Asessment Fisioterapi

Slides:



Advertisements
Presentasi serupa
Saya tinggal di Boronia Heights. Ini rumah saya. Ini terbuat dari batu bata. Atapnya terbuat dari genteng dan dindingnya terbuat dari plester. Rumah saya.
Advertisements

Teknik Pengembangan Instrumen Tes Lisan
By: Lisna Annisa Fitriana, S.Kep., Ners, M.Kes
CARA MERAWAT ANGGOTA TUBUH
KERANGKA KERJA DAN PARADIGMA INTERAKSI
ESTY ARYANI SAFITHRY, M.Psi, Psi
Pendidikan Untuk Anak Tunagrahita Ringan
Menunjukkan sikap pantang menyerah
Budaya hidup sehat = sehat kesehatan pribadi-kesehatan lingkungan
PERANCANGAN PERANGKAT LUNAK
LATIHAN STABILISASI Wahyuddin
Asuhan Keperawatan Pada Klien dengan Masalah DPD
Memotivasi Pasien.
Tujuan Pembelajaran 5th session.
Evaluasi Kecacatan.
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UI
ADL ACTIVITY DAILY LIVING
BERFIKIR KRITIS.
MUTU PELAYANAN RUMAH SAKIT
Aplikasi Ergonomi untuk perancangan tempat kerja
MASALAH AIR BERSIH & AIR MINUM KETIKA BENCANA
KEBUTUHAN & KECUKUPAN ENERGI
PEMERIKSAAN LANSIA Dr Wiwit Agung SNC, SpPD Februari 2017.
ANALISIS PEKERJAAN Pertemuan 2 Dr. Yulizar Kasih, SE, M.SI
OLEH REZQI HANDAYANI, M.P.H., Apt
Teknik Presentasi Pertemuan 5 (menjadi presenter yg baik)
PSIKOSOSIAL PADA PASIEN DENGAN MASALAH SISTEM HEMAIMMUNOLOGI
Muthiah Munawwarah Sst.Ft, M.Fis
Sosialisasi Tugas Akhir
Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UI
PUSKESMAS Materi 3 MK MIK RMIK.
KONSEP REHABILITASI GANGGUAN MATA DAN TELINGA
KOGNISI / PEMAHAMAN KONSUMEN
MODUL 10. Analisa & Perancangan Kerja II
By TUTU APRIL ARIANI,SKp,MKes
LANSIA TUA,SEHAT BAHAGIA
ADL ACTIVITY DAILY LIVING
Aplikasi Ergonomi untuk perancangan tempat kerja
KESEHATAN PRIBADI.
Memotivasi Pasien.
Prinsip perawatan pasien medik
Keperawatan Dasar I Memandikan Pasien
BINA DIRI untuk Tunagrahita
ESTY ARYANI SAFITHRY, M.Psi, Psi
Lansia dan tugas perkembangan keluarga
PRODI REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
kebutuhan dasar pada bayi
MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESSIONAL
Tes dan Pengukuran irfan.
ALAT PERAGA (DISPLAY): Lingkungan Kerja Berkomunikasi Terhadap Manusia
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
PRODI MIK | FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN
Posisi Fowler dan Semi Fowler By : Kelompok 2 / 2A.
By: Lisna Annisa Fitriana, S.Kep., Ners, M.Kes
KETERAMPILAN DASAR MENGAJAR
DEFINITION OF NURSING -VIRGINIA HENDERSON-
DDST ( Denver Development Screening Test )
TEHNIK MENGATUR DAN MEMINDAHKAN PASIEN
KONSEP DASAR KEPERAWATAN JIWA KEPERAWATAN &FAKULTAS ILMU KESEHATAN
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HARGA DIRI RENDAH
Oleh : Dony Setiawan HP, S.Kep.,Ns.,MM. Latar Belakang  Penyelenggaraan rekam medis adalah kewajiban bagi setiap dokter yang menjalankan praktik kedokteran.
Konsep Dasar Keperawatan
Kemenkes RI – Pelatihan Pelayanan Kes Lansia PENGKAJIAN PARIPURNA PASIEN GERIATRI Divisi Geriatri FK Unud/RSUP Sanglah.
Evaluasi Kecacatan.
PENILAIAN MOTORIK KASAR DAN MOTORIK HALUS AGUSNADI TALAH.
 Defisit perawatan diri adalah gangguan kemampuan untuk melakukan aktifitas perawatan diri (mandi, berhias, makan, toileting) (Nurjannah, 2004 ) 
KOMUNIKASI INTRAPERSONAL
ADL ACTIVITY DAILY LIVING. ACTIVITY DAILY LIVING PEMERIKSAAN KEMAMPUAN FUNGSIONAL MERUPAKAN PROSES UNTUK MENGETAHUI KEMAMPUAN PASIEN DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS.
Investigasi Wabah Alibbirwin, M.Epid.
MODUL IV PENDALAMAN MATERI
Transcript presentasi:

Asessment Fisioterapi Lecture Muthiah Munawwarah

Principles of asessment Posture Flexibility Muscle Strength Visual function Somatosensory function Vestibular function

Posture pd lansia Telinga, akromion Trunk, trokanter mayor Pattela posterior Maleolus lat

posture Lateral Anerior - posterior Posisi kepala, Leher, Neck flat Thoracal – hyper kyphosis Anerior - posterior

Balance Test Berg Balance Scale TUG (8.5 seconds healthy) Fukuda Stepping Test (45 degrees)

ADL ACTIVITY DAILY LIVING

ACTIVITY DAILY LIVING Pemeriksaan kemampuan fungsional merupakan proses untuk mengetahui kemampuan pasien dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari atau waktu senggangnya yang terintegrasi dengan lingkungan aktivitasnya.   Tujuan pemeriksaan kemampuan fungsional pada pasien adalah :   Menunjukkan kepada pasien tentang kemampuan fungsional riil yang dimiliki.  

Membantu pasien berfikir konstruktif tentang kemampuannya dan memotivasi untuk mencapai derajat kemandirian yang lebih tinggi.   Salah satu parameter penilaian sebelum dan sesudah tindakan fisioterapi atau tindakan medis lainnya. Menentukan tujuan pengembalian dan peningkatan fungsi yang realistis.   Dasar untuk menentukan tindak lanjut program Acuan untuk merencanakan kebutuhan masa yang akan datang seperti : kebutuhan alat adaptasi, modifikasi tempat tinggal dan tempat kerja agar hidupnya lebih aman dan mudah.

Prosedur pemeriksaan kemampuan fungsional harus meliputi Kemampuan menyiapkan alat-alat yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan dan menyelesaikan dengan baik.   Kemampuan menyelesaikan kegiatan/aktivitas dengan waktu dan energi yang wajar.  

Indeks Barthel yang dimodifikasi Penilaian didasarkan pada tingkat bantuan orang lain dalam meningkatkan aktivitas fungsional. Pengukuran meliputi sepuluh kemampuan yaitu :  

0 - 20 : Ketergantungan penuh     NO AKTIVITAS NILAI BANTUAN MANDIRI 1 Makan 5 10 2 Berpindah dari kursi roda ke tempat tidur dan sebaliknya, termasuk duduk di tempat tidur 15 3 Kebersihan diri, mencuci muka, menyisir, mencukur dan menggosok gigi 4 Aktivitas di toilet (menyemprot, mengelap) Mandi 6 Berjalan di jalan yang datar (jika tidak mampu jalan melakukannya dengan kursi roda 7 Naik turun tangga 8 Berpakaian termasuk mengenakan sepatu 9 Mengontrol BAB Mengontrol BAK JUMLAH 100 Penilaian : 0 - 20 : Ketergantungan penuh 21 - 61 : Ketergantungan berat/ sangat tergantung. 62 - 90 : Ketergantungan moderat. 91 - 99 : Ketergantungan ringan 100 : Mandiri. MODIFIED BARTHEL INDEX

Pemeriksaan Fungsi Kognitif dan Intrapersonal

Pemeriksaan Fungsi Kognitif dan Intrapersonal. Batasan fungsi kognitif meliputi komponen atensi, konsentrasi, memori, pemecahan masalah, pengambilan sikap, integrasi belajar dan proses komprehensif.

Alat ukur Alat ukur atau metode pemeriksaan fungsi kognitif dan intrapersonal disesuaikan dengan aspek kognitif dan intra personal yang akan diperiksa, dimana dapat dilakukan dengan cara tanya jawab, kuesioner atau peragaan.  

Tujuan Tujuan pemeriksaan fungsi kognitif dan intra personal antara lain :   Membantu menegakkan diagnosis.   Sebagai acuan untuk menyusun program fisioterapi serta pelaksanaannya.   Sebagai alat evaluasi   Sebagai data/informasi yang dapat dipergunakan oleh pihak-pihak lain yang berkepentingan.  

Prosedur pemeriksaan fungsi kognitif dan intra personal : Melakukan rencana pemeriksaan yang berorientasi pada permasalahan pasien.   Pemeriksaan dimulai dari yang bersifat umum, sederhana serta mudah aplikasinya. Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan batasan normal baru ditingkatkan ke pemeriksaan yang lebih khusus dan komplek.  

prosedur Prosedur pemeriksaan fungsi kognitif dan intra personal : Melakukan rencana pemeriksaan yang berorientasi pada permasalahan pasien.   Pemeriksaan dimulai dari yang bersifat umum, sederhana serta mudah aplikasinya. Apabila hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan batasan normal baru ditingkatkan ke pemeriksaan yang lebih khusus dan komplek.  

Status mini mental Status mini mental untuk mengetahui kemampuan kognitif (orientasi, registrasi, atensi, kalkulasi, memori dan bahasa) yang dilakukan secara sederhana dan cepat. Alat ukur dengan kuesioner dengan nilai yang telah ditentukan. Waktu untuk mengerjakan berkisar 5 – 10 menit. Interpretasi hasil pemeriksaan dapat dibaca dari total jumlah nilai yang diperoleh selama pemeriksaan dimana apabila semua jawaban benar maka total nilai yang diperoleh adalah 30 point.