberapa metode dan masalah yang khusus dari kedua ilmu

Sejarah Perkembangan Sosiologi Fase 1 (sebelum abad 19)Pada mula sosiologi  bagian ilmu filsafat, yaitu filsafat sosial Fase 2 timbul krisis di masyarakat Eropa (Revolusi Perancis, Revolusi Industri) timbul kegiatan yang lebih besar dalam menganalisa masalah masyarakat, dengan demikian timbul kesadaran untuk adanya suatu ilmu sosiologi tersendiri H.de Saint-Simon (1760 – 1825) dan A. Comte (1789 -1857) mengumumkan anggapan mereka tentang sifat positif dari segala ilmu pengetahuan, juga dari ilmu tentang masyarakat atau sosiologi

lanjutan Ketika ilmu sosiologi berpisah dari ilmu filsafat ia mengalami kesukaran dalam pemikiran tentang manusia. Perjuangan mengenai dasar, tujuan, dan metode di antara berbagai sarjana menyebabkan timbulnya seperti ilmu antropologi, banyak aliran yang bertentangan cepat berubah, baru menunujukkan suatu kemantapan abad ke 20, kira-kira setelah 1925

Lanjutan Perbedaan kedua ilmu ini Ilmu antropologi sosial menjadi suatu ilmu karena kebutuhan orang Eropa untuk mendapatkan pengertian tentang tingkat-tingkat permulaan dalam sejarah perkembangan masyarakat dan kebudayaan sendiri. Ilmu sosiologi menjadi ilmu khusus karena krisis masyarakat di Eropa menyebabkan orang Eropa memerlukan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai azas-azas masyarakat dan kebudayaan sendiri

Pokok Ilmiah dari Antropologi Sosial dan Sosiologi Antropologi meneliti masyarakat secara keseluruhan sebagai kebulatan Sosiologi mengkaji selalu memusatkan perhatian pada unsur-unsur atau gejala khusus dalam masyarakat manusia dengan menganalisa kelompok-kelompok sosial khusus (social groups), hubungan antara kelompok atau individu-individu (social relations), atau proses-proses sosial yang terdapat dalam suatu masyarakat (social processes).

Lanjutan Antropologi metode penelitiannya bersifat intensif dan mendalam (biasa meneliti kelompok kecil masyarakat) Sosiologi metode penelitian bersifat meluas menggunkan berbagai metode angket (biasa meneliti masyarakat yang kompleks) Antropologi menggunakan metode kualitatif dan komparatif Sosiologi menggunakan metode kuantitatif dengan analisa statistik

Hubungan antara Antropologi dan Ilmu-ilmu Lain Ilmu geologi Ilmu paleontologi Ilmu anatomi Ilmu kesehatan masyarakat Ilmu psikiatri Ilmu linguistik Ilmu arkeologi Ilmu sejarah Ilmu geografi Ilmu ekonomi Ilmu hukum adat Ilmu administrasi Ilmu politik

Ramapithecus

ras kaukasoid

Tugas Minggu Depan Bab II. Makhluk Manusia Membuat 2 pertanyaan dan jawabannya Tugas diketik