10. TORSI.

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
BAB 5 Dinamika Rotasi 5.1 Momen Inersia 5.2 Torsi 5.3 Momentum Sudut
Advertisements

Aplikasi Hukum Newton.
BAB 5 ROTASI KINEMATIKA ROTASI
Rela Memberi Ikhlas Berbagi
BENDA PADA PEGAS VERTIKAL
Mata Pelajaran Kelas XI Semester 2
Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar Menformulasikan hubungan.
TITIK BERAT.
DINAMIKA ROTASI SMA NEGERI 12 JAKARTA KELAS XI SEMESTER 1 Oleh:
Berkelas.
BAB III. STATIKA BENDA TEGAR DALAM DUA DIMENSI
Dinamika Rotasi Hubungan Gerak Translasi dan Rotasi
GERAK MENGGELINDING.
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Dinamika Rotasi.
Mata Pelajaran Kelas XI Semester 2
DINAMIKA ROTASI Loading
Kesetimbangan Benda Tegar Gabungan Energi Kinetik Rotasi dan Translasi
3.
Dinamika Rotasi.
KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Bab 1 Muatan dan Medan Listrik
Kesetimbangan Benda Tegar Gabungan Energi Kinetik Rotasi dan Translasi
4. DINAMIKA.
I = mr 2 m r m3m3 m2m2 m1m1 r1r1 r2r2 r3r3 = Poros Rotasi Poros Rotasi P P.
DINAMIKA ROTASI Pertemuan 14
Kesetimbangan Benda Tegar Gabungan Energi Kinetik Rotasi dan Translasi 1 by Fandi Susanto.
11. MOMENTUM SUDUT.
ROTASI Pertemuan 9-10 Mata kuliah : K0014 – FISIKA INDUSTRI
12. Kesetimbangan.
KESETIMBANGAN BENDA TEGAR & TITIK BERAT
MEKANIKA BAHAN ‘mechanics of materials’
Torsi dan Momentum Sudut Pertemuan 14
DINAMIKA tinjauan gerak benda atau partikel yang melibatkan
Kesetimbangan Benda Tegar Gabungan Energi Kinetik Rotasi dan Translasi
DINAMIKA ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
TORSI (PUNTIR)  .
BENDA TEGAR Suatu benda yang tidak mengalami perubahan bentuk jika diberi gaya luar F Jika pada sebuah benda tegar dengan sumbu putar di O diberi gaya.
Bab 6 Momentum Sudut dan Rotasi Benda Tegar
ROTASI.
Dinamika Rotasi.
 P dW .d dW .d ke + d dW dt d dt  T
Dinamika Rotasi Keseimbangan Benda Tegar Titik Berat.
Standar kompetensi: Kompetensi dasar : Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik system kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi dasar.
Matakuliah : K0614 / FISIKA Tahun : 2006
Beban Puntiran.
Momen inersia? What.
Dinamika Rotasi (a) Sebuah benda tegar (rigid) sembarang bentuk yg berputar terhadap sumbu tetap di 0 serta tegak lurus bidang gambar. Garis 0P, garis.
SK dan KD kelas XI semester 2 SMA Dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar Fluida Teori kinetik gas Termodinamika Eko Nursulistiyo.
Gambar 8.1 MODUL 8. FISIKA DASAR I 1. Tujuan Instruksional Khusus
GERAK TRANSLASI, ROTASI DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
DINAMIKA ROTASI SMA NEGERI 12 JAKARTA KELAS XI SEMESTER 1 Oleh:
Soal dan Pembahasan EBAS Gasal Tahun Pelajaran 2010/2011
Gambar 3.1. Batang Silindris dengan Beban Puntiran
GERAK TRANSLASI, GERAK ROTASI, DAN KESEIMBANGAN BENDA TEGAR
Standar Kompetensi Menerapkan konsep dan prinsip mekanika klasik sistem kontinu dalam menyelesaikan masalah Kompetensi Dasar Menformulasikan hubungan.
ROTASI BENDA TEGAR M I S T A KELAS C.
ROTASI KINEMATIKA ROTASI
Science Center Universitas Brawijaya
KESETIMBAGAN Pertemuan 10.
MOMENTUM SUDUT DAN BENDA TEGAR
KESETIMBANGAN DAN TITIK BERAT
DINAMIKA ROTASI 2 Disusun Oleh: Ryani Oktaviana Nurfatimah ( )
DINAMIKA ROTASI dan KESETIMBANGAN BENDA TEGAR
Hubungan Gerak Translasi dan Rotasi Energi Kinetik Rotasi dan Momen Inesia Momen Inersia dan Momen Gaya.
Gerak Translasi, Rotasi dan Kesetimbangan Benda Tegar.
Kesetimbangan Rotasi dan Dinamika Rotasi
Dinamika Rotasi & Kesetimbangan Benda Tegar
ROTASI KINEMATIKA ROTASI
Kemampuan dasaryang akan anda miliki setelah mempelajari bab ini adalah sebagai berikut. Dapat memformulasikan hubungan antara konsep torsi, momentum.
Transcript presentasi:

10. TORSI

Gaya ½ F yang dikenakan pada batang pembuka yang Torsi (biasa dilambangkan dengan ), didefinisikan sebagai besaran yang dapat menyebabkan suatu benda cenderung berotasi. Perhatikan Gambar 10.1 berikut. d x Gambar 10.1 F Gaya ½ F yang dikenakan pada batang pembuka yang berjarak d dari sumbu baut, cenderung akan lebih sulit jika dibandingkan kita mengenakan sebesar gaya F.

Begitu juga jika kita kenakan gaya F pada batang pemutar yang berjarak x dari sumbu baut akan lebih sulit jika dibandingkan dengan gaya F dengan jarak d. d x Gambar 10.1 F Artinya, faktor-faktor yang berpengaruh untuk memutar atau merotasi suatu benda adalah besar gaya F yang tegak lurus sumbu putar dan jaraknya terhadap sumbu putar.

Gambar 10. 1 menggambarkan torsi secara ideal, sedangkan Gambar 10 Gambar 10.1 menggambarkan torsi secara ideal, sedangkan Gambar 10.2 lebih menggambarkan torsi yang berlaku secara umum. Sumbu rotasi r  F r Titik pemberian gaya Frad Ftan Gambar 10.2

Dari definisi dan Gambar 10.2 didapat  = r F (10.1) atau  = r Ftan (10.2) dimana r = r sin (10.3) Ftan = F sin  (10.4) Dari persamaan (10.1) atau (10.2) didapat  = F r sin (10.5) Hukum II Newton dan persamaan (10.2) didapat = r Ftan = r m atan (10.6) Dari persamaan (8.13) atan =  r, sehingga  = r m ( r) = m r2  (10.7)

Karena besaran m r2 adalah momen inersia di sekitar sumbu, maka persamaan (10.7) dapat ditulis, Jika lebih dari satu gaya yang bekerja pada benda atau partikel, maka  = I  (10.9) Pada persamaan (10.6) – (10.8) besaran I = momen inersia  = percepatan sudut.

Contoh 10.1 Seseorang yang mempunyai massa 60,0 kg mengendarai sebuah sepeda. Jika orang tersebut memindahkan seluruh berat badannya ke setiap pedal dan pedal berotasi pada diameter 30 cm, berapakah torsi maksimum yang dapat diberikan oleh orang tersebut? Diketahui m = 60,0 kg d = 30 cm = 0,30 m r = d/2 = 0,15 m Ditanya  Penyelesaian

Penyelesaian F = m.g = (60,0 kg)(9,8 m/detik2) = 588 N F r = F r sin = (588 N)(0,15 m)(sin900) = 88,2 N.m

Seseorang mengayuh sebuah sepeda dengan menekan pedal Contoh 10.2 Seseorang mengayuh sebuah sepeda dengan menekan pedal sebesar 111 N. Jika jari-jari pedal sepeda 0,152 m, berapakah besar torsi di sekitar sumbu, jika lengan pedal membentuk sudut 300 terhadap garis vertikal? Diketahui, F = 111 N ; r = 0,152 m Ditanya,   = F r sin = (111 N)(0,152 m)(sin300) = 16,9 N.m F r 300

Contoh 10.3 Torsi sebesar 32,0 N.m dikenakan pada sebuah roda dan menghasilkan percepatan sudut sebesr 25,0 rad/s2. Tentukan momen inersia atau inersia rotasi dari roda! Diketahui  = 32,0 N ;  = 25,0 rad/s2 Ditanya I  = I   I =  /  I =  /  = 32,0 N/25,0 rad/s2 = 1,28 N.m

1. Sebuah silinder pejal yang mempunyai massa 2,0 kg Latihan 1. Sebuah silinder pejal yang mempunyai massa 2,0 kg berputar pada sumbu putarnya (lihat gambar). Gaya-gaya yang bekerja pada silinder adalah sebagai berikut. Gaya F1 = 6,0 N, F2 = 4,0 N, F3 = 2,0 N, dan F4 = 5,0 N. Sedangkan jarak gaya ke sumbu puter silinder adalah r1 = 5,0 cm, dan r2 = 12 cm. Tentukan besar dan arah percepatan sudut siliner. r1 r2 O F3 F2 F4 F1

2. Sebuah bola berongga mempunyai jari-jari 1,90 m. Torsi sebesar 960 N.m yang dikenakan pada bola menghasilkan percepatan sudut sebesar 6,20 rad/s2 di sekitar sumbu putar. Tentukan momen inersia (inersia rotasi) bola dan massa bola.