Isi Media, Analisis, Realitas dan Ragam Gaya Media Pertemuan 15 & 16

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
PENDAHULUAN KOMUNIKASI MASSA
Advertisements

Konvergensi Media dan Trend Media Massa Saat Ini Pertemuan 25 & 26
Teori Public Relations
BAB MENETAPKAN JUDUL DAN MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN
Metode Penelitian.
DONY DEKEIZER LAODE M. INSAN Z
Topik Masalah Penelitian Kuantitatif
KARANGAN ILMIAH Marlina, M.Pd..
KONSEPTUAL TEORI KOMUNIKASI
Pendekatan dalam sastra
METODE DAN PENDEKATAN DALAM STUDI FILSAFAT POLITIK
KOMUNIKASI MASSA KARAKTERISTIK ISI PESAN
PERANAN PERS DALAM MASYARAKAT DEMOKRASI
BAB V TEMA, TOPIK DAN JUDUL.
KOMUNIKASI MASSA TEORI MEDIA DAN TEORI MASYARAKAT.
Oleh: IDA ROSIDA,A.Ma DCT KELOMPOK TEMATIK
Pendekatan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Proposal Penyusunan perencanaan penelitian hukum perlu dijelaskan mengenai metode analisa yang akan diterapkan. Misalnya metode kualitatif atau metode.
Matakuliah : O0174/Komunikasi Antar Budaya
Munculnya Media Komunikasi Massa (2) Pertemuan 4
Teori – Teori Sosial Pip, Jones (2009).
PEMIKIRAN TOKOH – TOKOH DALAM ILMU SOSIAL
METODE PENELITIAN KEBUDAYAAN TENTANG PARADIGMA-PARADIGMA/ANALISIS-ANALISIS KEBUDAYAAN MENURUT PANDANGAN PROF. DR. HEDDY SHRI AHIMSA-PUTRA, M.A., M.Phil.
Media Massa sebagai Institusi
Agenda Setting Pengantar
METODE PENGUMPULAN DATA
Komunikasi Massa.
KOMUNIKASI MASSA DAN MASYARAKAT MODERN Pertemuan 9 & 10
METODE GROUNDED THEORY
Prinsip, Strategi, Tata Cara dan Media Advokasi
Opini Publik.
PROSES KOMUNIKASI PERTEMUAN 11.
Muhammmad Noor Hidayat
BAHAN BUKTI AUDIT Pertemuan 10
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
Media Massa dan Budaya Pertemuan 11 & 12
JENIS-JENIS PENELITIAN
MEMAHAMI DAN MENGEVALUASI TEORI KOMUNIKASI MASSA
Latar Belakang Permasalahan Tujuan Penelitian Manfaat
THEORIES OF COMMUNICATIONS MEDIA
KONSEP PENILAIAN AUTENTIK PADA PROSES DAN HASIL BELAJAR SEJARAH
PENDEKATAN PENELITIAN (Strategi Penelitian) KUALITATIF
KOMUNIKASI MASSA Pertemuan 11
Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang telah diuji dan disusun menurut urutan dan pengertian yang menyeluruh serta.... Beraturan Berhubungan Berurutan Bersisian.
Start.
Munculnya Media Komunikasi Massa (1) Pertemuan 3
Metode Penelitian Seminar Komunikasi Program Studi Ilmu Komunikasi
KOMUNIKASI MASSA.
Kuliah 6 Editorial dan Penyuntingan Berita
TEORI KOMUNIKASI MASSA
MENETAPKAN JUDUL DAN MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN
Dinamika opini publik.
MENETAPKAN JUDUL DAN MERUMUSKAN MASALAH PENELITIAN
MODEL-MODEL EFEK MEDIA
PENGERTIAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
Isi Media, Analisis, Realitas dan Ragam Gaya Media Pertemuan 15 & 16
HOW TO DO MEDIA & CULTURAL RESEARCH
Penerapan Teori Media : 1. Kekuasaan 2. Integrasi 3. Perubahan
KOMPONEN KOMUNIKASI Kelompok 2 : Muhammad zulfikar Nurul qomariyah
Teori Komunikasi Massa 2
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )
Paradigma Positivistik & Konstruktivistik
KONTEN MEDIA DAN PENGALAMAN KHALAYAK
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
METODE GROUNDED THEORY Kelompok IV Di Susun Oleh : 1.Syarif Maulana 2.Lela Mustika 3.Herdi.
Teori Semiotika ROLAND BARTHES Ketua : Restu Anggraeny Dwi Sartika ( ) Anggota : Deliana Yulianti ( ) Gilang Gandara ( )
Teori Komunikasi Massa 2
RAMBU - RAMBU PENYUSUNAN RPP
Medium Jurnalistik A.Hakikat Media Massa Media massa adalah alat atau sarana yang digunakan dalam penyampaian pesan dri sumber (komunikator) kepada khalayak.
Beberapa definisi Pemasaran : Menurut W Stanton, adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi.
Transcript presentasi:

Isi Media, Analisis, Realitas dan Ragam Gaya Media Pertemuan 15 & 16 Matakuliah : O0144 / Teori Komunikasi Massa Tahun : 2008 / 2009 Isi Media, Analisis, Realitas dan Ragam Gaya Media Pertemuan 15 & 16

Isi Media, Analisis, Realitas dan Ragam Gaya Media Tujuan Analisis Isi Modus Pembahasan dan Metode Analisa Isi Media dan Realitas Sosial Aliran Berita Bina Nusantara

Tujuan Analisis Isi Beberapa hal yang berkaitan dengan analisis isi media adalah: Isi seperti yang dikirim dan diterima Pelacakan dampak Isi sebagai bukti Komunikator Isi media sebagai bukti masyarakat dan budaya Penilaian media dan organisasinya Studi isi demi isi itu sendiri Konflik dan inkonsistensi tujuan Bina Nusantara

(1) Isi seperti yang dikirim dan diterima: Tujuan analisis isi, dapat diukur dengan menjawab pertanyaan: seberapa banyak dari jenis apa yang dikirim dan berapa banyak yang diterima oleh siapa? Analisis isi selalu dikaitkan dengan analisis audiens Bina Nusantara

(2) Pelacakan dampak Pelacakan dampak media melibatkan upaya mengaitkan isi pesan pada data “ekstra media” yakni audiens Analisis isi pada dasarnya memiliki pesan ganda, dan dapat menimbulkan harapan akan dampak Analisis isi biasanya bercirikan tujuan, arah, atau kecenderungan tertentu, dan juga dapat berupa dampak media Analisis isi yang terkait pada dampak, misalnya analisis tentang berapa waktu yang dihabiskan untuk menonton televisi. Bina Nusantara

(3) Isi sebagai bukti Komunikator Isi media menunjukkan ideologi media “Komunikator Massa” atau organisasi media, menyeleksi, mengolah dan memilih isi media untuk didistribusikan Isi media dalam kaitannya sebagai komunikator, dapat ditemukan dalam “tajuk rencana” (beberapa surat kabar di Indonesia menyebut dengan istilah yang berbeda, misalnya: Editorial) Bina Nusantara

4) Isi media sebagai bukti masyarakat dan budaya Isi media yang berkaitan dengan masyarakat dan kebudayaan, dikenal antara lain lewat pendekatan “indikator budaya” (Rosengren, 1981). Pendekatan ini menemukan model dalam tradisi indikator “ekonomi” dan “sosial” melalui pendekatan isi media sebagai sumber utama Tujuan utama analisis media adalah untuk menguji proposisi dampak media, dan juga metode bagi studi perubahan sosial. Bina Nusantara

(5) Penilaian media dan organisasinya Penilaian media dapat dilakukan dalam beberapa indikator: Pengaturan dan pengendalian media berdasarkan kriteria moral tertentu; Kadar sejauhmana media menyesuaikan diri dengan kriteria profesional Pertimbangan bias dari kecenderungan ideologi, khususnya ketika media diharapkan bersikap netral dan obyektif Bina Nusantara

6) Studi isi demi isi itu sendiri Studi isi dimaksudkan untuk menyingkapkan atau menjelaskan berbagai aspek intrinsik dari teks, arti dan bentuknya Studi ini antara lain mencakup tentang struktur teks dan hubungan internal dari berbagai unsur di dalamnya Bina Nusantara

(7) Konflik dan inkonsistensi tujuan Konflik dapat terjadi saat membicarakan media dan studi perubahan sosial Jika dipandang media sebagai sebab dari gejala sosial dan budaya, media tidak dapat diacu sebagai indikator, karena media mendahului “dampak” Konflik juga dapat terjadi antara klaim media memberikan yang diinginkan publik dan media menentukan kehidupan sosial budaya Konflik dapat pula terjadi jika diasumsikan bahwa isi media merupakan propaganda dari pihak yang berkepentingan Bina Nusantara

Modus Pembahasan dan Metode Analisa Terdapat dua dimensi analisis media: pertama menyangkut uraian isi; kedua yang bentuk dasarnya subyektif, adalah penilaian moral dan estetika terhadap produksi kebudayaan Pembahasan dan metode analisis dapat dilakukan dengan: (1) Analisis isi tradisional (2) Strukturalisme dan semiologi (3) Varian dan kemungkinan lainnya Bina Nusantara

(1) Analisis isi tradisional Definisi dari analisis isi tradisional ini antara lain dikemukakan Berelson (1952) sebagai “teknik penelitian untuk uraian yang obyektif, sistematis, dan kuantitatif untuk mengejeawantahkan isi media”. Pendekatan dasar untuk menetapkan teknik ini adalah: (1) memilih sampel atau keseluruhan isi; (2) Menetapkan kerangka kategori; (3) Memilih “satuan analisis” isi; (4) Menyesuaikan isi dengan kerangka kategori; (5) Mengungkapkan hasil sebagai distribusi secara menyeluruh. Bina Nusantara

(2) Strukturalisme dan semiologi Strukturalisme merupakan suatu perkembangan ilmu bahasa dari de Saussure (1915) yang mengkombinasikan beberapa prinsip antropologi struktural dengan ilmu bahasa. Strukturalisme menaruh perhatian tidak hanya pada bahasa verbal tapi juga pada setiap sistem tanda yang mengarahkan perhatian pada sistem tanda. Semiologi (semiotika) adalah “ilmu umum tentang tanda” (Peirce, 1931, 35). Bina Nusantara

(3) Varian dan kemungkinan lainnya Metode analisis isi media saat ini semakin berkembang. Penelitian yang dilakukan the Glasgow Media Group (1977; 1980) menggabungkan analisis berita industri dengan “realitas” industri bersama-sama. Metode ini untuk menyingkap arti budaya dalam realitas yang lebih spesifik, misalnya kaitan isi media dan perkembangan ekonomi, isi media dan politik, dan juga menyangkut aouthor media massa Bina Nusantara

Isi Media dan Realitas Sosial Isi media dan realitas sosial, menganalisis tema yang menyangkut: (1) Tema yang mempersatukan (2) Teori tentang penyimpangan realitas, yang terdiri atas: (a) Teori Fungsional (b) Teori persekongkolan atau hegemoni (c) Teori organisasi Bina Nusantara

(1) Tema yang mempersatukan Tema tunggal antara isi media dan realitas sosial, menyangkut studi tentang “realitas sosial”. Gaya yang umum digunakan adalah “realistik” atau “naturalistik” Tema-tema penelitian yang mempersatukan media dan realitas sosial antaranya dilakukan oleh Golding dan Elliot (1979); DeFleur (1964); Gerbner (1980) dan lain-lain. Bina Nusantara

(2) Teori tentang penyimpangan realitas (a) Teori Fungsional: teori ini menawarkan dua kecenderungan, dari sudut pandang individu dan masyarakat - Dari sudut pandang masyarakat, media dapat menunjang kesinambungan, pengendalian sosial, keterpaduan dan motivasi - Dari sudut pandang individu, penenkanan pada kelompok elit, dan nilai-nilai yang diterima, kaitannya dengan model, identifikasi, penguatan nilai. Bina Nusantara

(b) Teori Persekongkolan atau Hegemoni: teori persekongkolan atau hegemoni, dalam analisis McQuail, mengetengahkan temuan tentang isi (media) yang dikendalikan oleh sekelompok elit. Pengaruh ini cenderung diperkuat dengan ketidaktahuan politik tentang realitas sosial, penekanan pada legitimasi negara, dan yang terjadi di Indonesia, adalah pengalihan isu media Bina Nusantara

(c) Teori Organisasi: Beberapa ciri organisasi dalam pemberitaan media: Pertama, pemusatan pemberitaan pada selera mayoritas; kedua, kecenderungan pemberitaan banyak bersifat prediktif dan banyak mengalami “distorsi”; ketiga, kebanyakan isi media merupakan karya ulang berbagai tema dan kesan dari kebudayaan masa lalu, yang acapkali melestarikan unsur-unsur masa lalu. Bina Nusantara

Aliran Berita Bahasan yang berkaitan dengan aliran berita adalah: (1) Pemusatan berita (2) Pengertian berita (3) Berita dan kepentingan manusiawi (4) Nilai dan struktur berita (5) Bentuk laporan berita Bina Nusantara

1) Pemusatan berita Surat kabar merupakan pola dasar dan prototip semua media massa modern Berita merupakan sedikit dari kontribusi media massa yang orisinal Berita juga merupakan aktivitas inti dari sebagian besar profesi kewartawanan Berita merupakan “pengetahuan sakral” yang membedakan wartawan dari warga lain Bina Nusantara

2) Pengertian berita Walter Lippman (1922) menyatakan bahwa fokus pengumpulan berita, merupakan “isyarat yang obyektif yang memaknai suatu peristiwa” Berita bukanlah cermin kondisi sosial, tetapi laporan tentang salah satu aspek yang ditonjolkan Hasil penelitian Park, membedakan antara berita dan sejarah, adalah: Bina Nusantara

Perbandingan berita dan sejarah Berita tepat pada waktunya Berita tidak simetris Berita dapat sirna, ia hanya hidup saat kejadian berlangsung Peristiwa yang dilaporkan sebagai berita biasanya tidak terduga Peristiwa berita juga dicirikan oleh “nilai berita” bagi audiensnya Berita berorientasi pada arahan perhatian, bukan pengganti pengetahuan Berita dapat diperkirakan, biasanya bersifat paradoks dan provokatif Bina Nusantara

3) Berita dan kepentingan manusiawi Dalam analisis Breed, berita diperbandingkan dengan “kepentingan manusiawi” Jika berita berorientasi pada informasi serius, maka kepentingan manusiawi diorientasikan pada sesuatu yang menghibur, sensasional dan pribadi (bandingkan dengan infotaiment di Indonesia saat ini) Hellen McGill Hughes (1940) menemukan bahwa surat kabar (Amerika) telah ditransformasikan dari dokumen yang sederhana menjadi bentuk kepustakaan populer” Konsekwensinya, seorang reporter harus “dapat memandang dunia seperti yang dilakukan pembacanya” Bina Nusantara

4) Nilai dan struktur berita Berdasarkan penelitian Galtung dan Ruge (1965) bahwa pemilihan nilai dan struktur berita, didasarkan atas tiga faktor: Pertama, faktor organisasi (menyangkut konsekwesni ideologis) kedua, faktor yang berkaitan dengan aliran (masyarakat menyukai berita sesuai harapan) ketiga faktor sosial budaya (berita dari kalangan elit, bangsa elit & peristiwa negatif). Bina Nusantara

5) Bentuk laporan berita Bentuk laporan berita dapat diamati dalam dua hal. Pertama, struktur dan wahana berita. Struktur dan wahana berita, dalam surat kabar dan majalah biasanya teratur; sementara televisi, lama waktu pemberitaan merupakan sesuatu yang ajek (McQuail, 1977). Kedua, berkaitan dengan indikasi ketertiban dan sarana keseluruhan. Analisis isi berita menunjukkan signifikansi relatif dari peristiwa yang dilaporkan Semakin lama sesuatu diberitakan, umumnya hal itu dianggap lebih penting Bina Nusantara

Terima Kasih Bina Nusantara